Showing posts with label Alat Ukur. Show all posts

9 Macam Power Tools Beserta Fungsi dan Cara Penggunaannya

Power tools adalah perkakas yang menggunakan tenaga non manusia sebagai penggeraknya, tenaga non manusia ini bisa berupa motor listrik, engine, tekanan angin ataupun tekanan hidrolik.

Fungsi power tools adalah untuk meringankan beban kerja manusia, umumnya power tools ini dibuat dari hand tools tapi diberi sistem tenaga sehingga dalam penggunaannya manusia hanya mengoperasikan alat tersebut melalui tombol.

Lalu apa saja yang termasuk dalam power tools ?

Ternyata ada banyak sekali, tapi kami akan membahas 9 power tools yang banyak diaplikasikan pada bengkel – bengkel mobil.

1. Air impact wrench



Air impact wrench atau pada bengkel biasa disebut impact saja merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai pemutar kunci shock. Kunci shock sendiri berfungsi untuk mengendorkan dan mengencangkan mur/baut sehingga dengan kata lain impact wrench berfungsi untuk melepas atau memasang mur/baut.

Namun impact tidak menggunakan tenaga manusia seperti kunci pada umumnya, impact digerakan oleh angin bertekanan.

Jadi, sebuah niple udara dari kompressor dihubungkan pada impact lalu saat kita menekan tombol pada impact secara otomatis impact berputar. Impact ini biasa dipakai untuk melepas mur roda dengan lebih cepat.

2. Gerinda portable/gerinda tangan

Gerinda portable berfungsi sebagai alat pemotong, pada alat pemotong manual kita memajumundurkan gergaji untuk memotong benda kerja dan itu memerlukan waktu lebih lama.

Dengan gerinda portable ini, pekerjaan bisa menjadi lebih cepat karena gerinda digerakan oleh motor listrik. sehingga kita tinggal menekan tombol pada gerinda maka mata gerinda akan berputar dan siap untuk memotong segala hal.

Sebenarnya gerinda bisa digunkan untuk memotong berbagai bahan dari mulai besi, kayu, atau keramik. Namun setiap bahan memerlukan mata gerinda yang berbeda, hal ini tentu lebih baik daripada gergaji biasa yang memiliki alat yang beda dari gergaji kayu dan gergaji besi.

Disebut juga portabel karena gerinda ini bisa dibawa kemana-mana sehingga cocok digunakan untuk memotong benda yang menempel pada objek. Pada bengkel, gerinda ini biasa dipakai dalam kepentingan modifikasi biasanya untuk memotong chasis.

3. Bench grinder machine/gerinda duduk



Bench grinder merupakan jenis mesin gerinda lainnya, namun yang ini tidak portable alias ditempatkan pada suatu meja.

Jenis gerinda ini memiliki bentuk lebih besar tapi fungsinya biasanya tidak untuk memotong tapi untuk menghaluskan permukaan, pada bengkel biasanya menggunakan alat ini untuk mengamplas kampas rem atau permukaan komponen lainnya.

4. Bor listrik portable

Bor listrik portable merupakan alat untuk yang berfungsi untuk melubangi benda kerja juga bisa digunakan untuk memasang sekrup.

Bor listrik ini juga menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya.

Umumnya, yang banyak menggunakan bor listrik adalah para pengrajin logam, adapun pada bengkel biasa digunakan dalam kepentingan modifikasi untuk mengcustom body kendaraan.

5. Air gun



Air gun adalah alat yang berbentuk semprotan namun yang dikeluarkan adalah udara bertekanan. Air gun ini biasa digunakan untuk membersihkan komponen-komponen pada kendaraan seperti mesin atau kaki kaki dari debu atau air.

Air gun menggunakan tekanan angin sama seperti impact wrench, bedanya air gun langsung mengeluarkan udara tersebut saat tuas ditekan.

6. Heat gun



Heat gun atau alat pemanas portable merupakan alat khusus yang digunakan untuk memanaskan permukaan benda. Contohnya untuk memasang kaca film pada kaca mobil, biasanya dibantu dengan heat gun supaya kaca film bisa merekat lebih rapi.

Contoh lainnya adalah pemasangan skotlet atau sticker pada body kendaraan juga menggunakan heat gun sebagai alat bantunya.

Alat ini bekerja dengan memanfaatkan elemen pemanas yang bisa mengubah energi listrik menjadi panas.

7. Obeng pneumatic



Obeng pneumatic adalah versi power tool dari obeng biasa, fungsinya juga sama seperti obeng yakni untuk melepas dan memasang sekrup.

Namun obeng pneumatic ini lebih mudah dan lebih cepat.

Sesuai namanya, obeng pneumatic menggunakan tekanan angin sebagai tenaga penggeraknya. Alat ini sebenarnya jarang dipakai pada bengkel-bengkel namun pada industri manufaktur banyak menggunakan obeng pneumatic karena lebih cepat dan efisien.

8. Air chisel



Air chisel adalah alat pemahat otomatis, fungsinya juga sama seperti pahat pada umumnya namun alat ini biasa digunakan untuk memotong paku keling atau memotong kepala sekrup yang tidak bisa dilepas.

Alat ini bekerja dengan memanfaatkan tekanan angin untuk dirubah menjadi gerakan seperti pahatan.

9. Air chuck



Air chuck banyak kita jumpai pada tukang tambal ban di pinggir jalan, bagi yang tidak tahu air chuck itu nama alat yang digunakan untuk mengisi angin ban.

Alat ini digunakan dengan memasangnya pada niple selang udara. Ujung chisel dimasukan pada niple ban secara otomatis angin masuk untuk mengisi ban. Air chisel merupakan versi power tools dari pompa ban manual.

Mungkin 9 hal diatas yang masuk dalam power tools yang banyak dipakai khususnya dibengkel-bengkel kendaraan. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

18 Macam Hand Tools Yang Banyak Digunakan + Fungsinya

Bicara soal perkakas, ternyata banyak jenisnya. Ada hand tools, ada power tools dan ada SST (special service tools).

Apa itu hand tools ?

Sesuai namanya, hand (tangan) tools (perkakas) adalah alat atau perkakas yang penggunaannya mengandalkan tenaga tangan manusia.

Jadi bisa dikatakan, hand tools itu sebuah alat bantu dalam melakukan service, pembongkaran, atau pemasangan sebuah engine atau mekanisme lainnya.

Ada banyak perkakas yang masuk dalam kategori hand tools, beberapa contoh hand tools yang paling umum dan banyak digunakan pada ranah otomotif akan kita bahas dibawah.

Macam Macam Hand Tools Beserta Fungsinya

Macam macam perkakas tangan dibawah kami kelompokan berdasarkan jenis alatnya, ada 5 kategori pada hand tools yakni ;

A. Kunci/Wrench

Apabila anda akan mengganti oli sepeda motor, satu alat yang dibutuhkan adalah kunci untuk melepas baut olinya. Kunci atau dalam bahasa Inggris disebut wrench berfungsi sebagai alat bantu untuk memudahkan kita dalam melepas baut atau mur.

Kunci ini memiliki banyak jenis antara lain ;

1. Kunci pas


Kunci pas adalah sebuah kunci dengan bentuk segienam (tidak penuh) yang pas atau sesuai dengan ukuran kepala baut. Kunci ini banyak digunakan untuk melepas baut atau mur yang memiliki sela yang cukup sempit.

Namun karena bentuknya tidak melingkari baut secara keseluruhan, kunci ini kurang cocok saat dipakai untuk melepas baut yang sangat keras.

2. Kunci ring


Kunci ring adalah sebuah kunci yang memiliki bentuk segi 12 yang melingkari kepala baut. Kunci ini memiliki bentuk segi yang lebih banyak sehingga bisa digunakan pada sudut yang lebih leluasa.

Berbeda dengan kunci pas, kunci ring sangat baik saat digunakan untuk melepas baut yang keras karena bentuknya yang melingkari baut tentu bisa lebih aman.

3. Kunci kombinasi (pas ring)


Merupakan kunci yang memiliki dua bentuk yang berbeda pada kedua ujungnya, yakni ujung kunci pas dan kunci ring. Kunci ini dibuat untuk memudahkan mekanik dalam melepas/memasang baut yang kadang selanya menyulitkan.

4. Kunci T


Kunci T adalah sebuah kunci berbentuk T dengan ujung bawah berupa shock atau tabung yang masuk kedalam kepala baut.

Kunci ini biasa digunakan untuk melepas baut yang posisinya didalam lubang, dimana tidak memungkinkan kita melepasnya menggunakan kunci ring atau pas.

5. Kunci shock


Kunci shock adalah kunci berbentuk tabung yang masuk kedalam kepala baut seperti kunci T pada umumnya, namun kunci shcok ini bisa dilepas antara shocknya dengan handlenya jadi kita bisa menukan shock dengan ukuran sesuai ukuran baut.

6. Hexagonal L key


Hex key adalah kunci yang berbentuk segi enam kebalikan dari baut biasa, jadi kalau baut biasa itu berbentuk segi enam yang menonjol sementara baut ini memiliki bentuk cekungan segi enam sehingga butuh kunci segi enam yang bisa masuk kedalam cekungan tersebut.

Kunci ini biasanya dibuat dengan bentuk L sehingga sering disebut juga kunci L, tapi selain berbentuk L kunci hexagonal ini juga dibuat dalam bentuk shock yang dapat dipasang pada gagang shock biasa.

7. Torx L key


Kunci ini mirip dengan kunci Hexagonal, tapi bentuknya bukan segi enam melainkan bintang. Mobil-mobil Eropa dan Amerika banyak menggunakan baut bintang sehingga kunci ini juga sering digunakan untuk menservice mobil-mobil tersebut.

Sama seperti hexagonal key, kunci torx ini juga biasa dibuat dalam bentuk L dan ada pula yang dibuat dalam bentuk shock.

8. Adjustable wrench (kunci inggris)


Mungkin tidak perlu dijelaskan lagi, kunci ini bisa digunakan pada hampir semua jenis baut/mur segi enam karena memang kunci ini bisa diset sesuai ukuran baut/mur.

B. Tang

Kategori kedua adalah tang, tang merupakan alat khusus yang memiliki banyak sekali kegunaan. Bisa untuk menjepit, memotong, ataupun mencengkram.

Beberapa jenis tang yang banyak digunakan antara lain ;

1. Tang potong

Merupakan tang untuk memotong kabel, kawat atau logam tipis. Bentuk tang ini mirip seperti gunting dengan ujung pendek namun lebih kokoh.

2. Tang lancip


Tang ini memiliki ujung lancip seperti gunting, fungsi utamanya adalah sebagai penjepit terutama untuk komponen yang memiliki pegangan kecil. Dengan ujung lancip, tang ini mampu masuk ke sela sempit.

3. Tang kombinasi


Merupakan tang multifungsi yang bisa digunakan untuk memotong, ataupun menjepit. Jenis tang ini banyak sekali anda temukan karena yang paling umum digunakan pada perkakas rumah atau bengkel.

C. Obeng


Obeng adalah hand tools yang digunakan untuk melepas atau memasang sekrup. Meski demikian, bentuk obeng yang seperti tuas juga dimanfaatkan untuk hal lainnya seperti untuk mencongkel contohnya saat menyetel rem tromol.

Obeng secara umum hanya ada dua jenis yakni obeng + dan obeng -, keduanya dibedakan dari ujung obengnya.

Selain berbentuk + dan -, obeng sekarang juga bisa kita temukan dalam bentuk Torx (kunci bintang) dan hexagonal.

D. Handle shock

Merupakan alat bantu untuk mengaplikasikan kunci shock, alasan kita memisahkan ini dari kategori lain itu karena handle shock ini juga punya banyak jenis. Dan ini bersifat bongkar pasang, jadi bisa dirangkai dengan kunci shock apapun.

1. Ratchet handle


Merupakan handle shock yang dapat mengencangkan atau mengendorkan baut dengan mudah. Dengan ratchet ini, kita tidak perlu melepas kunci shock dari baut saat sedang mengendorkan/mengencangkan cukup bolak balikan handlenya.

2. T handle


Bentuknya seperti T yang dapat digeser, sehingga selain berfungsi sebagai T handle juga bisa difungsikan sebagai gagang shock yang lebih panjang.

3. Offset handle


Ini adalah handle shock yang panjang, biasanya digunakan untuk melepas baut besar dengan momen baut yang besar pula seperti mur roda dan baut-baut blok mesin.

4. Extension

Extension atau pemanjang adalah gagang shock yang berfungsi sebagai pemanjang sehingga kita bisa melepas baut/mur yang posisinya ada didalam dengan gagang shock masih diluar.

5. Adaptor


Merupakan sambungan khusus untuk menyambungkan kunci shock kecil dengan handle yanh lebih besar ataupun sebaliknya.

E. Palu

Palu atau hammer mungkin tidak perlu dijelaskan lagi anda pasti sudah tahu, standar pada bengkel biasanya memiliki dua jenis palu yakni palu besi (ball peen hammer) dan palu karet. Khusus Palu karet biasanya digunakan untuk melepas komponen yang mudah retak atau penyok.

16 Special Service Tools (SST) Yang Banyak Digunakan Di Bengkel

Sesuai namanya, special service tools adalah perkakas yang dibuat special untuk men-service satu komponen tertentu.

Bahkan kadang, SST juga dibuat secara spesifik oleh pabrikan mobil untuk melepas atau memasang komponen pada mobil mereka. Hal ini dikarenakan ada beberapa komponen pada kendaraan yang memang tidak bisa dilepas apabila tidak menggunakan alat khusus.

Contoh yang paling mudah adalah alat untuk melepas ban dari velg, kalau anda pernah ke tukang tambal ban bagaimana mereka melepas ban motor anda ? pasti menggunakan alat seperti tuas.

Itu adalah contoh SST karena dibuat khusus untuk melepas dan memasang ban pada velg.

Selain itu ada banyak sekali, bahkan kalau dihitung bisa sampai ribuan karena seperti yang saya katakan diawal kadang tiap pabrikan mobil memiliki SST mereka sendiri jadi komponen yang harusnya bisa dilepas dengan kunci biasa pada mobil tertentu harus menggunakan SST.

Tapi yang akan kita bahas adalah SST universal atau SST yang memang digunakan untuk melepas komponen tertentu pada tiap kendaraan dan ini juga yang paling sering digunakan pada bengkel.

1. Piston ring compressor


Fungsi : untuk memasang piston (yang sudah dipasangi ring piston) kedalam silinder mesin.

Cara kerja SST ini adalah dengan mengincupkan ring piston sesuai diameter piston. Jadi saat piston dimasukan ke silinder, ring piston tidak mengganjal karena ring piston memiliki diameter lebih besar daripada silinder sehingga pasti mengganjal tanpa SST ini.

2. Piston ring expander


Fungsi : untuk melepas dan memasang ring piston pada piston.

Cara kerja SST ini seperti tang yang dapat merenggangkan ring piston sehingga ring piston bisa keluar dari alur ring piston pada piston dan bisa lepas dengan mudah.

3. Valve spring compressor


Fungsi : untuk melepas dan memasang katup mesin.

Cara kerja SST ini adalah dengan menekan pegas katup sehingga kita bisa melepas lock nut katup. Saat lock nut ini sudah terlepas maka katup dan pegas katup akan terlepas.

4. Oil filter remover


Fungsi : untuk melepas filter oli berjenis external oil filter.

Pada dasarnya, ada dua jenis filter oli. Ada filter oli dengan tabung didalam (tertanam pada blok silinder) dan kita hanya mengganti elemen filternya saja, ini biasa kita sebut internal oil filter.

Ada juga filter oli yang tabung beserta elemen filternya ada diluar, sehingga kalau ganti harus satu set dengan tabungnya. Filter jenis inilah yang memerlukan SST oil filter remover.

Pada dasarnya, SST ini digunakan untuk mencengkram tabung filter sehingga bisa diputar dengan lebih mudah.

5. Oil seal puller

Fungsi : untuk melepas seal oli pada beberapa komponen

Oil seal puller bekerja dengan mencongkel oil seal dari dudukannya, meski demikian bentuk SST ini disesuaikan agar saat mencongkel seal tidak berdampak pada kerusakan komponen lainnya.

6. Bearing cup puller

Fungsi : untuk menarik bantalan yang terpasang pada sebuah lubang.

SST ini bekerja dengan metode press yang dikendalikan dari putaran ulir, jadi untuk melepas bearing kita tinggal memutar tuas bagian atas.

7. Universal puller

Fungsi : untuk melepas atau memasang bantalan/bearing secara universal.

Pada dasarnya alat ini sama seperti yang diatas tapi sifatnya lebih universal atau bisa dipakai pada segala jenis bantalan.

8. Clutch central aligning tool

Fungsi : untuk membantu memasang disc brake/plat kopling supaya posisi lubang berada pada central.

Hal ini dikarenakan saat memasang plat kopling, plat kopling tidak memiliki acuan sehingga lubang porosnya harus benar-benar dipaskan supaya sentral. Apabila melese sedikit saja, poros transmisi akan sulit saat akan dipasang.

9. Bearing puller atachment

Fungsi : untuk melepaskan bearing yang yang posisinya berada didalam poros (bukan didalam lubang)

Cara kerja alat ini adalah dengan mencongkel bagian pangkal bearing, sehingga apabila bearing sedikit bergerak maka bearing bisa lebih mudah dilepas. alat ini biasa digunakan untuk melepas bearing pada poros transmisi yang memang keras untuk dilepas.

10. Sliding hammer

Fungsi : untuk menarik komponen dengan beban yang besar

Umumnya, sliding hammer digunakan untuk melepas komponen kaki-kaki yang sudah gancet atau melekat cukup lengket meski semua baut.mur sudah dilepas.

Cara kerjanya, dengan memberikan barbel pada sebuah poros dimana poros ini dihubungkan pada komponen yang akan dilepas. beban pada barbel memiliki gaya yang besar untuk menarik komponen.

11. Disc brake piston tool

Fungsi : untuk menekan piston pada caliper rem cakram supaya kembali merenggang.

Saat kita akan mengganti kampas rem, biasanya posisi piston pada kaliper rem lebih keluar. Kalaupun langsung dipasang dengan kampas rem baru, sudah pasti tidak akan masuk karena celahnya sangat sempit sehingga piston perlu dimasukan kembali.

SST ini dipakai untuk mengepress piston agar kembali rata dengan kaliper rem sehingga kaliper rem bisa dipasang dengan mudah.

12. Coil spring compressor

Fungsi : untuk menekan coil spring agar kita bisa dengan mudah melepas upper holder shockbreaker

Tanpa SST ini, kita akan kesulitan saat melepas upper holder shockbreaker karena ada tekanan dari coil spring.

Dengan SST ini, kita bisa meniadakan tekanan dari spring sehingga bisa dengan mudah melepas upper holder shockbreaker.

13. Ball joint separator


Fungsi : untuk melepas ball joint dari steering knuckle

SST ini mirip penjepit jemuran, cara kerjanya dengan menekan baut ball joint dengan bantalannya adalah knuckle. Cara ini lebih aman daripada cara konvensional dengan memukul bagian steering knucklenya.

14. Tie rod remover


Fungsi : untuk melepas tie rod end

Alat ini cara kerjanya hampir sama dengan ball joint separator tapi dengan jangkauan lebih besar. Hal ini dikarenakan panjang ball joint pada tie rod end juga kadang lebih panjang.

15. Differential flange holder


Fungsi : menahan flange pinion agar tidak diputar saat dilepas

Flange pinion yang ada pada input differential ini harus ditahan saat akan dilepas, untuk menahannya kita menggunakan flange holder yaitu berupa tuas dengan ujung dibaut ke flange sehingga kita bisa menahan flange pinion dengan SST tersebut.

16. Obeng ketok

Fungsi : untuk melepas sekrup yang susah dilepas menggunakan obeng biasa

Obeng ketok sering sering sekali digunakan, SST ini pada dasarnya sama seperti obeng dengan mata + dan -. Namun ada mekanisme dimana saat kita ketok handlenya, maka ujung obeng akan berputar. Oleh sebab itu obeng ini diberi nama obeng ketok.

Selain 16 SST diatas tentu masih ada banyak SST yang belum dibahas, tapi kira kira yang paling banyak digunakan itu ada diatas.

Bagian – Bagian Mikrometer Sekrup Beserta Fungsi + Gambar

Mikrometer sekrup adalah salah satu alat ukur yang dapat mengukur ketebalan atau diameter suatu benda. Fungsinya memang mirip dengan jangka sorong, namun mikrometer memiliki ketelitian lebih tinggi, yakni hingga 0,01 mm.

Prinsip kerja mikrometer sekrup, adalah dengan memanfaatkan gerakan putaran ulir kedalam satuan panjang. Artinya, satu putaran pada thimble mikrometer itu akan menggerakan spindle pada nilai tertentu. Nilainya 0,50 mm. artinya satu putaran thimble sama dengan pergerakan 1 mm.


Tapi apakah anda sudah familiar dengan mikrometer ? apa anda tahu bagian-bagian dari mikrometer ini ? kalau belum tenang saja karena akan kita bahas secara tuntas.

Ada tiga jenis mikrometer, yakni ;

  • Inside micrometer
  • Outside micrometer
  • Depth micrometer


Untuk artikel ini, akan dijelaskan komponen pada outside micrometer.

Bagian Bagian Mikrometer Sekrup Dan Fungsinya


1. Micrometer frame

Frame adalah rangka dari mikrometer sekrup, fungsinya sebagai rangka untuk meletakan komponen mikrometer lainnya juga sebagai pegangan terhadap mikrometer.

Micrometer frame terbuat dari baja tuang yang menyerupai huruf C. Sehingga profilnya terlihat kuat dan solid. Selain harus kuat, frame ini juga harus tahan terhadap pemuaian. Hal ini dikarenakan kalau frame memuai maka akan ada penambahan jarak antara anvil dengan spindle. Imbasnya tentu hasil pengukuran kurang akurat.

Oleh sebab itu, bahan penyusun frame tidak hanya baja tapi dicampur bahan-bahan lainnya supaya lebih tahan panas.

2. Anvil

Anvil adalah batang kecil yang terletak diujung frame, anvil bersifat tetap artinya batang kecil ini tidak bisa digerakan. Fungsi anvil adalah sebagai penahan terhadap benda kerja yang akan diukur.

3. Spindle

Spindle adalah batang berbentuk lebih panjang yang posisinya ada pada ujung frame lainnya. Jadi, sekilas spindle dan anvil itu memiliki bentuk yang mirip. Namun anvil lebih kecil dan bersifat tetap, sementara spindle lebih panjang dan dapat digeser.

Fungsi spindle adalah sebagai penjepit benda kerja yang akan diukur, setelah benda kerja dimasukan kedalam mikrometer maka benda tersebut akan dijepit oleh anvil dan spindle.

4. Sleeve

Sleeve adalah lintasan dari thimble, sleeve berbentuk seperti tabung yang letaknya ada diujung luar frame mikrometer. Fungsi utama sleeve sebenarnya sebagai tempat diletakannya skala utama.

5. Thimble

Thimble adalah bagian berbentuk tabung yang terletak dibagian luar sleeve, fungsi thimble adalah untuk meletakan skala nonius. Thimble dapat diputar, dan setiap putaran thimble akan menggerakan spindle.

6. Ratchet knob

Rachet knob berfungsi sebagai penggerak thimble, artinya meski thimble bisa digerakan namun ketika melakukan pengukuran, thimble ini tidak boleh disentuh apalagi diputar. untuk menggerakan spindle agar menjepit benda kerja, maka kita memutar ratchet knob.

Ratchet knob ini memiliki mekanisme yang mencegah pergerakan berlebih spindle terhadap benda kerja. Kalau kita putar sampai mentok, maka akan terdengar bunyi pada ratchet knob, itu tandanya spindle telah menyentuh benda kerja. Namun dalam kondisi ini, spindle masih bisa diputar. hanya saja, kalau itu dilakukan maka hasil pengukuran tidak akan akurat.

Selengkapnya Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

7. Lock

Lock berfungsi sebagai pengunci thimble agar tidak berputar. Sehingga kita bisa leluasan membaca hasil pengukuran secara akurat.

8. Skala utama

Skala utama adalah nilai yang menunjukan hasil pengukuran, pada skala utama ini akan ada banyak garis vertikal dan satu garis horizontal. Garis-garis vertikal tersebut, memiliki nilai 1 mm tiap garisnya. Sementara garis horizontal dijadikan acuan untuk menentukan nilai decimal.

9. Skala nonius

Skala nonius adalah skala yang akan menunjukan nilai desimal terhadap suatu pengukuran, letak skala ini melingkar pada thimble. Tiap garis, memiliki nilai 0,01 mm. Oleh sebab itu, mikrometer disebut memiliki ketelitian 0,01 mm karena bisa membaca hingga ketelitian 0,01 mm.

Lebih jelas Panduan membaca mikrometer dengan mudah dan cermat

10. Komponen tambahan

Komponen tambahan ini terletak diluar mikrometer, artinya komponen tambahan tidak memiliki peran apapun terhadap mikrometer namun masih dibutuhkan untuk proses kalibrasi. Komponen tambahan tersebut antara lain ;


Calibration rod, ini adalah batang kecil dibuat dengan ukuran tertentu. Umumnya ada tiga ukuran calibration rod, yakni 25 mm, 50 mm dan 75 mm. calibration rod ini digunakan sebagai acuan untuk menyetting atau mengkalibrasi skala mikrometer.


Micrometer calibration wrench, merupakan kunci yang digunakan untuk memutar sleeve. Ketika kalibrasi dilakukan, harusnya garis horizontal pada skala utama lurus dengan 0 pada skala nonius. Kalau belum lurus, maka skala utama diputar menggunakan kunci ini.

Demikian artikel ini kami buat, jangan lupa share untuk mengedukasi sesama, semoga bisa menambah pengetahuan kita semua

Cara Menggunakan Jangka Sorong (Panduan Lengkap + Gambar)

Jangka sorong atau nama lainnya vernier caliper adalah salah satu alat ukur yang dapat mengukur tiga jenis pengukuran sekaligus secara akurat. Jangka sorong dapat mengukur ;

  • Ketebalan suatu komponen
  • Celah/diameter dalam suatu komponen
  • Kedalaman suatu permukaan pada komponen


Tapi, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara menggunakan vernier caliper ini, padahal jangka sorong termasuk alat ukur yang paling mudah digunakan dari pada alat ukur lain. Misalnya saja pada mikrometer, perlu dilakukan kalibrasi sementara pada vernier caliper tidak perlu dilakukan kalibrasi.

Oleh sebab itu kali ini Autoexose akan menjabarkan secara lengkap tata cara penggunaan jangka sorong.

Sebelum melangkah lebih jauh, anda perlu mengetahui nama bagian-bagian dari jangka sorong untuk mempermudah penjelasan nantinya.


Dari gambar diatas, bisa diterangkan secara ringkas seperti ini ;

  • Inner jaw, ada dua inner jaw yakni fixed dan moveable. Fungsinya sebagai taring untuk mengukur celah
  • Outer jaw, juga ada dua yakni fixed dan moveable. Fungsinya untuk mengukur ketebalan komponen
  • Depth rod, merupakan batang kecil yang digunakan untuk mengukur kedalaman
  • Main base, merupakan frame utama jangka sorong dan memiliki skala utama
  • Slider, bagian jangka sorong yang memiliki skala nonius dan dapat digeser
  • Skala utama, digunakan untuk menunjukan hasil pengukuran kasar
  • Skala nonius, digunakan untuk menentukan nilai desimal suatu pengukuran
  • Lock screw, fungsinya untuk mengunci slider agar tidak bergeser
  • Finger hook, fungsinya sebagai tempat menggeser slider
Selengkapnya Bagian - bagian jangka sorong + fungsinya


A. Cara Menggunakan Jangka sorong untuk mengukur diameter/ketebalan

Untuk point pertama, kita akan membahas tata cara menggunakan vernier caliper untuk mengukur diameter luar atau ketebalan suatu komponen.

Untuk pengukuran ini, kita menggunakan outer jaw (taring yang lebih panjang).

Caranya seperti berikut ini ;



  1. Lebarkan taring jangka sorong
  2. Letakan benda yang akan diukur tepat didalam outer jaw, pastikan benda kerja itu masuk sampai bagian tengah outer jaw
  3. Geser slide outer jaw hingga mentok/menjepit benda yang akan diukur
  4. Terakhir putar kunci untuk menahan jaw agar tidak bergeser
  5. Lepaskan jangka sorong terhadap benda kerja dan baca hasil pengukuran


B. Cara Menggunakan jangka sorong untuk mengukur celah

Point kedua, jangka sorong juga bisa digunakan untuk mengukur lebar celah atau diameter dalam suatu komponen. Contohnya, untuk mengukur diameter silinder pada mesin.

Untuk pengukuran ini, kita gunakan inner jaw yakni taring yang lebih pendek.

Caranya sebagai berikut ;



  1. Tutup rapat taring jangka sorong
  2. Masukan inner jaw kedalam celah yang akan diukur, pastikan posisi vernier caliper lurus terhadap benda yang akan diukur
  3. Geser kearah luar/lebarkan taring jangka sorong hingga mentok
  4. Putar kunci untuk mencegah slide jangka sorong bergeser
  5. Lepas jangka sorong dan baca hasil pengukuran


C. Cara menggunakan jangka sorong untuk mengukur kedalaman

Jangka sorong dapat juga digunakan untuk mengukur kedalam suatu permukaan, contohnya untuk mengukur ketebalan kampas rem/kampas kopling, serta mengukur ketebalan thread ban kendaraan.

Pengukuran ini menggunakan depth rod, yakni batang kecil dibagian belakang jangka sorong.

Caranya seperti berikut ;



  1. Geser slider jangka sorong hingga depth rod sedikit keluar
  2. Masukan depth rod kedalam celah yang akan diukur kedalamannya
  3. Tepatkan depth rod, artinya geser hingga bagian ujung belakang main base jangka sorong menyentuh permukaan atas pada suatu celah
  4. Putar kunci untuk mencegah pergerakan lanjutan dari slider jangka sorong
  5. Lepas jangka sorong dan baca hasil pengukuran


Cara Membaca Jangka Sorong


Untuk membaca hasil pengukuran jangka sorong, sebenarnya mudah sekali. Kita juga telah membahasnya secara detail pada artikel sebelumnya (baca : Panduan membaca vernier caliper ketelitian 0,05 dan 0,02 mm),

Tapi tenang, kita akan bahas disini secara singkat saja.

Intinya, ada dua skala pada jangka sorong. Skala utama yang melekat pada vernier caliper main base dan skala nonius yang melekat pada slider. Skala utama, itu menunjukan hasil pengukuran kasar, sementara skala nonius menunjukan nilai desimal dari pengukuran tersebut.

Misal hasil pengukuran seperti ini (contoh ini menggunakan jangka sorong ketelitian 0,05 mm)



  • Lihat garis 0 pada skala nonius, maka itu akan menunjukan nilai pengukuran. Gambar diatas, menunjukan garis 0 nonius berdekatan dengan strip keenam dari strip 50 mm. sehingga bisa dikatakan hasil pengukuran kasar itu 56 mm.
  • Selanjutnya, kita tentukan nilai desimal dari pengukuran.
  • Caranya dengan melihat skala nonius yang paling lurus dengan skala utama. Kalau dilihat secara teliti, semua garis pada skala nonius itu tidak lurus dengan garis diatasnya (skala utama). Tapi ada satu garis yang paling lurus.
  • Garis paling lurus tersebut menunjukan nilai desimal dari suatu pengukuran.
  • Dari gambar diatas, garis yang paling lurus itu strip 3,5 skala nonius dengan strip 71 skala utama. Yang diambil itu nilai pada skala nonius, jadi nilai desimalnya 0,35 mm bukan 71 mm.
  • Terakhir tinggal ditambahkan, 56 + 0,35 mm = 56,35 mm.


Pengukuran yang kurang benar

Selain ketelitian jangka sorong, sudut peletakan jangka sorong terhadap benda kerja saat diukur pun mempengaruhi akurasi dari benda kerja. Pengukuran yang benar itu seperti yang ada pada gambar-gambar diatas. Posisinya tegak lurus.

Tapi kalau sudut peletakannya seperti ini, maka hasil pengukuran nantinya bisa kurang akurat.


Jadi pastikan anda memperhatikan sudut jangka sorong ketika melakukan pengukuran.

Demikian artikel kita kali ini, jangan lupa share untuk membagikan pengetahuan ini ke banyak orang dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

11 Bagian Jangka Sorong Beserta Penjelasannya Secara Rinci

Vernier caliper merupakan salah satu alat ukur panjang yang dapat mengukur benda dengan ketelitian hingga 0,01 mm. karena ketelitiannya sangat tajam, bentuk dari alat ukur jangka sorong ini pun berbeda dengan mistar pada umumnya.

Lalu, seperti apa bentuk dan apa saja nama bagian pada jangka sorong ? mari kita bahas secara rinci

Bagian – Bagian Jangka Sorong Dan Fungsinya


Seperti terlihat pada gambar, bentuk jangka sorong terdiri dari sebuah mistar dengan beberapa rahang. Rahang-rahang tersebutlah yang akan menjepit benda kerja supaya hasil pengukurannya akurat.

Bagian-bagian satu unit jangka sorong yakni sebagai berikut ;

1. Vernier caliper main base

Vernier caliper main base merupakan komponen utama dari jangka sorong, main base artinya basis utama dimana disinilah semua bagian lain dari jangka sorong diletakan.

Kalau pada gambar, main base bisa ditunjukan pada komponen mistar utama yang memanjang ditengah bagian jangka sorong.

2. Slider

Slider merupakan komponen kedua yang berfungsi untuk memindahkan rahang-rahang agar dapat melebar dan menyempit. Maksudnya, apabila anda melihat gambar diatas maka ada rahang dimana rahang tersebut dapat melebar apabila salah satu rahang digeser.

Dan slider merupakan komponen yang berperan untuk pergeseran ini. Lokasinya, slider itu komponen dengan bentuk persegi panjang yang menggenggam main base.

3. Main scale

Main scale adalah skala utama yang dijadikan acuan utama untuk melihat berapa hasil pengukuran, jadi misal anda mengukur ketebalan sebuah plat. Maka untuk melihat hasil pengukurannya, anda harus melihat main scale ini. Namun, main scale hanya dapat menentukan hasil pengukuran hingga ketelitian 1 mm. jadi agar lebih akurat anda juga harus melihat nonius scale

Skala utama sendiri ada yang menggunakan satuan Cm, ada pula yang menggunakan satuan inchi tergantung jenis jangka sorong.

4. Nonius scale

Apabila main scale digunakan untuk menentukan hasil pengukuran awal dengan ketelitian 1 mm, maka nonius scale digunakan untuk melihat nilai desimal dari hasil pengukuran yang sudah tertera pada main scale.

Jadi saat anda membaca hasil pengukuran, pertama anda lihat main scale untuk menentukan nilai awal pengukuran. Setelah itu baru anda lihat nonius scale untuk menentukan nilai desimal/pecahannya.

Lokasi nonius scale ini ada pada slider, anda bisa melihatnya berupa mistar berukuran kecil pada permukaan slider. Kerapatan garis tiap mistar pada nonius scale juga menentukan ketelitian jangka sorong. Untuk jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm hanya memiliki 21 garis. Sementara untuk jangka sorong dengan ketelitian 0,02 mm memiliki 51 garis.

5. Fixed inner jaw

Fixed inner jaw adalah rahang tetap yang digunakan untuk mengukur diameter dalam. Fixed inner jaw memiliki permukaan luar yang rata dan menempel pada main base.

6. Moveable inner jaw

Moveable inner jaw adalah rahang geser yang digunakan untuk mengukur diameter dalam. Jadi, inner jaw itu digunakan untuk mengukur diameter dalam dan inner jaw sendiri ada dua yakni fixed inner jaw dan moveable inner jaw.

Fixed inner jaw itu tetap tapi moveable inner jaw menempel pada slider yang dapat digeser sehingga rahang dapat membuka/melebar, ini memungkinkan untuk melakukan pengukuran.

7. Fixed outer jaw

Fixed outer jaw adalah rahang tetap yang digunakan untuk mengukur ketebalan komponen atau diameter luar. Fixed outer jaw memiliki bentuk lebih panjang dari pada inner jaw dengan permukaan bagian dalam rata. Bagian ini menempel pada main base sehingga bersifat tetap (tidak bisa digeser).

8. Moveable outer jaw

Sementara moveable outer jaw merupakan rahang untuk mengukur ketebalan/diameter luar yang menempel pada slider. Sehingga bisa digeser, pergeseran rahang ini memungkinkan rahang melebar dan dapat menjepit benda yang akan dikur.

9. Depth rod

Dept rod merupakan batang kecil yang terletak didalam main base, fungsinya untuk mengukur kedalaman dari permukaan tertentu. Saat rahang masih tertutup rapat, depth rod ini tidak terlihat alias tersembunyi didalam main base.

Tapi saat anda menggeser slider dan rahang mulai membuka, maka depth rod mulai muncul dari  bagian belakang jangka sorong. Batang ini terhubung ke slider, sehingga panjang pendek depth rod dipengaruhi oleh pergeseran slider.

10. Finger hook

Finger hook adalah bagian menonjol (berbentuk setengah lingkaran) yang terletak pada bagian bawah slider. Fungsi finger hook adalah sebagai tempat menggeser slider, jadi saat anda akan menggeser slider anda cukup menggunakan satu jempol tangan untuk menggesernya melalui finger hook.

11. Lock screw

Lock screw adalah pengunci yang digunakan untuk mencegah pergerakan slider. Artinya, seusai anda mengukur benda dan anda mengaktifkan lock screw maka slider tidak akan bergeser.

Ini dimaksudkan agar saat anda membaca hasil pengukuran, bisa lebih akurat.

Mungkin itu saja artikel tentang bagian-bagian jangka sorong beserta fungsi dan penjelasannya secara rinci. Semoga menambah wawasan kita semua.

Pengertian dan Fungsi Jangka Sorong (Pembahasan Lengkap)

Jangka sorong itu salah satu alat ukur panjang, yang memiliki bentuk seperti japitan. Lalu, apa keunggulan dari alat ukur ? untuk apa saja fungsi jangka sorong ? dan bagaimana cara menggunakanya ? mari kita bahas secara detail.

Pengertian Dan Fungsi Vernier Caliper


Jangka sorong atau disebut juga dengan vernier caliper adalah sebuah alat ukur yang didesain untuk menghitunga suatu objek dengan akurat hingga ketelitian seperseratus milimeter.

Artinya, alat ukur ini mampu mengukur suatu objek yang memiliki dimensi 0,01 mm.

Dalam satu unit vernier caliper, terdapat 5 komponen utama yakni ;

  1. Fixed scale, merupakan skala tetap atau kalau anda lihat pada vernier caliper bagian ini merupakan skala utama. Dinamakan fixed scale karena komponen ini tidak bergerak/bergeser.
  2. Moveable scale, merupakan skala yang digeser saat anda melakukan pengukuran. Pada bagian ini terdapat skala nonius, skala nonius ini digunakan untuk menentukan nilai desimal dari hasil pengukuran.
  3. Outer jaw, merupakan rahang dengan bentuk yang panjang. Rahang ini memiliki bentuk rata dibagian dalamnya, berfungsi untuk mengukur ketebalan.
  4. Inner jaw, merupakan rahang dengan bentuk lebih pendek. Rahang ini memiliki bentuk rata dibagian luar, berfungsi untuk mengukur suatu celah.
  5. Depth stick, merupakan stik kecil yang terhubung ke moveable scale fungsinya untuk menghitung kedalaman suatu objek dari permukaan tertentu.
lebih lengkap Bagian - Bagian Jangka Sorong + Fungsinya


Lalu untuk apa kegunaan jangka sorong ?

Dilihat dari bentuknya, maka jangka sorong memiliki tiga fungsi utama yakni ;

  • Untuk mengukur ketebalan objek
  • Untuk mengukur celah
  • Untuk mengukur kedalaman


1. Jangka sorong untuk mengukur ketebalan

Fungsi yang pertama, jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur ketebalan dan diameter luar suatu objek. Contohnya koin, menggunakan vernier caliper kita bisa mengukur ketebalan koin tersebut atau mengukur diameternya.

Cara mengukurnya, pertama anda perhatikan bagian yang bernama outer jaw (bagian seperti rahang yang memanjang). Anda cukup jepitkan objek yang akan diukur pada rahang tersebut, lalu kunci dan baca hasil pengukuran.

2. Jangka sorong untuk mengukur celah

Selain mengukur ketebalan, jangka sorong juga bisa digunakan untuk mengukur suatu celah atau diameter dalam. Contohnya pipa, mungkin anda ingin mengukur diameter dalam pipa.

Untuk mengukurnya, sama prosesnya seperti pengukuran pertama. Namun anda gunakan inner jaw (rahang yang lebih pendek) untuk dimasukan kedalam celah yang akan diukur.

3. Jangka sorong untuk mengukur kedalaman

Kalau anda menggeser bagian moveable scale, anda akan menemukan stik kecil pada ujung vernier caliper. Stik ini digunakan untuk mengukur kedalaman suatu permukaan, caranya dengan memasukan stik hingga menyentuh dasar permukaan objek yang akan diukur.

Ketelitian Jangka Sorong


Secara umum, ada tiga macam jangka sorong dengan ketelitian berbeda.

  1. Vernier caliper 0,05 mm. ini merupakan yang paling umum dijumpai pada vernier caliper ukuran 30 cm. dengan ketelitian 0,05 artinya hasil pengukuran vernier caliper ini memiliki kelipatan 0,05 mm.
  2. Vernier caliper 0,02 mm. selanjutnya juga banyak ditemui pada vernier caliper ukuran 30 cm. dengan ketelitian 0,02 artinya hasil pengukuran vernier caliper bisa lebih spesifik dengan kelipatan 0,02 mm.
  3. Vernier caliper 0,01 mm. biasanya tipe dengan ketelitian 0,01 ada pada jangka sorong dengan ukuran diatas 30 cm atau pada digital vernier caliper. Dengan ketelitian 0,01 maka hasil pengukuran bisa sangat akurat karena kelipatan 0,01 mm.


Lalu bagaimana cara membaca hasil pengukuran jangka sorong ? anda bisa baca pada artikel berikut cara membaca jangka sorong.

Sekian artikel singkat tentang jangka sorong, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

4 Jenis Alat Ukur Panjang + Penjelasannya Secara Rinci

Dalam dunia teknik, tidak bisa dipisahkan dari aktifitas pengukuran baik pengukuran berat atau pengukuran dimensi (panjang). Untuk mengukur dimensi panjang, ada beberapa alat yang umum digunakan seperti roll meter yang sering dipakai para arsitek dan alat ukur panjang yang paling populer adalah penggaris.

Namun, tidak hanya dua alat itu saja. Ternyata masih ada total sekitar 4 alat ukur panjang yang umum dipakai pada dunia teknik. Apa saja ? simak penjelasannya dibawah.

Macam Macam Alat Ukur Panjang


Pada artikel ini, kita hanya membahas 4 alat ukur panjang yakni penggaris, roll meter, mistar geser dan micrometer.

1. Penggaris/Mistar



Alat ukur panjang yang paling populer dan paling banyak dipakai khususnya pada dunia pedidikan adalah penggaris. Dalam dunia pendidikan, fungsi penggaris sering dipakai hanya untuk membuat garis lurus.

Namun, fungsi sebenarnya dari penggaris adalah untuk mengukur suatu objek atau menggambar garis dengan panjang yang sudah diketahui.

Dengan kata lain, penggaris ini selain sebagai alat ukur juga bisa digunakan sebagai alat bantu menggambar garis dengan panjang yang sudah diketahui.

Untuk menggunakan penggaris, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi karena anda pasti pernah menggunakan alat ukur ini. Satuan yang terdapat pada mistar biasanya ada dua jenis yakni cm dan inch.

2. Roll meter



Hampir sama dengan penggaris, roll meter juga merupakan alat ukur panjang dengan satuan cm dan inch. Namun, perbedaanya terletak pada panjang skala dan bahan dari mistar.

Kalau penggaris, itu terbuat dari bahan solid bisa seng atau plastik. Namun roll meter terbuat dari besi elastis yang melengkung (tergulung) saat ditekuk dan bisa langsung lurus apabila ditarik. Panjang mistar pada roll meter bisa sangat panjang, panjangnya bervariasi bisa 10 meter, atau lebih tergantung besar roll meter.

Meski memiliki panjang mistar cukup panjang, namun roll meter ini tetap praktis karena mistar tersebut akan tergulung pada sebuah roll didalam roll meter. Kalau ujung mistar ditarik, maka mistar akan semakin panjang dan bisa mengukur area yang lebih lebar.

Umumnya roll meter ini dipakai untuk mengukur material bangunan atau mengukur tanah.

3. Vernier caliper/jangka sorong



Jangka sorong atau vernier caliper adalah alat ukur teknik yang mampu mengukur tiga jenis pengukuran sekaligus yakni ;

  1. Mengukur ketebalan suatu benda/diameter luar benda
  2. Mengukur celah atau jarak antara dua permukaan suatu benda
  3. Mengukur coakan atau permukaan lebih dalam pada suatu benda


Bentuk jangka sorong sebenarnya sama seperti penggaris, namun ada penambahan bagian khusus yang diberi nama jaw dan skala vernier. Jaw adalah alat bantu untuk mengepaskan benda yang diukur, sementara  skala vernier dipakai untuk mencari hasil pengukuran yang lebih teliti.

Ketelitian jangka sorong itu mencapai 0,02 mm bahkan pada jangka sorong versi digital itu bisa memiliki ketelitian 0,01 mm. sehingga alat ukur ini sering digunakan pada bengkel pemesinan atau bengkel otomotif.

Baca pula ; cara membaca hasil pengukuran pada jangka sorong

Kekurangan jangka sorong

Jangka sorong tidak bisa digunakan untuk mengukur benda dengan dimensi yang panjang, umumnya dimensi maksimal yang bisa diukur itu sekitar 30 cm.

4. Mikrometer



Mikrometer adalah salah satu alat ukur panjang dengan ketelitian yang paling baik. Ketelitian mikrometer itu 0,01 mm. dengan ketelitian seakurasi ini, mikrometer cocok digunakan untuk mengukur berbagai komponen pemesinan seperti diameter poros untuk mengetahui keausan komponen.

Meski memiliki fungsi yang sama seperti jangka sorong, namun teknik pengukuran pada mikrometer berbeda. Jangka sorong menggunakan metode geser untuk mencari hasil pengukuran, namun pada mikrometer menggunakan ulir atau putaran dimana setiap ulir itu memiliki jarak 0,5 mm (satu putaran sama dengan 0,5 mm).

Artikel lain ; Pengertian, dan cara menggunakan mikrometer sekrup

Untuk menggunakan mikrometer, kita perlu melakukan kalibrasi agar skala utama dan skala nonius bisa akurat. Juga saat membaca hasil pengukuran, ada caranya sehingga untuk menggunakan mikrometer perlu pembelajaran khusus.

Jenis jenis mikrometer

Mikrometer juga dibagi tiga jenis yakni ;

  1. Inside micrometer, digunakan untuk mengukur celah atau diameter dalam suatu benda.
  2. Outside micrometer, digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter luar suatu benda.
  3. Depth micrometer, digunakan untuk mengukur kedalaman suatu permukaan benda.


Kekurangan mikrometer

  • Mikrometer memiliki skala ukur yang terbatas, satu jenis mikrometer maksimal 25 mm.
  • Satu jenis mikrometer hanya bisa digunakan untuk mengukur satu jenis pengukuran
  • Penggunaan mikroeter lumayan rumit.


Demikian artikel tentang macam macam alat ukur panjang , semoga bisa menambah wawasan kita.