Mesin Motor Bunyi Klotok - Klotok, Cek 3 Penyebab Ini

Advertisement
Bagi banyak orang, motor sudah menjadi alat transportasi yang utama. Kemana-mana selalu mengandalkan kendaraan ini, meski jarak yang ditempuh hanya 50 M.

Karena hal ini pula motor sering terena masalah, umumnya masalah-masalah yang akan menerpa motor adalah masalah yang berkaitan dengan masa pakai komponen.

Apa maksudnya ?

Setiap komponen didalam mesin memiliki batas pemakaian maksimal. Saat kompomen mesin sudah melewati batas maksimal maka kondisi komponen tersebut akan aus dan ukurannya tidak lagi standar, sehingga muncul beberapa permasalahan.

Seperti masalah bunyi klotok-klotok, bunyi ini sering sekali didengar saat kita menghidupkan mesin motor dan ketika motor di gas bunyi tersebut semakin menjadi-jadi.

Lantas, apa penyebabnya ?

Penyebab Mesin Motor Bunyi Klotok


1. Tensioner lemah


img by motorbalap.com

Tensioner adalah komponen yang berfungsi untuk menegangkan rantai timming. Bagi yang belum tahu, rantai timming atau biasa disebut sebagai rantai keteng adalah komponen untuk menghubungkan putaran crankshaft dan camshaft.

Tujuannya, agar mekanisme katup pada mesin bisa bekerja sesuai interval putaran mesin.

Baca pula : Prinsip kerja mekanisme katup mesin

Namun yang namanya rantai bisa molor saat terkena panas. Sementara letak rantai timming ini ada disamping blok mesin yang mana menjadi komponen dengan suhu paling panas.

Sehingga, saat mesin digeber dalam waktu lama rantai ini bisa molor. Fungsi tensioner sebenarnya untuk mengatasi masalah rantai molor tersebut.

Cara kerja tensioner yakni dengan memanfaatkan pegas yang mendorong rantai ke arah dalam.

Kalau pegas ini lemah, maka percuma saja. Rantai yang molor tidak dapat di tegangkan, sehingga bisa timbul bunyi berisik didalam mesin.

Baca pula ; Penyebab mesin CB150R bunyi klotok-klotok

2. Rantai timming kendor



Selain faktor tensioner, rantai timming yang sudah terlalu kendor juga bisa menjadi pengebabnya.

Seperti diutarakan diatas, saat ketegangan rantai melemah maka pegas pada tensioner akan menekan rantai hingga kembali tegang. Namun, daya dorong pegas ini juga memiliki batas jangkauan.

Apabila tensioner sudah mendorong rantai hingga mencapai batas jangkaunya, dan ternyata rantai masih juga kendor maka itu disebabkan karena rantai timming yang sudah molor secara permanen.

Hal ini bisa disebabkan karena rantai yang berbahan logam akan mengalami pemuaian apabila terus menerus terkena panas. Sehingga, akan ada satu titik dimana rantai akan molor hingga tak bisa kembali normal.

Kalau urusan ini, langkah perbaikan yang bisa anda ambil adalah mengganti rantai timming.

Baca pula ; Cara Ampuh Atasi Mesin Satria Fu Kasar

3. Celah katup terlalu lebar



Apa itu celah katup ?

Bagi anda yang belum terlalu familiar dengan mesin motor pasti bingung mengapa ada celah pada katup.

Celah katup adalah sebuah jarak tertentu antara rocker arm dengan batang katup.

Celah ini sebenarnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pemuaian batang katup. Batang kat serta semua komponen yang berkaitan dengan katup mesin itu berbahan logam, karena hal itu pula pemuaian akan sangat berpotensi terjadi.

Ketika batang katup memuai, maka panjang batang katup semakin panjang. Apabila tidak ada celah katup, pemanjangan batang katup ini akan mendorong katup terbuka meski posisi aslinya tertutup, hasilnya kompresi bocor.

Sehingga bisa disimpulkan celah katup itu berfungsi mencegah terjadinya bocor kompresi ketika suhu mesin panas.

Namun, karena ada celah ini pula suara ketukan antara batang katup dengan rocker arm akan timbul.

Apabila celahnya terlalu lebar, otomatis suara ketukan yang dihasilkan juga semakin keras. Akibatnya akan terdengar suara seperti "tek tek tek" secara berkala pada mesin.

Bagaimana solusinya ?

Mudah, anda hanya perlu melakukan penyetelan ulang celah katup menggunakan shim.

Selengkapnya : Cara stel klep Satria FU sendiri

4. Poros nok oblak



Penyebab terakhir bisa terjadi pada poros nok atau camshaft.

Camshaft adalah poros yang memiliki tonjolan untuk menekan rocker arm agar katup bisa terbuka.

Umumnya, poros nok terletak didalam kepala silinder dengan bantalan gesek (bukan bantalan roller). Apabila digunakan secara terus menerus, gesekan antara bearing dan poros nok akan menggerus permukaan poros nok sedikit demi sedikit.

Sehingga apa yang disebut dengan "keausan poros nok" akan terjadi.

Apa akibatnya ?

Pertama keausan ini akan membuat diameter poros nok yang menyentuh bearing semakin kecil sehingga apabila camshaft digoyangkan akan terasa oblak.

Padahal, camshaft akan menekan bagian katup yang memiliki pegas cukup kuat. Sehingga, oblak pada poros nok akan mengeluarkan suara "klotok klotok".

Masalah yang terakhir ini memang agak sulit dideteksi, karena bunyinya hampir sama dengan bunyi celah katup yang terlalu lebar juga timming chain kendor.

Untuk mengecek apakah camshaft normal atau tidak, anda perlu membuka bagian cover head cylinder lalu goyangkan camshaft menggunakan tangan ke bagian atas bawah (sesuai dengan arah gerakan piston).

Apabila terasa oblak walau sedikit itu tandanya camshaft mengalami keausan. Segeran ganti untuk menghilangkan bunyi.

Tapi bagaimana kalau masalahnya bukan dari hal diatas ? anda bisa simak artikel berikut ; 7 penyebab motor berisik + solusinya

Demikian artikel mengenai penyebab mesin motor bunyi klotok klotok semoga bisa menambah wawasan kita semua.