5 Cara Mengecek Kebocoran AC Mobil Yang Bisa Anda Lakukan Sendiri

Advertisement
Salah satu momok menakutkan bagi pemilik kendaraan saat ini adalah ketika sistem AC tiba-tiba tidak berfungsi. Hal ini merupakan suatu masalah serius karena bisa saja mood pengemudi berubah gara-gara masalah ini.

Di siang hari khususnya, hampir setiap pemilik mobil menyalakan AC. Tujuannya, tidak lain untuk mendinginkan suhu kabin. Terbayang bagaimana jadinya jika AC tiba-tiba tidak dingin, maka jalan satu-satunya adalah dengan membuka kaca jendela mobil.


Tapi udara yang masuk dari jendela tidak maksimal untuk mendinginkan area dalam kabin, sehingga akan kita temui pemilik mobil yang sering marah-marah ketika AC mobilnya kurang dingin.


Ada banyak penyebab AC tidak dingin, salah satunya kebocoran refrigerant. Refrigerant adalah gas yang dijadikan untuk menyerap panas kabin dan menggantinya dengan suhu dingin. Refrigerant biasa disebut dengan nama freon.


Lantas bagaimana cara mengecek kebocoran AC mobil ? simak pembahasan lebih lanjut pada artikel dibawah



Cara Cek Kebocoran Refrigerant Sitem AC Mobil

img by fourwheeler.com

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengetahui dan menemukan lokasi kebocoran freon AC. Antara lain sebagai berikut.


1. Pemeriksaan Awal


Sebelum kita melangkah kedalam sistem AC inti, ada beberapa kriteria yang harus dipastikan untuk memastikan bahwa letak masalah AC tidak dingin berasal dari kebocoran freon. Beberapa kriteria tersebut antara lain sebagai berikut ;



  • Pastikan Magnetic switch bekerja dengan normal, saat AC dinyalakan magnetic switch akan berfungsi dengan adanya bunyi ketukan besi dari kompresor AC. Bunyi ini akan terdengar beberapa kali.
  • Blower dalam keadaan normal, kalau komponen ini bisa kita cek pada lubang AC. Apabila jeluar angin tandanya berfungsi dengan normal.
  • Kipas pendingin dalam keadaan hidup. Kita perlu mengecek secara langsung ke ruang mesin untuk melihat apakah kipas berputar. Namun biasanya akan memakan waktu untuk menunggu kipas bekerja. Patokanya, apabila tidak ada masalah engine overheat berarti kipas aman.


Setelah ketiga kondisi tersebut sudah ditemukan, maka bisa dipastikan masalah elektrikal AC tidak bermasalah. Sehingga masalah ini bisa disebabkan pada kebocoran sistem AC.


2. Pemeriksaan Visual


Untuk mengecek kebocoran AC yang paling mudah yakni dengan melihat seluruh saluran sistem AC dengan bantuan senter. Kebocoran freon akan terlihat biasanya dengan adanya rembesan diarea selang AC.


Rembesan ini berasal dari oli PAG yang keluar melalui lubang kebocoran, namun karena oli ini tidak dapat menguap, akhirnya hanya melumuri daerah sekitar kebocoran. Dalam beberapa saat, akan ada debu yang menempel pada PAG oil. Sehingga rembesan ini menyerupai kebocoran oli mesin, namun terletak pada selang AC.


kondisi seperti ini dapat langsung mendeteksi dimana letak kebocoran, seghingga tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perbaikan. Namun pada beberapa kasus, rembesan pada selang bukan selamanya berasal dari PAG oil yang bocor, tapi bisa saja tetesan saat pengisian oli mesin atau tetesan oli lainya.


Untuk itu, pemeriksaan visual ini hanyalah sebagai pendeteksi awal saja. Sementara untuk memastikan kebenaranya memerlukan pemeriksaan menggunakan alat ukur.


3. Cek tekanan menggunakan Manifold AC tester


Cara ini hanya bisa dilakukan jika anda memiliki sebuah alat yang bernama Manifold AC tester. Alat ini akan mendeteksi perubahan tekanan pada low dan high pressure hose saat sistem AC dinyalakan.


Alat ini bisa digunakan untuk mengindikasikan kebocoran freon ataupun kerusakan kompressor AC. Caranya, tancapkan kedua konektor pada niple low dan high pressure hose. Setelah itu akan ada pergerakan jarum pada indikator low yang biasanya berwarna biru dan high pressure yang biasanya berwarna merah.


Indikator tersebut akan menunjukan tekanan pada sistem AC. Saat AC belum dinyalakan, tekanan low pressure dan high pressure masih sama. Tapi ketika AC dinyalakan kompressor akan bekerja, seghingga tekanan pada high pressure side akan meningkat sementara tekanan pada low pressure side menurun.


Jika AC menyala namun jarum tidak bergerak, maka bisa diindikasikan adanya kerusakan pada kompressor AC. Namun jika kejadianya seperti diatas, anda perlu membandingkan hasil tekanan yang dibaca dengan tekanan standar. Jika ternyata berkurang, bisa dipastikan masalah AC tidak dingin disebabkan freon yang bocor.


4. Menggunakan AC Recovery Tool


Jika anda menginginkan alat yang lebih canggih dan praktis, anda bisa menggunakan AC Recovery Tool. Alat ini berbentuk seperti Box besar yang multifungsi. Bisa membersihkan saluran AC, bisa menguras sistem AC, bisa mengganti atau isi ulang freon, bisa juga melakukan penambahan oli PAG tanpa membuang freon.


Tapi alat ini hanya tersedia pada bengkel AC khusus yang memikiki otoritas besar, mengingat mahalnya harga alat ini. Tapi sekedar pengetahuan, ada bentuk lebih simple yang dibuat khusus untuk mendeteksi kebocoran. Alat ini bekerja dengan memasukan cairan tinta kedalam sistem AC.


Saat AC dinyalakan tinta tersebut akan bersirkulasi ke seluruh bagian sistem AC. Tinta khusus ini mampu masuk kedalam celah terkecil. Seghingga saat terdapat kebocoran, tinta ini akan keluar dari lubang kebocoran tersebut.


Kita perlu bantuan senter ultraviolet untuk melihat tinta ini. Hal ini dikarenakan tinta khusus yang dipakai tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Caranya cukup mudah, tinggal sinari bagian sirkulasi AC dari selang, kompresor, dan kondensor. Jika ada kebocoran, maka tinta akan terlihat menyala dengan sinar hijau.


5. Menggunakan tekanan angin


Cara terakhir dilakukan apabila keempat cara diatas tidak bisa menemukan sumber kebocoran. Untuk cara ini, kita perlu mempreteli seluruh bagian sistem AC.


Untuk mengecek kebocoran, misal pada selang dilakukan dengan merendam selang kedalam air. Kemudian semprotkan angin bertekanan pada salah satu lubang dan tutup lubang lainya. Jika ada kebocoran, akan timbul gelembung udara dari permukaan selang.


Periksa komponen lain seperti kondensor atau evaporator. Untuk kompressor, sebaiknya jangan direndam air karena bisa merusak pulley dan magnetic switch. Selain itu untuk mendeteksi kerusakan kompressor bisa dilakukan melalui cara no 3.


Artikel AC lainya ;




Tanpa alat yang memadai, pengecekan kebocoran sistem AC akan sulit ditemukan. Karena letak beberapa komponen AC yang terselip dan juga sifat freon yang mudah menguap.


Agar proses pengecekan bisa berlangsung cepat, anda perlu membawa ke bengkel AC profesional saat timbul masalah AC tidak dingin. Meski terkesan sepele, perbaikan sistem AC memerlukan skil yang telah terlatih.


Demikian artikel tentang cara mengecek kebocoran freon AC mobil. Semoga bisa bermanfaat.