6 Penyebab Mobil Tidak Bertenaga di Tanjakan + Solusinya

Advertisement
Mobil Tdak Bertenaga - Jika kita jalan-jalan ke area pegunungan, kita pasti pernah melihat atau bahkan mengalami saat sedang menaiki sebuah tanjakan tiba-tiba mobil tidak kuat. Sehingga perlu bantuan oreang sekitar untuk mendorongnya. Sebagai orang awam, pasti kita bertanya-tanya mengapa tenaga mobil bisa drop di tanjakan ? padahal biasanya tidak. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita bahas penyebab mobil tidak bertenaga di tanjakan dan cara mengatasi dibawah.



Untuk menaklukan medan terjal seperti tanjakan dan turunan, dibutuhkan sebuah mobil dengan spesifikasi khusus. Apalagi jika jalanan yang akan ditempuh bergelombang. Biasanya, mobil-mobil berjenis SUV yang paling jago dalam menaklukan tanjakan.


Namun bukan berarti mobil seperti sedan atau MPV tidak mampu menanjak. Untuk menaklukan medan tanjakan, dibutuhkan skill khusus bagi pengemudinya dan tipe mobil tidak terlalu berpengaruh sebetulnya. Artinya apapun mobilnya jika si supir handal maka bisa naik gunung.


Tapi, tidak selamanya mobil kuat untuk naik gunung. Sehandal apapun supirnya jika ada masalah pada mobil maka akan kesulitan untuk menaklukan tanjakan. Masalah inilah yang akan kita bahas berikut.



Penyebab Mesin Mobil Loss Power


Ada banyak hal yang menyebabkan mesin mobil hilang tenaga. Gejalanya, biasanya tidak terlalu nampak dan dirasakan setelah kita melakukan perjalanan ekstra seperti naik gunung. Beberapa penyebab itu antara lain ;


1. Pasokan Udara yang kurang


Udara merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi output mesin. Sebetulnya, kualitas udara pegunungan yang berhawa sejuk memiliki efek baik untuk mesin. Karena udara dingin memiliki molekul yang kecil sehingga pasokan udara akan maksimal. Tapi jika ada masalah pada aur induction system, tetap saja tenaga mesin hilang.


Logikanya jika pasokan udara yang masuk kemesin kecil maka tenaganya jadi kecil. Mengapa pasokan udara bisa kecil ? karena ada hambatan pada jalur udara hingga intake manifold.


Hambatan tersebut bisa dari filter udara. Jika permukaan filter diselimuti debu dan kotoran, pastilah aliran udara ke dalam mesin tidak maksimal. Sehingga output turun.


Selain itu, jika mobil anda berteknologi EFi atau DBW (Drive by wire) kotoran bisa tersumbat dibagian throtle body. Gejala awalnya putaran langsam/idle mobil naik turun. Saat mobil dipaksakan naik gunung maka power akan turun karena pasokan udara terhambat kotoran di rongga throtle.


Solusinya, sebelum melakukan perjalanan ekstra atau jauh pastikan kebersihan kedua komponen diatas. Jika perlu, ganti filter udara mobil jika permukaan filter sudah berwarna hitam.


2. Saluran bahan bakar kotor


Saluran bahan bakar mobil terdiri dari tanki hingga injektor. Jika ada kotoran masuk ke sistem injeksi, otomatis akan terjadi sumbatan. Sumbatan pada sistem injeksi mobil bisa mengakibatkan mesin pincang, loss power bahkan mogok.


Komponen yang rawan tersumbat yakni di daerah filter bensin. Komponen ini akan memisahkan sisi bensin yang bersih dan kotor. Namun, kotoran pada filter yang menumpuk bisa menyebabkan sumbatan pasokan bensin. Sehingga suplai bensin ke mesin terganggu.


Komponen lain yang juga rawan tersumbat ialah injektor. Komponen elektrik ini memiliki niple jet cukup kecil, Jika nipel jet ini kemasukan kotoran, maka bisa menghambat penyemprotan bensin ke intake manifold. Sehingga campuran lebih miskin dan tenaga mesin loyo.


Solusinya, seperti biasa bersihkan komponen fuel filter dari kotoran. Jika filter anda bertipe sekali pakai ya cek dulu, apabila masih OK pakai saja. Jika kurang OK ganti dengan yang baru. Penggantian fuel filter biasanya sudah terjadwal pada service berkala mobil.


Gunakan juga injector cleaner berbentuk purge fluid. Cairan ini akan membersihkan sistem injeksi bahan bakar khususnya injektor secara otomatis. Cukup tuangkan satu botol injector cleaner kedalam tanki kemudian saat mesin hidup proses pembersihan akan berjalan secara otomatis.


3. Turbo vane bermasalah


Pada mobil bertenaga diesel, kita familiar dengan komponen turbocharger. Setiap turbo dilengkapi dengan mekanisme turbo vane, fungsinya untuk mengatur boost pressure dari turbo. Jika boost pressure ini tidak diatur maka bisa menyebabkan overboost atau suplai udara yang berlebihan sehingga akan meningkatkan rasio kompresi. Akibatnya mesin bisa knocking dan overheating.


Cara kerjanya yakni dengan memberikan sebuah katup khusus yang akan terbuka dan tertutup otomatis sesuai kebutuhan udara yang diperlukan mesin. Jika sistem pengatur katup ini bermasalah misal pembukaan katup tidak pas, maka pasokan udara akan kurang atau underboost. Sehingga tenaga mesin ngempos.


Sebagai solusi, anda perlu membawa mobil ke bengkel resmi atau bengkel-bengkel yang sudah dikenal berkualitas. Masalah turbo vane memang cukup rumit, karena berhubungan dengan kelistrikan turbo dan kevakuman mesin. Langkah yang diambil biasanya melakukan scanning pada mobil yang bermasalah.


4. Kopling habis


Saat kita melakukan perjalanan menanjak, maka cara yang paling mudah dan sering kita lakukan yakni dengan menggunakan setengah kopling. Tapi, penggunaan setengah kopling menyebabkan terjadinya gesekan antara plat kopling dan pressure plate. Sehingga lebih cepat aus.


Jika plat kopling sudah aus, maka tenaga mesin tidak bisa disalurkan ke transmisi karena pasti akan slip. Begitu pula ketika menanjak, saat plat kopling tipis atau habis putaran mesin hanya nge-loss dan tidak sanggup menggerakan kendaraan.


Gejala awal plat kopling tipis yaitu susah masuk gigi atau kopling yang terlalu tinggi daripada biasanya. Jika gejala ini muncul, jangan berani-berani untuk naik gunung kasrena anda akan kesulitan sendiri. Lebih baik cek kondisi kopling terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan menanjak.


5. Penggunaan ban dengan tapak lebar


Mobil dengan ban besar memang terkesan gagah dan kokoh. Memang, menggunakan ban yang lebar juga bisa menambah kestabilan kendaraan saat berjalan. Namun, tapak ban yang lebar juga menambah kebutuhan daya mesin. Sehingga jika spesifikasi mesin tidak memadai mobil akan terasa loyo atau tidak bertenaga.


Alasanya, semakin lebar tapak ban maka semakin lebar pula luas penampang yang menahan beban kendaraan. Sehingga beban mobil akan terbagi lebih banyak yang menimbulkan kestabilan lebih baik namun lebih berat jika didorong.


Sehingga, tetap gunakan ban dengan spesifikasi pabrikan. Jika anda mengininkan mobil anda tampil gagah dengan ban lebar, maka modifikasi pula bagian mesinnya agar tidak loyo. Percuma jika mobil gagah tapi tidak bisa lari.


Namun, bagaimana dengan SUV ? mobil-mobil ini memiliki tapak ban lebih dari 220 mm. Mesin yang dimiliki mobil-mobil SUV itu besar dan umumnya berjenis mesin diesel. Contoh, Fortuner dibekali 2.5 L diesel serta 2.7 L bensin, Pajero dibekali 2.4 L dan 2.5 L diesel. Sehingga walau tapak bannya lebar, tetap kuat untuk naik gunung.


6. Beban Mobil berlebihan


Masih berhubungan dengan point nomor 4, tapi untuk kali ini masalahnya ada pada akomodasi. Jika mobil anda memiliki spesifikasi seperti SUV diatas, Oke lah, dengan kondisi kabin penuh bisa menaklukan tanjakan.


Tapi apa jadinya jika mobil anda berjenis Low MPV atau bahkan LCGC ? umumnya mobil-mobil low MPV dan LCGC memiliki mesin dengan kapasitas 1.0 - 1.5 L. Mesin berkapasitas 1.500 cc mungkin masih sanggup menaklukan tanjakan dengan beban penuh. Tapi mesin dengan spesifikasi dibawah 1.500 cc akan terasa cukup kesulitan untuk menaiki tanjakan saat beban mobil penuh.


Solusinya, atur jumlah penumpang mobil sesuai spesifikasi mesin mobil anda. Berjalan pada jalanan pegunungan yang naik turun membutuhkan driving skill yang lumayan. Jika tidak didukung mesin yang mumpuni maka keselamatan semua orang dalam mobil akan jadi taruhanya.


Demikian pembahasan kita kali ini tentang cara mengatasi mobil tidak bertenaga di tanjakan. Semoga bisa menambah wawasan kita dan semoga bisa menjadi referensi juga dikala anda mengalami mesin hilang tenaga saat naik gunung.