7 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin + Estimasi Biaya Perbaikan

Advertisement
Di iklim tropis seperti di Indonesia, kehadiran pendingin ruangan sangatlah penting. Bukan Cuma di ruangan, tapi didalam mobil pendingin ruangan atau AC juga wajib ada.

Dan untungnya, mobil-mobil yang diproduksi sekarang hampir semuanya sudah dilengkapi dengan sistem AC. Tapi ibarat tak ada gading yang tak retak, AC mobil juga bisa terkena masalah sehingga kejadian seperti AC terasa panas pun bisa anda lakukan.

Lalu, apa penyebab AC mobil tidak dingin ? bagaimana mengatasinya ? kalau harus ke bengkel berapa biayanya ?

Anda sebagai pemilik mobil wajib tahu tentang informasi ini agar sewaktu-waktu anda mengalami kejadian AC tidak dingin, anda tahu langkah apa yang diambil. Tapi anda tak perlu khawatir, karena dibawah sudah kami jabarkan semua informasi tentang sistem AC mobil. Jadi langsung simak saja artikelnya dibawah.

Sekilas Tentang Sistem Sirkulasi AC Mobil


Sebelum anda sampai ke pembahasan masalah AC, ada baiknya untuk mengetahui sedikit tentang sirkulasi AC mobil agar nanti lebih mudah dipahami. Yang jelas, pada dasarnya AC mobil itu sama dengan AC ruangan/rumah. Tapi karena letaknya didalam mobil yang memiliki ruang terbatas, maka semua komponennya pun disesuaikan.

Lebih lengkap Cara kerja sistem AC mobil

Anda pasti tahu, freon merupakan bahan utama yang menyebabkan udara AC mobil dingin. Tapi bukan berarti freon itu yang berhembus dari ventilasi udara, yang berhembus dari ventilasi udara mobil itu Cuma udara saja. Sementara tugas freon adalah untuk mendinginkan aliran udara yang akan keluar ke ventilasi udara.

Bagaimana freon bisa mendinginkan udara ? itulah mengapa ada sirkulasi AC.

Prinsip utama AC mobil itu dengan menurunkan suhu freon serendah-rendahnya. Caranya ada dua langkah ;

  1. Yang pertama dengan mendinginkan freon
  2. Yang kedua dengan teknik spray, yakni dimana freon bertekanan tinggi disemprotkan pada ruang dengan tekanan lebih rendah. Ini seperti tabung LPG, kalau gasnya keluar itu pasti terasa dingin.


Pertama, freon akan didinginkan dulu pada komponen yang bernama kondensor. Kondensor itu bentuknya mirip radiator dengan bentuk lebih ramping, disini freon akan didinginkan sehingga suhunya menjadi lebih rendah.

Setelah itu, freon di spray pada komponen bernama expansion valve. Pelepasan freon dari tekanan tinggi ke tekanan rendah ini juga menurunkan suhu freon, selepas dari expansion valve freon langsung masuk ke evaporator.


Bentuk evaporator juga mirip radiator tapi lebih tebal, suhu freon didalam evaporator ini sangat dingin. Sehingga kalau udara berhembus melewati evaporator pasti suhunya juga menjadi dingin. Udara yang telah melewati evaporator siap untuk mendinginkan suhu kabin.

Setelah freon didalam evaporator, maka freon kembali masuk ke kondensor untuk didinginkan. Tapi ada satu pertanyaan.

Siapa yang menggerakan aliran freon ?

Ini adalah tugas dari kompresor AC, kompresor letaknya diantara evaporator dan kondensor. Sehingga freon yang telah digunakan didalam evaporator masuk ke kompresor kemudian kompresor menekan/memompa freon tersebut kearah kondensor untuk kembali didinginkan, dan begitulah seterusnya sirkulasi AC.

Perihal masalah AC tidak dingin, dengan kata lain udara yang melewati evaporator yang harusnya dingin kok malah tidak dingin, maka itu tandanya ada masalah terkait sirkulasi AC tersebut. Penyebabnya ini dia ;

Penyebab AC Mobil Panas


1. Freon habis

Freon itu nyawanya AC mobil, ini memang karena dari gas freon inilah proses pendinginan udara bisa terus berlangsung. Jadi kalau volume freon didalam sirkulasi AC kurang bahkan habis sudah pasti imbasnya ada pada suhu yang dihasilkan dari AC tersebut.

Tapi mengapa freon bisa habis ? bukannya sirkulasi AC itu tertutup ?

Secara normal memang demikian, tapi itu kalau normal. Kalau ada yang bocor, jelas freon bisa bocor kemudian habis. freon merupakan gas cepat sekali menguap. Jadi kalau ada satu titik saja kebocoran, sudah pasti dalam waktu beberapa jam freon tersebut akan habis.

Bagaimana caranya mengecek freon mobil apa habis atau masih ?

Ini sudah kita bahas secara detail pada artikel sebelumnya (4 cara mengetahui freon mobil habis). secara ringkas akan kami singgung

  • Kalau freon habis, maka akan muncul beberapa gejala seperti magnetic clutch kompresor yang terus terhubung dan tidak ada tetesan embun di kolong mobil
  • Tanda lain, akan ada bekas rembesan pada selang atau komponen sirkulasi AC yang diindikasikan mengalami kebocoran
  • Saat AC dinyalakan, juga tidak ada embun pada selang low pressure (selang yang lebih besar)
  • Untuk memastikannya, yang paling mudah dengan menggunakan air sabun. Caranya nyalakan AC mobil lalu usapkan air sabun ke semua selang AC (khususnya diarea sambungan, niple, dan bagian selang karet). Kalau ada bocor, pasti ada gelembung.


2. Kompresor jebol

Kompresor AC bekerja umumnya menggunakan model piston, jadi piston-piston ini akan menghisap freon dari sisi evaporator kemudian ditekan ke sisi kondensor. Sehingga freon bisa mengalir dengan tekanan tertentu.

Karena beberapa sebab, kompresor juga bisa mengalami kerusakan salah satunya jebol. Kompresor jebol bisa disebabkan karena material kompresor yang kurang baik atau imbas dari dryer yang juga jebol.

Kasus yang sering terjadi, diawali dari jebolnya dryer. Dryer ini berfungsi untuk menyerap air dan kotoran pada aliran freon. Bahan dryer ini sejenis pasir silika yang dibungkus, kalau pembungkus pasir silika tersebut jebol maka pasir silika akan terbawa aliran freon. Sehingga kalau sampai masuk ke kompresor, kompresor bisa jebol.

Gejala yang muncul saat kompresor jebol antara lain;

  • Terkadang AC dingin dan kadang AC juga tidak dingin.
  • Selain itu ada kecenderungan AC hanya dingin saat RPM tinggi dan ketika RPM rendah AC jadi tidak dingin.
  • Gejala lain magnetic clutch selalu terhubung karena tekanan freon tidak bisa naik


3. Drive belt putus


ac mobil tiba tiba tidak dingin

Drive belt atau V belt memang tidak memiliki hubungan dengan sirkulasi AC. Tapi kompresor sebagai penggerak utama freon, menggunakan tenaga mesin yang dhihubungkan melalui V belt sebagai tenaga utamanya.

Jadi kalau V belt putus, mesin tetap menyala tapi kompresor tidak berputar sehingga diapakan juga AC tidak bakal terasa dingin.

Untuk masalah ini, ada banyak gejala yang mungkin anda temui antara lain ;

  • Mesin terasa lebih enteng
  • AC tidak dingin
  • Tidak terdengar suara cetekan (suara ketukan magnetic clutch) saat AC dinyalakan
  • Suhu mesin tiba-tiba meningkat
  • Steer terasa berat (khusus hidrolik power steering)
  • Aki drop


Sebisa mungkin, sebelum aki mobil drop anda harus sudah menyadari bahwa V belt mobil putus. Karena kalau aki sudah drop, maka semuanya menjadi lebih sulit.

4. Magnetic clutch kompresor mati



Magnetic clutch adalah kopling magnet yang menentukan kapan kompresor bekerja dan kapan untuk berhenti. Kopling ini diperlukan sebagai pemutus putaran kompresor saat mesin menyala tapi AC off (pulley kompresor selalu terhubung dengan pulley mesin).

Cara kerjanya, saat AC off maka kopling ini akan terbebas atau ada jarak. Sehingga berapapun RPM pada pulley kompresor tidak akan berpengaruh terhadap poros kompresor. Tapi saat AC dinyalakan, kopling akan terhubung sehingga putaran pada pulley kompresor diteruskan ke poros kompresor.

Yang membuat nyambung tidaknya kopling, adalah magnetic field. Kopling ini disebut magnetic clutch atau kopling magnet karena menggunakan medan magnet untuk menarik plat kopling agar terhubung.

Hal-hal yang membuat kopling magnet ini mati, antara lain ;

  • Fuse terputus (kemungkinan ada korsleting)
  • Relay terputus
  • Coil didalam magnetic clutch yang terputus


Untuk masalah kopling magnet ini, cara yang paling baik adalah penggantian komponen. Jadi kalau dideteksi magnetic clutnya yang rusak, maka harus diganti.

5. Sensor tekanan AC rusak

Masih hubungannya dengan kopling magnet, kopling ini juga akan terputus saat tekanan freon didalam sirkulasi AC sudah mencapai batas maksimal. Ini digunakan sebagai pencegahan agar tidak terjadi overpressure yang bisa membuat sirkulasi AC jebol.

Siapa yang mengatur ?

Ada sensor bernama refrigerant presure sensor, sensor ini terletak pada selang high pressure (selang dengan bentuk lebih kecil) yang fungsinya mendeteksi tekanan freon dari kompresor. Kalau tekanan sudah melewati batas, maka sensor akan mengirim sinyal ke ECU sehingga kopling magnet terputus.

Tapi, kalau sensornya rusak ada dua kondisi ;

  • Sensor membaca tekanan freon selalu tinggi, ini menyebabkan kopling magnet tidak mau terhubung sehingga sirkulasi AC tidak berjalan.
  • Sensor membaca tekanan freon selalu rendah, ini menyebabkan kopling magnet selalu terhubung sehingga freon bocor karena overpressure.


Untuk mengetahui apakah sensor ini masih normal atau tidak, memang perlu alat scan khusus jadi serahkan saja pada bengkel.

6. Kondensor tersumbat

ac kurang dingin saat mesin panas

Kondensor itu bentuknya mirip radiator tapi salurannya lebih kecil dan lebih ramping. Sehingga mungkin sekali kalau terjadi sumbatan, khususnya seperti kasus awal tadi dimana dryer jebol.

Pasir silika yang terbawa aliran freon akan tersumbat didalam kondensor, sumbatan ini akan menyebabkan aliran freon terhambat dan tekanan freon sebelum masuk kondensor menjadi meningkat.

Sehingga, sensor tekanan AC akan selalu membaca tekanan freon tinggi. Ini menyebabkan kinerja kopling magnet selalu terputus, sehingga selain sirkulasi AC terhambat juga tekanan real freon menjadi rendah.

Untuk kasus ini, anda akan menemukan gejala dimana AC kadang dingin kadang tidak bisa disiang hari atau bahkan malam hari. Bisa dingin di RPM rendah, kemudian di RPM tinggi menjadi tidak dingin atau bahkan sebaliknya.

7. Kipas pendingin mati

Selain mendinginkan air radiator, kipas pendingin juga mendinginkan kondensor. Ini karena letak kondensor dan radiator itu bertumpuk (kondensor ada didepan radiator). Kalau anda pernah memperhatikan, saat AC dinyalakan meski suhu mesin masih dingin maka kipas tetap menyala.

Itu kipas menyala karena sedang mendinginkan kondensor bukan mendinginkan radiator.

Kalau kipas mati, otomatis tidak ada yang mendinginkan kondensor sehingga AC mungkin masih terasa tapi kurang dingin.

Gejala lain yang mengikutinya, yakni mesin panas/ overheat bisa dilihat dari indikator suhu mesin.

Lalu Apa Langkah Yang Harus Diambil Saat AC Tidak Dingin ?


Yang pertama jangan panik, lalu coba dari referensi diatas deteksi apakah penyebabnya berasal dari sirkulasi AC atau dari faktor eksternal.

Kalau penyebabnya dari eksternal, misal drive belt putus, kipas mati, atau magnetic clutch yang mati anda bisa datang ke bengkel umum (tidak harus bengkel AC) karena ongkos juga bisa lebih murah.

Tapi kalau masalahnya ada di sirkulasi AC, seperti bocor freon (ada bekas kebocoran) maka anda harus datang ke bengkel AC untuk melakukan perbaikan.

Untuk estimasi biayanya tergantung dari kerusakan komponen, sebagai acuan harga satu unit kompresor bisa tembus 2 juta rupiah, selang AC satu set bisa tembus 1 juta rupiah belum harga freonnya serta biaya jasa.

Kira-kira biaya total untuk perbaikan AC ringan bisa tembus 2 juta rupiah, tapi kalau masalahnya lebih berat bisa sampai 5 juta atau lebih. Baca pula Estimasi Biaya Service dan Perbaikan AC Mobil