Showing posts with label Info Mesin Motor. Show all posts

3 Penyebab Motor Injeksi Susah Dihidupkan + Solusinya

Sering kita menemui keadaan dimana saat motor akan dipakai, tiba-tiba mesinnya ngadat alias susah dihidupkan. Apalagi motor kita sudah injeksi, lantas apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya ?

Hari ini Autoexpose akan membahas 3 hal yang paling sering menyebabkan motor injeksi susah hidup.

Sistem injeksi itu berbeda dengan karburator, sistem injeksi mirip seperti mesin diesel dimana bahan bakar dari tanki harus selalu tersambung tanpa ada celah udara. Karena kalau ada sedikit saja udara yang masuk maka sistem injeksi bisa masuk angin.

Sementara untuk pengontrolnya, sistem injeksi menggunakan ECU yakni perangkat micro controller yang mengatur durasi dan timming pembukaan injektor. Sehingga kadar bensin yang masuk ke ruang bakar bisa ideal pada RPM berapapun.

Lalu apa yang menyebabkan motor injeksi susah dihidupkan ?


Secara  umum, motor yang susah hidup itu bisa disebabkan karena kegagalan pengapian, bensin yang tidak sampai ke ruang bakar atau bocor kompresi.

Namun, yang paling sering dialami ada 3 yakni ;

1. Tegangan aki melemah

img by hondacommunity.net

Pada motor injeksi aki memiliki peran yang penting khususnya saat mesin akan dihidupkan. Pasalnya, aki tidak hanya dipakai untuk elektrik starter tapi juga untuk menyuplai sumber daya pada ECU.

Ketika tegangan aki turun walau belum drop, maka tegangan yang masuk ke ECU juga menjadi lebih rendah dari normalnya (12 V). hal ini akan menyebabkan ECU error, sehingga selain elektrik starter yang lemah mesin juga sulit sekali dihidupkan bahkan sampai aki drop.

Untuk masalah ini, anda tidak perlu pusing cukup gunakan kick starter. Karena kalau Aki drop yang berpengaruh itu sistem elektrik starter dan ECU sebelum mesin hidup. Namun ketika mesin berhasil dihidupkan menggunakan kick starter, maka kelistrikan motor akan disuplai oleh spull.

Jadi meski akinya drop motor injeksi tetap bisa nyala.

Baca juga : 5 Hal yang menyebabkan aki motor cepat tekor

2. Brush pada motor starter aus


Selanjutnya juga masih berhubungan dengan sistem starter, gejala aki drop dan brush starter yang aus itu hampir sama. Karena ketika tombol start ditekan, motor starter terkesan loyo dan tidak bertenaga.

Namun, kalau disebabkan karena aki drop biasanya lampu akan redup dan klakson akan sember. Kalau disebabkan oleh starter brush yang aus, maka kelistrikan lainnya seperti lampu dan klakson tetap prima.

Jadi ketika starter motor anda terasa loyo cek lampu dan klakson, kalau masih prima maka anda perlu mengganti starter brush.

3. Bensin didalam tanki hampir habis


Pada beberapa motor, akan muncul gejala susah start saat bensin didalam tanki hampir habis. hal itu karena pompa bensin pada motor injeksi itu terendam didalam tanki.

Kalau tankinya penuh, lubang masuk pada pompa terendam sepenuhnya. Tapi kalau bensinnya hampir habis, lubang masuk ini bisa saja kemasukan udara. Sehingga sistem injeksi bisa masuk angin.

Jadi kalau anda menemui gejala motor susah hidup dan ternyata indikator bensin sudah menunjukan E, langsung saja isi bensinnya. Untuk mengatasi motor injeksi masuk angin, cukup putar kunci kontak ke ON dan OFF selama sekitar 4 kali. Baru hidupkan seperti biasa.

Untuk penyebab lain yang bisa membuat motor injeksi susah hidup antara lain ;

  • Busi mati, tapi ini terjadi pada motor yang jarang diservis.
  • Ada sensor yang rusak/kabel putus, kalau masalah kelistrikan seperti ini maka cek engine yang berwarna kuning pada dashboard akan menyala. Kalau sudah begini, segera bawa motor ke bengkel untuk di scan.
  • Bocor kompresi, ini juga sering terjadi pada motor yang berusia diatas 8 tahunan. Saat kompresi bocor, mesin akan susah hidup ketika mesinnya masih dingin atau dipagi hari. Gejala lain yang menunjukan bocor kompresi adalah power mesin yang menurun drastis.


Sekian artikel tentang motor injeksi yang susah distarter, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Motor Karbu Kehabisan Bensin, Begini Cara Menghidupkannya

Kehabisan bensin ditengah jalan memang sangat memalukan juga mengesalkan, karena hal sepele ini kita jadi menuntun motor untuk sampai ke penjual bensin terdekat. Tapi kalau penjual bensinnya jauh ?

Belum lagi kalau ditanya orang yang bersimpangan dengan kita, itu yang sebenarnya membuat kita malu.

Lantas, apakah motor yang kehabisan bensin itu bisa langsung dinyalakan seperti biasa atau ada teknik khusus ? mari kita bahas.

img by batamclick.com

Bensin merupakan bahan bakar utama sepeda motor, semua orang tahu itu. Tapi apa yang terjadi kalau bahan bakar ini habis hingga kering ? tentu mesin akan langsung mogok karena bensinnya memang tidak menetes.

Efeknya ternyata beda antara motor injeksi dan motor karburator,

Motor yang masih menggunakan karbu, kalau bensinnya habis maka motor akan sulit dihidupkan sesaat bensin diisi. Itu karena bensinnya masih mengalir untuk mengisi ruang didalam karburator.

Jadi kalau motor anda masih pakai karburarator lalu kehabisan bensin maka jangan panik saat mau dihidupkan mesinnya tidak langsung menyala.

Lalu bagaimana cara menghidupkannya ?

Setelah bensin diisi, gunakan kick starter dalam posisi kunci kontak OFF kurang lebih 3 kali. Ini bertujuan untuk menyedot bensin dari tanki supaya bisa masuk mengalir kedalam karburator. Setelah itu, anda ON-kan kunci kontak dan hidupkan mesin menggunakan elektrik starter atau menggunakan kick starter.

Kalau belum hidup juga, kemungkinan masih ada udara didalam karburator. Untuk itu gunakan kick starter saat akan menyalakan mesin dengan gas dibuka sedikit.

Sementara untuk motor injeksi ternyata punya resiko lebih besar dibandingkan motor yang masih menggunakan karburator. Alasannya, ada perbedaan sistem suplai bahan bakar antara motor injeksi dan karbu.

Mungkin anda juga sudah tahu kalau motor injeksi itu menggunakan teknologi seperti komputer, tapi komputer seperti apa ? pada sistem injeksi ada tiga komponen utama yaitu elektrik fuel pump, injektor, dan ECU.

Elektrik fuel pump bertugas memompa bensin dari tanki ke injektor, injektor bertugas menyuplai bensin ke ruang bakar, dan ECU bertugas mengatur kinerja dua komponen tersebut atau dengan kata lain ECU adalah processornya.

Kalau bensin habis, maka fuel pump tetap menyala dan ini akan membuat angin masuk melalui fuel pump. Efeknya masuk angin seperti pada mesin diesel.

Sehingga untuk menghidupkannya perlu dilakukan bleeding, untuk lebih lengkapnya bisa anda simak pada artikel berikut Begini cara mengidupkan motor injeksi yang kehabisan bensin.

Sekian artikel dari saya semoga menambah wawasan kita semua.

4 Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas + Solusinya

Pernahkah anda mengalami kejadian dimana ketika anda akan menaikan gas motor, mesin tiba-tiba brebet dan mati.

Masalah itu memang kerap terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator. Karburator sendiri merupakan komponen yang berfungsi mengabutkan bensin kedalam intake manifold dengan kadar yang ideal secara konvensional.

Disebut kovensional karena prinsip kerja dari karburator ini masih menggunakan perbedaan tekanan didalam karburator. Sementara untuk motor-motor sekarang hampir semuanya menggunakan injeksi yang sudah berstandar elektronik.

Lalu, apa saja hal yang menyebabkan motor mati saat digas ? simak selengkapnya dibawah.

Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas


1. Main jet tersumbat

Main jet adalah saluran bensin yang berfungsi mengabutkan molekul bahan bakar dari ruang penampung bensin (ruang pelampung) didalam karburator menuju intake manifold.

Yang perlu diketahui, ada dua saluran bensin didalam karburator yaitu main jet dan pilot jet. Keduanya sebenarnya sama saja yang membedakan hanya fungsinya. Pilot jet bekerja saat idle atau kecepatan langsam sementara main jet bekerja ketika katup gas mulai terbuka.

Ketika main jet tersumbat, motor akan hidup dengan normal saat langsam. Tapi begitu digas, suplai bensin dari main jet terputus sehingga mesin justru mati.

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda hanya perlu membersihkan main jet. Biasanya debu dan kotoran yang terbawa aliran udara dari filter menyumbat saluran ini. Jadi untuk membersihkannya, anda perlu membongkar karburator dan bersihkan setiap saluran dengan ditiup atau disemprotkan carbon cleaner.

2. Karburator kemasukan air

Air dan bensin sama-sama zat cair dan air bisa masuk kedalam sistem bahan bakar motor lewat tanki bensin (air bisa berasal dari rembesan dari luar atau uap air didalam ruang tanki).

Saat air ini masuk ke karburator, air memang akan terpisah. Hanya saja ketika gas motor dinaikan, otomatis RPM mesin naik dan itu akan mempercepat kecepatan aliran bensin yang menuju intake manifold.

Disinilah air dapat terhisap dan masuk ke intake manifold, tapi karena air bukan bahan bakar mesin justru akan brebet dan kemudian mati.


Kejadian ini sebenarnya bisa diatasi dengan menguras ruang pelampung karburator dengan membuka sekrup yang ada pada mangkuk karbu. Tapi kalau ada cukup banyak air didalam tanki, anda perlu menguras tanki motor.

3. Karet vakum sobek (khusus karburator tipe vakum)


Khusus untuk motor yang menggunakan karburator tipe vakum seperti Satria FU dan Megapro, motor yang brebet hingga mati saat digas biasanya disebabkan karena karet vakum yang sobek.

Karet ini berfungsi untuk mengangkat jarum skep saat gas dinaikan. Ketika jarum skep terangkat, main jet akan terbuka. Tapi kalau karet vakum sobek, jarum skep tidak akan terangkat meski gas sudah dinaikan full.

Akibatnya main jet dalam kondisi tertutup dan mesin malah mati saat digas.

Solusinya, anda perlu mengganti karet vakum yang terletak dibagian atas karburator.

4. Busi lemah

Faktor busi juga bisa menjadi hal yang menyebabkan mesin motor mati ketika digas. Busi yang lemah akan menghasilkan api busi yang kecil. Hasilnya, mesin akan brebet dan tak jarang mesin malah mati ketika digas.

Untuk mengecek busi, ada dua cara yaitu dengan melihat ujungnya. Kalau ujung busi sudah hitam pekat maka itu menjadi tanda busi perlu diganti, cara yang kedua anda bisa melihat secara langsung api yang dihasilkan oleh busi sehingga anda bisa tahu secara jelas apa api busi memang lemah atau masih kuat.

Caranya bisa anda simak diartikel berikut cara mudah cek api busi motor

Sekian artikel tengang motor mati saat digas, semoga semakin menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Gas Motor Susah Turun + Solusinya

Pernahkah anda mengalami masalah dimana ketika motor digas normal, tapi pas gasnya dilepas RPM mesin terlambat turun ?

Apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Penyebab Gas Motor Telat Turun


Gas pada sepeda motor pada dasarnya adalah mekanisme yang mengatur lubang udara didalam intake manifold. Jadi saat gas tidak ditarik, lubang udara pada intake sangat kecil sehingga hisapan mesin menjadi lebih berat dan hasilnya RPM mesin rendah.

Namun saat digas, lubang udara pada intake akan membesar. Itu akan memicu peningkatan kecepatan udara yang melewati intake ditambah peningkatan kadar bensin yang masuk dari karburator. Hasilnya, RPM mesin langsung naik.

Ketika gas motor dilepas, maka lubang intake secara otomatis kembali ke posisi minimum sehingga RPM mesin harusnya juga kembali ke RPM rendah.

Masalah seperti gas motor yang telat turun, atau justru saat dilepas gas motor seperti tertahan itu bisa disebabkan beberapa hal, seperti ;

1. Tali gas penuh karat/kotoran



Tali gas pada motor terbuat dari kawat seperti kabel rem sepeda. Tali gas ini dibungkus menggunakan pembungkus isolator yang tidak lembek. Sehingga meski letak antara karburator dan handle gas tidak segaris, tali gas tetap bisa beroperasi dengan normal.

Yang sering terjadi adalah ada karat didalam tali gas, kita tahu kalau kawat yang digunakan itu berbahan dasar logam yang bisa saja karatan.

Karat tersebut tentu saja bisa menghambat pergerakan tali gas, sehingga saat gas ditarik terasa lebih berat dan saat gas dilepaskan, maka gas motor cenderung tertahan.

Solusi untuk tali gas yang karatan ini sebenarnya cukup diberi pelumas. Anda bisa gunakan pelumas apapun, bisa oli atau penetrating oil atau carbon cleaner yang mampu meluruhkan karat.

Caranya, pun sangat simple. Pertama anda lepas tali gas dari sepeda motor lalu masukan pelumas kedalam pembungkus tali gas sambil tali gas digerakan. Maka tali gas akan kembali berfungsi dengan normal.

2. Skep baret

Skep adalah komponen yang berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai pengatur lubang udara didalam intake. Jadi, saat gas motor tidak ditarik posisi skep ada dibawah.

Saat gas ditarik, skep akan naik sehingga lubang udara membesar. Ketika gas dilepas, skep akan kembali turun. Cara kerja skep memang hanya naik turun saja.

Tapi kalau ada baret pada permukaan skep bisa menjadi penghambat naik turun skep. Skep bisa saja tersangkut diposisi atas saat gas sedang diturunkan. Hasilnya, RPM mesin tetap tinggi meski anda tidak menyentuh handle gas.

Untuk mengatasinya, selain mengganti skep anda bisa mengamplas terlebih dahulu bagian yang baret tersebut. Gunakan amplas halus agar tidak terlalu menggerus permukaan skep. Buat supaya baret tersebut tersamar maka skep akan bekerja naik turun dengan normal.

3. Pegas skep sangat lemah

Pegas ini berfungsi mendorong skep agar kembali turun saat gas dilepas, posisi pegas ada diatas skep sehingga ketika gas ditarik pegas akan tertekan. Saat gas dilepas, pegas ini akan meregang sesuai kekuatan regangannya.

Kalau pegas masih bagus, maka bisa meregang dengan cepat saat gas diturunkan. Hasilnya RPM mesin lebih responsif, tapi kalau pegas sudah lemah maka RPM mesin cenderung telat turun saat gas diturunkan.

Kalau masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti pegas skep dengan yang baru.

Mesin Motor Mati Saat Gas Dilepas, Cek 3 Penyebab Berikut

Ada berbagai hal yang memicu terjadinya gangguan pada mesin sepeda motor, seperti misalnya pada gejala mesin mogok.

Mesin motor yang tiba-tiba mogok itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena businya mati atau hanya kemasukan air, bisa juga dari faktor karburatornya.

Tapi kadang gejala yang muncul pada mesin itu sedikit membingungkan, karena mesin akan mati saat gas dilepas. Dengan kata lain, saat dihidupkan sambil digas mesin bekerja dengan normal. Namun saat gas dilepas, mesin brebet lalu mati.

Kira-kira apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara lebih rinci

Penyebab Mesin Mati Saat Lepas Gas


Masalah ini seringnya terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator karena suplai bensin masih dilakukan secara konvensional. Sementara untuk motor injeksi sudah menggunakan sistem berbasis komputer untuk menyuplai bensin, sehingga rasanya jarang mengalami masalah seperti ini.

Beberapa hal yang menyebabkan motor mati saat lepas gas antara lain ;

1. Setelan karburator yang kurang tepat

Ada dua sekrup untuk setting karburator, pertama adalah sekrup untuk mengatur katup gas dan kedua adalah sekrup untuk mengatur suplai bensin saat idle.

Sekrup pertama yang mengatur katup gas, akan mengatur besar kecilnya angin dari filter yang akan masuk ke mesin. Ketika sekrup ini dikencangkan, maka katup gas akan lebih terbuka. Ini akan memicu lebih banyak angin yang masuk sehingga RPM idle mesin naik.

Sebaliknya, kalau dikendorkan maka katup gas akan semakin tertutup sehingga efeknya akan menurunkan RPM idle.

Sementara sekrup kedua yang mengatur volume bensin bekerja dengan memanfaatkan celah pada pilot jet. Pilot jet adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat idle.

Jadi, saat sekrup ini dikencangkan maka celah pada pilot jet akan menjadi lebih sempit sehingga bensin yang keluar dari pilot jet menjadi lebih sedikit. Kalau dikendorkan, maka suplai bensin menjadi lebih banyak karena celah pilot jet menjadi lebih besar.

Ketika setelan sekrup karbu kurang tepat, misalnya sekrup pilot jet terlalu kecil maka akan terjadi kekurangan bensin karena kadar bensin lebih sedikit dari biasanya. Hasilnya, mesin sulit hidup di RPM idle.

Tapi mesin tetap bisa dinyalakan sambil menarik gas, itu karena ada saluran lagi namanya main jet yang menjadi saluran untuk menyuplai bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat katup gas terbuka.

Jadi mesin tetap nyala karena bensin disuplai bukan dari pilot jet melainkan dari main jet. Meski demikian, ketika gas dilepas otomatis katup gas tertutup dan main jet tidak aktif lagi. Ini akan membuat mesin kembali mati karena suplai bensin dari pilot jet masih belum beres.

2. Pilot jet mampet

Yang kedua disebabkan karena ada sesuatu yang menyumbat pilot jet. Untuk masalah diatas, masih bisa teratasi dengan mudah apabila anda melakukan resetting karbu. Namun untuk masalah ini, sekeras apapun anda menyetting karbu tetap masalahnya tidak hilang.

Alasannya karena sumber masalahnya bukan dari setelan karbu melainkan dari pilot jet karbu. Ketika pilot jet tersumbat maka celah pilot jet menjadi lebih kecil meski sekrup pilot jet sudah diset sangat longgar.

Sehingga tetap saja suplai bensinnya kurang memadai.

3. Karburator kemasukan air

Air dan bensin meski sama-sama zat cair itu berbeda jauh. Bensin merupakan sumber yang menghidupkan api, sementara air dapat memadamkan api.

Ketika ada air masuk ke mangkuk karbu, maka molekul air tersebut bisa terserap masuk ke intake manifold melalui main jet sehingga mesin akan brebet. Tapi bukan Cuma itu, saat gas mesin diturunkan ke idle mesin juga cenderung mati.

Itu disebabkan karena cairan yang keluar dari pilot jet adalah campuran antara air dan bensin sehingga hanya ada sebagian bensin yang tersuplai. Sementara itu, saat digas karena volume cairan yang keluar dari main jet lebih banyak maka mesin masih tetap bisa nyala meski terkadang tersendat-sendat.

Lalu bagaimana solusinya ?

Ketika anda menemui masalah diatas, maka anda bisa lakukan hal ini ;

  • Pertama anda seting dulu dua sekrup karburator, caranya dengan menghidupkan mesin lalu tahan gas agar mesin tidak mati.
  • Kemudian, kencangkan sekitar 2-3 putaran sekrup gas/angin hingga mesin tidak mati meski gas tidak ditahan.
  • Kendorkan sekrup pilot jet maka RPM mesin akan naik.
  • Terakhir, kendorkan sekrup angin hingga RPM mesin ada pada sekitar 1.000 RPM.

Namun kalau solusi diatas tidak membawa hasil apa-apa, ada kemungkinan pilot jet mampet atau ada air didalam karbu. Kalau sebelumnya motor anda kehujanan atau sehabis dicuci, maka karburator kemasukan air paling mungkin menjadi penyebabnya.

Baik masalah pilot jet atau karbu yang kemasukan air, sama-sama harus dibongkar untuk dilakukan pembersihan. Kalau anda merasa ini terlalu rumit, anda bisa hubungi bengkel kepercayaan anda.

Begini Cara Mudah Membuat Mesin Motor Lebih Halus

Mesin sepeda motor yang sudah berusia cukup lama memang sering terdengar kasar dan kurang nyaman. Hal itu sebenarnya wajar karena faktor pemakaian membuat antar komponen mesin mengalami keausan.

Tapi apakah ada cara-cara yang bisa kita lakukan untuk membuat suara motor setidaknya sedikit lebih halus tanpa mengganti komponen-komponen inti didalam mesin ?

Memang agak sulit tapi ada satu cara yang biasa orang pakai untuk membuat suara mesin motor mereka terdengar lebih halus.

Caranya adalah dengan mengganti oli mesin menggunakan oli yang lebih kental.

Kata mereka, oli yang lebih kental bisa membuat suara mesin lebih halus. Apa benar demikian, apa alasannya ? mari kita bahas selengkapnya.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Suara Mesin


Viskositas atau kekentalan oli dibuat berdasarkan kebutuhan mesin, dulu di era 1990-an, mesin kendaraan yang diproduksi masih menggunakan sistem cor manual yang memiliki clerence atau celah antar komponen lebar.

Sehingga oli kental pun masih bisa dipakai.

Namun mulai tahun 2000-an, teknologi pembuatan mesin serta rekayasa material mesin sudah berkembang dengan sangat pesat. Hasilnya, mesin-mesin sekarang memiliki kerapatan yang cukup tinggi.

Sehingga butuh pelumas yang lebih encer, agar oli bisa masuk ke celah-celah sangat sempit tersebut. Disini penggunaan oli multi grade 10W-40 mulai marak digunakan.

Namun, oli encer ternyata memiliki beberapa dampak. Kami sudah membahasnya pada artikel sebelumnya dengan topik akibat pemakaian oli mesin encer yang salah satunya bisa membuat suara mesin menjadi lebih kasar.

Alasannya, itu karena oli encer memiliki lapisan oil film yang cukup tipis sehingga kurang baik melumasi bagian atau komponen mesin dengan celah-celah besar.

Kalau mobilnya baru (kurang dari 5 tahun), maka penggunaan oli encer tidak akan menimbulkan dampak apapun karena memang kondisi komponen mesin masih presisi.

Tapi untuk mobil yang berusia lebih dari 5 tahun, banyak komponen mesin yang mulai aus. Sehingga celah antar komponen yang sebelumnya sangat rapat menjadi lebih lebar. Kalau kita tetap gunakan oli encer, maka suara mesin akan menjadi lebih kasar.

Sehingga solusi yang paling mudah adalah mengganti oli yang lebih kental, minimal SAE 20W.

Dengan menggunakan oli lebih kental, lapisan oil film pun menjadi lebih tebal sehingga cukup untuk mengisi celah komponen mesin yang mulai aus tersebut.

Tapi apa tidak ada efek sampingnnya ?

Penggunaan oli mesin yang lebih kental, akan membuat tarikan mesin menjadi lebih berat. Karena suatu benda akan lebih ringan bergerak didalam cairan yang encer dibandingkan cairan yang lebih kental.

Sehingga akselerasi mesin akan lebih lambat.

Intinya anda bisa ganti oli mesin motor anda dengan oli yang lebih kental asal jangan terlalu jauh dari rekomendasi pabrikan, kalau rekomendasi adalah 10W maka anda bisa gunakan oli 20W saja.

Kalau terlalu kental, justru oli tidak bisa masuk ke celah-celah komponen mesin sehingga pelumasan mesin tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan ini beresiko membuat mesin mengalami keausan lebih besar.

Apa Itu Tune Up Motor ? Kapan Waktunya ? Berapa Biayanya ?

Dalam dunia service, kita sering mendengar istilah tune up. Sebagai orang awam, kita mengartikan tune up sebagai serangkaian penyetelan mesin motor. Tapi apa sebenarnya tune up itu ? proses apa saja yang dilakukan saat tune up ? kapan waktu motor di tune up ? berapa kisaran biaya tune up motor ?

Mari kita bahas selengkapnya

Pengertian dan Tujuan Tune Up Sepeda Motor


Secara umum Tune up bisa diartikan proses pengembalian performa motor ke performa standar. Mengapa perlu dikembalikan ?

Setiap kali mesin bekerja, terjadi perubahan-perubahan minor pada komponen mesin. Contoh di noken as yang setiap kali bekerja akan mengalami keausan meski keausannya sangat kecil tapi kalau diakumulasikan akan terlihat perbedaanya.

Selain di noken as, filter udara juga mengalami perubahan. Saat motor masih baru, filter ini cenderung bersih sehingga udara yang melewatinya bisa lebih lancar. Tapi setelah motor dipakai dalam waktu yang lama, permukaan filter cenderung lebih kotor sehingga menyumbat aliran udara.

Perubahan-perubahan itulah yang membuat mesin perlu distandarkan ke kondisi awal supaya performa mesin juga bisa tetap terjaga. Selain disektor, mesin tupe up juga berlaku disektor chasis seperti dibagian rantai atau di area setir.

Apa saja proses yang dilakukan saat tune up ?

Kita membaginya pada beberapa sektor, sektor mesin, sektor chasis dan sektor transmisi

1. Tune up sektor mesin


Pada sektor, mesin beberapa point yang diperiksa antara lain ;

a. pengecekan pelumas mesin (oli)
proses ini dilakukan untuk mengecek apakah kualitas oli masih bagus atau perlu diganti.

b. pengecekan busi
pengecekan busi dilakukan untuk mengetahui apakah pembakaran didalam mesin berlangsung sempurna atau tidak (berdasarkan warna ujung busi) serta menyetel celah elektroda busi.

c. pemeriksaan filter udara
pemeriksaan ini umumnya hanya dibersihkan, kecuali kondisi filter sudah hitam terlumuri oleh debu maka perlu diganti.

d. pemeriksaan filter bensin
filter bensin akan menyaring kotoran yang terbawa aliran bensin, pemeriksaan ini dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tersaring oleh filter bensin.

e. pengecekan karburator/throtle body
untuk motor yang masih karburator, maka akan ada overhoule karburator serta penyetelan ulang karburator. Sementara pada motor injeksi, biasanya hanya pembersihan throtle body dan pembersihan ISC valve.

f. flushing sistem injeksi
khusus untuk motor injeksi, maka ada pembersihan injektor dari segala sumbatan. Caranya dengan flushing menggunakan alat khusus.

g. penyetelan katup
celah katup mesin akan distel ulang sesuai spesifikasi untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal

2. Tune up sektor chasis


Pada sektor chasis, komponen yang dicek antara lain ;

a. kemudi motor
komponen yang dicek pada sistem kemudi antara lain komstir, apakah oblak atau tidak dan segitiga motor apakah masih balance atau perlu dipress.

b. penyetelan rantai roda
rantai roda akan dikencangkan kalau terlalu longgar, dan akan diganti ketika gear rantai sudah terdeteksi aus.

c. pemeriksaan ban dan velg
ban akan diukur threadnya, kalau sudah aus maka pihak bengkel akan merekomendasikan penggantian ban pada pemilik motor. Untuk bagian velg, akan dicek keseimbangannya, kalau kurang balance velg akan di press (untuk velg racing).

d. pengecekan kampas rem
ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan kampas rem motor apakah masih tebal atau sudah habis.

e. pemeriksaan fluida rem/minyak rem
pemeriksaan volume minyak rem, apakah minyak rem penuh atau kurang.

f. pemeriksaan roller pada motor matic
khusus untuk motor matic, ada komponen bernama roller yang terdapat pada pulley depan CVT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah semua roller masih bagus atau ada yang aus. Kalau ada yang aus, pihak bengkel akan memberitahu pemilik untuk mengganti roller yang aus.

g. pemeriksaan oli gardan pada motor matic
motor matic juga memiliki oli gardan, meski volumenya sedikit tapi oli ini juga harus diganti dalam interval tertentu.

3. Tune up sektor kelistrikan


Di sektor kelistrikan, point yang dicek antara lain ;

a.tegangan aki
pengecekan ini akan memberitahukan kondisi aki yang sebenarnya, apakah masih normal 12 volt, atau perlu di recharge atau bahkan mulai soak.

b. tegangan pengisian motor
tegangan dari spull akan dicek apakah sesuai dengan standar atau kurang.

c. rangkaian pengapian motor
rangkaian kelistrikan seperti CDI dan Ignition coil akan dicek apakah masih normal atau ada masalah.

d. lampu dan klakson
semua beban kelistrikan seperti semua lampu, dan klakson akan dihidupkan untuk mencari tahu apakah ada yang mati atau tidak.

Lalu Kapan dan Berapa Biaya Tune Up Motor ?

Tune up idealnya dilakukan dengan interval 2.000 KM sekali atau setiap 3 bulan sekali. Angka ini juga sebenarnya bukan patokan, karena ada beberapa motor yang masih bagus performanya hingga 3.000 KM.

Salah satu yang mempengaruhinya, adalah karena faktor penggunaan. Kalau anda sering menggunakan motor apalagi dijalur yang berdebu, maka interval 2.000 KM sudah menjadi interval yang pas. tetapi untuk anda yang suka membawa motor slow dan jarang pula melintasi area berdebu mungkin masih bisa tahan sampai 3.000 bahkan sampai 4.000 KM.

Selain dari jarak tempuh, tune up juga dilakukan ketika ada masalah pada motor seperti mesin yang brebet atau tenaga mesin berkurang.

Untuk biayanya pun beragam, untuk jenis motor-motor matic dan bebek mungkin akan dihargai 50 sampai 70 ribu untuk ongkos jasanya saja sementara untuk motor sport bisa 100 ribu atau lebih.

Kalau ada penggantian part seperti oli, busi, filter atau yang lainnya tentu akan memakan biaya lebih mahal lagi. Jadi kalau akan melakukan tune up, siapkan dana sekitar 200 ribu. Kalaupun banyak part yang minta ganti, anda bisa memilah mana part yang paling penting dan harus diganti dulu.

Sementara untuk part lain yang minta ganti apalagi kalau harganya mahal, bisa anda tunda.

5 Penyebab Motor Injeksi Mati Mendadak

Sekarang hampir semua sepeda motor menerapkan sistem injeksi, hal itu dikarenakan sistem injeksi menawarkan performa yang efisien. Sehingga pemakaian bensin bisa lebih irit tapi tidak menurunkan power mesin.

Meski demikian pernahkan anda mengalami masalah dimana motor tiba-tiba mati dan susah saat akan dinyalakan lagi ?

Kalau motor yang masih pakai karburator, maka kalau tidak di businya berarti karburatornya. Namun berbeda dengan injeksi yang berbasis elektronik.

Kerusakan pada sistem injeksi perlu dianalisa lebih lanjut menggunakan bantuan scanner. Jadi tidak bisa kita deteksi secara asal.

Tapi tenang saja, karena menurut beberapa pengalaman pengguna ada beberapa penyebab yang paling mungkin memicu motor injeksi yang tiba-tiba mogok.

Apa itu ?

Penyebab Motor Injeksi Mogok



1. Busi mati

Baik motor karburator atau motor injeksi busi tetap menjadi komponen yang vital. Kerusakan pada busi alias busi yang mati menyebabkan mesin mogok.

Beberapa hal yang memicu busi mati, bisa karena kondisi busi yang seharusnya diganti tapi tidak diganti. busi yang sudah tidak layak, memang masih bisa digunakan tetapi sangat rentan mati.

Perlu diketahui, sebagus apapun busi pasti memiliki masa pakai. Hal itu karena busi bekerja pada suhu ekstrem mengingat letak busi ini ada didalam ruang bakar yang berinteraksi langsung dengan pembakaran didalam mesin.

Umumnya busi motor masih sanggup dipakai hingga pemakaian 10.000 KM. Tapi ada beberapa kondisi yang mempercepat kerusakan busi, salah satunya karena suplai bensin yang lebih boros.

Untuk mengecek apakah busi masih normal atau sudah mati, bisa anda baca pada artikel berikut Cara mudah cek busi apa masih hidup atau sudah mati

2. Saringan udara terlalu kotor


Fungsi saringan udara memang sebagai penyaring udara dari debu dan kotoran, sehingga udara yang masuk ke ruang bakar bisa lebih jernih.

Tapi saat saringan udara terlalu kotor, maka ada dua kemungkinan. Yang pertama, aliran udara akan terhambat oleh sumbatan kotoran pada permukaan saringan. Ini akan menambah beban mesin sehingga saat idle mesin bisa tiba-tiba mati.

Sudah sepatutnya filter udara dibersihkan pada interval 5.000 KM. Tapi kalau anda merasa terlalu repot karena filter udara motor memang biasanya tersembunyi, maka anda jangan lupakan jadwal service. Karena saat service, filter udara pasti dibersihkan.

Baca pula ; 5 langkah membersihkan filter udara motor dengan benar

3. Klep mesin terganjal

Klep atau katup berfungsi sebagai pintu keluar masuk material dari dan ke luar mesin. Artinya, material untuk proses pembakaran yakni udara dan bensin dimasukan melalui katup hisap.

Sementara material gas sisa pembakaran, dikeluarkan melalui katup buang.

Masalah klep yang terganjal, itu menyebabkan klep tidak tertutup dengan rapat. Sehingga saat langkah kompresi, material pembakaran akan keluar dari celah klep yang kurang rapat.

Hal itulah yang menyebabkan pembakaran tidak terjadi alias mesin mogok.

Apa yang menyebabkan klep terganjal ?

Ini bisa berasal dari karbon sisa pembakaran, pembakaran mesin itu menghasilkan material residu seperti gas karbonmonoksida dan terkadang ada karbon padat juga.

Material padat ini, kalau mengganjal klep otomatis membuat klep tidak bisa tertutup rapat. Sehingga masalah diatas bisa terjadi.

Ini bisa diatasi dengan melakukan pembersihan klep mesin, untuk membersihkan klep anda perlu melepas klep dari mesin melalui bagian kepala silinder. Jadi tidak perlu turun mesin melainkan hanya kepala silindernya yang dilepas.

4. Injektor tersumbat

Sumbatan pada injektor bisa berasal dari kotoran yang terbawa aliran bensin. Memang, ada saringan bensin tapi ada juga kotoran dengan ukuran partikel lebih kecil dari serat saringan bensin.

Kalau kotoran tersebut terkumpul pada ujung injektor, maka bisa menyumbat injektor. Hasilnya bensin hanya menetes dari injektor bahkan tidak keluar sama-sekali.

Masalah ini sebenarnya bisa dihindari dengan rutin melakukan flushing sistem injeksi, proses flushing ini memerlukan bahan pembersih khusus yang dicampurkan ke bensin. Sehingga proses flushing bisa berjalan secara otomatis.

Lebih lengkap tentang pembersihan injektor, bisa anda baca pada artikel berikut 3 cara membersihkan injektor motor.

5. Kerusakan pada sensor injeksi

Ketika ada kerusakan pada sensor injeksi, maka indikator mesin atau cek engine akan berkedip. Kerusakan sensor memang tidak hanya membuat motor mogok, terkadang cek engine berkedip namun mesin masih terasa normal.

Tetapi, cek engine adalah sistem koreksi otomatis pada sistem injeksi yang akan memberitahu kita kalau ada masalah pada sistem injeksi.

Kedipan pada cek engine, menandakan ada masalah. Untuk mengetahui apa masalahnya kita memerlukan scanner. Namun, beberapa motor khususnya motor Honda anda bisa memperhatikan pola kedipannya untuk mengetahui sensor mana yang rusak.

Ketika sensor yang rusak sudah ketemu, bukan juga berarti sensornya benar-benar rusak. Kadang masalahnya Cuma soket sensor yang kurang klop atau ada kabel sensor yang terkelupas atau bahkan putus.

Jadi sebelum mengganti sensor, pastikan rangkaian kabelnya tersambung dengan baik.