Cara Kerja Intercooler Pada Mesin Mobil

Advertisement
Pada mesin turbo diesel, keberadaan intercooler selalu disertakan. Alasanya, karena turbocharger dan intercooler merupakan satu paket rangkaian air duct system pada mesin diesel. Kita sudah membahas fungsi dari turbocharger, lalu apa fungsi dari intercooler dan bagaimana cara kerjanya ?

Pengertian Intercooler


Nama intercooler, itu terdiri dari dua kata yakni “inter” yang juga berarti “internal” dan “cooler” yang artinya pendingin. Intercooler adalah perangkat yang digunakan untuk mendinginkan udara secara internal.

Ini bisa diartikan, bahwa udara intake yang akan dimasukan ke dalam ruang bakar akan dialirkan melewati sebuah intercooler agar temperaturnya bisa lebih rendah.

Mengapa udara intake perlu diturunkan suhunya ?

Kita tahu kalau turbocharger itu berhubungan dengan gas buang yang memiliki temperatur tinggi. Kalau udara intake melewati turbocharger, pasti suhu udara akan terinduksi menjadi lebih tinggi. Dan ada beberapa dampak negatif karena suhu udara tinggi ini, antara lain ;

1. Lebih sedikit masa udara yang masuk ke ruang bakar

Sesuai hukum gas ideal, bahwa semakin tinggi suhu udara maka semakin besar/mengembang molekul udaranya. Kalau molekul udara besar, maka hanya ada sedikit molekul udara yang bisa ditampung didalam ruang bakar. Sehingga tenaga mesin berkurang.

2. Terjadi pre-ignition

Pre-ignition adalah pembakaran yang terjadi sebelum timming pembakaran, atau bisa dikatakan pembakaran dini. Ini disebabkan karena suhu udara didalam ruang bakar sudah sangat tinggi sebelum akhir langkah kompresi. Pada mesin bensin, ini akan mengakibatkan pre-ignition yang terdengar seperti knocking.

Dengan adanya intercooler, maka udara yang akan masuk ke ruang bakar memiliki suhu lebih rendah. Suhu udara yang rendah, membuat molekul udara semakin kecil sehingga udara akan semakin rapat (dengan masa besar) didalam ruang bakar. Ini akan membuat daya hasil pembakaran lebih besar.

Prinsip Kerja Intercooler


Intercooler bekerja dengan prinsip thermodinamika, lebih tepatnya didalam intercooler akan terjadi konveksi dan konduksi. Yakni perpindahan panas akibat pergerakan fluida (gas).

Bagaimana cara kerjanya ?

Seperti gambar diatas, desain intercooler terdiri dari beberapa pipa. Diantara pipa tersebut diletakan sebuah sirip udara. Fungsi sirip udara ini sebagai penyerap panas dari pipa, disinlah terjadi konduksi panas.

Udara yang dihembuskan dari turbocharger, akan masuk ke pipa-pipa intercooler. Panas pada udara ini, akan diserap oleh pipa-pipa intercooler dan sirip-sirip intercooler. Disisi lain, ada hembusan udara luar yang melewati sirip intercooler. Disinlah terjadi konveksi panas, panas yang terdapat pada sirip intercooler akan ditransfer ke udara yang melewatinya. Sehingga suhu udara didalam pipa intercooler lebih dingin.

Siapa yang menghembuskan udara luar melewati intercooler ?

Ini tugas dari cooling fan, intercooler dipasang didepan radiator. Sehingga, saat cooling fan berputar otomatis tidak hanya radiator yang didinginkan tapi intercooler juga akan didinginkan.

Intercooler tanpa turbocharger, apa bisa ?

Karena kelebihan ini, banyak pemilik kendaraan yang ingin memodifikasi mesin dengan menambahkan perangkat intercooler pada kendaraannya. Tapi, kalau harus memasang dengan turbo pasti rumit. Lalu apakah bisa intercooler tanpa turbo ?

Jelas akan sulit, ini karena desain intercooler yang terdiri dari pipa-pipa kecil akan membuat hisapan udara lebih berat. Akibatnya, mesin akan tertahan dan tidak bisa mencapai top RPM. Namun, dengan adanya turbo, maka udara bisa lebih ringan karena udara sudah mendapatkan dorongan.

Jenis –Jenis Intercooler


Ada dua jenis intercooler yang umum dipakai, yakni

1. Air to air intercooler

Air to air intercooler adalah tipe yang dijelaskan diatas. Untuk mendinginkan udara intake, digunakan udara luar yang dihembuskan oleh cooling fan.

2. Air to water intercooler

Sesuai namanya, intercooler menggunakan air pendingin untuk menurunkan udara intake didalam intercooler. Cara kerjanya, air dingin akan dipompa melewati sirip intercooler. Setelah itu, air akan dikirim ke radiator untuk didinginkan, setelah suhu air kembali dingin air kembali dipompa ke intercooler untuk mendinginkan.

Itu saja yang bisa saya bagikan, semoga bisa menambah wawasan kita. Kalau ada pertanyaan bisa tinggalkan komentar dibawah.