Showing posts with label Materi Kopling Transmisi. Show all posts

Materi Transmisi Matic Paling Detail (Definisi, Kelebihan, Cara Kerja, dan Komponen)

Dulu semua mobil itu pasti dilengkapi dengan tiga buah pedal, yang berperan sebagai pedal gsa, rem dan kopling. Namun mobil-mobil sekarang kebanyakan hanya dilengkapi dua buah pedal yakni pedal gas dan rem. Lalu apakah itu artinya mobil sekarang tidak dilengkapi dengan kopling ?

Mobil dengan dua pedal atau sering disebut sebagai mobil matic tetap menggunakan kopling. Tapi kopling yang digunakan sudah bekerja secara otomatis. Lalu bagaimana sistem transmisi matic ini bekerja dan apa saja kelebihannya dibandingkan transmisi manual ?

Pengertian Transmisi Matic


Automatic transmission atau biasa disebut transmisi matic merupakan mekanisme perpindahan perbandingan roda gigi pada powertrain mobil yang bekerja secara otomatis berdasarkan beban dan kecepatan mobil.

Dengan kata lain, pada transmisi matic ini masih memiliki gigi percepatan 1, gigi percepatan 2, dan seterusnya. Namun perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2 itu sudah berlangsung secara otomatis, lalu siapa yang memindahkan ?

Ini adalah tugas dari transmission control module (TCM) yang bekerja menggunakan tekanan hidrolik untuk oper gigi.

Apakah mekanisme perkaitan gigi didalam transmisi sama dengan tipe M/T ?

Tentu berbeda, transmisi manual itu menggunakan keterkaitan antar dua roda gigi yang memiliki diameter berbeda. Sementara transmisi manual itu menggunakan rangkaian planetary gear, apa itu nanti kita jelaskan dibawah.

Termasuk dengan transmisi motor matic juga beda dengan transmisi mobil matic yang kita bahas saat ini. Motor itu menggunakan CVT (continously variable transmission) yang bekerja menggunakan dua buah pulley dengan diameter masing-masing mampu membesar dan mengecil.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Transmisi Matic Pada Mobil ?


Seperti yang kita singgung diatas, transmisi otomatis pada mobil bekerja menggunakan rangkaian planetary gear.


Planetary gear adalah susunan roda gigi yang menyerupai sebuah planet yang mengitari sebuah pusat galaksi. Terdapat empat komponen utama pada plaanetary gear ini yakni ;

  1. Center gear, merupakan gigi pusat atau gigi poros yang terletak dicentral susunan roda gigi.
  2. Planet gear, merupakan tiga buah roda gigi yang terletak dibagian luar center gear.
  3. Ring gear, merupakan gear dengan ulir dalam yang terkait dengan ketiga planet gear.
  4. Planet gear carrier, merupakan frame atau rangka yang digunakan untuk meletakan ketiga planet gear.


Dalam hal ini, center gear dan ring gear berperan sebagai input lalu panet gear carrier berperan sebagai output dan planet gear berperan sebagai gigi pereduksi putaran input untuk menghasilkan rasio gigi yang bervariasi.

Secara sederhana, ketika center gear berputar lalu ring gear tertahan (diam) maka putaran pada carrier akan jauh lebih lambat dibandingkan putaran pada center gear. Kalau dibalik, ketika ring gear berputar dengan kecepatan sama dan center gear ditahan (diam) maka putaran carrier juga masih lebih lambat dari putaran ring gear namun lebih cepat dibandingkan kondisi yang pertama. Ini bisa diartikan sebagai posisi gigi 1 dan 2.

Sementara kalau ring gear dan center gear berputar dengan kecepatan sama, maka carrier juga akan berputar dengan kecepatan yang sama. Ini bisa diartikan sebagai posisi gigi 3.

Siapa yang mengatur putaran ring gear dan center gear ?

Ini adalah tugas aktuator didalam transmisi, secara simple terdapat mekanisme braking yang dapat menahan center gear ataupun ring gear untuk berputar. Disisi lain, ada juga mekanisme kopling multi plate yang digunakan untuk memutar ring gear ataupun center gear.

Sekali lagi, yang mengatur mekanisme braking dan kopling didalam transmisi ini adalah “solenoid valve actuators” yang bekerja berdasarkan perintah dari TCM.

Apa Kelebihan Transmisi Matic ?


  1. Mudah dioperasikan
  2. Lebih responsif khususnya saat jalan macet
  3. Tidak menimbulkan kelelahan berlebih dibandingkan mobil manual


Posisi Pada Selektor/Tuas Transmisi Matic

Meski perpindahan gigi berlangsung secara otomatis, namun mobil matic tetap dilengkapi dengan tuas transmisi. Namun tuas transmisi matic beda dengan transmisi manual. Ada beberapa posisi pada tuas transmisi matic yakni


  • P, merupakan “park” yang artinya poros transmisi akan tertahan/terkunci sehingga mobil tidak bisa didorong maju atau mundur.
  • R, artinya “reserve” atau mundur, posisi ini digunakan untuk membalikan putaran poros output transmisi sehingga mobil bisa berjalan mundur.
  • N, artinya “netral” yang akan mencegah aliran tenaga dari poros input ke output transmisi namun mobil masih bisa didorong (poros transmisi tidak terkunci).
  • D, artinya “drive” atau jalan, diposisi inilah anda tarik tuas transmisi untuk menjalankan mobil.
  • 1, artinya manual gear change pada posisi gigi 1. Atau anda memilih mode manual dengan memilih percepatan 1, dalam mode ini tidak terjadi perpindahan percepatan gigi secara otomatis.
  • 2, artinya manual gear change posisi 2. Ini juga sama dengan diatas tapi posisi gigi ada pada percepatan 2. (beberapa mobil juga melabelkan D1, D2 atau M1, M2)
  • L, artinya “Low” atau bisa dimaksudkan tingkat perubahan percepatan transmisi hanya berlangsung pada gigi rendah (1 dan 2 saja). Ini ditujukan untuk penggunaan dimedan yang menanjak serta agar bisa beradaptasi dengan beban berat yang dibawa mobil.

itu saja artikel singkat tentang pengertian dan cara kerja transmisi matic pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Ini Fungsi Roller Pada Motor Matic

Pada CVT motor matic, kita sering mendengar istilah roller. Ada yang berpendapat berat roller ini akan mempengaruhi akselerasi dan top speed mesin. Lantas, apa fungsi sebenarnya dari roller ini ? mari kita bahas bersama-sama.

img ; ekonomi.kompas.com

Roller sebenarnya masuk kedalam satu set komponen pulley prime pada sistem CVT matic. Agar tidak rancu, kita perlu membahas bagaimana CVT ini dapat bekerja.

CVT atau continously variable transmission adalah sistem perubahan perbandingan roda gigi yang terjadi secara otomatis berdasarkan tinggi rendahnya RPM mesin. CVT hanya memiliki tiga bagian utama yakni ;

  • Pulley primer (yang didalamnya terdapat roller)
  • Pulley sekunder
  • Drive belt


Pulley primer terhubung dengan mesin dan pulley sekunder terhubung dengan roda belakang. Pulley primer dan pulley sekunder keduanya memiliki diameter yang bervariasi (diameter dapat berubah-ubah). Apabila RPM mesin rendah, maka diameter pulley primer lebih kecil dari diameter pulley sekunder (perbandingan gigi besar). Sehingga putaran roda belakang bisa sangat lambat.

Saat RPM mesin menengah, maka diameter pulley primer sama dengan diameter pulley sekunder. Ini akan membuat kecepatan roda belakang motor menyamai kecepatan mesin atau perbandingan giginya hampir sama. Sementara saat RPM mesin tinggi, maka diameter pulley primer bisa lebih besar dari pulley sekunder sehingga motor matic dapat mencapai Top speednya saat di gas full.

Selengkapnya bisa baca cara kerja transmisi CVT motor matic

Lalu mengapa bisa kedua pulley berubah-ubah diameternya ?

Inilah fungsi dari roller. Roller akan mempengaruhi diameter pulley primer terhadap RPM mesin, sementara pulley sekunder menggunakan bantuan pegas yang akan merespon perubahan diameter pada pulley primer (saat diameter pulley primer membesar otomatis diameter pulley sekunder terdorong mengecil).

Pertanyaanya, bagaimana bisa sebuah roller mengatur diameter pulley ?

Ternyata, roller menggunakan gaya sentrifugal untuk mengatur diameter pulley primer. Untuk mengetahuinya kita perlu membedah pulley primer pada CVT.

Seperti ilustrasi diatas, gaya sentrifugal akan muncul ketika pulley berputar. Gaya ini akan mendorong roller ke arah luar, namun karena jalur roller dibuat agak miring kedepan maka gerakan keluar roller justru mendorong moveable drive plate. Ketika moveable drive plate terdorong, maka celah antara moveable drive plate dan fixed drive plate akan semakin kecil. Ini akan membuat lingkar drive belt pada pulley semakin melebar atau bisa dikatakan diameter pulley semakin melebar.

Lalu apa hubungannya berat roller terhadap kecepatan dan akselerasi motor matic ?

Beberapa modifikator sering mengutak-atik roller untuk menemukan TOP speed dan akselerasi yang pas. Setidaknya, ada dua mode penggantian roller yakni ;

1. Mengurangi berat roller standar

Kalau kita mengurangi berat roller standar (roller lebih ringan) maka ini akan menyebabkan akselerasi motor semakin waw, tapi imbasnya Top speed motor menjadi berkurang. Ini disebabkan karena roller yang lebih ringan akan lebih cepat bergerak keluar meski RPM mesin belum terlalu tinggi sehingga pembesaran diameter pulley primer terjadi lebih cepat.

Tapi, karena berat roller ringan maka momen roller tidak mampu mendorong moveable drive plate untuk bergerak lebih jauh, sehingga diameter pulley primer tidak bisa mencapai maksimal. Sesuai rumusnya, momen akan dipengaruhi oleh gaya dan berat komponen itu sendiri.

2. Menambah berat roller standar

Apabila kita tambah roller standar menjadi lebih berat, ini akan menyebabkan akselerasi awal motor lambat. Namun, TOP speed motor dapat lebih tinggi. Ini sesuai jurnal penelitian pada library.um.ac.id menggunakan Yamaha Mio. Dimana roller 8 gram mampu menghasilkan top speed 90,67 KM/H, roller 9 gram mampu menghasilkan top speed 97,67 KM/H, dan roller 10 gram mampu menghasilkan top speed 107 KM/H.

Ini bisa terjadi karena roller berat memiliki momentum yang lebih tinggi sehingga lebih kuat menekan moveable drive plate. Ini menyebabkan moveable drive plate semakin menyempit atau dengan kata lain lingkar drive belt mampu terdorong lebih lebar.

Itu saja artikel singkat tentang fungsi roller pada motor matic. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Kopling Manual Secara Detail + Gambar Proses

Sistem kopling manual adalah sebuah mekanikal powertrain mobil yang berfungsi untuk memutuskan aliran tenaga dari mesin ke transmisi secara manual (kita yang mengontrol sepenuhnya). Saat kita menekan pedal kopling, itu artinya kita mengaktifkan fungsi kopling manual.

Saat ini dilakukan tenaga putar dari mesin akan terputus, sehingga meski kita gas setinggi mungkin walau posisi gigi masuk itu tetap mobil tidak akan bergerak.

Lalu, bagaimana cara kerja sistem kopling manual ? mengapa tenaga mesin bisa terputus dengan halus hanya dengan injakan pedal ? temukan jawabannya diartikel ini.

Prinsip Kerja Sistem Kopling Manual


Perlu diketahui, sistem kopling tidak hanya memutuskan serta menyambungkan kembali tenaga mesin sekedarnya. Tapi sistem kopling juga harus mampu melakukan kinerja seperti itu secara halus, cepat, dan efisien.

Oleh sebab itu, rangkaian pemutus tenaga mesin ini dibuat sedemikian rupa hingga komponennya terlihat begitu kompleks. Prinsip kerja kopling manual adalah dengan memanfaatkan gesekan antara dua jenis plat, namun kedua jenis plat ini memiliki permukaan yang sama sekali tidak licin. Sehingga ketika dua plat itu ditempelkan tidak terjadi gesekan justru putaran dari plat A dapat berpindah ke plat B.

Kedua plat ini adalah plat logam (flywheel dan pressure plate) sebagai plat A atau plat pemutar dan plat B adalah plat kopling (kampas kopling).

Plat logam bertindak sebagai pemberi putaran, plat ini umumnya terbuat dari baja tuang yang keras dan kuat. Sementara plat kopling dilapisi bahan keramik yang membuat teksturnya kasar bertindak sebagai penerima putaran, sehingga ketika plat logam ini ditempelkan pada plat kopling, maka putaran pada plat logam akan tersalur ke plat kopling. Untuk memutuskan putaran, maka antara plat logam dan plat kopling cukup dipisahkan hingga timbul jarak.

Lalu bagaimana mekanisme perhubungan dan pemisahan plat dalam sistem kopling ?

Komponen-komponen sistem kopling manual pada mobil


Pertama anda perlu setidaknya mengenali beberapa komponen utama pada sistem kopling agar dapat dengan mudah memahami bagaimana sistem kopling mekanis ini bekerja.



  1. Flywheel, sebagai plat yang memberikan putaran input dari mesin.
  2. Pressure plate, berperan untuk mengatur jarak antara plat logam dan plat kopling.
  3. Plat kopling, sebagai plat penerima putaran dari fywheel. Plat ini terhubung ke poros transmisi.
  4. Clutch cover, merupakan cover yang digunakan untuk meletakan komponen seperti pressure plate, pegas kopling, dan release lever. Cover ini dibaut ke flywheel sehingga semua komponen didalam clutch cover akan ikut berputar sesuai putaran flywheel.
  5. Pegas kopling, berfungsi menekan pressure plat agar tetap menempel pada plat kopling (saat pedal tidak ditekan). Beberapa mobil menggunakan pegas tipe diafragma, namun pada penjelasan ini menggunakan tipe coil spring.
  6. Release lever, merupakan plat untuk mengungkit pressure plate agar bisa terbebas degan plat kopling.
  7. Release bearing, komponen untuk mendorong release lever berdasarkan gaya pada master silinder/aktuator hidrolik kopling.


Lalu bagaimana mekanismenya ?


Dalam penjelasan ini, kita menggunakan sistem kopling manual dengan kontrol hidrolik. Jadi, dari pedal kopling itu langsung terhubung ke master silinder dan tidak menggunakan kawat kopling.

1. Saat pedal kopling ditekan

Ketika kita tekan pedal kopling, maka akan timbul aliran fluida ke arah aktuator hidrolis kopling. Aliran fluida itu akan memberi tekanan pada release bearing, sehingga release bearing menekan release lever. Saat release lever tertekan maka pressure plate akan terungkit sehingga plat kopling yang awalnya terjepit diantara flywheel dan pressure plate menjadi terbebas hingga menimbulkan sedikit celah.

Meski celahnya cukup kecil namun ini mampu untuk membuat putaran dari flywheel tidak teralirkan ke plat kopling. Dalam proses ini, flywheel tetap berputar beserta semua komponen didalam clutch cover juga ikut berputar namun karena plat kopling terbebas maka plat kopling beserta poros transmisi tidak ikut berputar.

2. Saat pedal kopling dilepas

Ketika kita melepas kembali pedal kopling, maka tekanan fluida pada aktuator hidrolis kopling akan hilang. Ini membuat release bearing kembali ke posisinya (tidak menekan release lever), saat kondisi ini pegas kopling akan memainkan perannya, yakni menekan kembali pressure plate agar menempel ke plat kopling sehingga plat kopling kembali terjepit dan putaran dari flywheel bisa tersalurkan ke plat kopling dan ke poros transmisi.

Bagaimana dengan kopling manual sepeda motor ? apakah sama ?

Secara prinsip kerja, itu sama sama menggunakan gesekan plat. Namun pada sistem kopling manual sepeda motor, ada banyak plat kopling sehingga dikenal dengan sistem kopling multi plate. Secara otomatis konstruksinya juga berbeda.

Ini ada satu artikel tentang sistem kopling ganda (mengenal sistem kopling ganda pada motor). Sistem kopling ini diterapkan pada motor bebek, dengan sistem transmisi manual namun tidak ada tuas kopling.

Itulah sedikit pengetahuan tentang sistem kopling manual mobil, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Oleh : Amrie Muchta

3 Jenis Kopling Pada Sepeda Motor Beserta Penjelasannya

Fungsi kopling adalah sebagai pemutus tenaga mesin ke transmisi secara spontan dan halus. Mengapa perlu diputuskan ? ini terkait kondisi motor agar tidak nendang ketika kita masukan gigi pada posisi mesin menyala.

Kami rasa bagaimana kopling bekerja itu anda sudah memahaminya, kalau belum bisa anda simak artikel berikut ;

Pada artikel ini, kita akan fokus untuk membahas macam-macam kopling yang banyak digunakan pada kendaraan roda dua beserta penjelasannya masing-masing. Lalu apa saja jenisnya ? simak ulasan dibawah.

Jenis Jenis Kopling Pada Sepeda Motor


Secara umum ada tiga jenis kopling yang digunakan pada sepeda motor yakni ;

1. Sistem kopling manual (motor gede/motor kopling)


Sistem kopling manual adalah mekanisme pemutusan tenaga mesin menggunakan beberapa plat kopling yang dioperasikan secara manual melalui sebuah tuas. Biasanya tuas kopling ini terletak di handle stang sebelah kiri.

Cara kerja kopling manual ini adalah dengan memanfaatkan gesekan antara dua plat kopling, saat kedua plat kopling terhubung maka putaran mesin bisa lanjut ke transmisi. Namun saat tuas kopling ditarik, maka kedua plat ini akan renggang otomatis putaran mesin akan terputus.

Kelebihan sistem kopling manual ada pada kerugian tenaga mesin yang sangat sedikit. Sehingga, motor-motor dengan kopling manual berpotensi memiliki kecepatan lebih. Oleh sebab itu, motor sport banyak yang menerapkan sistem kopling ini. Selain itu, perpindahan gigi juga akan terjadi lebih lembut khususnya saat menurunkan gigi.

Hanya saja kelemahannya, ada pada sektor pemakaian. Kalau belum bisa, maka akan terasa sulit untuk mengendalikan motor dengan kopling manual.

2. Sistem kopling sentrifugal (motor matic)


Kopling sentrifugal disebut juga sebagai kopling otomatis karena memang kopling ini bekerja secara otomatis tanpa perlu lagi tuas kopling. Mengapa bisa bekerja secara otomatis ? ini karena prinsip kerja kopling sentrifugal berbeda dengan kopling manual.

Kopling sentrifugal tidak lagi menggunakan gesekan dua plat kopling, tapi menggunakan gesekan antara kampas kopling berbentuk seperti sepatu rem tromol dan rumah kopling yang bentuknya seperti tromol. Kampas kopling dapat menempel juga merenggang dengan rumah kopling secara otomatis sesuai RPM mesin.

Mengapa bisa ?

Sesuai namanya, sistem kopling ini menggunakan gaya sentrifugal. Saat kampas kopling berputar, gaya sentrifugal akan terbentuk, gaya ini akan menggerakan kampas kopling untuk lebih menekan rumah kopling. Sehingga saat RPM mesin naik (digas) kopling akan terhubung dan motor bisa jalan.

Selengkapnya tentang sistem kopling sentrifugal, bisa anda baca ; Prinsip kerja kopling sentrifugal pada motor.

Sistem ini diterapkan pada motor matic, lokasinya ada didekat axle roda belakang setelah unit CVT. Kopling ini akan memutuskan dan menyambungkan tenaga dari driven pulley CVT ke as roda.

3. Sistem kopling ganda (motor bebek)


Sistem kopling ganda artinya, sistem ini memiliki dua unit kopling sekaligus. Sebuah kopling sentrifugal akan diletakan setelah poros engkol sebagai kopling primer, dan satu unit kopling manual akan diletakan didepan transmisi sebagai kopling sekunder.

Masing-masing unit memiliki fungsi masing-masing, kopling primer akan bertugas memutuskan tenaga mesin saat RPM rendah dan menyambungkan tenaga mesin ketika RPM naik (digas) secara otomatis. Sementara kopling sekunder berfungsi memutuskan tenaga ketika terjadi perpindahan gigi.

Karena kedua fungsi ini, maka sepeda motor dengan kopling ganda tidak perlu tuas kopling meksi masih menggunakan sistem transmisi manual.

Lalu siapa yang mengendalikan unit kopling sekunder ?

Ini adalah tugas tuas transmisi, ketika kita tekan tuas transmisi untuk memindahkan gigi secara tidak langsung kita juga menarik tuas kopling sekunder agar terputus. Ini karena tuas kopling sekunder dihubungkan dengan tuas/pedal transmisi.

Selengkapnya ; prinsip kerja sistem kopling ganda

Tipe ini banyak digunakan pada motor bebek dengan transmisi manual namun tidak memiliki tuas kopling. Secara penggunaan, tipe ini lebih mudah digunakan oleh orang awam karena tidak perlu tarik ulur kopling. Kita hanya perlu hidupkan mesin, masukan gigi lalu tarik gas.

Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan pada artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kita.

Cara Kerja Kopling Ganda Pada Sepeda Motor

Fungsi kopling adalah sebagai pemutus tenaga dari mesin ke transmisi, sehingga meski mesin hidup tapi motor tidak bergerak. Umumnya kopling diaktifkan mengunakan sebuah tuas yang terletak pada hand grip sebelah kiri.

Namun coba lihat motor bebek, apakah ada tuas kopling di hand grip kiri ? ternyata tidak ada. Lalu apakah itu tandanya motor bebek tidak memiliki kopling ? ternyata juga bukan demikian, motor bebek menggunakan sistem kopling otomatis yang dapat bekerja tanpa kita beri input.

Lalu bagaimana cara kerjanya ? bagaimana mekanismenya ?

Sebelumnya, anda perlu tahu bahwa pada sepeda motor terdapat dua jenis kopling yakni kopling manual yang diakifkan menggunakan tuas kopling dan satunya kopling sentrifugal yang otomatis aktif berdasarkan RPM mesin.

Pada moge (moge) menggunakan sistem kopling manual, sementara motor matic menggunakan kopling sentrifugal. Dan pada motor bebek ternyata menggunakan dua jenis kopling tersebut sekaligus, artinya motor bebek memiliki dua buah kopling. Ini biasa kita sebut sebagai sistem kopling ganda.

Lalu bagaimana mekanisme kopling ganda ? simak selengkapnya dibawah.

Pengertian Kopling Ganda


Kopling ganda adalah mekanisme kopling dengan dua unit kopling, pertama kopling sentrifugal sebagai kopling primer diletakan setelah poros engkol, unit kedua sebagai kopling sekunder diletakan setelah kopling primer dan sebelum transmisi.

Kopling primer akan bertugas memutuskan putaran mesin saat RPM mesin rendah, dan menghubungkannya saat RPM mesin meninggi. Unit ini akan memungkinkan motor diam dalam posisi gigi masuk dan mesin hidup (stasioner)

Kopling sekunder akan bertugas memutuskan putaran mesin saat akan melakukan perpindahan gigi. Ini akan mencegah hentakan saat gigi transmisi motor dipindahkan.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Kopling Ganda ?


Untuk menjelaskan mekanisme kopling ganda, kita bagi menjadi tiga kondisi

1. Saat Mesin Mati

Ketika mesin belum dihidupkan, kampas kopling pada kopling primer belum menempel pada clutch housing. Sementara itu, pada kopling sekunder sebaliknya justru kopling akan terhubung. Karena kopling sekunder hanya akan terputus saat kita menekan tuas transmisi.

2. Saat Mesin Dihidupkan (Stasioner)

Diagram sistem kopling ganda pada motor (top view)

Ketika kita hidupkan mesin motor, apakah motor lansung nyentak begitu saja ? tentu tidak, ini karena ada dua hal. Pertama kopling primer masih belum terhubung, dan kedua posisi transmisi masih netral. Kopling primer bekerja menggunakan gaya sentrifugal, artinya bentuk kampas rem mirip seperti sepatu rem tromol. Kampas rem ini posisinya didalam clutch housing dan terhubung dengan crankshaft, jadi saat mesin hidup otomatis kampas kopling juga berputar.

Putaran kampas kopling ini akan menimbulkan  gaya sentrifugal, yaitu gaya yang mengarah menjauhi poros putaran. Akibat gaya ini, kampas rem akan lebih renggang namun karena mesin masih hidup dalam kecepatan stasioner maka gaya sentrifugal belum terlalu besar. Sehingga meski kampas rem merenggang, namun masih belum terhubung dengan clutch housing.

Lebih lengkap bisa anda baca ; Cara kerja kopling sentrifugal pada motor

Inilah sebabnya ketika kita masukan gigi, motor tetap tidak nyentak. Ini karena putaran mesin hanya sampai pada kampas kopling primer dan clutch housing primer tidak berputar.

3. Saat Kita Tarik Gas

Ketika kita melakukan akselerasi, maka akan terjadi penambahan RPM mesin. Penambahan RPM mesin akan berimbas pada meningkatnya gaya sentrifugal didalam kopling primer, sehingga kampas kopling semakin merenggang dan hasilnya ada hubungan antara kampas kopling dan clutch housing. Ini akan  membuat putaran mesin tersalur dari kampas kopling prime, menuju kopling sekunder dan apabila saat itu posisi gigi sudah masuk maka putaran akan tersalurkan ke roda.

Lalu bagaimana mekanisme kopling sekunder ?

Seperti yang kita singgung, mekanisme kopling sekunder sama seperti kopling manual hanya saja tuas kopling yang bertugas menarik kampas kopling dipindah ke tuas gigi. Jadi kopling sekunder akan aktif saat kita menginjak tuas gigi (saat perpindahan gigi).

Itulah sedikit sharing tentang kopling ganda pada sepeda motor, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Kopling Otomatis Sentrifugal Pada Motor

Fungsi kopling adalah sebagai pemutus putaran mesin saat kita akan melakukan perpindahan gigi. Umumnya kopling diaktifkan dengan menarik tuas kopling pada hand grip sebelah kiri, namun pada motor matic apakah demikian ?

Tentu tidak, hand grip sebelah kiri pada motor matic ada tuas rem. Dan motor ini, ternyata tidak memiliki tuas kopling. Meski demikian, bukan berarti motor matic tidak dilengkapi dengan kopling. Motor matic tetap memiliki kopling namun dengan bentuk dan mekanisme yang berbeda.

Lalu bagaimana cara kerja kopling otomatis tersebut ? simak selengkapnya dibawah.

Pengertian Kopling Otomatis Motor


Mendengar kata automatic maka bayangan kita mengarah pada sesuatu yang akan bekerja secara sendirinya tanpa kita beri input. Ini juga terjadi pada kopling otomatis, kopling otomatis akan bekerja (memutuskan putaran mesin) secara otomatis tanpa perlu kita apa-apakan.

Lalu bagaimana mekanismenya ?

Kopling otomatis memanfaatkan gaya sentrifugal dari plat kopling yang menekan bagian rumah kopling. Gaya sentrifugal adalah gaya yang menjauhi poros dari suatu putaran. Semakin cepat putaran itu, maka semakin kuat dorongan plat kopling kearah rumah kopling.

Hasilnya, plat kopling mampu memindahkan putaran dari crankshaft ke rumah kopling saat RPM crankshaft meninggi.

Bagaimana Cara Kerja Kopling Sentrifugal ?


Pertama anda harus mengetahui konstruksi dan komponen utama penyusun mekanisme kopling sentrifugal ini. Setidaknya, ada empat komponen yang berinteraksi dalam mekanisme ini yakni ;

  1. Input shaft, poros input berperan sebagai sumber putaran yang akan ditransfer ke roda. Posisinya ada di tengah mekanisme kopling sentrifugal. Poros ini bisa berupa driven pulley pada CVT system, atau poros engkol pada motor bebek.
  2. Clutch shoe, layaknya sepatu rem clutch shoe juga berbentuk sepertiga lingkaran. Clutch shoe akan terhubung dengan input shaft, artinya kalau input shaft berputar maka clutch shoe juga berputar dengan RPM sama.
  3. Clutch housing, komponen ini sama bentuknya seperti tromol rem lokasinya ada dibagian luar atau menyelimuti clutch shoe. Clutch housing terhubung dengan poros roda.
  4. Return spring, berperan untuk menjaga clutch shoe agar tetap mengincup (tidak mengembang) dan berperan mengembalikan posisi clutch shoe agar kembali mengincup saat deselerasi putaran mesin.


1. Saat Mesin Mati

Ketika mesin belum dinyalakan, posisi clutch shoe akan mengincup. Ini menyebabkan tidak adanya hubungan antara clucth shoe dengan clucth housing, sehingga roda bisa berputar dengan bebas tanpa terhambat oleh crankshaft mesin.

2. Saat Mesin Low Speed

Ketika mesin dinyalakan dalam posisi idle, input shaft akan berputar dengan RPM rendah begitu pula dengan clutch shoe. Sesuai apa yang dijelaskan diatas, putaran ini akan menghasilkan gaya sentrifugal namun karena putarannya masih rendah maka gaya sentrifugal yang terbentuk juga masih rendah.

Ini menyebabkan clutch shoe hanya mengembang sedikit, sehingga meski clutch shoe berputar namun masih belum terhubung dengan clutch housing. Hasilnya, mesin hidup namun motor tidak jalan.

3. Saat Mesin midle to high speed

Ketika kita melakukan akselerasi, otomatis RPM mesin bertambah. Pertambahan RPM mesin ini akan menyebabkan gaya sentrifugal yang terbentuk pada clutch shoe semakin besar, akibatnya clutch shoe semakin mengembang.

Clucth shoe yang mengembang ini, akan menempel (berhubungan) dengan clutch housing, sehingga putaran dari mesin bisa langsung diteruskan ke clutch housing menuju roda sehingga roda bisa berputar dan motor bisa jalan ketika kita gas.

Ketika kita lakukan deselerasi, maka gaya sentrifugal juga akan semakin mengecil. Dan saat ini return spring bekerja menarik clutch shoe agar kembali mengincup. Sehingga clutch shoe bisa kembali terlepas dan putaran mesin terputus ketika kita lepas gas.

Mungkin Masih Ada Pertanyaan, Bagaimana Dengan Motor Bebek Dengan Transmisi Manual ?

Pada motor bertransmisi manual dan kopling otomatis (motor bebek) menggunakan dua mekansime kopling sekaligus, ini lebih dikenal sebagai kopling ganda. Satu kopling sentrifugal diletakan setelah poros engkol sebagai kopling utama, dan mekanisme kopling manual diletakan setelah kopling sentrifugal sebagai kopling sekunder.

Namun kita tidak menemukan tuas kopling karena kinerja kopling sekunder (kopling manual) digerakan oleh tuas gigi. Mekanisme kopling sekunder hanya digunakan untuk memutuskan putaran mesin saat akan melakukan perpindahan gigi.

Ini bisa anda coba saat menekan tuas gigi dan anda menahan tuas gigi tetap dibawah motor tidak akan jalan meski anda gas cukup kencang. Ini dikarenakan kopling sekunder sedang bekerja memutuskan putaran mesin. Lebih jelas bisa simak cara kerja sistem kopling ganda

Demikian artikel tentang cara kerja kopling otomatis motor, semoga bisa menambah wawasan kita.

12 Komponen Transmisi Otomatis CVT + Fungsi dan Penjelasan Rinci Masing-Masing

Transmisi atau perseneling adalah komponen powertrain kendaraan yang berfungsi menyalurkan tenaga yang diperloleh dari mesin ke roda.

Namun, transmisi ini tidak hanya sekedar menyalurkan tenaga. Selain menyalurkan tenaga, transmisi juga berperan dalam proses perubahan torsi kendaraan.

Untuk itu, mekanisme transmisi dibuat dari beberapa rangkaian roda gigi yang memiliki nilai perbandingan yang berbeda.

Namun saat ini marak digunakan transmisi model CVT pada motor, apa itu CVT ?

CVT (continously variable transmission) adalah transmisi yang hanya menggunakan dua pulley. Namun kedua pulley ini memiliki diameter yang bervariasi, sehingga perbandingan gigi pun bisa berubah secara berkelanjutan.


Selengkapnya bisa simak ; Cara kerja transmisi otomatis sepeda motor

Tipe transmisi ini lebih dikenal dengan sebutan transmisi matic atau otomatis, yang banyak dipakai pada motor-motor skutik. Apa saja komponen-komponen yang terdapat didalam CVT ?


Nama Komponen Transmisi Otomatis Pada Motor

modul transmisi otomatis sepeda motor

1. Fixed primary sheeve

Dalam pulley primer sistem CVT ada dua bagian utama, yakni fixed primer dan sliding primer. Fixed primer sheeve adalah sisi yang terhubung secara fixed (tetap) ke poros pulley primer.

Fungsinya sebagai tempat V belt melilit pulley.

2. Sliding primary sheeve


prinsip kerja transmisi

Sementara sliding primer sheeve adalah sisi yang terhubung secara tidak tetap pada poros pulley primer. Karena sheeve ini tidak tetap maka bisa digeser ke kanan dan ke kiri.

Fungsi sliding primary sheeve adalah untuk memperbesar atau memperkeil diameter dari pulley primer. Ketika sliding primary bergerak mendekati fixed primary sheeve maka jaraknya semakin dekat.

Bentuk dari sheeve ini tirus sehingga saat kedua sheeve ini bergerak mendekat, lilitan V belt akan terdorong menjadi lebih melebar.

3. Roller


makalah transmisi otomatis motor

Roller atau pemberat berfungsi untuk mengatur pergerakan sliding primer sheeve. Pemberat ini bekerja menggunakan prinsip gaya sentrifugal.

Gaya sentrifugal adalah gaya yang keluar dari sebuah gerakan rotasi dengan arah menjauhi poros putaran. Namun, alur roller ini dibuat condong ke depan.

Sehingga pergerakan roller tidak sepenuhnya menjauhi poros putaran namun akan dibelokan ke arah depan. Pergerakan ini akan mendorong sliding primer sheeve untuk bergerak ke depan ketika putaran pulley kencang.

4. Primary shaft

Poros primer berfungsi menghubungkan putaran crankshaft dari mesin ke pulley utama. Sebagai poros primer, komponen ini terhubung ke crankshaft mesin secara tetap.

Sehingga RPM mesin sama dengan RPM poros primer, yang artinya RPM mesin juga sama dengan RPM pulley primer.

5. V Belt

V belt adalah sabuk khusus yang terbuat dari bahan karet bercampur serat baja yang berfungsi menghubungkan putaran dari pulley primer ke pulley sekunder.

Meskipun terbuat dari karet, V belt tidak memiliki daya elastisitas seperti karet pada umumnya. Karena serat sabuk terbuat dari kawat baja. Bahan karet digunakan karena sanggup menahan gesekan antara pulley primer dan sekunder.

6. Secondary fixed sheeve

Pada pulley sekunder juga terdapat dua sisi, yakni sisi fixed sheeve dan sliding sheeve. Secondary fixed sheeve adalah sisi sheeve yang terhubung dengan poros sekunder secara tetap.

7. Secondary sliding sheeve

Untuk secondary sliding sheeve, juga sama memiliki fungsi untuk mengatur besar kecilnya diameter pada pulley sekunder. Secondary sliding sheeve juga berbentuk tirus agar pergerakannya bisa mempengaruhi lebar lilitan V belt.

8. Secondary sheeve spring

Pada pulley primer, itu ada roller yang bertugas mengatur pergerakan primer sliding sheeve. Namun pada pulley selunder hanya menggunakan sebuah pegas spiral untuk mengatur pergerakan secondary sliding sheeve.

Dalam posisi normal, pegas ini akan menjaga sliding sheeve tetap rapat sehingga diameternya membesar. Namun ketika pulley primer berputar, roller tidak hanya mengatur pergerakan primer sliding sheeve,

Tapi juga melawan daya pegas pada pulley sekunder. Karena V belt juga tidak memiliki daya elastisitas maka pembesaran diameter pullet primer akan membuat diameter pulley sekunder mengecil.


Baca pula ; Komponen transmisi manual pada sepeda motor dan fungsinya

9. Secondary shaft

Poros sekunder berfungsi meneruskan putaran dari pulley sekunder ke powertrain berikutnya yaitu kopling sentrifugal.

10. Centrifugal clutch


makalah transmisi manual mobil

Kampas kopling pada jenis kopling sentrifugal sangat berbeda berbeda dengan kopling manual. Kalau kopling manual, kampas kopling itu hanya berbentuk piringan namun pada kopling sentrifugal kampas kopling berbentuk seperti sepatu rem tromol.

Fungsi kampas kopling sentrifugal adalah meneruskan putaran dari poros sekunder ke roda hanya apabila putaran poros sekunder pada midle RPM.

Kampas kopling ini bekerja menggunakan gaya sentrifugal, jadi ketika poros sekunder berputar otomatis kampas kopling juga berputar. Putaran kampas kopling akan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat kampas kopling bergerak lebih keluar. Sehingga bisa terhubung ke clutch housing.

Baca pula ;



11. Clutch housing

Rumah kopling ini berbentuk seperti tromol rem, fungsinya untuk menerima putaran dari kampas kopling yang selanjutnya akan dikirim ke roda.

Ketika kampas kopling berputar pada RPM rendah, gaya sentrifugal yang dihasilkan itu kecil sehingga kampas kopling tidak mampu membuat rumah kopling berputar.

Namun ketika RPM mesin bertambah, gaya sentrifugal membesar dan kampas kopling akan semakin kuat menekan rumah koplong. Hasilnya terjadilah perpindahan tenaga dari kampas kopling ke rumah kopling.

12 Transmission case

Rumah transmisi adalah komponen yang melindungi semua sistem transmisi dari pulley primer hingga pulley sekunder. Dengan adanya rumah transmisi, maka tidak ada material seperti debu atau air yang mampu mengganggu V belt dalam meneruskan putaran.

Apakah transmisi matic perlu oli pelumas ?

Sebenarnya, oli transmisi motor tidak diperlukan pelumasan. Ini karena V belt bekerja secara kering dan ketika terkena pelumas justru V belt akan selip.

Pelumas matic yang sering anda ganti, itu sebenarnya hanya melumasi bagian gear belakang yang menghubungkan gigi output dari rumah kopling ke gigi yang terhubung ke roda.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai komponen transmisi otomatis sepeda motor dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita.

Cara Kerja Transmisi Otomatis CVT Sepeda Motor

Transmisi adalah suatu komponen yang berfungsi memindahkan tenaga dari mesin ke roda dengan pengaturan torsi atau momentum yang sesuai dengan beberapa kondisi. kalau disederhanakan transmisi ini menjadi penyalur tenaga mesin.

Namun bukan hanya sebatas menyalurkan, tapi penyalur ini juga memperhatikan kondisi roda apakah sedang berada pada tanjakan, turunan, atau saat roda akan bergerak. Sehingga mesin tidak terpengaruhi oleh kondisi jalan.

Fungsi transmisi secara umum adalah ;
  • Menyalurkan tenaga mesin ke roda 
  • Memperbesar moment mesin agar kendaraan mampu bergerak diawal 
  • Memperkecil moment agar kendaraan mampu bergerak dengan kencang 

A. Transmisi Pada Sepeda Motor


Kalau bicara sepeda motor, semua komponennya didesain sangat simple dan irit tempat. Artinya dengan ruang yang cukup terbatas semua komponen dari mesin hingga powertrain bisa masuk semuanya.

Termasuk transmisi, pada sepeda motor ada dua jenis transmisi yang digunakan yakni ;

1. Transmisi Manual

Jenis transmisi manual banyak digunakan pada motor underbone (bebek) dan sport, dengan ciri khas pemindahan gigi dilakukan secara manual menggunakan kaki. Cara kerja transmisi manual ini adalah dengan menggunakan beberapa rangkaian roda gigi yang memiliki perbandingan yang berbeda. Lalu terdapat sebuah mekanisme sliding gear yang bisa mengatur gigi mana yang akan digunakan.

2. Transmisi Otomatis

Untuk motor jenis skutic atau skuter matic, menggunakan transmisi berjenis CVT. Transmisi ini bekerja dengan menggunakan dua buah roda gigi yang memiliki diameter yang bervariasi.

Transmisi matic ini memang cukup efektif khususnya bagi kaum wanita. Karena motor yang dibekali transmisi matic hanya perlu menekan tombol start lalau tarik gas dan motor bisa langsung jalan. Lantas bagaimana mekanismenya ?

B. Prinsip Kerja Transmisi Otomatis Sepeda Motor


Transmisi otomatis pada motor, menggunakan tipe CVT (Countinously variable transmission) yang artinya transmisi yang memiliki perbandingan bervariasi secara berkelanjutan.


Prinsip kerja transmisi CVT adalah dengan menggunakan dua buah roda gigi yang disatukan dengan sebuah belt. Kita ilustrasikan, roda gigi pada sepeda. Kalau diameter roda gigi kayuhanya itu lebih besar dari pada gigi di roda belakang, maka sekali ayunan roda bisa berputar 2 hingga 3 kali, namun ayunan pedal akan terasa berat.

Sebaliknya, ketika diameter gigi kayuhan lebih kecil maka butuh ayunan pedal lebih banyak agar sepeda bisa berjalan dengan kecepatan sama namun ayunan yang ini terasa sangat ringan.

Pada CVT, juga demikian ada roda gigi yang bertindak sebagai gigi pemutar (drive gear), ada yang bertindak sebagai gigi yang diputar (driven gear) dan sabuk penghubung (V belt). Hanya saja pada CVT, kedua roda gigi memiliki diameter yang bervariasi. Artinya pada kondisi tertentu bisa mengecil dan bisa membesar.

Ketika mesin mati, maka diameter drive gear mengecil dan diameter driven gear membesar. Sehingga ketika mesin hidup, motor bisa langsung berakselerasi karena perbandingan gigi besar. Namun ketika RPM mesin naik, drive gear akan membesar dan driven gear otomatis mengecil sehingga perbandingan gigi semakin berkurang.

Baca pula cara kerja transmisi manual sequential pada motor

C. Komponen Transmisi Otomatis Motor


Ada beberapa komponen yang terdapat pada satu set CVT pada sepeda motor antara lain ;

  • Primary gear, gigi primer berperan sebagai drive gear yang terhubung langsung ke crankshaft. 
  • Weight / Roller pemberat, roller adalah komponen pemberat yang berperan dalam pengubahan diameter drive gear. 
  • Primary gear shaft, poros pada gigi primer berfungsi untuk menghubungkan putaran dari crankshaft mesin ke gigi primer transmisi. 
  • Secondary gear, gigi sekunder merukakan roda gigi yang berperan sebagai driven gear. Lokasinya ada di belakang tepatnya didekat roda belakang. 
  • V Belt, sebuah sabuk karet khusus yang digunakan untuk menghubungkan gigi primer dan sekunder. 
  • Return Spring, pegas spiral yang terletak didalam gigi sekunder. Fungsinya untuk mengembalikan diameter gigi sekunder agar kembali membesar ketika mesin mati. 
  • Secondary gear shaft, poros yang digunakan untuk menghubungkan putaran dari gigi sekunder ke sistem kopling sentrifugal. 
  • Centrifugal clutch disc, adalah mekanisme kopling otomatis yang bekerja menggunakan gaya sentrifugal. Bentuk kampas kopling ini mirip sepatu rem tromol. 
  • Clutch housing, merupakan rumah kopling, apabila kampas kopling bentuknya seperti sepatu rem tromol maka clutch housing berbentuk seperti tromol rem. 
Selengkapnya 12 komponen transmisi otomatis motor dan fungsinya

D. Cara kerja transmisi otomatis CVT pada motor


Cara kerja transmisi cvt dibagi menjadi empat bagian, yakni ketika mesin mati, ketika mesin idle, ketika low RPM dan ketika high RPM.

1. Ketika mesin mati

Dalam posisi mesin mati, crankshaft tidak dalam posisi berputar. Sehingga secara otomatis roller pemberat pada drive gear berada pada posisi bawah. sehingga celah pada drive gear melebar dan diameternya menjadi lebih kecil.

Di sisi lain, pada driven gear terdapat sebuah pegas spiral yang membuat drive gear tetap menyempit.

Karena drive gear menyempit maka V belt yang melilit driven gear bergerak keluar yang membuat diameter driven gear membesar.

2. Ketika mesin idle

Ketika mesin hidup dalam putaran idle atau stationer, crankshaft berputar akibatnya drive gear juga berputar. Karena terdapat V belt yang menghubungkan drive gear dan driven gear maka driven gear juga ikut berputar.

Namun sebelum mesin dihidupkan, diameter drive gear lebih kecil dibandingkan diameter driven gear otomatis terjadi perbandingan gigi yang besar. Hal ini membuat putaran driven gear jauh lebih lambat.

Karena putaran driven gear lambat, maka kopling sentrifugal belum bekerja. Kampas kopling tetap berputar, namun gaya sentrifugal yang diterima belum cukup kuat membuat kampas kopling melebar untuk menekan clutch housing.

Sehingga clutch housing yang terhubung dengan roda tidak berputar.

Apakah ada perubahan diameter pada kedua gear ?

Saat drive gear berputar maka roller pemberat akan mendapatkan gaya sentrifugal. Namun karena putarannya masih lambat (idle RPM) maka gaya sentrifugal yang didapat roller belum cukup untuk menyempitkan drive gear. Sehingga belum terjadi perubahan diameter drive gear.

3. Ketika Putaran lambat

Ketika mesin digas dalam putaran lambat (1500-2500 RPM), maka putaran crankshaft akan menjadi lebih cepat. Dan putaran drive gear yang terhubung ke crankshaft pun menjadi lebih cepat.

Hal ini membuat gaya sentrifugal pada roller semakin besar. Gaya sentrifugal adalah gaya keluar dari poros putaran. Akibat gaya sentrifugal ini roller mendorong primary sliding sheeve untuk menyempit sehingga diameter drive gear menjadi lebih besar.

Bagaimana cara pembersaran diameter drive gear ?


Ada tiga komponen utama dalam drive gear, yakni roller, primary sliding sheeve dan primary fixed sheeve. Roller terletak didalam primary sliding sheeve (sisi yang mampu bergeser). Namun alur dari roller ini dibuat agak miring ke depan.

Sehingga ketika roller mendapatkan gaya sentrifugal, roller tersebut akan bergerak ke arah depan. Sehingga roller tersebut akan mendorong primary sliding sheeve untuk bergerak mendekati primary fixed sheeve, atau dengan kata lain diameter menjadi lebih besar.

Karena panjang V belt tetap, maka pembesaran diameter pada drive gear memaksa diameter pada driven gear menjadi mengecil. Hal ini membuat perbandingan gigi lebih kecil, sehingga putaran pada driven gear menjadi lebih cepat.

Saat putaran driven gear lebih cepat, kampas kopling juga berputar lebih cepat. Sehingga gaya sentrifugal kampas kopling juga lebih besar, pembesaran gaya sentrifugal ini memaksa kampas kopling semakin mengembang, akibatnya permukaan kampas kopling mengenai permukaan clutch housing.


Sehingga putaran dari kampas kopling bisa diteruskan ke clutch housing dan roda bisa berputar.

4. Ketika putaran tinggi

Ketika putaran mesin semakin tinggi, maka putaran drive gear juga semakin tinggi. Sehingga gaya sentrifugal yang dialami oleh roller semakin besar. Hal itu menyebabkan tekanan roller terhadap primary sliding sheeve semakin kuat, hasilnya diameter drive gear semakin membesar.

Semakin membesarnya diameter drive gear membuat diameter pada driven gear semakin mengecil. Hal tersebut semakin memperkecil perbandingan gigi, bahkan pada beberapa kasus perbandingan giginya kurang dari 1 (diameter drive gear lebih besar daripada driven gear).

Sehingga penambahan putaran pada driven gear dua kali dari penambahan RPM mesin. Hal itu membuat akselerasi motor matic sangat kencang.

Namun kendala pada motor matic, ada pada top speed. Umumnya motor matic 110 cc tidak akan sanggup mencapai 100 KM/H. Ini dikarenakan keterbatasan roller dalam menekan primary sliding sheeve.

Beda halnya apabila kapasitas mesin lebih besar, mungkin dengan penggunaan roller yang lebih berat akan memperkuat penekanan primary sliding sheeve sehingga bisa menembus 120 KM/H.

Setelah mesin dimatikan, maka putaran drive gear akan berhenti dan gaya sentrifugal hilang. Disini, return spring pada driven gear berperan mengembalikan posisi driven gear untuk menyempit, sehingga celah pada drive gear otomatis membesar.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara kerja transmisi otomatis CVT pada sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.