Cara Kerja Transmisi Manual Pada Sepeda Motor + Gambar

Advertisement
Sistem transmisi adalah sekumpulan roda gigi yang dibuat untuk memanipulasi momentum yang dihasilkan oleh mesin. Anda pastinya sudah tahu, kalau motor itu tidak bisa berjalan langsung menggunakan gigi besar dan tidak bisa berjalan dengan cepat apabila menggunakan gigi kecil.

Oleh sebab itu, gearbox atau transmisi dibuat agar kita bisa mengubah momentum sesuai kondisi jalan.

Transmisi sendiri, sebenarnya hanya tediri dari beberapa roda gigi yang saling berkaitan. Perkaitan gigi-gigi tersebut menghasilkan efek gear ratio yang berbeda. Sebelumnya kita telah membahas tentang prinsip kerjatransmisi manual dan bagaimana cara menghitung gear ratio.

Di artikel tersebut sudah dijabarkan secara mendalam tentang bagaimana bisa gigi pada transmisi mengubah moment secara berbeda. Sementara pada motor, juga sama saja. Namun ada perbedaan yang cukup mencolok.

Yaitu mekanisme pengubahan gigi pada transmisi motor itu berbeda dengan transmisi mobil.

Itu dikarenakan gearbox pada sepeda motor menggunakan sistem sequential gearbox. Atau tranmsisi dengan perpindahan berurutan. Tentu, pada motor bebek dari posisi N, kita tidak bisa langsung loncat ke gigi 3. Tapi harus melewati gigi 1 dan 2 terlebih dahulu.

Perpindahan seperti ini memang lebih simple secara pengendalian, namun jika dilihat dari segi konstruksinya, maka ini akan lebih rumit dibandingkan tipe transmisi pada mobil. Lantas bagaimana cara kerjanya ? bagaimana cara perpindahan giginya ? simak selengkapnya dibawah.


Baca pula ; Macam macam transmisi pada kendaraan

Komponen Transmisi Manual Sepeda Motor dan Fungsinya


Kalau untuk gearbox, itu sama saja seperti transmisi manual. Dimana ada gigi input, output dan counter gears. Sementara pada mekanisme perpindahan gigi ada komponen yang berbeda.


  1. Tuas transmisi, Tuas transmisi pada motor, itu hanya bisa bergerak naik dan turun. Fungsinya hanya sebagai inputan dari pengendara dan berfungsi juga untuk menggerakan selector arm.
  2. Selector arm, Ini merupakan lengan untuk memutar selector drum
  3. Overshift arm, lengan ini terletak dibelakang selector arm yang berfungsi menahan selector drum agar tidak berputar berlebihan.
  4. Selector pin, ini merupakan pin atau titik tempat untuk memutar selector drum. Dalam satu selector drum ada sekitar 6 pin yang terletak mengitar.
  5. Selector drum, merupakan poros berbentuk tabung yang digunakan sebagai penggerak shift fork.
  6. Shift fork, merupakan garpu untuk memindahkan perkaitan roda gigi untuk mengubah perbandingan gigi.
Cara kerja selector drum

Selector drum bisa dibilang sebagai komponen utama dalam meknisme perpindahan gigi. Kalau anda melihat bentuk dari selector drum ini maka akan ada ulir atau thread di bagian samping drum.

Karena alur ini menempel pada bagian selector drum, maka alur akan bergerak ketika selector drum diputar. Kalau kita letakan benda pada alur tersebut, maka benda tersebut akan bergerak mengikuti alur dari selector drum ini.


Fungsi thread ini adalah dudukan dari shift fork. Sehingga ketika selector drum di putar, shift fork akan bergerak kenanan dan kekiri sesuai alur dari thread.

Pergerakan kekanan dan kekiri dari shift fork akan menggerakan sliding gear pada gear box. Sebenarnya semudah itu.

Umumnya ada dua buah shift fork pada transmisi 4 percepatan, sehingga ada dua buah thread dalam satu selector drum yang memiliki sudut titik lekukan yang berbeda.

Mekanisme Perpindahan Gigi Pada Transmisi Sepeda Motor

jelakan cara kerja transmisi sepeda motor

1. Pada posisi Netral

Pada posisi netral, kedua shift fork akan berada pada alur posisi tengah. Sehingga shift fork tidak condong kekanan dan kekiri atau dengan kata lain tidak ada roda gigi yang berhubungan. Sehingga putaran mesin tidak mampu diteruskan ke roda.

2. Pada saat penambahan gigi

gambar komponen transmisi dan fungsinya

Ketika kita injak tuas gigi, maka tuas tersebut akan menggerakan selector arm dan overshift selector. Sehingga kedua lengan ini akan bergerak keatas. Pergerakan keatas pada lengan ini, akan mendorong selector pin. Akibatnya selector pin dan selector drum berputar.

Putaran selector drum akan memindahkan posisi alur, sehingga shift fork gigi 1&2 akan tergeser untuk berkaitan dengan roda gigi kecepatan satu.

Saat kita melepas injakan atau ketika tuas gigi kembali ke posisi semula, selector arm dan overshift arm juga akan kembali turun. Namun karena bagian luar dari arm ini landai, maka pergerakannya tidak sampai membuat selector drum kembali ke posisinya.

Dipangkal selector shift, juga terdapat return spring. Sehingga lengan ini bisa mengembang ketika kembali dari posisi atas ke posisi semulanya.

Begitu pula saat penambahan gigi ke posisi 3 atau 4, selector arm akan bergerak keatas dan mendorong selector pin terus keatas. Ini menyebabkan selector drum terus berputar kearah atas.

3. Pada saat penurunan gigi

Ketika kita ungkit tuas transmisi, maka selector arm dan overshift arm tidak  bergerak keatas melainkan bergerak kebawah. Hasilnya, bagian atas selector arm akan mendorong selector pin kearah bawah. sehingga selector drum berputar kea arah bawah dan roda gigi kembali ke posisi sebelumnya.

Mekanisme diatas, bisa kita temui pada motor-motor bebek pada umumnya yang memiliki gear box 4 percepatan. Namun pada motor dengan 5 percepatan, biasanya dari netral kita bisa langsung berpindah ke gigi 2.

Itu karena pada tramsisi 5 percepatan yang sering dipakai pada motor-motor sport memiliki tiga alur. Namun alur tambahan ini memiliki arah yang berkebalikan dan hanya memiliki satu lekukan. Sehingga hanya sanggup digunakan untuk memindahkan satu roda gigi.

Mekanisme pengubahan percepatan

modul perpindahan gigi pada motor

Untuk pengubahan percepatan, sama saja seperti sistem transmisi manual pada mobil. Dengan sistem sliding, dan beberapa motor sudah menggunakan sistem sychronmesh.


Demikian artikel detail dan lengkap mengenai cara kerja transmisi manual pada sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.