Showing posts with label Tips Motor. Show all posts

Apa Itu Tune Up Motor ? Kapan Waktunya ? Berapa Biayanya ?

Dalam dunia service, kita sering mendengar istilah tune up. Sebagai orang awam, kita mengartikan tune up sebagai serangkaian penyetelan mesin motor. Tapi apa sebenarnya tune up itu ? proses apa saja yang dilakukan saat tune up ? kapan waktu motor di tune up ? berapa kisaran biaya tune up motor ?

Mari kita bahas selengkapnya

Pengertian dan Tujuan Tune Up Sepeda Motor


Secara umum Tune up bisa diartikan proses pengembalian performa motor ke performa standar. Mengapa perlu dikembalikan ?

Setiap kali mesin bekerja, terjadi perubahan-perubahan minor pada komponen mesin. Contoh di noken as yang setiap kali bekerja akan mengalami keausan meski keausannya sangat kecil tapi kalau diakumulasikan akan terlihat perbedaanya.

Selain di noken as, filter udara juga mengalami perubahan. Saat motor masih baru, filter ini cenderung bersih sehingga udara yang melewatinya bisa lebih lancar. Tapi setelah motor dipakai dalam waktu yang lama, permukaan filter cenderung lebih kotor sehingga menyumbat aliran udara.

Perubahan-perubahan itulah yang membuat mesin perlu distandarkan ke kondisi awal supaya performa mesin juga bisa tetap terjaga. Selain disektor, mesin tupe up juga berlaku disektor chasis seperti dibagian rantai atau di area setir.

Apa saja proses yang dilakukan saat tune up ?

Kita membaginya pada beberapa sektor, sektor mesin, sektor chasis dan sektor transmisi

1. Tune up sektor mesin


Pada sektor, mesin beberapa point yang diperiksa antara lain ;

a. pengecekan pelumas mesin (oli)
proses ini dilakukan untuk mengecek apakah kualitas oli masih bagus atau perlu diganti.

b. pengecekan busi
pengecekan busi dilakukan untuk mengetahui apakah pembakaran didalam mesin berlangsung sempurna atau tidak (berdasarkan warna ujung busi) serta menyetel celah elektroda busi.

c. pemeriksaan filter udara
pemeriksaan ini umumnya hanya dibersihkan, kecuali kondisi filter sudah hitam terlumuri oleh debu maka perlu diganti.

d. pemeriksaan filter bensin
filter bensin akan menyaring kotoran yang terbawa aliran bensin, pemeriksaan ini dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tersaring oleh filter bensin.

e. pengecekan karburator/throtle body
untuk motor yang masih karburator, maka akan ada overhoule karburator serta penyetelan ulang karburator. Sementara pada motor injeksi, biasanya hanya pembersihan throtle body dan pembersihan ISC valve.

f. flushing sistem injeksi
khusus untuk motor injeksi, maka ada pembersihan injektor dari segala sumbatan. Caranya dengan flushing menggunakan alat khusus.

g. penyetelan katup
celah katup mesin akan distel ulang sesuai spesifikasi untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal

2. Tune up sektor chasis


Pada sektor chasis, komponen yang dicek antara lain ;

a. kemudi motor
komponen yang dicek pada sistem kemudi antara lain komstir, apakah oblak atau tidak dan segitiga motor apakah masih balance atau perlu dipress.

b. penyetelan rantai roda
rantai roda akan dikencangkan kalau terlalu longgar, dan akan diganti ketika gear rantai sudah terdeteksi aus.

c. pemeriksaan ban dan velg
ban akan diukur threadnya, kalau sudah aus maka pihak bengkel akan merekomendasikan penggantian ban pada pemilik motor. Untuk bagian velg, akan dicek keseimbangannya, kalau kurang balance velg akan di press (untuk velg racing).

d. pengecekan kampas rem
ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan kampas rem motor apakah masih tebal atau sudah habis.

e. pemeriksaan fluida rem/minyak rem
pemeriksaan volume minyak rem, apakah minyak rem penuh atau kurang.

f. pemeriksaan roller pada motor matic
khusus untuk motor matic, ada komponen bernama roller yang terdapat pada pulley depan CVT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah semua roller masih bagus atau ada yang aus. Kalau ada yang aus, pihak bengkel akan memberitahu pemilik untuk mengganti roller yang aus.

g. pemeriksaan oli gardan pada motor matic
motor matic juga memiliki oli gardan, meski volumenya sedikit tapi oli ini juga harus diganti dalam interval tertentu.

3. Tune up sektor kelistrikan


Di sektor kelistrikan, point yang dicek antara lain ;

a.tegangan aki
pengecekan ini akan memberitahukan kondisi aki yang sebenarnya, apakah masih normal 12 volt, atau perlu di recharge atau bahkan mulai soak.

b. tegangan pengisian motor
tegangan dari spull akan dicek apakah sesuai dengan standar atau kurang.

c. rangkaian pengapian motor
rangkaian kelistrikan seperti CDI dan Ignition coil akan dicek apakah masih normal atau ada masalah.

d. lampu dan klakson
semua beban kelistrikan seperti semua lampu, dan klakson akan dihidupkan untuk mencari tahu apakah ada yang mati atau tidak.

Lalu Kapan dan Berapa Biaya Tune Up Motor ?

Tune up idealnya dilakukan dengan interval 2.000 KM sekali atau setiap 3 bulan sekali. Angka ini juga sebenarnya bukan patokan, karena ada beberapa motor yang masih bagus performanya hingga 3.000 KM.

Salah satu yang mempengaruhinya, adalah karena faktor penggunaan. Kalau anda sering menggunakan motor apalagi dijalur yang berdebu, maka interval 2.000 KM sudah menjadi interval yang pas. tetapi untuk anda yang suka membawa motor slow dan jarang pula melintasi area berdebu mungkin masih bisa tahan sampai 3.000 bahkan sampai 4.000 KM.

Selain dari jarak tempuh, tune up juga dilakukan ketika ada masalah pada motor seperti mesin yang brebet atau tenaga mesin berkurang.

Untuk biayanya pun beragam, untuk jenis motor-motor matic dan bebek mungkin akan dihargai 50 sampai 70 ribu untuk ongkos jasanya saja sementara untuk motor sport bisa 100 ribu atau lebih.

Kalau ada penggantian part seperti oli, busi, filter atau yang lainnya tentu akan memakan biaya lebih mahal lagi. Jadi kalau akan melakukan tune up, siapkan dana sekitar 200 ribu. Kalaupun banyak part yang minta ganti, anda bisa memilah mana part yang paling penting dan harus diganti dulu.

Sementara untuk part lain yang minta ganti apalagi kalau harganya mahal, bisa anda tunda.

3 Ciri Fuel Pump Motor Lemah + Solusinya

Fuel pump atau pompa bensin pada motor injeksi menjadi komponen yang vital, karena selain menyalurkan bensin dari tanki ke injektor fuel pump juga berfungsi menjaga tekanan bensin tetap tinggi sehingga bensin bisa tersemprot lewat injektor.

Kerusakan pompa seperti tekanan bensin yang melemah sudah pasti akan mempengaruhi kinerja mesin.

Bahkan ketika pompa sudah benar-benar mati, mesin tidak lagi dapat dihidupkan. Jadi sebelum fuel pump mati, anda perlu mengantisipasinya dengan mengganti fuel pump dengan yang baru.


Lalu apa saja ciri atau gejala fuel pump motor yang lemah ?

1. Motor susah dihidupkan

Seperti yang dijelaskan diatas, fuel pump akan menjaga tekanan bensin tetap stabil pada tekanan tertentu. Kalau pompa melemah, maka tekanan bensin juga lebih lambat naiknya sehingga mesin tidak bisa satu kali start hidup tapi bisa tiga sampai empat kali start.

Setelah mesin hidup, masalah lain juga akan datang. Saat digas, mesin akan brebet karena kurangnya pasokan bensin. Bahkan kalau digas spontan mesin bisa mati.

Ini adalah indikasi kuat yang menandakan fuel pump sudah mulai lemah.

2. Suara dengungan pompa melemah

Ketika kita memutar kunci kontak ke ON, akan terdengar bunyi dengungan selama beberapa detik yang berasal dari tanki. Ketika fuel pump lemah, bunyi dengungan tersebut juga akan melemah. Anda yang terbiasa membawa motor, pasti akan merasakan perbedaannya.

3. Indikator cek engine berkedip


Terakhir, ada beberapa motor yang apabila terdeteksi tekanan bensinnya lemah maka cek engine akan berkedip dengan pola tertentu. Kalau kedipan cek engine ini disertai dengan dua gejala diatas khususnya yang pertama maka ini sudah menjadi pertanda yang kuat bahwa fuel pump memang perlu diservice.

Untuk memastikan apakah fuel pump benar-benar lemah, anda harus melakukan test tekanan bensin menggunakan fuel pressure gauge.

Alat ini akan dipasangkan pada selang yang masuk ke injektor, dan ketika fuel pump dinyalakan maka tekanannya akan terbaca. Misal pada Honda CB150R memilki tekanan standar 43 PSI, kalau terdeteksi kurang maka itu sudah fix kalau fuel pump lemah.

Lalu apa solusinya saat fuel pump lemah ? apa harus diganti satu unit pompa atau hanya ganti motornya saja ?

Kalau mau lebih aman, anda harus ganti satu set pompa bensin (termasuk motor pompa, fuel level gauge, IC kontrol dan saringan pompa).

Untuk harga pompa bensin sendiri, sekitar 700 sampai 800 ribu untuk yang ori.

Tapi bagaimana kalau hanya diganti part yang rusak saja ?

Kalau ada komponen penggantinya maka tidak masalah, yang terpenting jangan dioplos menggunakan part dari pompa yang lain karena ini akan membuat kinerja pompa menjadi tidak akurat sehingga akan menimbulkan masalah baru pada motor.

Apa Penyebab Fuel Pump Tidak Bunyi ?

Pada motor injeksi, kita akan menjumpai komponen bernama fuel pump atau pompa bensin. Sesuai dengan namanya, komponen ini berfungsi untuk memompa bensin dari tanki ke injektor.

Tetapi bukan hanya itu saja fungsi fuel pump, fuel pump juga berfungsi menahan tekanan bensin agar tetap stabil pada batas atas agar bensin bisa tersemprot lewat injektor.

Sehingga, meski fuel pump bisa memompa bensin tapi kalau tekanan hasil pompaannya kurang juga mesin bisa brebet hingga mogok.

Tapi bukan itu yang menjadi pokok pembahasan kita hari ini, lebih jauh lagi kadang fuel pump justru tidak terdengar bunyinya. Normalnya, ketika kita putar kunci kontak ke ON akan terdengar bunyi dengungan dengan durasi beberapa detik dari bagian tanki yang menandakan fuel pump sedang memompa bensin.

Tapi kalau bunyi itu tidak terdengar, apa penyebabnya ?

Penyebab Fuel Pump Motor Injeksi Mati


Penyebabnya bisa bermacam-macam

1. Karena sekering putus

Masalah pertama bisa disebabkan karena sekering motor putus. Sekering ini letaknya ada didekat aki (umumnya). Fungsi sekering ini hanya sebagai pembatas arus, jadi kalau arus yang mengalir ke rangkaian melebihi batas maka sekering akan terputus sehingga rangkaian pompa tidak terbakar.

Jadi kalau sekeringnya putus, maka ada indikasi korsleting pada rangkaian kelistrikan motor. Kalaupun anda ganti sekering baru dengan kapasitas yang sama, maka akan putus juga.

Maka solusinya anda perlu mengecek area mana yang paling mungkin terjadi korsleting. Untuk mencarinya, lanjut baca hingga point terakhir.

2. Soket kunci kontak gosong

Kunci kontak selain berfungsi untuk menghidupkan pengapian mesin juga untuk menghidupkan pompa dengan durasi beberapa detik.

Sehingga wajar apabila soket kunci kontak gosong. Saat soket ini terbakar/gosong, maka buntutnya sambungan antar terminal menjadi kurang klop sehingga arus listrik tidak dapat konek dengan baik. Selain itu, ada juga potensi korsleting karena terminal pada soket miring dan menempel pada terminal lain yang harusnya tidak saling menempel.

Jadi, untuk mengecek kondisi soket anda perlu membuka soketnya/melepas soket dari kunci kontak. Biasanya dari luar tampak normal pas dibuka masalahnya baru terlihat.

Solusi untuk soket yang gosong, adalah dengan mengganti unit soketnya.

3. Kerusakan pada IC pompa

Pompa bensin itu memiliki IC atau regulator yang mengatur durasi aktif pompa saat kunci kontak ON serta mengatur putaran motor pompa sesuai kebutuhan bensin yang diperlukan mesin.

IC ini biasanya terletak pada pompa itu sendiri, jadi untuk mengeceknya anda perlu melepas pompa dari dalam motor.

Lalu bagaimana cara mengecek IC pompa ?

Untuk mengecek IC itu cukup rumit karena didalam IC itu sendiri ada banyak sekali gabungan komponen elektronik seperti resistor, transistor dan lainnya. Yang perlu anda cek, itu soket dari motor yang masuk ke pompa.


Biasanya ada dua terminal, yaki power (+) dan masa (-), pastikan ketika kunci kontak ON ada arus yang mengalir pada soket tersebut. Untuk mengetahinya, anda bisa gunakan volt meter.

Tapi kalau tidak ada arus listrik, berarti masalahnya bukan berasal dari IC melainkan dari rangkaian kelistrikan motor itu sendiri.

4. Kabel pompa bensin terputus

Untuk mengecek kabel pompa apakah putus atau tidak, anda bisa menggunakan bantuan volt meter. Caranya seperti diatas, hubungkan jarum merah volt meter pada terminal + soket dan jarum hitam pada masa.

Lalu putar kunci kontak ke posisi ON, harusnya tegangan terbaca 12 volt. Tapi kalau tidak ada, maka ada kabel yang putus.

Atau cara lain anda bisa merunut kabel pompa untuk mencari tahu mana kabel yang putus. Ini lebih sulit tetapi tak perlu alat khusus.

5. Motor pompa sudah rusak

Terakhir, kerusakan bisa berasal dari pompa itu sendiri. Biasanya ketika motor pompa rusak, akan diawali dengan lemahnya tekanan bensin. Saat tekanan bensin melemah, maka gejala yang dirasakan adalah motor yang brebet bahkan mati saat digas.

Untuk masalah ini, cara paling aman untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti unit pompanya.

Indikator Honda Beat Berkedip ? Begini Cara Membacanya

Lampu indikator yang terdapat pada setiap motor injeksi merupakan sebuah mekanisme untuk menoreksi kinerja sistem injeksi pada motor tersebut. Jadi ketika kunci kontak dihidupkan, sistem ini akan melakukan scanning otomatis terhadap semua komponen yang berkaitan dengan sistem injeksi.

Ini ditandakan melalui lampu indikator yang menyala sekitar 0,3-1 detik saat baru memutar kunci ke ON. Ketika tidak ditemukan masalah, maka lampu indikator akan mati namun kalau terdeteksi masalah maka lampu indikator ini akan berkedap-kedip.

Dari pola kedipan lampu indikator ini, sebenarnya bisa kita cari masalahnya karena setiap pola kedipan memiliki arti tersendiri.

Lalu bagaimana cara membacanya ? dibawah akan kita beri langkah-langkahnya beserta arti dari pola kedipannya. Ini kita ambil menggunakan referensi Honda Beat Fi karena motor ini termasuk jenis motor yang paling laku di Indonesia.

Cara Membaca Kedipan Indikator Honda Beat


Sebelumnya, anda perlu tahu bahwa ada dua jenis kedipan lampu yakni

  1. kedipan pendek yang berlangsung selama 0,3 detik, kedipan ini memiliki arti 1
  2. kedipan panjang yang berlangsung selama 1,3 detik, kedipan ini memiliki nilai 10
  3. setiap kedipan dalam satu pola itu memiliki jeda yang singkat, ketika jedanya lama (lebih dari 1 detik) itu berarti periode atau pola kedipan sudah berakhir.


Contohnya, lampu indikator berkedip sekali dengan durasi 1,3 detik diikuti dua kedipan pendek. Itu bisa dibaca 10 + 2 = 12. Jadi kode kerusakannya adalah 12.

Lalu apa saja arti dari setiap kedipan itu ?

  • 1 = Kerusakan pada sensor MAP, ini menyebabkan pembacaan terhadap kevakuman didalam intake manifold eror. Akibat yang ditimbulkan, akselerasi kurang dan mesin kurang power di RPM tinggi
  • 7 = kerusakan sensor suhu mesin, sensor suhu mesin ini adalah EOT (engine oil temperature) akibat yang ditimbulkan mesin akan sulit dihidupkan saat suhu mesin dingin.
  • 8 = kerusakan sensor thottle position, ini akan menyebabkan mesin yang sering mati sendiri serta masalah saat mesin digas (brebet).
  • 9 = Kerusakan sensor IAT (intake air temperature), akibatnya tenaga mesin kurang dan akselerasi juga berkurang.
  • 11 = kerusakan pada vehicle speed sensor, akibatnya speedometer akan mati dan ISS pada motor tidak berfungsi.
  • 12 = Kerusakan pada injektor, akibatnya mesin akan brebet bahkan tidak nyala saat distart.
  • 21 = kerusakan sensor oksigen, sensor ini terletak diknalpot yang berfungsi mendeteksi emisi mesin. Kalau terdeteksi kerusakan, maka bensin bisa lebih boros serta kadang ada letupan dari knalpot.
  • 29 = Kerusakan pada IACV (intake air control valve) ini menyebabkan mesin susah dihidupkan hingga membuat pemakaian bensin lebih boros.
  • 33 = ECM mengalami eror, eror disini bukan berarti ECM rusak tapi bisa juga karena ada crash pada progam ECM. Akibatnya macam-macam, dari mulai mesin brebet, mesin mati sendiri, hingga mesin mogok.
  • 52 = Kerusakan pada CKP sensor, akibatnya timming pengapian menjadi berantakan sehingga mesin susah hidup,
  • 54 = Kerusakan pada BAS (bank angle sensor), sensor ini berfungsi mematikan mesin saat motor terjatuh. Kalau rusak, maka BAS tidak berfungsi alisa mesin masih tetap hidup saat motor terjatuh.


Dari semua data diatas, rata-rata kerusakan disebabkan dari sensor. Tapi sensor tidak berarti rusak, jadi ketika terdeteksi salah satu kode maka jangan langsung menganggap sensor rusak tapi cek dulu kabelnya, cek juga soketnya.

Banyak juga kedipan lampu itu disebabkan karena soket yang kendor, atau bahkan kabel yang terkelupas/putus.

Ban Motor Anda Sering Kempes, Cek 6 Penyebab Berikut

Ban motor yang mendadak kempes menandakan bahwa ada kebocoran pada area ban, namun kalau ban itu benar-benar bocor kadang ketika kempes maka angin akan habis dengan cepat terutama pada ban yang bukan berjenis tubeless.

Tapi, kalau bannya itu kempes secara perlahan dan ketika dipompa dalam beberapa hari ban akan kempes lagi. Maka itu perlu diperiksa dibagian lain seperti pentil dan velg.

Lalu yang paling menyebalkan, ban tetap sering kempes meski ban baru diganti. kira-kira apa penyebabnya ?


Penyebab Ban Motor Sering Kempes


1. Seal didalam pentil/niple mulai getas

Niple ban atau orang menyebutnya pentil digunakan sebagai tempat mengisi angin kedalam ban. Niple ini didesain agar udara dapat masuk kedalam ban namun memblok udara yang sudah ada didalam ban.

Untuk menunjang fungsi ini, niple ban menggunakan seal berbaghan karet.

Ada beberapa alasan yang bisa membuat seal tersebut getas seperti faktor pemakaian, atau faktor cuaca. Intinya ketika seal mulai getas maka daya sumbatnya akan berkurang sehingga udara yang harusnya ada didalam ban malah keluar secara perlahan.

Terkadang, juga sampai terdengar bunyi desiran angin tatkala anda memompa ban dengan tekanan yang tinggi. namun, ketika tekanan angin roda mulai melemah suara desiran tersebut hilang.

2. Ada materi yang mengganjal antara velg dan frame ban

Materi ini bisa berupa pasir atau kerikil kecil yang masuk ke sela-sela antara ban dan velg. Ini sering terjadi ketika anda melintasi jalan berlumpur, otomatis ban motor anda sering sekali terlumuri lumpur sampai ke velg-velgnya.

Materi pasir dan kerikil kecil yang ada didalam lumpur tersebut bisa masuk ke sela-sela antara frame ban dan velg. Akibatnya, ini akan mengganjal bagian frame ban yang harusnya rapat menempel ke velg. Sehingga angin ban akan keluar secara berangsur-angsur.

Selain partikel dari luar, serpihan-serpihan kerak velg dari bagian dalam juga bisa mengganjal sela-sela ini sehingga kebocoran dari area sambungan ban dan velg sering sekali terjadi.

Ini memang lebih sering terjadi pada ban tubeless tapi meski demikian, cara penangannya akan sulit karena tidak bisa ditambal menggunakan teknik tambal tubeless biasa karena posisinya ada di samping ban.

Untuk mengeceknya coba anda siapkan air sabun lalu lumuri bagian sambungan velg dan ban menggunakan air sabun tersebut, kalau ada bocor biasanya akan ada gelembung udara yang keluar.

3. Kondisi ban sudah tipis

Ban yang tipis rentan sekali bocor ketika melintasi batu. Selain itu, saat ban sudah tipis maka akan terbentuk retakan pada permukaan ban yang bisa membuat angin ban keluar.

Jadi ketika ban sudah tipis, lebih baik segera menggantinya tanpa menunggu bocor karena kalau dibawa pergi akan lebih merepotkan. Bagaimana nanti kalau bocor atau bahkan meledak di tengah jalan ? itu pasti akan merepotkan.

4. Ban yang kempes tapi tidak segera dipompa

Kalau penyebab yang ini muncul karena kebiasan pemilik motor yang tidak memompa ban meski sudah tahu ban kempes. Atau yang lebih parah, sering membawa beban berat tanpa memperhatikan kalau ban sudah kempes.

Memang saat digunakan tidak menunjukan gejala apapun. Tapi ada efek jangka panjangnya, ketika ban terbiasa dibawa dalam kondisi kempes akan muncul lekukan ban akibat ban yang menahan beban. Lekukan tersebut  bisa memicu retakan pada ban yang ujungnya menyebabkan ban kempes.

Jadi, penting untuk mengecek tekanan angin ban sebelum berpergian jauh.

5. Bocor halus

Ban yang bocor halus memang sulit dideteksi, pasalnya dari luar kondisi ban masih terlihat baru tapi ban sering sekali kempes.

Umumnya bocor halus ini terjadi karena ada lubang mikro dipermukaan ban. Kalau anda menggunakan ban tubeless, meski bocor halus ban masih tahan hingga beberapa hari tapi untuk ban biasa, biasanya hanya bertahan satu hari.

Untuk mengeceknya juga sama yakni dengan melumuri permukaan ban menggunakan air sabun untuk menemukan mana yang bocor. Namun untuk ban biasa, maka perlu dikeluarkan dulu ban dalamnya.

6. Velg yang mulai keropos

Velg terbuat dari logam, sementara logam bisa keropos. Hal itulah yang kadang menyebabkan muncul celah pada sambungan ban velg. Kalau penyebab nomor dua itu disebabkan faktor dari luar, sementara ini disebabkan karena kondisi velgnya sendiri yang sudah kurang bagus.

Jadi meski anda baru saja mengganti ban, nanti dalam waktu dekat ban juga akan kempes/bocor lagi.

4 Tips Memilih Kacamata Terbaik Untuk Naik Motor

Mengendarai sepeda motor menjadi aktifitas yang cukup menyenangkan, selain dapat menikmati pemandangan yang lebih bebas motor juga bisa menembus jalanan sempit. Jadi mau kemanapun menjadi mudah.

Namun di iklim tropis seperti Indonesia, pengendara motor sering dibenturkan pada masalah silaunya sinar matahari ketika sedang berkendara di siang hari.


Padahal, itu bisa menganggu pandangan dan bisa membahayakan pengendara serta pengguna jalan lain. Sehingga alternatif yang dipilih biasanya menggunakan helm berkaca hitam atau dengan memakai kacamata hitam.

Tapi memilih kacamata untuk berkendara tidak bisa asal, pasalnya tidak semua kacamata didesain untuk meredam pancaran sinar matahari. Jadi meski kacamata hitam, belum tentu bisa meredam sinar matahari dengan baik.

Oleh sebab itu, hari ini Autoexpose akan memberikan tips memilih kacamata yang paling pas untuk berkendara di siang hari.

1. Pilih yang UV protection

Yang pertama, pastikan kacamata yang anda pilih itu memiliki label UV protection. Ini menunjukan apakah kacamata bisa menangkal sinar ultraviolet atau tidak.

Kacamata dengan UV protection memiliki lapisan anti-ultraviolet yang mampu menangkal sinar ultraviolet agar tidak masuk ke retina mata.


Biasanya label UV protection ini ada dibagian pojok kacamata. Selain itu, pilih juga perlindungan UV400 atau atau minimal 98% untuk perlindungan yang lebih sempurna. Memang harga kacamata ini lebih mahal, namun karena fungsi yang kita mau itu untuk melindungi mata jadi tidak apa-apa.

2. Pilih lensa polarized

Lensa polarized sering dipakai pada kacamata anti ultraviolet yang berkualitas. Bahan kaca ini memiliki lapisan yang bisa menangkal sinar ultraviolet hingga 98% sehingga tidak membuat mata silau.

Untuk warna kacanya, bisa anda pilih sesuai selera anda bisa pilih hitam kalau ingin terlihat cool atau warna lain seperti kuning keemasan yang juga banyak diminati.

Selain itu pilih juga lensa yang agak lebar. Ini dimaksudkan supaya mendukung kenyamanan berkendara anda. pasalnya kacamata yang kecil akan membatasi pandangan mata kita. Jadi untuk urusan berkendara usahakan memilih kacamata agak lebar supaya pandangan bisa lebih bebas.

3. Pilih kacamata dengan lapisan antigores

Yang tak kalah penting, goresan pada kacamata juga bisa mengganggu pandangan. Sementara kita tahu kalau kacamata untuk naik motor itu sudah pasti banyak dipakai diluar ruangan sehingga resiko kaca tergorespun semakin besar.

Oleh sebab itu kalau bisa pilih kacamata yang dilengkapi lapisan antigores agar aman dari goresan-goresan. Sehingga pendangan mata tetap bisa fokus.

4. Pilih bingkai yang fleksibel

Selain dari kaca, sisi kenyamanan kacamata juga dipengaruhi dari bentuk bingkai atau framenya. Karena kalau bingkainya kebesaran pasti kacamata terasa tidak nyaman dipakai. Jadi usahakan anda mencoba beberapa ukuran bingkai untuk menemukan mana yang pas untuk anda sehingga anda merasa nyaman.

Pilih juga frame yang fleksibel, ini sangat cocok menyesuaikan lekuk wajah anda serta lebih aman dari patah.

Ban Tubeless Mendadak Kempes, Ini Penyebabnya (Beserta Solusi)

Orang bilang bam tubeless itu ban yang awet dan tidak bisa pecah. Memang hal itu benar sekali tapi ban tubeless juga bisa mengalami kebocoran sehingga jangan heran kalau disuatu hari anda menemui ban mobil atau motor anda kempes sendiri.

Hal ini karena struktur ban tubeless pada umumnya sama seperti ban biasa tapi pada ban tubeless tidak ada ban dalam. Sehingga angin langsung tertampung pada ban luar. Tentu saja, ban luar ini didesain khusus agar lebih rapat sehingga kebocoran harusnya tidak terjadi.

Tapi beda ceritanya apabila ada benda tajam seperti kawat, paku, atau lidi berukuran panjang yang menancap ban. Hal itu bisa menyebabkan angin didalam ban keluar sehingga ban kempes. Tapi tidak hanya tertancap benda tajam, ada beberapa hal yang bisa juga menyebabkan ban tubeless bocor.

Penyebab Ban Tubeless Kempes


1. Tertancap paku dibagian telapak ban/sisi ban

Yang paling sering adalah ban tertancap paku. Tapi ban tubeless itu beda dengan ban biasa, kalau ban biasa saat tertancap paku seketika itu juga angin langsung habis. tapi ban tubeless akan kempes secara perlahan.

Sehingga anda tidak tahu dimana lokasi paku itu tertancap dan tahu-tahu ban lebih kempes dari biasanya.

Untuk ban yang tertancap paku atau kawat, ada dua cara yang bisa digunakan untuk menambalnya.

  • Menggunakan lem power glue, caranya dengan memasukan lem pada permukaan ban yang berlubang (dalam keadaan kempes). Anda cukup masukan lem ke lubang pada ban dengan bantuan lidi atau jarum.
  • Memasukan serat penambal ban tubeless, cara ini paling banyak diaplikasikan pada oleh tukang tambal ban tubeless. Caranya, lubang pada ban akan diperbesar terlebih dahulu baru dimasukan serat penambal ban tubeless.


Cara kedua memang dinilai lebih kuat karena serat ini kalau terkena panas akan menyatu dengan ban. Sehingga semakin ban digunakan, tambalan akan semakin kencang.

2. Sambungan velg dengan ban ada yang bocor

Selain dibagian permukaan atau sisi ban, kadang ban tubeless juga bisa bocor dari bagian tepi atau sambungan velg. Hal ini karena saat pemasangan ban tubeless, ada lem (sealer) yang harus diberikan pada pinggir velg untuk merapatkan sisi ban.

Apabila pemberian lem ini kurang rata atau karena faktor velg yang sedikit bengkok, akan membuat salah satu permukaan sambungan ban dengan velg timbul celah. Dari celah inilah angin ban bisa keluar.

Untuk cara ini, anda perlu melepas ban dari velg, kemudian membersihkan sisa lem baik pada ban ataupun velg baru anda pasang lagi ban ke velg dengan sealer.

3. Niple ban bocor

Niple ban atau spentil ban kadang tidak terlalu diperhatikan, kalau ban bocor kita lebih fokus ke bagian permukaan ban. Tapi kalau niple ini kendor misalnya, tentu bisa menyebabkan angin ban berangsur bocor sehingga ban selalu kempes.

Untuk masalah ini, cukup mudah cek apakan niple kendor atau tidak. Kalau kendor kencangkan menggunakan alat pengencang niple ban.

4. Ban sudah tua, sehingga rentan bocor

Umur ban memang tidak bisa diprediksi, ada ban yang masih terlihat bagus meski sudah dipakai hampir 5 tahun. Tapi meski permukaan ban masih terlihat baru bukan berarti kualitas ban tersebut masih baik.

Karena, kalau kualitas ban sudah turun akibat faktor usia maka ban akan sangat rentan retak khususnya apabila anda melewati jalan berlubang, dan jalan berbatu. Dari retak inilah nantinya kebocoran kecil/bocor halus akan timbul.

Kalau anda cek menggunakan air sabun anda akan menemui banyak kebocoran kecil pada permukaan ban tubeless.

Untuk solusi yang paling aman itu penggantian ban, tapi karena mengganti ban tubeless itu perlu biaya yang tidak kecil beberapa orang mengakalinya dengan menambahkan ban dalam pada ban tubeless yang bocor tersebut.

Secara teori memang hal ini bisa dilakukan tapi tidak direkomendasikan, karena pada kecepatan tinggi akan ada gesekan antara permukaan dalam ban tubeless dengan permukaan ban dalam, dan itu sangat beresiko menyebabkan ban meledak.

Tapi, kalau penggunaan kendaraan santai dan tidak ngebut anda bisa menggunakan cara diatas sambil menunggu permukaan ban tubeless aus.

Tips merawat ban tubeless agar awet


Supaya ban awet, tahan lama dan tidak mudah bocor, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan.

1. Perhatikan index load dan speed yang ada pada ban

Kalau anda melihat bagian sisi ban akan ada label ban beserta kode spesifikasinya, biasanya ada bebam maksimum dan kecepatan maksimum yang tertera. Pastikan anda tidak sering melebihi batas itu.

2. Pastikan arah rotasi ban benar

Kalau anda mengganti ban pada tenaga yang ahli mungkin ini tidak perlu diragukan, tapi kalau anda membeli ban sendiri dan memasangnya sendiri maka pastikan arah rotasi ban benar. Untuk melihat arah rotasinya ada dibagian sisi ban.

3. Tidak mengisi angin lebih dari batas tekanan maksimum

Umumnya ban diisi angin dengan tekanan 30 – 33 PSI, tapi patokan anda ada pada label pada sisi ban. Cari tekanan maksimum yang mampu ditahan ban dan jangan mengisi angin melebihi batas tersebut.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Membersihkan Rantai Motor Agar Kinclong dan Tidak Berisik

Rantai motor yang kotor tentu akan menyebabkan suara berisik hingga gemetar saat motor dijalankan. Hal ini karena kotoran seperti debu akan bergesekan dengan gear dan rantai sehingga menimbulkan efek getaran yang tidak nyaman terhadap handling motor.

Tak hanya itu, rantai yang kotor juga akan menurunkan daya tahan rantai. Dengan kata lain, kalau rantai kotor dan terus digunakan (tanpa dibersihkan) maka rantai bisa cepat aus dan putus.

Kabar baiknya, ada cara mudah dan ampuh yang bisa anda lakukan sendiri untuk membersihkan rantai dengan alat dan bahan seadanya.

Cara Membersihkan Rantai dan Gear Motor


1. Siapkan alat dan bahan

Alat dan bahan yang diperlukan sangat mudah ditemui, alat dan bahannya antara lain ;

  • Kuas, berfungsi untuk mengusap bahan pembersih ke rantai.
  • Wadah (mangkuk/gelas plastik) untuk menuangkan pembersih.
  • Bensin (pertamax/pertalite) digunakan sebagai perontok kerak dan karat pada rantai
  • Pembersih piring, digunakan untuk membersihkan semua kotoran pada rantai
  • Sikat gigi, diperlukan untuk membersihkan sela-sela rantai

2. Oleskan bensin ke permukaan rantai

Selanjutnya, parkir motor ditempat yang aman dengan standar tengah. Kalau alas motor anda lantai, lebih baik beri pelapis berupa kardus atau kain lap bekas agar lantai tidak terlalu kotor.

Lalu tuangkan bensin kedalam wadah, dan mulai mengoleskan bensin tersebut ke semua permukaan rantai menggunakan kuas.

Bensin ini mampu merontokan debu dan kerak yang mengeras pada permukaan rantai dan gear, perlu diperhatikan juga oleskan bensin tersebut dengan cepat. karena bensin mudah sekali menguap jadi kalau anda berlama-lama, bensin malah habis duluan sebelum rantai bersih.

Langkah pengolesan ini, hanya bersifat melunakan kotoran membandel. Jadi masih ada proses lanjutan untuk membilas rantai supaya bersih.

3. Siapkan larutan air dan pembersih piring

Setelah semua permukaan rantai diolesi bensin, anda siapkan larutan air dengan pembersih piring seperti sunlight dan mama lemon. Mengapa pembersih piring ?

Karena bahan pembersih tersebut lebih ampuh mengangkat minyak, jadi kalau digunakan pada rantai bisa membilsa oli dan sisa bensin pada permukaan rantai. Siapkan larutan ini pada wadah dengan volume yang agak banyak.

4. Oleskan larutan untuk merontokan sisa kotoran


Selanjutnya oleskan larutan air sabun tadi ke seluruh permukaan rantai dan gear hingga semua kotoran luntur bersama sabun. Langkah ini mungkin perlu waktu yang sedikit lama karena anda perlu membolak balikan proses ini hingga rantai benar-benar bersih (tidak ada kerak atau kotoran pada permukaan rantai).

5. Gunakan sikat gigi/kuas mini untuk membersihkan sela rantai

Yang paling sulit, itu ada pada sela-sela rantai. Biasanya bagian mata rantai dalam yang sulit diakses menggunakan kuas. Solusinya anda bisa gunakan sikat gigi atau kuas mini. Intinya pastikan semua kotoran pada permukaan rantai luntur, kalau masih ada kerak yang membandel gosok lagi menggunakan bensin.

6. Tunggu hingga rantai kering

Setelah permukaan rantai kering, tunggu hingga rantai dan gear kering. Cukup diamkan motor anda selama beberapa jam hingga rantai kering dengan sendirinya.

7. Semprotkan chain lube secukupnya untuk melumasi rantai


Terakhir, rantai harus disemprot dengan chain lube. Karena saat proses pembersihan diatas, bukan Cuma kotoran yang terbilas tapi pelumasan rantai juga terbilas. Sehingga efeknya rantai akan kering.

Anda bisa gunakan chain lube dengan merk apapun, yang terpenting usahakan untuk tidak menggunakan oli. Mengapa ?

Oli memang memiliki daya lumas baik tapi oli akan mengundag debu-debu jalanan untuk menempel. Jadi meski sudah bersih, rantai bakal kotor kembali ketika anda memacu motor dijalanan. Tapi kalau cahin lube, ada zat khusus yang mampu membuat debu tidak menempel.

Sekian artikel singkat tentang cara membersihkan rantai sepeda motor dengan sabun, semoga bisa menambah wawasan kita semua.