Showing posts with label Kaki Kaki Mobil. Show all posts

Waspadai 6 Hal Ini Menyebabkan Rem Mobil Kurang Pakem


Selamat datang kembali ke blog Autoexpose, media indipenden yang membahas segala permasalahan kendaraan secara eksplisit lengkap beserta solusinya.

Hari ini kita akan membicarakan hal yang cukup krusial, saya sebut krusial karena dari judulnya saja anda pasti bisa menduga. Seperti kejadian kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi awal september tahun ini di Tol Cipularang, dimana biang keroknya adalah truk yang mengalami rem blong.

Padahal hal yang menyebabkan rem blong ini kadang juga cukup sepele, tapi lihat saja begitu mengerikannya hal sepele ini sampai bisa mengorbankan nyawa bukan nyawa kita saja tapi pengguna jalan yang lain yang sudah sesuai aturan lalu lintas.



Lalu apa saja hal- hal yang bisa jadi penyebab rem tidak pakem ? Autoexpose akan membahasnya secara rinci tapi mudah dipahami.

1. Sistem Rem Masuk Angin

Ini adalah hal yang benar-benar bisa terjadi, bukan Cuma manusia yang bisa mengalami masuk angin tapi rem mobil juga bisa mengalami masuk angin. Tapi masuk angin pada rem mobil itu tidak seperti manusia yang memuntahkan isi perutnya lalu dikerok saja sembuh.

Masuk angin rem mobil hanyalah istilah yang menggambarkan adanya udara atau angin yang masuk kedalam saluran minyak rem.

Mengapa udara ini bisa menyebabkan kegagalan sistem rem ?

Saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem hidrolik, kita tahu sistem hidrolik hanyalah media untuk memindahkan tekanan dari input (dalam hal ini pedal rem) ke output (dalam hal ini rem mobil). Media yang digunakan pada sistem hidrolik ini pada umumnya berbentuk cair seperti minyak rem karena memiliki volume yang tetap (tidak mengembang dan mengempis apabila ditekan) sehingga bisa memindahkan tenaga secara efisien.

Tapi udara, volumenya bisa mengembang dan mengempis. Apalagi saat ditekan, sehingga ketika masuk ke sistem hidrolik udara ini akan menyerap tekanan yang diberikan input dan menyebabkan rem tidak bekerja.

Itulah sebabnya saat masuk angin, pedal rem akan terasa sangat ringan.

Lalu apa yang menyebabkan masuk angin pada rem mobil ?

Ini disebabkan karena volume minyak rem pada reservoir kurang, sehingga udara bisa dengan mudah masuk melalui inlet. Oleh sebab itu jangan pernah lewatkan pengecekan minyak rem, bila perlu bawa minyak rem cadangan untuk jaga-jaga apabila sewaktu-waktu volume minyak rem berkurang.

Baca juga : Cara atasi rem mobil yang masuk angin

2. Boster Rem Rusak



Berikutnya, ada komponen yang bernama boster rem. Fungsinya untuk meringankan pedal rem saat beroperasi sehingga berkat adanya boster rem ini rem bisa sangat pakem walaupun kita hanya sedikit menginjak pedal rem ini.

Ketika boster rem rusak, maka rem akan terasa lebih berat sehingga dengan penekanan yang biasa rem terasa kurang pakem.

Meski demikian, masalah ini tidak terlalu berbahaya anda hanya perlu menekan pedal rem lebih keras lagi untuk membuat rem kembali pakem.

Tanda boster rem yang rusak, bisa anda deteksi saat menghidupkan mesin. Coba bedakan penekanan pedal rem saat mesin mati dan hidup, apabila rem lebih ringan saat mesin hidup maka boster rem normal. Tapi kalau sama saja berarti boster rem rusak.

3. Selang minyak rem mampet

Bisa saja selang hidrolik rem tertekuk atau mampet karena kotoran, itu menyebabkan aliran minyak rem terganggu. Sehingga tekanan minyak rem dari pedal rem, tidak bisa disalurkan secara sempurna ke kaliper rem.

Masalah-masalah ini memang sulit dideteksi, karena siapa yang mau mengecek jalur selang rem dari ujung pedal sampai ke kaliper rem yang letaknya ada di kolong mobil. Selain itu masalah ini juga sering terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak seperti kasus masuk angin, masalah ini cenderung sulit diantisipasi.

Tapi kalau kita melihat lebih jauh, apa yang menyebabkan selang tertekuk itu biasanya karena jalur selang rem berubah dari sebelumnya. Sementara selang rem yang mampet, itu disebabkan karena minyak rem tidak pernah diganti.

Oleh sebab itu, langkah preventif yang bisa anda ambil adalah dengan mengganti minyak rem secara rutin di bengkel – bengkel profesional.

4. Brake proportioning valve macet

Apa itu brake proportioning valve ? mungkin anda bertanya-tanya, jadi rem mobil itu beda dengan motor. Kalau di motor, ada rem depan dan ada rem belakang. sementara pada mobil, ada rem utama dan rem parkir.

Rem utama itu saat pedal rem ditekan, maka keempat roda akan mengerem dengan bersamaan. Sementar rem parkir hanya mengerem roda belakang.

Jadi bisa dikatakan pada rem utama, hanya memiliki satu input untuk empat output. Oleh sebab itulah harus ada komponen yang membagikan tekanan dari pedal rem menuju empat ouput dengan porsi yang sama.

Sederhananya, braka proportioning valve adalah komponen yang membagikan penekanan rem dengan porsi yang sama besar. Lalu, kalau salah satu salurannya mampet maka porsi pengereman bisa berbeda antara satu roda dengan yang lainnya.

Itulah yang kadang menyebabkan mobil kurang pakem dan cenderung oleng saat kita injak rem.

Lalu bagaimana solusinya ?

BPV ini macet dikarenakan tersumbat kotoran dari minyak rem, jadi sama dengan point ketiga ini memang sulit diantisipasi tapi bisa dicegah apabila anda rutin mengganti minyak rem.

5. Kampas Rem Habis

Kampas rem, komponen satu ini saya yakin sudah sangat familiar dengan anda. Sudah berapa kali anda mengganti kampas rem mobil anda ? mengapa kampas rem mobil selalu diganti ? 80 % alasannya sudah anda ketahui.

Jadi disini saya hanya menjelaskan mengapa kampas rem yang habis bisa menyebabkan rem tidak pakem.

Alasannya, karena bagian kampas yang bisa menghambat putaran roda mobil itu bagian permukaan kampasnya. Jadi kalau kampas habis, otomatis tidak ada lagi yang bisa menahan putaran roda mobil.

Sehingga pas pedal rem ditekan, suara berdecit akan muncul cukup kencang namun mobil sulit berhenti.

6. Piston Pada Kaliper Rem Macet

Bagi yang belum paham, kaliper rem itu komponen yang menjepit piringan cakram, beberapa orang juga menyebutnya kepala babi.

Secara ringkasnya, didalam kaliper ada piston yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan mekanis yang menjepit piringan cakram.

Ketika piston ini macet, otomatis sekeras apapun anda menekan pedal rem piston pada kaliper ini hanya bergerak sedikit. Hasilnya, rem juga jadi tidak pakem. Hal yang menyebabkan piston ini macet antara lain karena karat, kerak, kotoran yang masuk ke sela-sela piston.

Hal itu tidak mengherankan mengingat kaliper ini terletak pada roda mobil sehingga yang namanya cipratan air, debu, sudah menjadi hal yang biasa. Untuk mengatasinya, kita hanya perlu melepas kaliper lalu membersihkannya. Kalau kotoran yang mengalangi sudah dibersihkan maka piston akan kembali bekerja dengan normal.

Roda Depan Mobil Bunyi Gluduk-Gluduk, Apa Penyebabnya ?

Ketika roda depan mobil bunyi gluduk-gluduk, itu mengindikasikan adanya kerusakan pada salah satu komponen kaki mobil. Tapi ada banyak komponen yang terdapat pada kaki-kaki mobil.

Lalu bagaimana caranya mengetahui mana komponen yang rusak agar tidak salah ganti ?

Kami akan memberikan ulasan mengenai komponen apa saja yang bisa menyebabkan roda mobil bunyi gluduk-gluduk beserta karakteristik kerusakan dan cara mengatasinya.

Penyebab Roda Depan Bunyi Gluduk


1. Shock absorber mati

Shock absorber adalah komponen yang berbentuk tabung yang pada roda depan, letaknya ada didalam per. Fungsinya untuk menahan efek suspensi supaya tidak berguncang berlebihan.

Shock absorber ini bekerja dengan memanfaatkan aliran fluida, jadi secara sederhananya ada dua ruangan yang terisi oleh fluida dimana dua ruang tersebut dihubungkan dengan celah sempit. Sehingga ketika ada gaya suspensi, piston akan menekan fluida menyebabkan fluida dari ruang pertama mengalir keruang kedua melalui celah sempit tersebut.

Ini akan memperlambat gerakan suspensi, sehingga guncangan yang dihasilkan tidak berlebihan.

Namun, saat fluida ini bocor maka tidak ada lagi tahanan yang menahan efek suspensi dan piston justru akan membentur dasar tabung shock absorber.

Benturan itu akan menimbulkan efek suara gluduk-gluduk dan mobil juga terasa lebih berguncang meski melewati gundukan kecil.

Ciri lain saat shock absorber mati, biasanya akan ada bekas rembesan oli pada tabung shock. Ini merupakan tanda yag memastikan bahwa shock absorber memang bocor.

Solusinya, ganti shock absorber. Meski pada beberapa kasus, kita bisa hanya mengganti seal shock absorber saja namun itu tidak menjamin akan bertahan lama. Jadi agar tidak bolak-balik ke bengkel lebih baik anda pilih untuk mengganti unit shock absorbernya.

2. Karet support shockbreaker rusak



Karet support shockbreaker adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan atas shockbreaker yang terhubung ke body mobil.

Karet ini terletak diujung atas shockbreaker atau tepatnya dibawah kaca depan mobil, pada beberapa mobil karet ini bisa anda lihat saat membuka kap mesin. Tapi pada mobil-mobil seperti MPV, dan hatchback kita perlu membuka windshield cover untuk mengecek karet ini.

Sebelum kita membuka winshield, kita bisa mengeceknya dengan cara melihat ciri-cirinya. Ketika karet support shock rusak, maka bunyi tersebut akan terdengar ketika suspensi tertekan. Jadi ketika melewati polisi tidur atau jalan tidak rata akan terdengar bunyi gluduk-gluduk.

Solusinya juga sama, kita perlu mengganti karet support ini.

3. Bushing stabilizer bar mati



Bushing stabilizer bar adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan stabilizer bar yang menyentuh chasis. Sehingga ketika suspensi tertekan, tidak menimbulkan bunyi-bunyian.

Namun ketika karet ini sobek atau rusak, maka stabilizer bar akan oblak sehingga akan terdengar jelas sekali bunyi gluduk-gluduk ini.

Untuk mengeceknya, bisa dilakukan secara langsung dengan melihat bagian karet bushing ini yang terletak dikolong mobil. Gunakan bantuan senter untuk melihat karet ini, ketika ada sobekan maka karet harus segera diganti.

4. Bushing lower arm rusak



Bushing lower arm juga merupakan karet yang berfungsi sebagai bantalan, namun kali ini bantalan antara lower arm dengan chasis mobil. Sehingga kasusnya sama, ketika karet rusak/sobek lower arm oblak dan itu akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk.

Untuk mengeceknya juga sama dengan pengecekan bushing stabilizer bar, kalau ada sobekan segera ganti bushing dengan yang baru.

5. Ball joint oblak 



Ball joint adalah engsel yang dapat bergerak 360 derajat. Fungsi ball joint adalah sebagai engsel untuk membelokan roda depan mobil, ketika ball joint mulai oblak maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti ;

  • Bunyi gluduk-gluduk
  • Suara mendecit saat dibelokan
  • Setir agak susah dikendalikan


Untuk mengecek apakah ball joint oblak atau tidak, bisa anda lakukan dengan mudah tanpa melakukan pembongkaran.

Caranya dengan mendongkrak bagian depan mobil sampai roda depan terangkat, lalu goyangkan ban mobil secara vertikal (dari sisi atas dan bawah roda) kalau anda rasa ada oblak meski kecil, itu sudah cukup mengindikasikan ball joint rusak.

3 Ciri Pompa Power Steering Mobil Anda Rusak + Solusinya

Ada banyak masalah yang berkaitan dengan sistem power steering mobil salah satunya pada sektor pompa.

Namun gejala yang ditimbulkan biasanya samar-samar, artinya apa pompanya memang rusak atau rack steernya yang rusak gejalanya bisa sama saja.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan ada yang beda pada sistem power steering mobil anda, anda perlu mencari referensi sebanyak mungkin tentang power steering terutama kerusakan dibagian pompa power steering. Sehingga nantinya tidak ada salah estimas.

Dibawah akan kami berikan sedikit referensi tentang ciri yang mungkin dialami saat ada kerusakan pada unit pompa power steering beserta cara mengatasinya.

Ciri Ciri Pompa Power Steering Rusak


Secara umum, hanya ada tiga tanda apabila pompa power steering mobil rusak yakni ;

  • Setir berat
  • Bunyi dengung
  • Suara kasar/ngorok saat setir dioperasikan


Meskipun ada tiga, anda tak perlu menunggu ketiga tanda tersebut untuk muncul bersama-sama. Artinya segera lakukan perbaikan apabila muncul salah satu tanda.

Lalu bagian apa yang mengalami kerusakan ?

1. Seal pompa



Pompa power steering itu memompa fluida yang notabene fluida itu zat cair. Sehingga seal ini sangat amat diperlukan dalam pengoperasian pompa power steering. Fungsinya untuk menjaga supaya fluida atau minyak power steering tidak bocor saat mengalir dari satu bagian ke bagian lain.

Didalam pompa power steering sendiri tidak hanya ada satu seal tapi ada beberapa seal yang apabila salah satunya rusak maka minyak power steering bisa bocor sehingga menimbulkan bunyi ngorok hingga setir berat.

Jadi ketika anda merasakan power steering bunyi atau berat, coba cek reservoir oli power steeringnya apa kurang atau tidak. Kalau kurang, cek bagian pompanya terutama bagian sambungan pompa dengan selang, bagian sambungan pompa, dan bagian rotor pompa.

Biasanya kebocoran oli power steering akan meninggalkan bekas rembesa. Kalau ternyata tidak ada rembesan, cari kebocoran tersebut dikomponen lainnya entah diselang atau rack gear. Kalau ternyata rembesannya ada dikomponen selain pompa maka pompa aman.

2. Rotor pompa aus



Rotor pompa ini berfungsi seperti baling-baling yang mendorong minyak power steering supaya bisa mengalir ke steering rack untuk meringankan setir. Ketika rotor ini bermasalah atau baling-baling pada rotor sudah aus maka tekanan pompa menjadi kurang maksimal.

Sehingga setir akan terasa lebih berat.

Jadi, ketika anda merasa setir lebih berat dari biasanya cek reservoir pompanya pastikan minyak rem tidak kurang. Lalu putar setir dibarengi dengan mengegas mesin. Apabila ada perbedaan tingkat keringan setir maka itu tanda kalau rotor pompa sudah aus.

Lalu apa harus diganti satu unit pompanya atau hanya bagian tertentunya saja ?

Sebenarnya kita bisa mengganti hanya part yang rusaknya saja seperti sealnya dan rotornya saja. Tapi hanya ada sedikit bengkel yang berani melakukan hal ini, biasanya bengkel-bengkel spesialis power steering yang memang sudah berpengalaman.

Itu disebabkan pompa power steering cukup sensitif, jadi mengganti part didalam pompa power steering yang rusak tidak menjamin masalah hilang.

Jadi untuk lebih amannya, ganti unit pompa. Kalau urusan harga, memang mahal kecuali anda beli yang copotan mobil lain atau yang KW.

5 Tips Membuat Power Steering Mobil Anda Awet

Sebelum mengakhiri pembahasan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk merawat power steering mobil anda supaya lebih awet dan tidak gampang rusak.


  • Ganti oli power steering secara rutin, ini yang kadang dilewatkan. Pemilik mobil lebih sering memperhatikan oli mesin daripada oli lainnya, padahal oli power steering ini juga harus diganti sesuai pemakaiannya. Lagi pula interval penggatian oli ini 200 ribu KM atau dua tahun, jadi jangan sampai dilewatkan.
  • Jangan biasakan parkir dengan posisi belok, ini akan menyebabkan posisi katup pada sistem power steering terbuka. Sehingga bisa mempercepat usia power steering/
  • Jangan menggunakan velg ukuran lebih besar, ini tentu saja akan memperberat beban pengemudian sehingga power steering membutuhkan kinerja lebih esktra.
  • Jangan terlalu sering membelokan setir sampai mentok
  • Usahakan untuk tidak ugal-ugalan saat bermanuver, kecuali power steering mode racing. Namun untuk yang standar, kalau dipakai manuver secara ugal-ugalan bisa cepat rusak.

Kaki Kaki Mobil Bunyi Kletek-Kletek, Cek 6 Komponen Berikut

Kaki kaki mobil adalah sektor yang paling banyak mengalami kerusakan. Hal itu pantas saja mengingat kaki mobil merupakan sekumpulan komponen yang menyangga body mobil secara keseluruhan agar bisa berjalan dengan nyaman disegala medan.

Kerusakan pada kaki kaki mobil pun beragam, tapi satu hal yang pasti ketika ada masalah pada kaki-kaki mobil biasanya akan timbul bunyi. baik bunyi itu seperti “dug-dug”, atau bunyi “kletek-kletek”.

Sekarang pertanyaannya, apa yang harus dicek ketika terdeteksi bunyi dari bagian kaki kaki mobil ?

Hari ini Autoexpose akan membahas secara detail komponen apa saja yang harus dicek ketika kaki kaki mobil bunyi kletek-kletek.

1.Stabilizer Bar


Stabilizer bar adalah komponen yang menjaga ketinggian antara roda kanan dan kiri saat menerima gaya suspensi pada sistem suspensi machperson.

Pada mobil, stablilizer bar terletak dibagian roda depan baik kanan dan kiri. bentuk stabilizer bar ini seperti batang dengan dua buah ball joint di kedua ujung batangnya.

Ketika ball joint tersebut oblak, itu yang menyebabkan stablizer bar bunyi. Akibatnya akan muncul bunyi saat mobil dibelokan. Mengapa saat dibelokan ? karena ball joint ini akan bekerja saat roda mobil belok.

2. Ball joint


Ball joint yang dimaksud disini adalah ball joint utama roda depan yang terletak pada lower arm. Fungsi ball joint ini sebagai engsel bagi roda agar bisa berbelok kekanan maupun kekiri.

Gejala kerusakannya juga sama, ketika ball joint mulai oblak otomatis akan muncul bunyi. Tapi bunyi pada ball joint ini tidak terbatas saat roda dibelokan. Kadang ketika mobil berjalan lurus apalagi ketika melintasi jalanan tidak rata, bunyi dari kaki-kaki juga akan muncul.

3. Tie rod end

Tie rod end adalah ujung dari sistem steering, tie rod end ini menghubungkan lengan power steering dengan steering knucle pada roda. Pada tie rod end ini juga terdapat ball joint sebagai engsel agar koneksi antara bagian power steering dengan roda bisa fleksibel.

Sekali lagi, ketika ball joint ini oblak atau lemah, maka bunyi kletek kletek akan muncul saat setir dibelokan.

Untuk mendeteksi kerusakan ball joint baik ball joint yang terdapat pada strut bar, lower arm atau tie rod end anda bisa melepas komponen tersebut lalu menggoyangkan pin ball jointnya. Yang normal, itu akan terasa sedikit keras karena ball didalam ball joint terjepit oleh frame ball joint.

Sementara kalau sudah rusak, maka pin ball joint akan ringan sekali saat digoyangkan.

4. Shock absorber


Shock absorber berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai peredam guncangan berlebih pada kendaraan. Pada roda depan, shock absorber terletak didalam pegas spiral. Sementara pada roda belakang, shock absorber biasanya terletak terpisah dengan pegas.

Masalah yang umum terjadi adalah shock absorber bocor, sehingga shock absorber kehilangan daya tahannya. Ini menyebabkan, gerakan suspensi ngeloss atau berlebihan. Sehingga ada potensi piston didalam shock absorber membentur bagian top dari frame shock absorber.

Ini akan menyebabkan bunyi dug-dug saat melintasi jalan tidak rata. Selain itu, mobil juga terasa lebih terguncang dari biasanya.

5. Wheel bearing


Bearing roda atau biasa disebut laher, adalah bantalan yang menyekat koneksi antara poros roda yang berputar dengan knuckle arm yang diam. Laher roda ini terbuat dari beberapa tabung yang mengitari frame bantalan.

Tabung-tabung ini berfungsi layaknya roda sehingga tidak terjadi gesekan secara langsung saat roda berputar. Tapi masalah yang terjadi biasanya tabung-tabung ini bengkok, pecah bahkan hancur. Itu bisa disebabkan karena gaya vertikal yang sangat keras mengenai bearing.

Contohnya mobil yang melaju kencang padahal sedang melintasi jalanan tidak rata. Itu akan membuat tabung didalam laher bengkok. Akibatnya, ada bunyi serak dari bagian roda setiap kali roda berputar. Dan bunyinya juga berbanding lurus dengan kecepatan mobil, dengan kata lain bunyi itu akan bertambah keras setiap kali mobil ditambah kecepatannya.

6. Boot axle


Pada mobil-mobil dengan penggerak roda depan (FWD) anda akan menemui banyak boot axle. Lalu apa itu boot axle ?

Boot axle adalah tutup yang terbuat dari karet, fungsinya untuk menutup joint pada axle shaft. Dimana didalam boot axle shaft ini juga terdapat pelumas grease, sehingga boot axle juga berfungsi untuk menjaga supaya grease tidak bocor.

Tapi karena terbuat dari karet, boot axle ini sering sekali sobek. Sehingga grease akan bocor dan mengakibatkan axle joint kering.

Akibatnya, akan muncul bunyi kletek-kletek akibat axle joint yang kering.

2 Hal Ini Yang Menyebabkan Gemuruh Pada Roda Mobil

Ban mobil yang berputar dalam kecepatan tinggi bisa menimbulkan bunyi-bunyian salah satunya suara sepert gemuruh. Suara gemuruh ini bisa kita dengar saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi maupun saat kecepatan rendah.

Lalu apa yang menyebabkan bunyi gemuruh tersebut ?

Hari ini Autoexpose akan menjabarkan secara rinci 2 hal yang menyebabkan ban mobil anda bergemuruh.

1. Suara gemuruh disebabkan karena bearing roda rusak

img by eldorado-seville.com

Bearing roda adalah bantalan yang menyangga roda saat berputar. Orang-orang sering menyebutnya hub roda atau laher.

Cara kerjanya sama seperti laher pada sepeda, namun hub roda mobil punya bentuk lebih lebar. Kerusakan yang sering terjadi, pelor atau mata bearingnya sudah mengalami perubahan bentuk. Bisa bengkok, patah ataupun hancur.

Kalau sudah begini, maka putaran hub roda akan menimbulkan bunyi. hasilnya ketika mobil dikemudikan, anda akan mendengarkan suara gemuruh yang cukup keras. Keras tidaknya bunyi yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecepatan mobil dan tingkat kerusakan.

Kalau pelor hanya bengkok sedikit, kemungkinan bunyi akan terdengar saat mobil melaju diatas 40 Km/jam. Tapi kalau sudah parah, mobil jalan pelan saja sudah bisa terdengar bunyinya.

2. Suara gemuruh juga bisa disebabkan ban yang bergelombang


Faktor selanjutnya yaitu karena kondisi ban yang bergelombang. Ban yang baik adalah ban yang punya permukaan treat yang rata atau tidak memiliki tonjolan atau gubangan.

Karena ban yang bergelombang, akan menyebabkan ban mobil bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran akibat ban ini bisa menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju dengan kecepatan 40 kM/jam keatas.

Baca juga 5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti

Lalu bagaimana cara membedakan ini bunyi disebabkan karena bearing atau karena ban bergelombang ?

Ada beberapa cara,

1. Anda bisa melihat kondisi fisik ban mobil anda.

Contohnya kalau bunyi gemuruh lebih condong terdengar dari arah depan, coba cek fisik ban. Apakah ada yang bergelombang atau tidak, kalau perlu rotasi ban (pasang ban depan ke ban belakang) setelah itu jalankan mobil.

Kalau bunyinya pindah berarti sudah pasti itu masalah ban yang bergelombang.

2. Anda juga bisa menggunakan ban serep, dengan catatan ban serep masih dalam kondisi baik.

Untuk mengecek kondisi ban apakah bergelombang atau tidak memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar. Untuk mempermudah, gunakan saja ban serep mobil anda.

Pasang ban serep pada bagian roda yang terdeteksi bunyi. kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu masalah roda tapi kalau belum hilang, maka itu masalah bearing.

3. Cek bearing roda dengan menggoyangkan roda

Pertama dongkrak mobil hingga roda yang terdeteksi bunyi, bisa terangkat. Lalu goyangkan ban mobil kekiri dan kekanan juga keatas bawah. Apabila bearing roda normal, maka roda terasa keras saat digoyangkan. Tapi kalau bearing bermasalah, maka roda akan sedikit oblak saat digoyangkan.

Untuk mengatasi bearing roda yang rusak, anda perlu mengganti bearing roda tersebut. Untuk penggantiannya memang sedikit sulit karena posisinya ada didalam knuckle roda. Sehingga lebih baik serahkan pada bengkel yang anda percayai.

Jadi kesimpulannya, ban mobil yang bergemuruh bisa disebabkan karena bearing roda aus juga karena ban yang bergelombang. Saat bunyinya terdengar ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, cek rodanya terlebih dahulu. Terakhir untuk memastikan apakah bearing aman, anda bisa goyangkan ban mobil seperti yang dijelaskan diatas.

Rem Mobil Bunyi Nguk, Cek 2 Penyebab Berikut

Anda perlu waspada, pasalnya bunyi-bunyian yang terdengar saat anda mengerem bisa mengindikasikan masalah pada sistem rem mobil anda.

Misal bunyi berdecit, itu bisa disebabkan karena kampas rem habis. Lalu bagaimana dengan bunyi Nguk ketika rem diinjak ? apa masalah yang hadir saat terdengar bunyi seperti itu ?

Mari kita bahas secara mendalam.

Penyebab Rem Mobil Bunyi Nguk


1. Permukaan kampas rem kotor

Penyebab yang pertama adalah karena ada tumpukan debu pada permukaan kampas rem. Ini bisa terjadi pada rem cakram dan rem tromol namun lebih sering terjadi pada rem cakram karena sifatnya yang lebih terbuka.

Jadi debu itu bisa berasal dari debu jalan, debu ketika anda melintasi tanah kering, lumpur yang mengering, atau debu kampas rem itu sendiri yang melekat pada area caliper rem.

Kalau debu itu mengenai piringan rem, mungkin bunyinya berlangsung singkat karena ketika roda berputar debunya juga hilang sendiri. Namun yang jadi masalah adalah ketika kotoran tersebut menempel dibagian caliper rem.

Jadi ketika anda mendengar suara nguk dibagian rem depan, solusinya adalah dengan membersihkan kampas komponen rem.

Caranya seperti ini ;

  • Lepas roda mobil
  • Keluarkan dua buah kampas rem (caranya dengan melepas satu baut caliper, lalu angkat caliper rem maka kampas rem bisa langsung dilepaskan)
  • Kemudian bersihkan caliper rem yang masih menempel ditempatnya. Untuk membersihkan, ada cairan khusus namanya brake cleaner. Anda cukup menyemprotkan brake cleaner ke arah komponen yang berdebu maka debu tersebut akan langsung luntur.
  • Kalau tidak ada brake cleaner, anda juga bisa menggunakan air yang penting jangan menggunakan bensin/solar karena bisa membuat seal caliper getas sehingga minyak rem rentan bocor.
  • Jangan lupa juga menghaluskan permukaan kampas rem, caranya dengan mengamplas permukaan kampas rem dan sisi-sisinya agar lebih halus.
  • Terakhir pasang kembali kampas rem dan pasang roda maka bunyi akan hilang.


2. Posisi sepatu rem yang tidak pas

Pada rem tromol, itu memang jarang kotor karena sifat rem tromol tertutup sehingga debu dari luar itu sulit masuk. Rem tromol bisa kotor hanya berasal dari debu kampas rem itu sendiri, jadi kalau rem tromol tidak pernah dibersihkan dalam waktu lama maka bunyi nguk itu juga bisa muncul.

Selain itu, posisi dari sepatu rem yang kurang pas mungkin miring atau kurang masuk juga bisa menyebabkan bunyi seperti ini.

Jadi, untuk mengeceknya anda perlu melepas tromol rem untuk mengamati posisi sepatu rem.


  • Caranya, lepas roda dan lihat apakah ada sekrup pengikat tromol rem atau tidak. Kalau ada lepas dulu sekrupnya dan tarik tromol rem untuk melepaskan.
  • Setelah tromol terlepas anda bisa melihat dengan jelas sistem rem tromol mobil anda, sampai disini anda bersihkan dulu bagian tromol dan permukaan sepatu rem.
  • Caranya pertama gosok menggunakan amplas halus lalu semprotkan brake cleaner atau air.
  • Goyangkan sepatu rem ke kanan kekiri supaya posisinya benar-benar masuk
  • Jangan lupa juga beri grease pada permukaan backing plate yang bergesekan dengan sepatu rem.
  • Terakhir pasang kembali tromol rem dan pasang rodanya

Bunyi Pada Rem Mobil Matic, Apa Itu Normal ?

Setiap bunyi-bunyian yang muncul pada rem mobil bisa menunjukan bahwa ada masalah pada sistem rem. Contohnya bunyi berdecit yang mengindikasikan kampas rem habis.

Selain bunyi berdecit, bunyi lain yang sering muncul adalah bunyi gesekan (grinding) dan bunyi nguk.

Apalagi pada mobil bertransmisi matic, ada beberapa orang yang mengeluhkan bahwa ada bunyi pada mobil matic saat direm dan bunyi tersebut sering sekali muncul padahal kampas rem masih baru, sementara pada mobil manual bunyi tersebut hanya muncul ketika kampas rem tipis atau ketika ada masalah lain.

Lalu apakah bunyi rem pada mobil matic itu normal atau ada masalah ?

Penyebab rem mobil bunyi


Secara umum, rem yang bunyi saat pedal rem diinjak mengindikasikan adanya gesekan yang kurang halus antara kampas rem dan piringan rem. Jadi itu bisa mengindikasikan sebuah masalah, namun kalau bunyinya tidak terlalu keras bisa jadi karena faktor deselarasi didalam transmisi matic.

Hal yang menyebabkan bunyi pada rem mobil matic antara lain ;

1. Kampas rem non ori bisa menyebabkan bunyi

Pertama dari faktor kampas rem, kalau kampas rem habis tentu saja bunyi akan muncul. Tapi bukan Cuma habis, kampas rem yang kotor, atau kampas rem yang tidak ori pun bisa menyebabkan bunyi pada rem.

Jadi yang tahu Cuma anda sendiri apakah bunyi tersebut muncul sehabis anda mengganti kampas rem yang bukan ori atau bunyi tersebut muncul begitu saja.

Alasan rem bunyi, karena bahan pada tiap kampas rem itu beda. Sekilas memang sama, namun detail bahannya tentu saja beda. Sehingga kalau anda paksakan kampas rem bukan ori, maka sama saja anda memasang kampas rem dengan bahan yang tidak pas untuk mobil anda sehingga akan berbunyi.

Selain kampas rem yang bukan ori, cek juga pinggiran kampas rem. Kalau kotor dan lancip, coba haluskan menggunakan amplas.

2. Piringan rem yang tidak rata

Piringan rem yang tidak rata akan membuat rem bergetar ketika diaktifkan serta dapat menimbulkan bunyi. Penyebab piringan sehingga tidak rata, itu bisa berasal dari faktor pemakaian kampas rem yang tidak ori.

Masalah ini sepele karena hanya mengganti kampas rem tapi bukan yang ori, padahal seperti yang dikatakan diatas, setiap kampas rem punya komposisi bahan yang beda sehingga bisa saja kampas rem yang anda pakai tidak cocok dengan piringan rem sehingga piringan rem yang kalah.

Selain faktor kampas rem yang tidak ori, kampas rem yang habis juga bisa menyebabkan piringan rem tergerus. Ini disebabkan karena frame dari kampas rem juga terbuat dari logam. Jadi kalau kampasnya habis, otomatis yang bergesekan itu sama-sama logam.

Untuk mengeceknya, bisa anda raba menggunakan tangan tapi ini bisa dilakukan kalau keausan piringan benar-benar parah. Sementara keausan piringan yang kecil saja sudah cukup untuk menimbulkan bunyi. jadi untuk mengeceknya agar akurat, adalah dengan bantuan dial gauge indicator.

Solusinya, tidak perlu ganti. Anda bisa membawa piringan rem ke tukang bubut untuk diratakan.

3. Bunyi tersebut juga bisa berasal dari transmisi

Ini dia yang kami sebut sebagai bunyi khasnya mobil matic, mengapa disebut khas ? karena banyak mobil matic yang mengeluarkan bunyi ketika direm pada posisi mobil akan berhenti. Ternyata, bunyi ini disebabkan bukan dari faktor rem melainkan dari faktor transmisi.

Jadi selama bunyinya tidak terlalu keras anda tidak perlu khawatir dengan kondisi rem mobil anda. yang terpenting, selalu jaga minyak rem dalam posisi full dan pastikan kampas rem dalam kondisi tebal.

Mungkin yang belum diketahui, kampas rem mobil matic itu lebih cepat habis dibandingkan mobil manual. Alasannya, mobil matic tidak memiliki engine brake yang baik. Sehingga untuk menurunkan laju kendaraan, rem menjadi alat utamanya. Ini membuat kinerja rem menjadi lebih keras.

5 Bahaya Bearing Roda Mobil Rusak Kalau Tidak Segera Diganti

Salah satu ciri bearing roda yang mulai rusak adalah terdengarnya suara gemuruh ketika mobil berjalan. Itu disebabkan karena posisi as roda dengan bearing atau lahernya tidak klop sehingga masih ada sedikit celah.

Dari celah itulah suara gemuruh tersebut berasal. Yang normal, posisi as roda dengan bearing roda itu harus benar-benar klop tidak ad celah sedikitpun. Sehingga meski mobil melintasi jalan tidak ratapun roda mobil tidak masalah.

Tapi kita tidak membahas mengapa bearing roda bisa rusak, yang kita bahas adalah bahayanya kalau bearing roda mobil yang rusak tidak segera diganti.


Ini penting karena berhubungan dengan roda, sementara kita tahu sendiri roda itu bagaikan kaki yang membuat mobil dapat bergerak. Lalu apa saja bahanyanya ?

1. Setir jadi kurang stabil

Pengemudian kendaraan dapat berlangsung dengan nyaman dan aman ketika kondisi sistem steering (steering rack, tie rod, stabilizer bar) dan roda dalam kondisi baik.

Bearing roda masuk ke kelompok roda, karena ketika bearing roda rusak maka roda akan sedikit oblak. Ini membuat pengemudian menjadi kurang stabil sehingga ketika kita kemudikan mobil, akan terasa getaran getaran pada roda kemudi sampai setir yang oleng.

Apalagi ketika mobil melintasi jalan tidak rata, roda kemudi akan lebih sulit dikendalikan.

2. Roda mobil terkunci

Akibat bearing roda yang oblak salah satunya meningkatkan suhu pada area bearing dan ujung as roda. Peningkatan suhu ini bisa memicu pemuaian pada tiap laher, dan as roda. Sehingga dalam satu titik, roda mobil bisa terkunci karena pemuaian ini.

Ketika roda mobil sudah terkunci, maka mobil macet tapi bukan macet mesinnya melainkan macet rodanya seperti ditahan oleh rem.

3. Rem mobil macet

Hampir sama kasusnya seperti diatas, ketika area bearing panas maka piringan rem juga mengalami peningkatan suhu begitu pula dibagian kalipernya. Memang dalam kondisi normal, rem cakram juga dalam kondisi panas namun karena ditambah panas bearing maka suhunya semakin panas.

Maka ada dua kemungkinan, rem mobil blong atau rem mobil macet (rem tidak balik).

4. As roda berpotensi patah

Yang paling parah adalah as roda bisa patah, hal ini karena as roda selalu bergejolak didalam bearing. Jadi seperti dipukul-pukul, saat awal-awal memang as roda mampu bertahan namun kalau dibiarkan as roda akan kalah juga sehingga as roda bisa patah dan kalau itu terjadi saat mobil sedang jalan bisa anda bayangkan sendiri akhirnya seperti apa.

5. Kerusakan bisa merembet ke komponen lain

Selain itu kerusakan bearing roda yang dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan pada komponen kaki-kaki lainnya. As roda sudah jelas kalau tidak patah setidanya bengkok.

Selain as roda, velg dan ball joint juga berpotensi mengalami kerusakan.

Jadi, disarankan ketika anda merasakan gejala kerusakan pada bearing roda segera bawa mobil ke bengkel untuk melakukan perbaikan. Tak jarang, kerusakan bearing roda ini disebabkan hanya karena kondisi bearing kering.

Ketika bearing roda kering, maka anda akan merasakan getaran pada area roda ketika melaju diatas 40 KM/H. ketika anda rasakan itu, coba cek dengan mendongkrak mobil agar roda ternagkat lalu goyangkan roda secara vertikal.

Kalau belum oblak, maka bearing masih aman hanya perlu pelumas (grease) tapi kalau sudah oblak, maka ada bearing yang penyok atau pecah sehingga perlu diganti.

Bunyi Cit Cit Pada Roda Mobil, Apa Penyebabnya ?

Bunyi-bunyian yang muncul pada roda bisa mengindikasikan kerusakan pada sistem suspensi atau sistem powertrain. Atau hal lain yang menyebabkan bunyi-bunyian adalah karena ada yang kendor pada kaki-kaki mobil kita.

Untuk mendeteksi bunyi-bunyian tersebut, sebenarnya mudah karena tiap bunyi yang muncul itu bisa mengindikasikan jenis penyebabnya.

Salah satunya bunyi berdecit yang terdengar pada bagian roda ketika mobil jalan.

Lalu apa saja komponen yang mungkin bermasalah sehingga roda mobil bunyi cit cit ?


1. Kampas rem kotor

Yang paling sering adalah dari faktor kampas rem. Rem depan mobil, umumnya menggunakan jenis rem cakram dimana desain sistem rem ini terbuka sehingga segala jenis kotoran dari luar mudah sekali mengotori kampas rem.

Kampas rem yang permukaannya dipenuhi debu atau kerak, bisa menumbulkan bunyi ketika rem diinjak bahkan ketika rem tidak diinjak. Hal itu disebabkan karena gesekan antara kotoran yang menempel pada kampas rem dengan piringan rem yang berputar.

Meski bunyinya tidak terlalu besar, bunyinya tetap tedengar sampai kabin.

Selain faktor kampas rem yang kotor, cipratan oli atau grease pada permukaan piringan rem pun bisa menyebabkan bunyi berdecit. Kalau ini justru bunyinya akan cukup terdengar saat rem diinjak.

Solusinya, anda tinggal melakukan pembersihan kampas rem. Bagaimana caranya ?

Lepas roda mobil, tiap mobil pasti sudah disiapkan kunci rodanya. Jadi semua orang pasti bisa melepas roda mobil.
Lepas baut kaliper bawah (biasanya menggunakan kunci 12 atau 14 mm)
Angkat kaliper keatas, lalu ambil kampas rem baik sebelah kanan dan kiri
Amplas sisi-sisi kampas rem dan semprot kampas rem menggunakan cairan brake cleaner.
Semprotkan juga cairan brake cleaner ini ke piringan rem, karena cairan ini bisa membersihkan lapisan oli pada permukaan piringan rem.

Bersihkan kampas rem pada rem depan kanan dan kiri untuk memastikan kalau bunyinya benar-benar hilang.
Lebih detail panduan membersihkan kampas rem mobil

Tapi bagaimana kalau bunyi decitan ini cukup keras dan didengar hanya ketika rem diinjak, maka itu tandanya kampas rem habis. kalau kampas rem habis, maka saat anda melepas kampas rem pasti akan ketahuan, kalau ketebalan material keramik ini sudah sangat tipis.

Baca pula 5 tanda kampas rem mobil habis

2. Sudut roda yang tidak balance

Sudut roda itu seperti caster, chamber dan toe-in/toe-out. Sudut-sudut ini memang sudah diset dengan pas ketika mobil masih di pabrik. Namun karena faktor penggunaan, sudut roda depan mobil akan mengalami pergeseran dan ini akan mengubah sudut belok mobil.

Hal-hal yang mempengaruhi sudut FWA antara lain :

  • shockbreaker yang lebih tinggi/lebih rendah
  • setelan tie rod yang tidak pas


Ketika sudut-sudut roda sudah tidak pas, maka ketika mobil dibelokan akan terdengar bunyi berdecit karena gesekan ban dengan aspal lebih besar daripada biasanya. Selain itu ada juga gejala seperti setir yang membanting ke salah satu arah.

Untuk mobil-mobil sekarang yang banyak menerapkan suspensi macpherson, FWA atau sudut-sudut roda sudah diset secara fixed. Artinta tidak bisa kita stel ulang, sehingga lebih baik anda konsultasikan ke bengkel spooring balancing.

Baca juga belajar memahami FWA (front wheel alignment)

3. Per daun yang kering

Khusus untuk truk, mobil niaga dan mobil keluaran dibawah 1990, masih banyak yang menggunakan per daun. Per daun adalah jenis pegas yang berbentuk lempengan panjang seperti daun pandan, oleh sebab itu disebut per daun.

Dalam aplikasinya, satu sisi roda tidak hanya menggunakan satu lempeng per tapi bisa terdiri dari 5 atau lebih lempengan per daun. Biasanya semakin besar bobot kendaraan maka lapisan per ini juga semakin banyak.

Per ini memang terbukti lebih kuat dibandingkan per ulir yang banyak digunakan pada mobil sekarang, oleh karena itu per daun masih dipakai pada kendaraan-kendaraan berbobot besar.

Kelemahannya, kalau kondisi per kering maka akan menimbulkan suara yang sangat berisik. Ketika mobil berjalan melewati jalan berlubang, maka bunyi decitan akan terdengar sangat ramai seperti saat kita menaiki bus-bus tua.

Untuk menghilangkan bunyi ini, per harus diberi pelumas berupa grease secara rutin. Kalau telat, maka akan bunyi lagi.

Selain tiga penyebab diatas, bunyi cit cit pada mobil juga bisa disebabkan dari mesin. Biasanya dari drive belt yang terkena pelumas, maka mesin akan berdecit ketika dinyalakan dan bunyinya semakin cepat ketika mesin digas.

5 Masalah Pada Sistem Rem Mobil Yang Sering Muncul

Ada banyak masalah pada sistem rem yang patut kita waspadai. Mengingat sistem rem itu adalah mekanisme yang cukup vital pada kendaraan sehingga kita sendiri harus bisa memastikan bahwa kondisi sistem rem selalu dalam kedaan baik.

Dibawah ini akan kami jelaskan apa saja kerusakan yang sering menghampiri sistem mobil. Harapannya, anda bisa mewaspadai beberapa point yang sangat rentan terkena kerusakan.

5 Kerusakan Paling Sering Muncul Pada Sistem Rem


1. Bunyi berdecit ketika rem ditekan

Bunyi ini muncul karena kampas rem tipis. Kampas rem cakram khususnya memiliki plat kecil yang diberi nama brake wear indicator. Plat kecil ini bertugas sebagai pengingat atau indikator kalau kampas rem sudah tipis.

Jadi kalau anda mendengar bunyi berdecit, atau bunyi gesekan logam dengan logam ketika pedal rem ditekan maka itu tandanya kampas rem sudah tipis dan perlu diganti.

Selain karena kampas rem yang sudah tipis, bunyi berdecit pada rem saat ditekan juga bisa disebabkan karena ada cairan seperti oli atau air pada permukaan kampas rem. Kalau bunyinya karena air, maka itu tidak masalah. Dalam beberapa saat juga akan hilang sendiri, namun kalau bunyinya karena terkena oli biasanya akan bertahan lebih lama.

Untuk menghilangkannya anda perlu membersihkan permukaan kampas rem dan piringan rem menggunakan sprayer brake cleaner yang bisa anda dapatkan di bengkel manapun.

Baca juga 5 ciri kampas rem mobil habis

2. Rem ngempos/empuk ketika ditekan

Masalah yang kedua yang sering sekali dialami oleh pemilik mobil. Rem ngempos bisa diartikan rem yang tidak pakem atau bahkan blong. Ciri – cirinya, saat peda rem ditekan maka akan terasa empuk dan rem tidak pakem.

Namun, ketika anda kocok pedal rem hingga berulang-ulang biasanya rem kembali normal.

Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain ;

a.Rem masuk angin
Rem mobil umumnya menggunakan sistem hidrolis, yang namanya sistem hidrolis itu menggunakan prinsip fluida bertekanan. Kalau ada udara didalam fluida tersebut, maka rem akan ngemopos karena udara itu dapat dikompresi sehingga akan menyerap tekanan hidrolis didalam sistem rem.


Untuk masalah rem masuk angin, anda dapat memperbaikinya dengan melakukan bleeding. Detailnya sudah dibahas di artikel ini Cara bleeding rem mobil yang masuk angin

b. Master rem rusak
Master rem adalah komponen yang berfungsi mengubah tekanan mekanis ke tekanan fluida. Biasanya kalau seal didalam master rem bocor, maka tekanan yang diberikan oleh pedal rem tidak sepenuhnya masuk ke fluida.

Sehingga tekanan fluida menjadi lebih rendah dari tekanan yang kita berikan pada pedal rem.

Hal inilah yang menyebabkan pedal rem menjadi lebih empuk. Untuk solusinya, adalah penggantian master rem.

3. Pedal rem keras/berat ketika ditekan

Apabila anda menekan pedal rem saat mesin mati, maka pedal rem akan terasa berat. Itu normal, yang tidak normal adalah ketika anda menekan pedal rem saat mesin hidup dan terasa berat.

Itu disebabkan karena booster rem yang bermasalah. Masalahnya dimana ?

Bisa karena membran didalam booster rem bocor, atau selang vakum dari booster rem ke intake manifold bocor.

Untuk mendeteksinya, pertama anda harus memeriksa bagian selang vakumnya dahulu. Selang ini memiliki diameter kecil (mirip selang bahan bakar) yang berbahan karet. Posisinya ada di intake manifold hingga ke area master rem.

Kalau anda menemukan retakan atau koneksi selang tersebut lepas, maka cukup diperbaiki selangnya saja. Tapi kalau selang baik-baik saja, kemungkinan masalahnya ada didalam booster rem.

4. Rem tidak balik ketika injakan pedal rem dilepas

Masalah keempat ini sering menghinggapi mobil-mobil yang lama tidak digunakan. Penyebabnya karat, korosi, kotoran didalam silinder aktuator rem.

silinde roda by plantsauto.com

Karat didalam aktuator rem, akan menyebabkan kinerja aktuator rem macet. Sehingga ketika anda menekan pedal rem, rem bisa digunakan dan pakem. Tapi, ketika anda melepas pijakan pedal rem, rem tersebut masih aktif.

Ketika anda tekan lagi pedal rem, maka akan terasa ngempos.

Untuk masalah ini bisa diperbaiki dengan membongkar bagian aktuator rem (caliper pada rem cakram dan silinder roda pada rem tromol). Biasanya, piston didalam aktuator rem akan dibersihkan dari segala kotoran dan diberikan grease agar bisa kembali licin.

Namun, kalau sealnya rusak maka sealnya harus diganti juga.

5. Getaran ketika pedal rem ditekan

Mungkin anda sering mengalami masalah ini, dimana ada getaran ketika anda menekan pedal rem. Setelah ditelisik, penyebabnya bermacam-macam. Ada yang karena baut kaliper kendor, atau karena pin kaliper kurang pelumasan, atau bisa juga karena penggunaan kampas rem aftermarket.

Kampas rem after market itu bukan OEM dari pabrikan mobil anda, mungkin harga kampas rem aftermarket itu lebih murah namun itu bersifat universal. Sementara tiap mobil memiliki karakter rem yang beda-beda jadi kampas remnya pun harus didesain dengan detail yang beda pula.

Sehingga penggunaan kampas rem yang bukan ori, bisa menyebabkan masalah seperti getaran.

Solusinya, mau tidak mau anda harus mengganti kampas rem dengan yang orinya.

9 Penyebab Mobil Bergetar Saat Jalan + Solusinya

Kalau mobil anda terasa lebih bergetar dari biasanya, anda perlu waspada karena bisa saja komponen penting pada mobil anda sedang bermasalah.

Misalkan getaran pada mobil ketika jalan, bisa dikarenakan poros propeller yang bengkok. Tentu kondisi ini sangat berbahaya mengingat poros propeller itu berputar dengan RPM yang tidak rendah. Kalau bengkok apalagi sampai putus, bisa menyebabkan mobil terguling.

Namun gejala mobil bergetar tidak hanya terjadi karena faktor poros propeller, karena masih banyak komponen lain yang berpotensi menyebabkan mobil anda bergetar.

Diartikel ini, akan kita bahas secara mendalam semua komponen yang berpotensi menyebabkan mobil getar.

Penyebab Mobil Bergetar


jual engine mounting

1. Engine mounting rusak

Engine mounting adalah komponen yang menyangga mesin agar dapat berdiri di frame kendaraan. Setidaknya ada tiga buah engine mounting pada mesin (beberapa justru mempunyai empat buah) yang bertugas untuk menyangga mesin dan menjaga agar mesin tidak bergetar-getar saat menyala.

Pada engine mounting, terdapat karet peredam ditengahnya. Fungsi karet peredam ini adalah untuk meredam getaran pada mesin agar tidak sampai ke body mobil.

Namun, karena faktor usia dan panas mesin karet ini bisa sobek. Kalau demikian, getaran pada mesin bisa lebih besar dan bisa terasa hingga kedalam kabin.

Gejala awal, mobil akan sedikit bergetar ketika starter. Begitu pula saat awal akselerasi, mobil juga bergetar. Namun di RPM tinggi getaran mesin justru menghilang.

Untuk mengeceknya, coba anda goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah bergerak saat digoyangkan menggunakan tangan, maka itu tanda kalau salah satu engine mounting rusak. Solusinya dengan penggantian komponen.

2. Kampas kopling sangat tipis


service motor

Untuk mobil dengan manual transmission, kopling menjadi komponen penting. Tapi komponen ini pula sering menunjukan masalah. Seperti saat kampas kopling tipis.

Ketika kampas kopling tipis, maka akan ada getaran saat pedal kopling diangkat. Mungkin ketika pedal kopling dilepas sepenuhnya getaran akan hilang tapi begitu anda menekan kembali peda kopling dan melepasnya, getaran akan muncul diawal anda melepas kopling.

Ini merupakan tanda dari kampas kopling yang sudah tipis, anda harus segera menggantinya karena kalau tidak maka gejala seperti tenaga mesin ngempos, kopling sering selip akan muncul.

Baca juga : Rincian Harga dan Biaya Ganti Kampas Kopling Mobil

3. Permukaan kampas rem/piringan rem bergelombang


Sebenarnya masalah piringan rem yang tidak rata itu akan terasa gejalanya ketika direm, yakni mobil akan bergetar dan bunyi. tapi kalau kondisinya sudah parah, tidak direm pun getaran bisa muncul.

Ini terjadi khususnya pada kampas rem aftersales (bukan ori) terkadang ada beberapa pemilik mobil yang mengganti kampas rem ori dengan merk aftersales dengan alasan lebih bagus atau lebih murah. Tapi tidak semua kampas rem sesuai dengan bahan yang digunakan pada piringan rem.

Sehingga efek buruk seperti mobil bergetar pun akan muncul.

Selain dibagian kampas rem, baut kaliper yang kurang kencang atau baut braket kaliper yang kurang kencang juga menjadi salah satu faktor yang membuat mobil bergetar.

Baca juga : 5 Ciri Kampas Rem Mobil Habis

4. Bearing roda aus

Bearing roda atau laher berfungsi sebagai bantalan poros roda yang berputar dengan knuckle yang statis. Bantalan roda ini menggunakan serangkaian bantalan jarum dengan bentuk tirus. Kalau semua bantalan didalam bearing roda baik, maka bearing roda bisa berfungsi dengan normal.

Tapi kalau salah satu bantalan jarum ini bermasalah (misal aus atau bengkok) maka kinerja bearing juga ikut bermasalah. Sehingga mobil akan bergetar dan bunyi saat jalan. Getaran dan bunyi ini pun semakin terdengar kalau kecepatan mobil bertambah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti bearing roda. Tapi sebelum mengganti bearing roda, anda juga perlu cek kondisi pelumasnya. Karena bisa jadi masalah getar itu karena bearing roda kurang pelumas. Kalau ini masalahnya, anda tinggal melumuri bearing dengan grease secukupnya. Pastikan permukaan bearing bersih dari air dan debu.

5. Poros propeller bengkok


img : marinehowto.com

Seperti yang kita sebut diawal artikel, poros propeller yang bengkok akan sangat bahaya resikonya. Tapi apakah poros berbahan besi ini bisa bengkok ?

Tentu bisa, apalagi kalau mobil sering membawa beban yang berat. Kebengkokan poros propeller itu kasap mata artinya hanya bisa dilihat menggunakan alat ukur. Hal itu dikarenakan kebengkokan poros propeller itu menggunakan satuan milimeter.

Meski demikian, kebengkokan poros propeller 1 milimeter saja sudah bisa membuat mobil bergetar.

Solusinya juga perlu penggantian kalau kondisinya sudah benar-benar parah, tapi kalau kebengkokan masih kecil, mungkin di press masih bisa.

6. Bearing poros propeller dan universal joint aus

Untuk mobil RWD menggunakan poros propeller untuk menyambungkan putaran output transmisi ke gardan. Tapi sumbu antara transmisi dengan gardan itu selalu berubah-ubah karena transmisi ikut ke body dan gardan ikut ke roda (terubah-ubah oleh gerakan suspensi).

Sehingga diletakanlah dua buah universal joint. Meski sudah diberi universal joint, tetap saja getaran pada mobil RWD lebih terasa dibandingkan mobil FWD. apalagi kalau bearing pada universal joint bermasalah. Tentu getarannya akan semakin besar.

Kalau anda terbiasa menggunakan mobil FWD dan mencoba mobil RWD mungkin akan ada sedikit getaran (khususnya di kecepatan tinggi) dan itu masih wajar. Tapi kalau getaran yang dirasa lebih besar dibandingkan biasanya berarti ada masalah.

Untuk mengetahui apakah poros propeller atau universal joint bermasalah, anda tinggal merasakan sumber getaran. Kalau sumber getaran berasal dari bagian bawah tengah mobil berarti kedua komponen itu yang beresiko rusak.

7. Gardan bermasalah


jual kampas kopling

Koneksi antara dua roda gigi pasti akan menimbulkan getaran dan bunyi. oleh sebab itu ada oli didalam roda gigi tersebut. Namun kalau kondisi roda gigi sudah sama-sama aus, tentu meski diberi pelumas terbaikpun tetap saja menimbulkan getaran.

Inilah yang terjadi pada gardan, kalau kondisi mata gigi semua gigi didalam gardan aus maka bunyi dan getaran dari bagian belakang tengah akan terasa.

Solusinya, anda perlu mengganti mata gigi yang dinilai mengalami kerusakan. Atau masalah ini bisa karena oli didalam gardan belum pernah diganti.

Meski sepele, oli didalam gardan juga perlu diganti. Intervalnya sekitar 40 ribu KM. kalau sampai 100 ribu KM belum pernah diganti, wajar saja kalau timbul getaran.

8. Ban bergelombang/tidak balance

Kondisi ban sangat berpengaruh terhadap handling dan performa mobil. Jangankan bergelombang, ban dengan spek yang kuran tepat saja bisa menimbulkan efek samping pada mobil. Apalagi pada ban yang bergelombang ?

Selain ban yang bergelombang, velg yang kurang balance juga bisa menyebabkan mobil bergetar di RPM tertentu (biasanya di RPM tinggi).

Untuk solusinya, kalau ban bergelombang maka ganti ban tersebut dengan yang baru. Untuk velg, anda bisa balancing velg (beserta roda baru) ke bengkel spooring balancing.

9. Salah satu busi mati


Busi itu pemantik pada mesin bensin, tanpa busi mesin bensin tidak dapat menyala. Pada mobil, umumnya terdapat empat buah busi kalau salah satu mesin mati maka mesin akan pincang. Kondisi mesin pincang ini akan menyebabkan getaran mesin lebih besar karena tidak seimbang.

Sehingga efeknya, getaran tersebut sampai kedalam kabin. Meski demikian, kalau kita gas sampai RPM tinggi maka getaran itu semakin hilang.

Baca pula : Prosedure perawatan busi mobil

Untuk mengeceknya, coba hidupkan mesin pada posisi idle. Lalu perhatikan kinerja mesin, kalau mesin cenderung bergetar dengan suara yang tidak seimbang maka salah satu busi mati. Anda bisa mengganti salah satu busi tersebut atau main amannya mengganti semua busi.

Mobil Bergetar Saat Di Rem, Ternyata Ini Penyebabnya (Plus Solusi)

Mobil yang bergetar pasti membuat pengemudinya tidak nyaman, selain itu getaran yang tidak biasa itu juga memunculkan kekhawatiran apalagi getaran ini terjadi saat mobil di rem, apakah mobil saya baik-baik saja atau ada masalah serius ?

Untuk itulah artikel ini dibuat, kita akan membahas secara detail penyebab dan cara mengatasi mobil yang bergetar hanya saat di rem.

Penyebab Mobil Bergetar Saat Di Rem


Rem dan getaran sebenarnya dua-duanya sangat berhubungan, sistem rem yang menggunakan prinsip gesekan tentu akan menimbulkan getaran. Tapi komponen rem mobil itu sudah dibuat sedemikian rupa sehingga getaran yang dihasilkan tidak sampai terasa pada dashboard.

Untuk masalah mobil yang getar ketika rem diinjak, ada 3 penyebab yang mungkin terjadi yakni ;

1. Pin kaliper rem kering


Rem depan mobil umumnya sudah menggunakan rem cakram, kalau anda lepas ban mobil bagian depan anda akan melihat piringan dengan kaliper yang menjepit piringan saat rem diaplikasikan.

Kaliper ini memiliki dua buah baut yang terletak dibagian atas dan bawah. Baut ini akan menghubungkan kaliper dengan pin kaliper, pin kaliper ini harusnya bisa digeser-geser sehingga ada pelumas berupa grease pada permukaan pin kaliper.

Kalau kondisi pin kering atau tanpa pelumas, maka getaran atau bunyi saat rem diinjak akan terjadi.

Solusinya cukup mudah, anda lepas kaliper rem dan beri grease pada kedua pin kaliper secukupnya.

2. Baut kaliper lepas

Seperti yang dikatakan diatas, ada dua buah baut kaliper yang menahan kaliper ke braketnya. Kalau salah satu baut lepas, tentu itu akan sangat berbahaya.

Tapi meski baut kaliper lepas, kaliper tidak akan terlapas dari braketnya karena kaliper akan tertahan bagian dalam velg. Sehingga yang terjadi itu bunyi dan getaran, bunyi dan getaran ini tidak hanya terjadi saat rem diinjak tapi saat mobil akselerasi juga bisa terasa.

Meski demikian, yang paling dominan terasa itu saat rem diinjak maka ada getaran.

Apa mungkin baut kaliper bisa lepas ?

Tentu bisa, ini terjadi umumnya karena faktor keteledoran. Misal saat rem dibersihkan maka kita perlu melepas kampas rem, dan saat pemasangan kita lupa mengencangkan baut kaliper sehingga saat mobil jalan baut ini terlepas.

3. Permukaan piringan yang tidak rata

Dan yang paling sering terjadi untuk kasus mobil bergetar saat di rem itu ada di bagian piringannya yang sudah tidak rata.

Saat rem diinjak, kedua kampas rem akan menjepit piringan. Kalau piringan masih halus dan masih center, maka rem akan baik-baik saja dan terasa halus pula. Tapi kalau permukaan piringan sudah tidak rata, apalagi ada goresan maka efeknya akan timbul getaran pada saat kita menginjak rem.

Untuk solusinya, ada dua

  • Pertama anda bisa membubut piringan rem apabila permukan yang bergelombang ini tidak terlalu parah.
  • Yang kedua anda perlu mengganti piringan rem dengan yang baru, cara ini lebih direkomendasikan karena lebih aman dan lebih ampuh mengatasi gejala diatas.


4. Penggunaan kampas rem yang tidak ori

Terkadang ada pemilik mobil yang mengganti kampas rem mobilnya dengan merk aftersales yang bukan ori dengan alasan lebih murah atau lebih pakem. Tapi yang perlu diketahui adalah tidak semua bahan kampas rem cocok untuk piringan mobil anda.

Kampas rem itu terbuat dari beberapa jenis bahan, ada yang menggunakan serat organik, keramik, hingga serbuk logam. Kalau kampas rem yang anda gunakan tidak pas dengan piringan rem mobil anda, maka rem bisa bunyi saat diinjak hingga timbul getaran.

Solusinya, gunakan spare part original dari mobil anda. karena itu sudah didesain khusus untuk mobil anda sehingga lebih aman dan lebih nyaman.

Jadi kesimpulannya, mobil yang bergetar ketika di rem itu memiliki masalah di sektor pengereman. Dan masalah ini wajib diatasi, karena sistem rem itu merupakan perangkat vital pada kendaraan.

Untuk lebih mudah dan praktis, anda bisa menghubungi bengkel terdekat. Mungkin untuk masalah ini, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Rem Mobil Amblas, Cek 3 Penyebab Berikut Solusinya

Salah satu masalah yang sering dialami pemilik mobil adalah masalah pada sektor rem, ada beberapa gejala seperti rem keras, rem tidak pakem, hingga rem amblas atau ngempos.

Karena rem itu masuk ke perangkat keselamatan aktif mobil maka masalah sekecil apapun pada sistem rem perlu kita perbaiki.

Lantas, untuk masalah rem amblas. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya ?


Tanda Rem Mobil Amblas


Rem yang normal, saat diinjak akan sedikit berat dan saat pedal ditahan pedal tersebut tidak amblas. Tapi kalau pas ditahan pedal rem berangsur amblas atau turun kebawah, kemungkinan ada tiga penyebab.

1. Efek dari sistem ABS mobil

Kalau anda mengalami rem amblas seperti kondisi diatas saat mobil belum bergerak, maka bisa jadi itu merupakan imbas dari sistem ABS.

ABS itu gunanya untuk mencegah roda selip, cara kerjanya dengan menggunakan pompa untuk menekan minyak rem. Jadi meski kita injak pedal rem, secara tidak langsung kita tidak menekan minyak rem ke kaliper, melainkan melewati pompa ABS terlebih dahulu.

Beberapa mobil memiliki sistem dimana pompa akan me-release tekanan pada pedal rem apabila mobil belum bergerak. Anda juga akan mendengar suara pompa ABS saat pedal rem diinjak.

Secara umum, ini normal selama hanya terjadi disaat mobil belum bergerak. Kalau mobil sudah berjalan dan rem tetap amblas maka ada masalah pada sistem rem mobil anda.

2.  Masuk angin

Masuk angin adalah kondisi dimana ada gelembung udara masuk ke dalam sistem hidrolis rem, gelembung udara ini akan menyebabkan rem ngempos atau amblas.

Hal itu dikarenakan sifat udara dapat dikompresi (molekulnya fleksibel) sehingga saat tekanan minyak rem naik, tekanan hidrolis itu akan diserap oleh udara didalam saluran hidrolis sehingga sampai pada kaliper rem tidak ada tekanan hidrolis.

Masuk angin ini bisa terjadi akibat volume minyak rem didalam reservoir sangat minim, dan itu yang paling umum terjadi. Meskipun terakhir kali anda cek masih penuh, volume minyak rem akan turun seiring semakin tipisnya kampas rem.

Jadi kalau volume minyak rem minim, ditambah kadang posisi mobil miring, maka ada potensi udara masuk ke lubang inlet master rem. Sehingga masuk angin dapat terjadi.

Solusinya cukup mudah, yakni dengan bleeding. Caranya anda kocok (tekan/release secara bolak-balik) pedal rem hingga terasa berat lalu buka bledder niple (pada kaliper) dengan cepat menggunakan kunci ring 12/10. Nanti anda akan melihat gelembung udara keluar dari niple itu, lakukan kembali hingga tidak ada gelembung yang keluar.


Ingat juga, untuk selalu menjaga volume minyak rem selama proses bleeding. Artinya saat anda bleeding rem, minyak rem jangan sampai minim.

Tapi bagaimana kalau saat bleeding, tidak ada gelembung yang keluar ? maka kemungkinan masalah rem amblsa itu disebabkan oleh penyebab yang terakhir ini.

3. Master rem rusak

Master rem adalah input hidrolik yang berfungsi mengubah dorongan (energi mekanik) dari pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Kalau master rem rusak, otomatis tekanan hidrolik yang dibuat menjadi lebih kecil sehingga akan menimbulkan masalah seperti rem ngempos atau amblas.

img : yotatech.com

Cara kerja master rem dengan memanfaatkan piston didalam tabung silinder, jadi piston terhubung ke pedal rem, dan saat pedal rem ditekan piston akan terdorong dan mendorong minyak rem yang ada didalam tabung silinder sehingga tekanan minyak rem bisa naik.

Ada satu komponen bernama seal piston, komponen ini berfungsi merapatkan celah antara piston dan slinder sehingga tidak bocor. Tapi kalau seal ini rusak maka minyak rem bisa bocor, sehingga tekanan minyak rem bisa drop.

Untuk mengatasinya, ada dua pilihan anda bisa ganti bagian dari master rem yang rusak dan yang kedua anda ganti satu unit master rem.

Tentu pilihan yang pertama akan lebih murah karena anda mungkin hanya perlu ganti seal, tapi ini perlu tenaga ahli (mekanik berpengalaman) karena membongkar unit master rem itu sedikit tricky.

Tapi apabila anda membawa mobil ke bengkel resmi maka pilihan kedua yang umumnya direkomendasikan, karena lebih aman meski lebih mahal.

Jadi kembali lagi ke anda, mau ganti satu set atau ganti satu bagian saja yang rusak.

Ciri Master Rem Mobil Rusak (Plus Solusinya)

Master silinder adalah piranti yang sangat mempengaruhi rem mobil anda, pasalnya komponen ini yang akan memberi dorongan terhadap minyak rem supaya rem bisa aktif ketika pedal rem diinjak.

Jadi kalau master rem rusak, otomatis rem bermasalah. dari rem ngempos, hingga rem benar-benar blong.

Lalu apa tanda master silinder mobil rusak ?

Ciri Master Silinder Rem Mobil Rusak

cara membongkar master rem
img : yotatech.com

Master rem merupakan komponen yang wajib ada pada sistem pengereman yang menggunakan hidrolik baik pada motor ataupun mobil. Lokasinya ada setelah pedal rem, jadi master silinder ini akan mengubah dorongan pedal rem menjadi tekanan hidrolik.

Lalu apabila master silinder rusak, maka ciri yang paling nampak bisa anda rasakan saat menginjak pedal rem.

Rem terasa amblas

Maksudnya meski secara keseluruhan rem masih berfungsi, namun saat anda menahan rem maka pelan-pelan pedal rem terus amblas. Ini merupakan tanda awal bahwa piston didalam master silinder mulai bocor namun masih dalam kategori ringan.

Apabila master silinder sudah dalam kategori rusak berat, maka rem bisa ngempos atau ngeblong. Yakni ketika anda menekan pedal rem, pedal rem terasa ringan dan langsung amblas begitu saja (mirip rem masuk angin). Dan ini terjadi berulang-ulang.

Ciri lain yang bisa memperkuat dugaan master rem rusak, bisa anda lihat pada reservoir minyak rem. Kalau minyak rem kurang, maka master rem masih normal karena gejala seperti rem amblas merupakan imbas dari masuk angin rem.

Tapi kalau minyak rem masih penuh, anda perlu waspada karena ini menandakan ada kerusakan pada master silinder rem mobil anda.

Lalu Bagaimana Cara Memperbaikinya ?


Perlu diketahui juga, master rem sendiri terdiri dari beberapa komponen penyusun seperti tabung silinder, piston dan seal.

Apabila anda membawa mobil ke bengkel resmi, maka anda akan diminta mengganti satu unit master rem. Namun kalau kerusakannya masih ringan misalnya hanya seal piston yang mengalami kerusakan maka anda bisa membongkar unit master rem dan mengganti sealnya saja.

Dengan catatan piston dan silinder masih dalam kondisi baik.

Meski terdengar mudah, pekerjaan ini masuk ke tingkat expert. Karena untuk membongkar (bukan melepas) unit master rem perlu beberapa kunci khusus yang hanya dimiliki bengkel. Kalau melepas unit master rem dari mobil, mungkin anda sendiri bisa tapi untuk main amannya bawa unit master rem ke bengkel untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Estimasi biaya ganti unit master rem

Apabila anda harus mengganti satu unit master rem, maka persiapkan dana anda. karena harga spare part master rem yang orisinil bisa lebih dari 1 juta. Sementara untuk merk after sales, harganya bervariasi ada yang sama 1 jutaan ada juga yang dua ratus ribuan.

Jadi pilih mana, ori atau aftersales ?

Itu semua terserah anda, tetapi kalau ingin awet dan tidak ada efek samping lebih baik gunakan spare part original. Apalagi ini berhubungan dengan sistem keselamatan mobil.

Mungkin itu saja, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

3 Ciri Paling Nampak Saat Tie Rod Rusak + Cara Memperbaikinya

Tie rod adalah komponen memanjang yang terdapat pada sistem steering. Tie rod memanjang dari steering rack ke steering knuclke (bagian roda). Fungsi tie rod adalah sebagai link atau penghubung antara bagian roda dengan ujung steering rack.

Sehingga saat steering rack bergerak ke salah satu arah, gerakan tersebut mampu diteruskan untuk membelokan roda.

Meski fungsinya hanya sebagai penghubung, tie rod dibuat dengan komponen khusus. Karena tie rod harus mampu membelokan roda meski roda mobil sedang naik turun karena gaya suspensi. Dengan kata lain tie rod harus mampu bekerja dengan baik meski sudut antara roda dengan ujung steering rack berbeda.

Untuk bisa melakukan hal ini, tie rod dilengkapi dengan ball joint. Komponen ball joint inilah yang rentan rusak, sehingga akan mengganggu pengendalian mobil secara keseluruhan.

Lalu apa ciri-ciri tie rod mulai rusak ?

service mobil di rumah

Anda akan merasakan beberapa gejala saat tie rod rusak dalam kondisi mobil berjalan. Gejalanya sebagai berikut ;

1. Ada getaran saat steer dibelokan

Pertama akan ada getaran yang anda rasakan saat membelokan steer. Getaran ini akan sangat terasa pada tangan anda yang memegang steer, ini disebabkan karena simpul-simpul tie rod mengalami oblak. Sehingga getaran dari roda bisa dirasakan hingga roda kemudi.

2. Ada bunyi di kaki-kaki

Saat simpul-simpul tie rod mulai oblak, maka getaran sedikit pada roda saja bisa menimbulkan bunyi cetukan pada kaki-kaki. Memang bunyi cetukan ini bisa mengartikan kerusakan lain. Tetapi kalau bunyi cetukan ini juga berbunyi saat ban berbelok mungkin saja ada kerusakan pada tie rod.

3. Mobil sering membuang ke salah satu arah

Imbas dari kerusakan tie rod adalah mobil sering membuang kesalah satu arah. Ini disebabkan karena ban mobil oblak kekanan-kiri dengan sudut yang lumayan besar. Sehingga ada potensi ban mobil belok sendiri ke salah satu arah meski tidak terasa.

Ini bisa dirasakan ketika anda berjalan lurus, kalau biasanya mobil mampu bergerak lurus tapi kali ini pergerakan mobil sedikit melenceng. Ini bisa disebabkan karena kerusakan tie rod.

Penyebab Tie Rod Rusak

bengkel modifikasi tie rod mobil
img : yotatech.com

Selain dari sektor ball joint, ada beberapa hal yang menyebabkan tie rod rusak antara lain ;

1. Karet pembungkus ball joint sobek

Fungsi karet ini adalah untuk menjaga agar pelumas didalam ball joint tidak bocor. Kalau pelumas sampai bocor dan ball joint kering, maka tie rod bisa bermasalah.

2. Long tie rod bengkok

Tie rod ada dua macam, yakni long tie rod dan tie rod end. Long tie rod merupakan komponen yang memanjang dari ujung steering rack, karena diameternya cukup kecil komponen ini rentan bengkok. Biasanya karena pengaruh ban mobil yang terlalu besar atau karena pernah mengalami kecelakaan bisa menyebabkan long tie rod bengkok.

3. Baut tie rod end kendor

Kalau tie rod end, adalah ujung tie rod yang menempel pada bagian roda (steering knuckle). Terkadang pemasangan tie rod end ini kurang kencang, alasannya pemasangan tie rod end tidak seperti memasang komponen pada umumnya.

Perlu diketahui, pemasangan mur ini perlu teknik khusus karena kalau mur penahan dikencangkan maka poros tie rodnya juga akan ikut berputar. Sehingga untuk mengencangkan tie rod end, perlu menahan bagian poros.

Tapi secara umum, penyebab tie rod rusak itu karena ball joint yang oblak, sehingga akan membuat roda oblak kekanan-kiri secara berlebihan.

Bagaimana Cara Mengeceknya ?

Mudah saja, pertama anda harus mendongkrak bagian depan roda mobil hingga roda terangkat. Lalu goyangkan roda mobil kekanan/kekiri, anda cukup menggunakan sedikit tenaga saja saat menggoyangkan roda karena kalau tie rod rusak roda pasti akan oblak. Namun kalau roda tidak oblak, maka tie rod masih normal.

Pengecekan yang kedua, dalam kondisi masih terpasang coba putar bagian tie rod. Maka tie rod akan sedikit berputar, namun sedikit berat. Kalau saat anda memutar tie rod terasa enteng, itu adalah gejala bahwa ball joint pada tie rod mulai rusak.

Selanjutnya, coba lihat bagian karet pembungkus ball joint, apakah sobek atau tidak. Kalau sobek, maka perlu segera diganti karena meski gejalanya tidak terlalu menganggu mungkin nanti gejalanya bisa bertambah parah.

Cara paling ampuh untuk memperbaikinya, adalah dengan mengganti bagian tie rod yang rusak dengan yang baru. Tetapi beberapa orang mampu mengakali tie rod rusak ini (khususnya tie rod end) dengan mematok bagian atas ball joint. Hal ini akan membuat keoblakan ball joint berkurang namun kalau mematoknya berlebihan justru akan membuat tie rod macet, jadi ini perlu skill yang tinggi.

Jadi ketika anda akan pergi ke bengkel, pastikan anda sudah menyiapkan dana untuk mengganti tie rod mobil anda. Hal itu untuk jaga-jaga ketika tie rod sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Untuk harga tie rod sendiri berkisar antara 200 hingga 250 ribu untuk satu set. Beserta pasangnya, mungkin bisa kena 300 ribu rupiah.

5 Perbedaan Ban Bias dan Ban Radial

Dilihat dari konstruksinya, ban dibedakan menjadi dua tipe yakni ban dengan konstruksi radial dan ban bias. Keduanya memang terlihat sama secara sekilas, tetapi kalau kita bedah lebih dalam kita akan menemukan kalau kedua ban ini memiliki perbedaan.

Selain konstruksi ban yang berbeda, kelebihan dan penggunaan ban bias dan radial juga berbeda. Jadi silahkan simak artikel dibawah agar kita bisa tahu untuk apa ban bias dan untuk apa ban radial.

Perbedaan Ban Radial dan Bias


Secara umum, perbedaan kedua tipe ban ini hanya pada struktur benang. Tetapi, kami tuliskan 5 itu termasuk perbedaan performanya.

1. Struktur benang

Ban pada dasarnya dibuat dari beberapa lapisan, ada lapisan belt yang merupakan rangka ban, ada sidewall yang merupakan bagian samping ban, dan lapisan tread yang merupakan permukaan ban. Struktur benang ini, ada pada lapisan belt selaku rangka atau komponen pembentuk ban.

Pada ban tipe radial, bentuk struktur benang lurus dari sisi kanan ke sisi kiri. Dengan kata lain, serat benang yang melingkar ini hanya terdiri dari satu arah.

Sementara ban tipe bias, memiliki bentuk benang saling menyilang. Sehingga benang-benang tersebut kalau diamati akan membentuk sudut sekitar 40 – 60 terhadap sumbu roda.

2. Ketebalan ban

Serat benang pada ban radial, terbuat dari serat baja lentur. Akibatnya, lapisan pada belt ini tidak perlu tebal karena serat baja ini memiliki ketahanan yang baik. Sehingga ban radial memiliki ketebalan yang lebih tipis.

Sementara ban bias, terbuat dari serat nylon atau polyester. Dimana serat tersebut tak sekuat serat baja sehingga bagian belt roda dibuat dengan beberapa lapis. Hal ini menyebabkan ketebalan ban menjadi lebih tebal.

3. Daya cengkram

Secara umum, daya cengkram ban itu dipengaruhi oleh bentuk dari tread atau pola permukaan ban. Namun konstruksi ban juga sedikit berpengaruh terhadap daya cengkram ban. Untuk ban radial dengan serat baja lentur memiliki daya cengram lebih baik terhadap jalan karena secara umum ban lebih lentur.

Sementara pada ban bias yang memiliki serat ban tebal, daya cengkram ban sedikit dibawah ban radial.

4. Pemakaian

Ban radial dengan bentuk ban tipis, memiliki daya cengkram baik dan ringan cocok digunakan untuk sepeda motor dan kendaraan-kendaraan ringan.

Sementara ban bias dengan tipikal serat tebal, sangat cocok dipakai pada kendaraan berbobot seperti mobil-mobil komersial, bus dan truk.

Apabila ban radial digunakan pada kendaraan berbobot besar, maka bagian sidewall ban yang tidak kuat. Hal ini berkaitan dengan lapisan ban radial yang tipis, sebaliknya kalau ban bias dipakai pada kendaraan-kendaraan ringan maka akan handling kurang dan kenyamanan juga kurang karena ban lebih keras dan berat.

5. Fleksibelitas

Secara umum, ban radial lebih fleksibel karena memiliki lapisan yang tipis. Meski memiliki lapisan ban tipis, ban tidak bocor karena dibagian permukaan utama ada beberapa layer pelapis ban. Jadi untuk ban radial, bagian sidewall atau samping saja yang terlihat tipis.

Sementara ban bias, seluruh lapisan ban baik permukaan utama dan sidewall memiliki serat berlapis. Sehingga kurang fleksibel. Sebenarnya fleksibelitas ban diperlukan untuk kenyamanan, tetapi untuk kendaraan berbobot berat mungkin fleksibelitas akan dinomor duakan demi ketahanan ban.

Jadi, kesimpulannya

Ban radial dan ban bias merupakan ban yang memiliki penggunaan yang berbeda. Ban radial digunakan pada kendaraan-kendaraan ringan, sementara ban bias digunakan pada kendaraan-kendaraan berat.

Sekian artikel tentang perbedaan ban bias dan radial, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Ciri Ban Mobil Anda Kempes, Patut Waspada !!

Ban menjadi salah satu komponen mobil yang harus dipastikan kondisinya baik.

Namun kita sebagai pengemudi sering tidak mengetahui bahwa tekanan angin ban mobilnya berlebih atau kurang. ini dikarenakan untuk mengecek tekanan angin ban, perlu tire pressure gauge yang tak banyak orang memilikinya.

Sehingga, entah ban kempes atau tidak kita para pengemudi tetap jalan saja. Namun, anda patut waspada. Karena berkendara dengan ban kempes juga akan menimbulkan beberapa resiko.

Akibat ban mobil kempes namun tetap dipaksa jalan

  • Bagian samping ban akan retak
  • Kecepatan mobil terhambat
  • Konsumsi BBM meningkat
  • Resiko pecah ban


Apa hubungannya ban kempes dengan kecepatan mobil apalagi konsumsi BBM ?

Saat ban mobil kempes, maka bagian permukaan yang menyentuh jalan akan melebar karena tekanan dari berat body mobil. Sehingga luas penampang ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar dari normalnya.

Semakin lebar penampang ban yang menyentuh aspal akan menyebabkan mobil lebih berat, sehingga mobil akan terasa lebih berat dan butuh ekstra bensin.

Lalu, apa tandanya bahwa ban mobil kita kempes ?

Ciri Ciri Ban Mobil Kempes

img : rubonit.be

1. Ban terasa lebih empuk

Perbedaan ban overpressure dengan ban underpressure bisa kita rasakan pada kenyamanannya. Kalau tekanan angin berlebihan, maka ban akan terasa keras sehingga berkendara juga terasa lebih kasar. Sebaliknya, saat ban kempes maka berkendara akan terasa lebih empuk (spongy).

2. Terdengar sedikit suara gemuruh saat mengemudi

Suara gemuruh ini disebabkan karena permukaan karet ban kempes yang menyentuh aspal. Sebenarnya, entah kempes atau tidak ban tetap terdengar suara gemuruh. Namun kalau ban kempes, suara gemuruh itu bisa terdengar hingga kabin karena permukaan ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar.

3. Saat melintasi gundukan terasa keras

Ciri berikutnyam bisa anda rasakan ketika melewati polisi tidur atau gundukan atau jalan tidak rata. Ban yang kempes, itu tidak bisa memberi toleransi terhadap benda yang mengenainya. Artinya apabila anda melewati gundukan, maka bagian permukaan ban dalam bisa bersentuhan dengan velg.

Inilah yang menyebabkan berkendara terasa keras, serta berpotensi membuat ban bocor.

4. Mobil terasa lebih berat

Seperti yang ditulis diatas, ban yang kempes memiliki permukaan yang menyentuh aspal lebih lebar. Artinya, semakin lebar ban semakin berat pula mobil. Sehingga, dengan mesin yang sama maka kecepatan mobil akan sedikit terhambat dari biasanya.

5. Steer mobil kadang belok dengan sendirinya

Mungkin anda pernah merasakan hal ini, apabila salah satu ban depan mobil kempes maka kemudi mobil cenderung balik kesalah satu arah. Apabila ban depan kiri yang kempes, maka setir bisa balik kekiri sendiri. Begitu pula sebaliknya.

Saran kami, apabila anda menemui salah satu dari 5 gejala diatas segera pinggirkan mobil dan lihat secara visual. Apakah ada salah satu ban yang kempes.

Apabila ada ban kempes, segera cari pom bensin atau tukang tambal ban untuk mengisi angin ban. Apabila anda memaksakan, kemungkinan resiko yang disebutkan diatas akan anda alami.

Mungkin itu saja tips tentang tanda ban mobil kempes. Semoga menambah wawasan kita semua.

7 Tanda Ban Mobil Harus Ganti

Sama seperti komponen mobil lain, ban juga komponen yang memiliki masa pakai. Umur ban mobil pun tidak bisa kita predikis, ada ban mobil yang mampu bertahan hingga 3 tahun dan ada pula yang hanya bertahan 1 tahun.

Sehingga untuk mengetahui apakah ban mobil masih bagus atau tidak, kita harus mengeceknya secara langsung.

Tapi tak banyak yang tahu, apa ciri ciri ban mobil yang harus segera diganti. Oleh sebab itu, diartikel ini akan kita bahas bagaimana cara mengecek apakah ban mobil masih bagus, atau perlu diganti.

9 Tanda Ban Mobil Perlu Diganti

img : gshservice.com

1. Ketebalan tread melewati TWI

Yang pertama, permukaan tread ban mulai tipis. Untuk mengeceknya, cukup mudah. Anda hanya tinggal melihat kedalaman alur yang ada dipermukaan ban. Biasanya di tengah alur tersebut terdapat karet TWI (tread wear indicator).

TWI ini dijadikan patokan apakah tread ban tipis atau tidak, kalau kedalaman alur ban rata dengan TWI maka artinya tread ban tipis dan ban perlu diganti.

2. Ada benjolan pada ban

img ; pakwheels.com

Benjolan bisa disebabkan karena lapisan sabuk ban (lapisan dalam ban) mengalami deformasi. Penyebabnya bisa karena panas, atau sering dipakai pada jalan yang tidak rata.

Resiko ban benjol ini, ban rentan bocor dan rentan meledak. Selain itu, handling mobil juga akan terganggu. Sehingga apabila anda melihat benjolan pada ban mobil anda, sebaiknya anda ganti ban mobil tersebut.

3. Ban botak dibagian tengah

Selanjutnya, ban botak hanya dibagian tengah. Terkadang, ada kondisi dimana kedalaman alur ban masih tebal namun dibagian tengah, ban sudah gundul. Ini juga menjadi salah satu tanda ban yang harus ganti.

Pasalnya, ban gundul dibagian tengah akan mengurangi ketahanan ban dibagian permukaan tengah. Sehingga apabila melewati jalan tidak rata atau melewati kerikil sangat rentan bocor. Solusinya, anda perlu ganti ban dengan yang baru.

4. Ban botak dibagian samping

Selain dibagian tengah, ada pula kondisi dimana ban botak hanya dibagian samping entah bagian dalam atau bagian luar ban. Ini disebabkan biasanya karena faktor suspensi yang bermasalah, bisa karena bushing suspensi yang mulai rusak atau karena pegas suspensi yang mulai lemah.

Apabila anda menemui kondisi ini, lakukan pengecekan sistem suspensi dan ganti ban. Tetapi apabila hanya satu atau dua ban yang mengalami botak samping ini, anda bisa rotasi ban sesuai arah rotasinya.

5. Ban belum pernah ganti selama 3 tahun

Seperti yang dijelaskan diawal, umur ban tidak mesti. Ada yang sanggup digunakan hingga 3 tahun ada juga yang tidak sampai. Apabila ban mobil anda sudah berumur tiga tahun namun pemakaian mobil sangat jarang mungkin tidak masalah.

Tetapi apabila sampai 3 tahun ban belum diganti dengan intensitas pemakaian mobi sering, maka ban harus segera diganti.

6. Permukaan ban retak


Ban yang retak bisa disebabkan karena faktor umur, maupun faktor cuaca yang ekstrem. Mobil yang sering melintasi jalan berkerikil juga rentan mengalami retak, apabila permukaan atas maupun samping ban sudah retak segera ganti ban tersebut.

Memang, ban yang retak masih bisa dipakai tapi ketahanan ban akan berkurang serta handling mobil juga akan terganggu. Kecuali permukaan yang retak hanya sedikit, mungkin masih bisa ditoleransi.

7. Permukaan ban bergelombang

Mungkin anda pernah menemui permukaan atas ban bergelombang, ini bisa disebabkan oleh banyak hal salah satunya karena faktor wheel aligment yang kurang seimbang. Sehingga ketika anda menemui salah satu ban mobil bergelombang, segera lakukan spooring balancing.

Sementara ban yang bergelombang tersebut, jelas harus diganti karena bisa menurunkan daya tahan ban serta mengurangi handling.

8. Permukaan ban berserabut

Sama halnya dengan ban yang bergelombang, ban berserabut juga bisa disebabkan karena faktor wheel alignment yang tidak seimbang. Sehingga kalau anda menemui kondisi seperti ini, lakukan saja spooring balancing. Tapi untuk ban yang berserabut bisa tetap dipakai apabila kedalaman alur tread masih diatas minimal.

Atau solusi lain, anda bisa lakukan rotasi ban agar keausan ban bisa lebih merata. Namun, kalau tidak memugkinkan (kondisi ban sudah tipis) maka ganti saja.

9. Ban sudah sering bocor dan sering ditambal

Untuk ban yang sering bocor, maka jumlah tambalan pada ban tersebut juga menjadi lebih banyak. Sementara itu, ban tambalan kurang baik dalam ketahanan artinya semakin banyak jumlah tambalan maka resiko ban bocor atau bahkan meledak juga lebih besar.

Solusinya, anda perlu mengganti ban tersebut dengan yang baru apalagi kalau anda akan menempuh perjalanan jauh.

Tips Mengganti Mobil Agar Berkendara Tetap Nyaman


Biasanya saat kita mengganti ban baru, kita bingung karena dihadapkan pada banyak sekali pilihan. Anda juga harus mengetahui jenis-jenis ban karena tiap ban memiliki spesialisasi tersendiri.


  • Pilih ban dengan merk dan spesifikasi sama seperti ban sebelumnya
  • Ganti empat ban sekaligus, ini akan menjaga handling tetap baik
  • kalau ada ban yang masih bagus, anda bisa ganti hanya bagian depan atau belakang saja


demikian artikel tentang tanda ban mobil harus diganti, semoga bisa menambah wawasan kita semua.