8 Komponen Utama Mesin Bensin + Gambar Dan Fungsinya

Advertisement
Komponen mesin mobil - Konstruksi mesin bensin disusun dari ratusan komponen yang saling berkaitan dan berhubungan untuk mencapai satu tujuan utama, yaitu membuat output berupa putaran pada flywheel.

Jika sebelumnya kita telah membahas prinsip kerja mesin bensin, maka kali ini kita akan membahas semua komponen utama mesin bensin beserta fungsinya. Apa saja ? simak artikel dibawah ;


1. Kepala Silinder


Pada bagian atas mesin kita akan menemui komponen bernama cylinder head atau kepala silinder. Fungsinya sebagai ruang bakar atau tempat terjasdinya pembakaran sekaligus sebagai housing bagi beberapa komponen.


Kepala silinder umumnya berbentuk persegi panjang dengan beberapa lubang. Lubang-lubang itu fungsinya sebagai saluran oli dan water jacket. Sehingga sistem pendinginan dan pelumasan bisa di transfer ke atas mesin.


Didalam Cylinder head juga terdapat beberapa komponen antara lain ;



  • Busi, fungsinya untuk memercikan bunga api saat langkah usaha.
  • In/Ex Valve, berfungsi sebagai pintu keluar masuk udara dari dalam mesin.
  • Pegas katup, fungsinya untuk menjaga katup tetap tertutup.
  • Camshaft, berfungsi untuk mengatur pembukaan katup pada setiap silinder. Camshaft ini terdapat pada mesin tipe OHC/DOHC.
  • Camshaft Sprocket gear, komponen ini berupa roda gigi yang akan menerima moment putaran dari crankshaft dan diteruskan camshaft.
  • Intake manifold, komponen ini berfungsi sebagai lorong udara yangnakan dimasukan ke mesin,
  • Exhaust manifold, komponen yang berfungsi sebagai lorong gas sisa pembakaran dari mesin.
Selengkapnya simak Nama Komponen Didalam Kepala Silinder + Fungsinya
2. Blok Silinder





Komponen ini juga berbentuk kubis, namun terdapat banyak penyesuaian sehingga terdapat banyak coakan dan lekukan. Fungsi blok silinder bermacam-macam, komponen ini berfungsi sebagai tempat piston melakukan pergerakan. Selain itu blok silinder juga berfungsi sebagai penopang seluruh bagian mesin.


Komponen ini umumnya terbuat dari baja tuang, yang dapat bertahan pada suhu tinggi tanpa memuai. Kita tahu ketika mesin bekerja maka suhunya bisa mencapai 100°C. Sehingga logam yang digunakan juga harus memiliki titik pemuaian yang tinggi. untuk itu biasanya blok silimder tidak dibuat murni dari baja namun terdapat campuran logam lain.


Komponen yang menempel pada blok mesin antara lain ;



  • Linner, komponen yang terbuat dari aluminium yang terletak pada dinding silinder. Fungsinya sebagai lapisan untuk pergerakan piston.
  • Water jacket, sebuah lubang yang saling terhubung didalam blok mesin. Bertujuan sebagai tempat sirkulasi air pendingin.
  • Timing Chain Asy, fungsinya sebagai rangkaian roda gigi yang akan menghubungkan putaran engkol dengan camshaft.
  • Crankshaft Pulley, fungsinya sebagai pemutar komponen lain seperti waterpump atau kipas pendingin.
  • Water pump, berfungsi untuk memompa aliran air pendingin didalam water jacket.


3. Piston dan Connecting rod


Piston adalah komponen utama dalam motor pembakaran dalam, karena fungsinya sebagai pengatur volume ruang bakar. Piston hanyalah komponen berbentuk tabung yang bergerak naik turun didalam silinder.


Gerakan naik turun piston ini akan mempengaruhi volume didalam ruang bakar, sehingga bisa terjadi tahapan proses pembakaran pada mesin.

Untuk memaksimalkan tekanan kompresi, dibuatlah tiga buah ring antara lain ;

  • Ring Kompressi, pada sebuah piton terdapat dua ring kompresi yang akan merapatkan gap antara piston dengan linner.
  • Ring oli, ring ini akan menyapu oil film yang menempel pada oermukaan linner, sehingga tidak ada oli yang masuk ke ruang bakar.


4. Connecting rod

Sementara Connecting rod adalah sebuah logam batangan yang akan menghubungkan gerakan piston ke poros engkol. Connecting rod terbuat dari baja khusus yang tahan terhadap tekanan yang tinggi.



5. Poros engkol


Crankshaft berfungsi untuk mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan putaran. Prinsip kerjanya seperti anda mengayuh sepeda. Kaki anda diibaratkan sebagai connecting rod. Sementara pedal kayuhan, diibaratkan crankshaft. Dari situlah gerakan putar mesin terjadi.


Crankshaft pada mesin multiple cylinder, umumnya dilengkapi dengan komponen weight balance. Komponen ini berfungsi sebagai pemberat agar putaran mesin stabil dan juga sebagai alat untuk menyebarkan oli dari dalam carter.


Bahan penyusun poros engkol sama seperti connecting rod, namun terdapat lapisan aluminium pada pin engkol. Lapisan ini akan berhubungan langsung dengan dudukan dan big end connecting rod.


5. Carter/Oil pan


Komponen ini terletak pada bagian bawah mesin. Fungsinya tentusaja sebagai bak oli atau tempat menampung oli mesin. Ketika mesin bekerja, pompa oli akan menyalurkan oli dari dalam carter ke seluruh bagian mesin.


Sehingga fungsi carter juga cukup penting. Namun permasalahan yang sering terjadi adalah kebocoran pada persambungan antara blok mesin dan oil pan. Hal ini terjadi karena umumnya carter terbuat dari seng, sehingga permukaannya pun bisa tidak rata.


Penggunaan lem jenis sealant atau threebond akan mengatasi hal seoerti ini.


6. Flywheel




Komponen terakhir, terletak pada bagian belakang mesin. Fungsinya cukup penting khususnya pada mesin silinder ganjil (1 atau 3). Komponen ini akan menstabilkan putaran mesin dengan cara menyimpan sebagian energi mesin ketika langkah usaha.


Prinsip kerjanya, ketika mesin berputar maka flywheel ikut berputar. Flywheel terbuat dari besi, sehingga mirip pemberat. Namun pada pemberat ini justru timbul gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal ini akan terus mendorong flywheel tetap berputar. Sehingga akan timbul momentum putaran. Moment ini digunakan ketika mesin masuk langkah kompresi.


Selain itu, flywheel juga berfungsi untuk menghidupkan mesin. Alasanya, motor starter akan menghidupkan mesin melalui roda gigi flywheel. Keberadaan flywheel memang sangat penting pada mesin. Namun flywheel yang memiliki pemberat umumnya hanya terdapat pada mesin silinder ganjil dan bertransmisi manual.


Sementara pada mesin 4 silinder bertransmisi otomatis, putaran mesin telah stabil karena memiliki jumlah silinder sesuai dengan langkah kerja mesin. Sehingga tidak memerlukan pemberat.


8. Busi

Busi adalah komponen yang dapat mengubah energi listrik menjadi percikan api. Percikan api ini digunakan untuk menyulut atau memantik gas yang sudah dalam kondisi tekanan tinggi didalam ruang bakar.

Untuk mempelajari tentang busi dan pengapian, bisa anda baca pada artikel berikut Materi sistem pengapian mesin bensin.

Selain komponen diatas, masih terdapat banyak komponen pada mesin bensin yang tidak disebutkan. Namun komponen diatas merupakan komponen utama yang berhubungan langsung dengan kinerja mesin. Nama komponen tambahan pada mesin bensin antara lain ;



  • Cylinder head cover
  • Cylinder head seal to cover
  • Gasket
  • Seal busi
  • Timing chain cover
  • Engine mounting
  • Throtle body
  • Selang intake
  • Air filter
  • Catalytic converter


Apabila pada mesin bensin modern, maka akan lebih banyak lagi komponen yang bisa dosebutkan. Karena mesin modern juga memiliki rangkaian sensor dan aktuator.


Itulah sekilas artikel tentang nama komponen mesin bensin beserta fungsinya. Semoga bermanfaat.