5 Cara Sederhana Menghemat Pemakaian Minyak Bumi

Advertisement
Kita semua harus menghemat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan bahan bakar fosil atau bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui.

Tujuannya bukan cuma menjaga ketersediaan bahan bakar fosil tapi juga mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan pembakaran bahan bakar minyak.

Seperti yang sebelumnya kita bahas, ada 5 dampak pembakaran minyak bumi yang sudah kita rasakan dan kita sebagai konsumen harus bisa menjaga supaya dampak tersebut tidak bertambah luas atau bahkan mengurangi dampak negatifnya.

Salah satu dampak yang paling dirasakan saat ini adalah pemanasan global, pemanasan global sendiri muncul akibat pembakaran yang tidak terhitung masifnya. Bukan cuma pembakaran hutan atau lahan, mesin kendaraan, mesin-mesin industri, kompor juga menghasilkan gas CO2 yang menjadi penyebab utama pemanasan global.

Apabila kita bersikap masa bodoh, apa yang akan terjadi dibumi 20 atau 10 tahun mendatang ?

Untuk mengurangi dampak negatif dari pembakaran minyak bumi ini, bisa kita lakukan dengan cara-cara yang sederhana. Lalu apa saja ?

1. Menggunakan transportasi umum



Dengan menggunakan transportasi umum, tidak hanya mengurangi kemacetan dijalan raya tapi kita juga sama-sama mengurangi asap knalpot. Karena logikanya, kalau setiap orang membawa kendaraan masing-masing, pasti polusinya akan sangat bertumpuk.

Namun kalau dikumpulkan dalam satu transportasi, tentu asap knalpot bisa dikurangi. Apalagi transportasi berbasis listrik, dipastikan gas sisa pembakaran mesin bisa dikurangi secara drastis.

2. Biasakan jalan kaki/bersepeda



Selain menyehatkan diri kita, bersepeda atau jalan kaki juga bisa menjadi salah satu cara mengurangi polutan asap kendaraan. Cara ini memang sudah diterapkan pada beberapa negara maju seperti Jepang.

Hasilnya, polusi udara di lingkungan perkotaan menjadi lebih bersih dan sehat.

3. Meminimalisir penggunaan gas LPG

Saat ini hampir semua orang menggunakan kompor gas, selain harganya terjangkau kompor gas ini tergolong praktis. Tapi, LPG (liquid petroleum gas) diperoleh dari proses penyulingan minyak bumi.

Sehingga semakin banyak konsumennya, maka pembakaran gas LPG akan semakin masif dan polusinya juga semakin besar. Tapi gas LPG tidak menimbulkan polusi hitam ?

Memang benar, itu dikarenakan umumnya pembakaran gas LPG berlangsung sempurna sehingga gas sisa pembakarannya hanya karbondioksida dan uap air. Namun, yang dipermasalahkan adalah karbon dioksida.

Kalau jumlah karbondioksida sangat banyak diatmosfer, itu akan menimbulkan pemanasan global. Sehingga kita perlu meminimalisir penggunaan LPG.

Memang cukup sulit untuk mengurangi pemakaian LPG karena gas ini menjadi sumber bahan bakar pokok untuk memasak. Meskipun sekarang sudah ada kompor listrik, tapi panasnya tidak sebesar kompor gas, kalaupun ada perlu daya listrik yang cukup besar.

Sehingga untuk point ini sangat bergantung pada kesadaran tiap pemakai.

4. Gunakan plastik ramah lingkungan

Polimer adalah bahan utama plastik yang diperoleh dari zat sisa penyulingan minyak bumi. Dengan kata lain, kalau kita terus bergantung pada plastik sama saja kita semakin bergantung pada minyak bumi.

Sehingga usahakan membawa tempat barang saat berbelanja untuk mengurangi pemakaian kantong plastik atau gunakan plastik ramah lingkungan.

5. Beralih ke bahan bakar bio



Bio fuel adalah bahan bakar yang terbuar dari organisme biologis. bahan bakar ini memang masi menghasilkan polusi CO2 tapi, bio fuel bisa diperbaharui karena bukan berasal dari minyak bumi.

Untuk saat ini bio solar yang mulai dipasarkan di SPBU. Sehingga para sopir truk dan bus, bisa mulai menggunakan jenis bahan bakar ini. Selain pada kendaraan bermesin diesel, industri-industri juga mulai menerapkan bio diesel sebagai bahan bakar mesin produksinya. Penerapan B20 atau biodiesel 20% harusnya membuat para konsumen setidaknya mencoba bio diesel ini.