5 Fungsi Blok Silinder Pada Mesin

Advertisement
Blok silinder, meski ada kata silinder bentuk komponen ini tidaklah seperti silinder kalau dilihat dari luar. Blok silinder lebih ke bentuk kotak dengan berbagai lekukan.

Namun kalau kita tengok bagian dalam komponen, kita akan menemukan lubang menyerupai silinder. Dari situlah nama blok silinder diambil.

Namun yang anda ketahui mungkin fungsi blok silinder ini hanya sebagai tempat naik turunnya piston. Namun ternyata, ada sekitar 5 fungsi dari blok silinder. Lalu apa saja fungsinya ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi Blok Silinder

img by nomaallim.com

1. Sebagai tempat naik turun piston

Yang pertama jelas, bentuk lubang silinder didalam blok silinder itu menyesuaikan bentuk piston yang seperti tabung. Dalam kinerjanya, piston akan bergerak naik turun didalam silinder. Oleh sebab itu bentuk dari silinder ini harus klop dengan bentuk piston.

Syarat lubang silinder ini haruslah halus agar licin. Karena kalau permukaan silinder kasar maka pergerakan piston akan menjadi lebih berat sehingga kinerja mesin akan terhambat. Untuk mencapai hal itu, biasanya silinder mesin terbuat dari bahan khusus yang berbeda dengan main bloknya.

Anda bisa lihat, pada lubang silindernya yang ada perbedaan warna. Itu disebabkan karena silinder ditanamkan kedalam blok silinder. Untuk bahan silindernya, biasanya dibuat dari campuran beberapa logam seperti aluminium, dan besi.

2. Tempat untuk mengarahkan energi pembakaran

Maksudnya, mesin kendaraan itu dapat menghasilkan energi dari proses pembakaran. Proses pembakaran didalam mesin itu mirip seperti ledakan gas yang menghasilkan energi ekspansi (daya dorong).

Didalam silinder inilah daya dorong pembakaran tersebut diarahkan untuk menggerakan piston. Caranya berkat pergerakan piston didalam silinder yang hanya naik dan turun, ketika pembakaran terjadi maka daya ekspansi pembakaran akan mendorong piston ke bawah.

Dan berkat adanya mekanisme engkol, energi pembakaran tersebut juga langsung membalikan piston supaya bergerak keatas.

Daya ekspansi pada mesin memang tidak kecil, oleh sebab itu blok silinder harus dibuat dari material yang solid untuk mencegah deformasi atau kelenturan dari blok silinder itu sendiri.

3. Sebagai tempat mekanisme engkol berlangsung

Seperti yang disinggung diatas, mekanisme poros engkol akan membalikan energi pembakaran untuk membuat piston kembali bergerak ke atas.

Mengapa bisa demikian ?

Karena  mekanisme ini mirip engkol sepeda yang kalau kita dorong pedal ke bawah dengan keras maka selanjutnya pedal akan juga terdorong ketas. Kalau dirangkai, maka akan menghasilkan sebuah energi putar. Dari situlah sumber energi putar mesin dihasilkan.

Mekansme engkol ini terdiri dari poros engkol dan connecting rod yang juga terletak pada blok silinder.

4. Sebagai main frame engine


Main frame disini maksudnya blok silinder digunakan sebagai tempat untuk meletakan sebagian komponen mesin. Kalau anda lihat blok silinder mobil pasti bentuknya abstrak (banyak lekukan).

Lekukan-lekukan itu dibuat untuk menyesuaikan komponen-komponen lain yang akan dipasangkan. Beberapa komponen yang dipasangkan pada blok silinder antara lain ;

  • Kepala silinder
  • Dinamo starter
  • Dinamo alternator
  • Pompa air
  • Filter oli
  • Oil pan

5. Tempat untuk meletakan ID engine (nomor mesin)

Karena blok silinder ini sebagai main frame mesin, maka nomor mesin selaku ID mesin diletakan pada blok silinder. Alasannya, komponen ini sangat jarang diganti. kalaupun rusak, blok silinder bisa dibubut ulang.

Berbeda dengan komponen mesin lain yang lebih sering rusak dan diganti. sehingga ID mesin akan tetap sama meski mesin sudah mengalami banyak perbaikan.

Sama halnya dengan kepala silinder, blok silinder juga dilengkapi dengan water jacket dan oil feed. Keduanya berfungsi sebagai saluran sirkulasi air pendingin dan oli mesin. Untuk lebih lengkap bisa anda baca konstruksi dan jenis blok silinder pada mesin

Demikian artikel ini kami buat, semoga bisa menambah wawasan kita semua.