Materi Sistem Rem Cakram Paling Rinci (Komponen, Cara Kerja, Gambar Proses)

Advertisement
Secara umum, sistem rem merupakan komponen yang akan menunjang keselamatan dalam berkendara. Pasalnya, komponen ini berperan dalam pengurangan laju kendaraan.

Sistem rem sendiri, dibagi menjadi beberapa tipe. Antara lain rem cakram dan rem tromol. Lantas, apa itu rem cakram ? bagaimana cara kerja rem cakram ? simak ulasan berikut.

Artikel pendukung ; 8 macam sistem rem yang banyak digunakan pada kendaraan

Pengertian Rem Cakram


makalah sistem rem.pdf

Rem cakram adalah sistem pengereman yang menggunakan metode jepit untuk mengurangi dan menghentikan putaran sebuah piringan yang terletak pada roda kendaraan.

Sistem rem cakram ini, dinilai lebih simpel dan lebih responsif, karena dengan luas penampang rem yang kecil namun arah gaya gesek saling menekan membuat sistem pengereman menjadi lebih efektif.

Kelebihan Rem Cakram


  • Memiliki bentuk yang ringkas sehingga cocok untuk kendaraan kecil
  • Dengan model yang terbuka, membuat pelepasan panas menjadi lebih baik sehingga rem tidak gampang panas.
  • Daya pengereman mencapai 100% karena metode yang digunakan adalah jepitan.
  • Durabilitas juga cukup baik meski kondisi rem basah.


Kekurangan Rem Cakram


  • Memiliki luas kampas yang lebih kecil sehingga daya pengereman tidak sekuat rem tromol
  • Lebih cepat aus karena metode "jepitan" pada rem cakram membuat penekanan kampas menjadi besar
  • Dengan model terbuka, kaliper berpotensi kemasukan kotoran yang bisa merusak kaliper.
  • Pada beberapa jenis, velg pada roda yang menggunakan rem cakram akan lebih kotor.


Prinsip Kerja Rem Cakram


Seperti yang disinggung diatas, rem cakram bekerja dengan metode jepitan pada sebuah piringan.


Jepitan kampas rem pada sebuah piringan ini, digerakan oleh piston yang terdapat didalam caliper rem.

Saat kita menginjak pedal rem, maka cairan hidrolik akan mengalir dan menekan piston didalam kaliper rem. Piston yang tertekan ini akan bergerak menekan dua buah kampas rem dengan arah saling mendekati secara segaris.

Ditengah dua kampas rem terdapat sebuah piringan rem yang terhubung dengan roda. Sehingga gerakan kampas rem yang saling mendekati akan menjepit piringan rem.

Untuk lebih detail, anda bisa simak Cara kerja rem cakram hidrolik.

Komponen Rem Cakram


Secara umum, ada tiga buah komponen pada rem cakram. Yakni ;

1. Piringan rem


Disc brake atau piringan rem adalah komponen berbentuk lingkaran pipih mirip piringan yang dihubungkan dengan roda kendaraan. Piringan ini terbuat dari besi solid sehingga kuat digunakan untuk bergesekan dengan kampas rem.

2. Kampas rem


Kampas rem adalah bahan organic yang di tempatkan pada kedua sisi piringan rem. Fungsi kampas rem adalah sebagai media gesek yang akan menghentikan putaran piringan.

Sebagai komponen yang bergesekan, maka kampas rem dibuat dari bahan yang memiliki ketahanan panas baik. Dalam artian, bukan bahan yang bersifat konduktor.

Ini karena gesekan antara kampas rem dan piringan akan menghasilkan panas.

3. Kaliper rem


Kaliper rem adalah komponen yang berfungsi menggerakan kampas rem untuk menjepit atau lepas dari piringan rem.

Selain tiga komponen utama diatas, masih ada sekitar 4 komponen tambahan. Untuk mengetahuinya, simak artikel ini ; 7 Komponen sistem rem cakram beserta fungsinya

Tipe Tipe Rem Cakram


Apabila dikategorikan berdasarkan jumlah piston, maka ada dua macam tipe kaliper.

  1. Single piston, merupakan kaliper rem yang hanya memiliki satu buah piston untuk menggerakan dua kampas rem.
  2. Multi piston, merupakan kaliper rem yang memiliki dua atau lebih piston untuk menggerakan kaliper rem. Biasanya semakin banyak piston semakin tinggi pula permukaan gesek rem.


Sementara kalau dikategorikan berdasarkan tipe aliran fluida, juga ada dua macam. Yakni

  1. Tipe fixed caliper, tipe ini biasanya memiliki dua atau lebih piston yang terletak disamping kanan dan kiri kampas rem. Saat rem ditekan, maka piston-piston ini saling menjepit.
  2. Tipe floating caliper, tipe ini biasanya hanya memiliki satu piston yang terletak di sisi dalam. Namun, posisi caliper bisa digerakan ke kanan dan kekiri. Sehingga ketika rem ditekan, gerakan piston akan mendorong kaliper untuk bergerak sehingga bisa menjepit kampas.


Demikian artikel mengenai sistem rem cakram, Semoga bisa menambah wawasan kita semua.