Showing posts with label Oli dan Fuel. Show all posts

4 Akibat Pemakaian Oli Mesin Yang Terlalu Encer

Oli mesin menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam hal perawatan mesin kendaraan, saat kita mengganti oli mesin kendaraan umumnya kita mengikuti rekomendasi pabrikan.

Tetapi, diluar sana terdapat banyak sekali merk-merk oli aftermarket yang menawarkan performa lebih tinggi. hal itulah yang memicu kita menggunakan oli mesin diluar rekomendasi pabrikan.

Namun, apa jadinya kalau oli yang kita pilih untuk mesin kendaraan ternyata lebih encer ? apa pengaruhnya terhadap mesin ?

Kita akan membahasnya pada artikel ini.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Mesin


Kekentalan atau viskositas meski terkesan sepele tapi memberi dampak pada pergerakan tiap komponen mesin, contohnya ketika kita mengaduk sendok didalam dua bejana yang berisi air dan minyak goreng.

Mana yang lebih enteng ? jelas air karena air lebih encer dibandingkan minyak.

Oli mesin pun demikian, oli yang lebih kental akan lebih menghambat pergerakan komponen mesin dibandingkan oli yang lebih encer.

Berarti oli encer itu lebih bagus ?

Tidak seperti itu juga, karena baik oli yang encer atau kental sama-sama memiliki peruntukannya. Sehingga kita perlu melihat jenis mesinnya terlebih dahulu.

Untuk mesin berkapasitas besar umumnya memiliki celah-celah komponen yang lebar, sehingga cocok menggunakan oli yang lebih kental. Sementara untuk mesin jaman sekarang yang memiliki celah sangat sempit memerlukan oli yang encer agar bisa menjangkau celah terkecil mesin.

Jadi kalau mobil atau motor anda masih tergolong generasi baru, anda bisa menggunakan oli dengan kekentalan 10W. Namun kalau mobil atau motor anda termasuk mobil lama (atau mobil dengan umur lebih dari 5 tahun) anda lebih baik gunakan oli yang lebih kental.

Lalu Apa Akibatnya Jika Menggunakan Oli Terlalu Encer ?

img by deltalube.com

Penggunaan oli yang terlalu encer dari standar akan memberi dampak ;

1. Suara mesin lebih kasar

Ketika anda menggunakan oli mesin yang lebih encer, maka suara mesin akan terdengar lebih kasar. Hal ini karena meski oli encer bagus untuk melumasi celah-celah sangat sempit namun saat melumasi celah yang lebih besar menjadi kurang maksimal.

Sehingga daya redam terhadap gesekannya pun menjadi berkurang.

Inilah yang memicu mesin mengeluarkan suara yang lebih berisik atau kurang halus dari biasanya.

2. Oli mudah menguap

Oli mesin yang juga pada dasarnya zat cair juga dapat menguap, penguapan oli mesin dipicu karena panas mesin itu sendiri. Kalau oli mesin kental, penguapannya bisa lebih tertahan karena molekulnya lebih terikat.

Namun untuk oli yang lebih encer, memiliki batas temperatur yang lebih rendah sehingga mudah sekali menguap kalau sistem pendinginannya tidak didesain untuk oli encer.

Sehingga anda akan sering menjumpai kejadian dimana volume oli sering kurang padahal tidak ada gejala bocor oli.

3. Durabilitas mesin berkurang

Durabilitas atau ketahanan mesin juga akan mengalami penurunan kalau oli yang digunakan terlalu encer. Hal ini karena oli encer kurang maksimal dalam hal pelumasan pada area-area dengan persinggungan besar.

Sehingga keausan komponen mesin justru lebih cepat.

4. Emisi bertambah buruk

Untuk mesin-mesin yang sudah berumur, umumnya celah pada ring piston sudah agak membesar. Ketika anda gunakan oli encer, oli ini akan mudah sekali masuk ke ruang bakar. Sehingga oli akan ikut terbakar didalam ruang bakar dan meninggalkan emisi yang lebih buruk.

Meski demikian, oli encer juga memberi satu dampak positif yang cukup bagus yakni dapat meringankan tarikan mesin. Hal ini seperti kasus air dan minyak diatas, dimana benda akan lebih ringan bergerak pada cairan dengan kekentalan rendah.

Jadi lebih baik pilih oli encer atau oli kental ?

Encer kentalnya oli sebenarnya mengikuti kondisi mesin kendaraan, jadi jangan lihat olinya namun lihatlah mesin kendaraan anda. kalau memang kendaraan anda tergolong produksi baru (sekitar 2010 keatas), umumnya sudah memiliki presisi tingkat tinggi yang olinya pun perlu oli encer (sekitar 10W-40).

Namun untuk mesin-mesin yang diproduksi dibawah tahun 2010, lebih baik anda gunakan oli dengan kekentalan lebih minimal 20W-50.

Ganti Oli Persneling Manual, Berapa Biayanya ?

Pelumas pada sebuah mobil itu bukan Cuma oli mesin, ada juga oli perseneling dan oli gardan. Namun sebagian pemilik mobil tidak terlalu mengurusi pelumas selain oli mesin khususnya oli perseneling dan oli gardan.

Padahal, kedua bagian itu juga masih mempengaruhi performa mesin.

Lalu, untuk penggantian olli persneling manual, kira-kira dilakukan saat jarak tempuh berapa dan berapa biayanya ? mari kita bahas

Kapan Harus Ganti Oli Transmisi Manual ?


Secara umum, oli transmisi itu bisa bertahan dengan baik hingga pemakaian 40 ribu KM atau kalau dirata-rata sampai 2 tahunan.

Kalau anda melihat manual book mobil anda, juga ada berapa standar penggantian oli transmisi manual. Biasanya memang diangka 40 ribu KM meski ada juga yang kurang.

Tetapi, anda juga patut memperhatikan beberapa hal. Karena ada beberapa hal yang mengharuskan oli transmisi harus diganti meski belum menempuh jarak 40 ribu KM.

Beberapa hal tersebut antara lain ;

1. Bunyi dengung dari bagian persneling

Bunyi dengung ini bisa berasal dari persinggungan antar gear didalam transmisi. Kalau kualitas olinya masih bagus, bunyi ini bisa diredam dengan sempurna tapi kalau kualitas oli sudah turun maka bunyi dengung akan terdengar.

2. Gigi susah dipindahkan

Tuas persneling yang susah dipindahkan bisa menunjukan beberapa gejala seperti kampas kopling tipis juga bisa karena oli transmisi yang perlu diganti. Kalau tidak disertai dengan gejala loss power, maka kopling masih aman sehingga masalah ini bisa disebabkan karena oli transmisi perlu diganti.

3. Ada bunyi/getaran dari transmisi

Bunyi-bunyian ini umum sekali muncul terutama kalau oli yang dipakai sudah turun kualitasnya. Ada beberapa hal yang mempercepat penurunan kualitas oli, seperti pemilihan SAE yang salah juga bisa karena faktor luar seperti mobil yang menerjang banjir.

Jadi ketika anda mendengar bunyi-bunyi tidak nyaman dari bagian persneling coba ganti olinya terlebih dahulu.

Berapa biaya mengganti oli transmisi manual ?

Bicara soal biaya itu relatif, karena biaya penggantian ini dipengaruhi oleh harga oli yang anda pilih dan besaran ongkos jasa ganti oli itu sendiri.


Umumnya, harga oli transmisi manual itu berkisar 40 ribu – 100 ribu rupiah per liter. Kapasitas oli transmisi manual, itu kurang dari 2 liter sehingga kita asumsikan beli olinya 2 liter. Ongkosnya, juga bervariasi tapi umumnya tidak lebih dari 50 ribu (kalau hanya ganti oli saja).

Jadi estimasi total biaya yang diperlukan itu sekitar (kita anggap harga olinya 60 ribu) 170 ribu rupiah.

Biaya segitu bisa bertahan hingga 40 ribu KM atau sekitar 2 tahun, jadi menurut kami masih cukup terjangkau. Kecuali kalau ada masalah pada transmisi, maka biaya perbaikannya akan menjadi lebih mahal karena perlu menguras oli.

Jadi kami sarankan, meski tidak ada gejala pada mobil anda gantilah oli transmisi dengan interval maksimal 40 ribu KM sekali.

Hal itu dikarenakan, sebagus apapun kualitas oli yang anda beli tetap akan turun juga seiring bertambahnya pemakaian.

Untuk pemilihan SAE atau kekentalan oli, umumnya menggunakan SAE 80-90. Tapi itu disesuaikan juga dengan spesifikasi/rekomendasi pabrikan. Yang penting jangan gunakan oli mesin untuk oli transmisi, karena oli mesin itu sangat encer. Kalau diisi didalam transmisi, justru akan membuat transmisi berisik.

4 Bahaya Jika Oli Mesin Mobil Bocor

Oli mesin sejatinya berfungsi sebagai pelumas untuk komponen-komponen mesin yang saling bergesekan. Namun apa jadinya kalau oli yang harusnya stay didalam mesin itu bocor keluar, apa berpengaruh besar terhadap kinerja mesin ? atau hal tersebut justru merusak komponen mesin ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi oli pada mesin itu cukup vital


Yang perlu kita garis bawahi pertama adalah fungsi dari oli ini. Oli ternyata memiliki fungsi yang sangat vital pada mesin, jika diibaratkan tubuh manusia maka oli ini berperan layaknya darah.

Kita tahu didalam mesin itu terdapat banyak sekali komponen-komponen yang bergesekan. Material semua komponen tersebut juga terbuat dari logam, yang kita ketahui kalau logam bergesekan dengan logam pasti akan menghasilkan friksi atau secara simple komponen tersebut akan terkikis.

Disinilah oli berperan, oli akan menjadi penengah atau sekat antara dua logam yang bergesekan. Jadi misal gesekan antara silinder dan ring piston. Kalau dilihat dengan mata telanjang, memang ring piston ini bergesekan dengan silinder namun kalau dilihat lebih dekat maka akan ada oil film atau lapisan oli ditengah-tengah komponen yang bergesekan tersebut.

Sehingga tidak terjadi gesekan antar logam secara langsung.

Oli juga bersifat licin sehingga mampu memperlicin gerakan komponen yang bergesekan.

Kembali ke pertanyaan awal, apa bahaya kalau oli mesin bocor ?

Jawabannya tergantung seberapa banyak oli yang bocor, kalau hanya sedikit oli yang bocor tentu itu bukan masalah (kondisi mesin masih O.K) tapi kalau oli didalam mesin sudah habis karena bocor, maka perlu waspada karena pasti ada komponen mesin yang kena.

Jadi bisa dikatakan bocor oli itu adalah masalah utamanya sementara kalau masalah utama tersebut dibiarkan maka oli didalam mesin bisa habis yang mengakibatkan bahaya pada mesin muncul.

Apa saja bahayanya ?

1. Komponen mesin aus dan perlu turun mesin untuk memperbaikinya

Seperti yang dikatakan diawal pembahasan, oli ini akan menyekat dua komponen yang bergesekan sehingga dua komponen tersebut tidak secara langsung berinteraksi. Tapi kalau olinya tidak ada karena bocor, maka tidak ada lagi sekat sehingga komponen-komponen mesin bisa bergesekan secara langsung.

Hasilnya, komponen tersebut akan mengalami keausan dan dalam waktu singkat anda akan menemui beberapa gejala seperti  ;

  • Tenaga mesin ngempos
  • Mesin sudah dihidupkan dipagi hari
  • Mesin overheating


Untuk mengatasinya anda perlu mengganti komponen yang dirasa aus tersebut. Untuk menggantinya, anda perlu membawa mobil ke bengkel dan dibengkel biasanya akan dilakukan tindakan turun mesin karena untuk melepas komponen internal mesin, mesin harus diturunkan dulu dari mobil.

Mengenai biaya, tentu ini masuk ke perbaikan berat sehingga biayanya bisa cukup mahal.

2. Suara mesin menjadi lebih kasar karena tidak ada pelumas dan berpotensi terkunci

Selanjutnya, kalau ini terjadi dijalan maka anda akan merasakan suara mesin yang cenderung lebih kasar. Selain itu, suhu mesin juga menjadi lebih panas. Biasanya indikator oli mesin akan menyala.

Maka anda harus segera menghentikan kendaraan dan mengecek kondisi oli mesin mobil. Pasalnya kalau tetap dipaksakan maka mesin bisa terkunci. kondisi ini muncul karena suhu mesin terlalu panas yang membuat piston memuai sehingga terkunci didalam silinder. Ditambah tidak adanya pelumas sehingga gerakan piston juga menjadi lebih berat.

Yang lebih parah, kalau piston sudah terkunci maka mobil tidak bisa dihidupkan lagi dan perlu penanganan bengkel.

3. Jika oli bocor ke kopling maka akan menyebabkan selip

Kalau olinya bocor dari seal crankshaft belakang maka oli bisa mengarah ke kampas kopling. Sementara itu kampas kopling mobil itu bersifat kering, jadi  kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip.

Sehingga mobil akan terasa lebih sulit digunakan.

4.  Kalau oli bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain

Oli bersifat licin, kalau oli yang licin ini bocor dijalan maka itu berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Contohnya untuk kendaraan sekelas bus atau truk yang memiliki muatan berat. Kalau melintas di jalan yang ada ceceran olinya, maka roda truk tersebut bisa selip saat melakukan pengereman.

Dan kalau kendaraan ini selip, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainya lagi. Jadi jangan sepelekan bocor oli ini. Apabila anda merasa ada yang aneh pada suara mesin, ditambah ada indikator yang menyala didashboard maka jangan ragu untuk menepi dan mengecek kondisi mesin.

Cara Mengetahui Kualitas Oli Mesin Mobil

Oli mesin merupakan salah satu komponen yang harus terus dijaga kualitasnya, pasalnya oli mesin yang buruk akan berdampak pada pelumasan yang buruk pula.

Hasilnya, mesin mobil akan lebih cepat rusak.

Kita para pemilik mobil, umumnya mempercayakan perawatan mobil pada bengkel saat service. Tapi, kondisi mobil itu tidak selalu sama.

Misal untuk mobil yang sering dipakai padan jalanan macet, maka KM mobil tetap kecil tapi running hours mesin sebenarnya cukup lama. Sehingga, kualitas oli mesin akan berkurang lebih cepat.

Kalau kita ikuti jadwal service, mungkin sebelum tanggal service kualitas oli mobil sudah berkurang jauh. Solusinya, kita juga perlu melakukan perawatan minimal mengecek kualitas dan kuantitas oli mesin.

Lalu bagaimana caranya ? simak artikel dibawah.

Cara Cek Kualitas Oli Mobil


Untuk mengetahui apakah oli mesin masih bagus atau perlu diganti, kita perlu melihat sampel oli dari mesin. Untuk mengambil sampel oli mesin, kita bisa lakukan dari deep stik oli. Caranya sebagai berikut ;

1. Pastikan kendaraan terparkir di tempat yang landai

Ini akan mempengaruhi akurasi pembacaan kuantitas oli mesin. Kalau posisi mobil miring, maka tinggi permukaan oli juga akan miring. Akibatnya pembacaan yang tertera pada stik oli bisa lebih banyak atau lebhih sedikit dari aslinya.

2. Tunggu beberapa menit hingga mesin dingin

Sebelum anda mencabut deep stik oli, rasakan dulu suhu mesin mobil anda. Kalau mesin masih panas/baru digunakan maka tunggu beberapa menit hingga suhu mesin hangat.

Mengapa harus menunggu suhu mesin agar turun ?

Ini juga berpengaruh pada akurasi pembacaan volume oli. Saat mesin masih panas/baru saja digunakan, oli mesin masih menempel pada semua komponen mesin yang dilewati jalur pelumas hingga menyisakan sebagian oli didalam oil pan.

Kalau kita cabut stik oli saat suhunya masih panas, maka oli akan kurang. Padahal, oli sebenarnya belum kembali ke oil pan.

3. Buka kap mesin dan cabut deep stik oli

Setelah suhu mesin turun, cabut deep stik oli dari mesin. Untuk mencabutnya kami rasa cukup mudah, karena tinggal ditarik saja. Yang terpenting tarik dengan arah lurus dari lubang stik oli.

Karena kalau arah tarikan tidak lurus, stik oli bisa patah.

4. Bersihkan deep stik oli lalu masukan kembali ke mesin

Setelah deep stik oli terlepas, bersihkan ujung deep stik oli menggunakan kain lap. Setelah itu, masukan kembali deep stik oli kedalam mesin seperti semula.

Ini dilakukan karena saat pertama anda mencabut deep stik, pembacaan volume oli pasti akan penuh karena sebelumnya deep stik sudah terlumuri oli ketika mesin hidup. Jadi, kita lap dulu olinya baru pembacaan kedua bisa lebih akurat.

5. Cabut kembali deep stik oli dan baca hasilnya

img : milesgarage.co.uk

Cabut kembali stik oli dan lihat ujung deep stik. Pada ujung deep stik, pastikan ketinggian oli mesin masih diantara upper level dan lower level. Kalau ketinggian oli mendekati lower level, anda bisa tambahkan oli dengan volume 100-400 ml.

Namun, apabila ketinggian oli berada ditengah antara upper dan lower level tidak ditambah bukan masalah. Selanjutnya, periksa sedikit oli yang menempel pada deep stik untuk mengetahui kualitasnya.

Ciri -ciri oli mesin harus diganti

  • Untuk mesin bensin, warna oli akan lebih coklat/gelap dari warna asalnya. Sementara mesin diesel, meski baru ganti warnanya cenderung hitam.
  • Ada serpihan logam (gram) pada oli, ini bisa dirasakan dengan menyentuh oli.
  • Oli sangat encer, apabila deep stik oli cepat kering setelah dicabut dari mesin bisa menjadi patokan bahwa kekentalan oli sudah turun drastis. Sehingga sifat pelumas oli sudah berkurang


Apabila ketiga gejala diatas anda temui, jangan ragu untuk mengganti oli mesin walau jadwal service belum tiba saatnya. Khususnya seperti kondisi yang dijelaskan diatas (jalanan macet) dimana mesin bekerja lebih lama dari normalnya maka wajar kalau jadwal ganti oli dimajukan.

Itulah tips singkat tentang cara cek oli mobil, semoga menambah wawasan kita semua.

Cara Mudah Cek Oli Motor Apa Perlu Ganti, Atau Hanya Ditambah ?

Pada kendaraan bermotor, fungsi oli cukup penting. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli mesin juga berperan sebagai perangkat pendinginan mesin.

Kedua fungsi ini akan terganggu apabila kondisi oli mesin buruk atau bahkan kurang. oleh sebab itu penting bagi kita para pemilik motor untuk bisa minimal mengecek apakah kondisi oli mesin masih layak dipakai atau perlu diganti.

Mengapa oli perlu dicek secara rutin ?

Alasan yang paling masuk akal adalah ketika mesin bekerja, pasti ada deposit atau kerak sisa pembakaran yang bocor kebagian bawah piston. Dan disini, deposit itu akan terbawa oleh sirkulasi oli. Sehingga warna oli tersebut semakin lama akan semakin menghitam.

Alasan lain, oli kalau terkena panas secara terus menerus akan semakin encer. Dan semakin encer oli maka sifat pelumasannya akan semakin berkurang. Oleh sebab itu disini akan kita ulas detail cara mengecek kondisi oli mesin apakah masih bagus, kurang, atau perlu diganti.

1. Pastikan memarkirkan motor pada area yang memiliki permukaan rata

Ini bertujuan agar kerataan oli didalam mesin motor bisa sesuai, sehingga pengecekan oli pun berlangsung secara akurat.

2. Gunakan standar tengah

Ini juga penting, kalau anda langsung membuka tutup oli saat motor masih distandar samping hasilnya akan kurang. itu karena posisi motor saat distandar samping, akan miring. Sehingga permukaan oli akan lebih tinggi pada salah satu sisi dan lebih rendah dari sisi lain, oleh karena itu kalau kita pakai standar tengah posisi motor akan rata sehingga permukaan oli juga rata.

3. Tunggu hingga suhu mesin dingin

Apabila kita mengecek oli disaat suhu mesin masih panas, maka pengecekan tersebut kurang akurat. Sebabnya, mesin yang masih panas artinya mesin tersebut baru saja dimatikan. Sehingga oli mesin belum sepenuhnya kembali ke oil pan (masih ada oli yang menempel pada komponen mesin lain) sehingga saat kita cek, volumenya berkurang.

Pengecekan saat suhu dingin, akan memastikan bahwa oli didalam mesin sudah sepenuhnya turun ke oil pan. Sehingga pengecekan bisa lebih akurat.

4. Buka penutup oli mesin


Untuk motor bebek dan sport (mesin didepan) umumnya menggunakan jenis tutup menonjol. Sehingga untuk membuka tutup oli ini, anda memerlukan bantuan tang. Sementara itu ada beberapa motor khususnya matic menggunakan model tutup berlubang, sehingga untuk membukanya diperlukan obeng – besar.

Untuk membuka tutup oli, caranya cukup putar tutup oli tersebut berkebalikan dengan jarum jam. Setelah itu, tarik tutup oli maka tutup oli beserta deep stik bisa terlepas dari mesin.

5. Bersihkan ujung penutup oli dari oli lalu masukan kembali pentutup oli ke mesin

Setelah tutup oli terlepas, jangan langsung membaca deep sticknya, tapi bersihkan dulu stik/level oli yang menempel dibawah tutup oli menggunakan kain lap. Setelah bersih, anda masukan lagi tutup oli kedalam mesin dan kencangkan hingga seperti semula.

img : blackxperience.com

Ini berfungsi agar pembacaan bisa lebih akurat, kalau kita langsung membaca stik oli saat itu juga pasti hasilnya akan penuh karena saat mesin bekerja semua permukaan stik oli akan terlumuri oli. Namun apabila kita bersihkan oli yang menempel pada stik, maka pembacaan level berikutnya bisa lebih akurat.

6. Lepas kembali tutup oli dan lihat ketinggian olinya

img : tribunnews.com

Lepas kembali tutup oli seperti cara diatas, lalu anda perhatikan ketinggian oli pada level oli. Oli mesin dikatakan memiliki volume yang cukup apabila volumenya ada diantara lower dan upper level (berada ditengah stik). Namun kalau tidak tampak oli pada stik/stik oli kering maka bisa dipastikan oli berkurang.

Solusinya, anda bisa tambahkan oli ke mesin hingga volumenya cukup atau dengan mengganti oli motor apabila sudah lama motor anda tidak ganti oli.

Cara termudah mengetahui apakah oli masih bagus atau tidak, yakni dengan melihat warna oli tersebut


  • Apabila warna oli kekuningan, itu tandanya oli masih bagus
  • Apabila warna oli kuning kecoklatan, kemungkinan ini muncul setelah motor digeber dalam waktu lama
  • Apabila warna oli hitam, tandanya oli sudah perlu diganti


Jadi kesimpulannya

Pertama anda lihat warna olinya, kalau masih kuning atau coklat maka oli masih bisa dipakai, anda hanya tinggal menyesuaikan volumenya apakah kurang atau pas. Namun kalau warna oli hitam, langsung ganti saja dengan yang baru.

Demikian artikel singkat tentang cara mengecek oli mesin motor, semoga bisa menambah wawasan kita.

Ganti Oli Mobil, Berapa KM ? Ini Aturan Mainnya

Setiap mobil didesain dengan spesifikasi yang berbeda, karena hal itu perawatan dan penanganan setiap mobil pun berbeda-beda. Salah satunya perawatan mengenai penggantian oli, ganti oli merupakan aktifitas penggantian fluida yang terletak pada mesin, transmisi, gardan dengan tujuan menjaga pelumasan tetap bekerja.

Oli harus tetap diganti untuk menjaga kondisi pelumasan tetap normal. Pasalnya, kualitas oli akan turun seiring seringnya oli bekerja. Dengan kata lain, semakin lama oli digunakan maka oli tersebut akan semakin turun daya lumasnya.

Sementara itu, pelumasan dalam mobil itu cukup penting, pada mesin misalnya. Didalam mesin ada banyak sekali komponen yang bergesekan. Sehingga kalau kondisi pelumas buruk, maka akan menimbulkan efek negatif.

img : fuelinjectorcleanerhq.com

Akibat telat ganti oli pada mobil ;

  1. Bunyi kasar pada mesin, pertama mesin anda akan terdengar cukup kasar khususnya saat awal menghidupkan mobil/dipagi hari. Ini adalah imbas dari oli yang kurang baik dalam melumasi tiap komponen.
  2. Mesin yang mudah panas, selain sebagai pelumas oli juga menjadi fluida untuk mendinginkan mesin. Kalau kualitas oli sudah turun, maka fungsi pendinginan ini juga akan ikut menurun.
  3. Mempersingkat umur pakai komponen, dalam kondisi normal oli akan melapisi dua komponen yang bergesekan. Sehingga dua komponen tersebut tidak bergesekan secara langsung, tapi kalau oli sudah expired maka daya lumasnya akan turun dan komponen akan bergesekan secara langsung. Ini tentu akan mempercepat keausan komponen.
  4. Performa mesin terganggu, imbas dari semua efek diatas ada pada performa mesin secara keseluruhan yang terasa turun.


Berapa Interval Ganti Oli Mobil Yang Tepat ?


Waktu ganti oli yang tepat, bisa anda lihat pada buku service setiap kendaraan. Hal ini karena setiap pabrikan memiliki ketentuan yang berbeda. Umumnya, oli mesin diganti dalam interval maksimal 10 ribu KM atau dalam waktu 6 bulan.

Lalu mana yang digunakan, KM atau Bulan ?

Dua-duanya menjadi patokan, artinya mana yang tercapai lebih dulu maka itu yang dijadikan patokan.

Misal terakhir ganti oli mesin, adalah 6 bulan yang lalu. Tapi KM mobil masih di angka 4.000 KM. Maka anda harus pergi ke bengkel untuk tetap mengganti oli mesin karena sudah mencapai batas 6 bulan. Sebaliknya, untuk mobil yang sering dinas biasanya baru 3 bulan saja Kilo Meternya sudah melebihi 10 ribu KM. Maka jangan tunggu hingga 6 bulan untuk mengganti olinya.

Ada Pengecualian Pada Kondisi Tertentu

Tetapi ada satu pengecualian pada kondisi dimana mobil sering melintas di jalanan macet. Kalau kita melintasi jalan yang macet, mobil tetap diam namun mesin mobil tetap nyala. Misal untuk menempuh jarak 5 KM tanpa macet bisa ditempuh dalam waktu 15 menit, kalau macet bisa sampai 30 menit.

img : jakpost.net

Akibatnya, KM mobil rendah namun tanpa disadari running hours mesin menjadi lebih lama. Dalam kondisi seperti ini, anda harus mempersingkat intrerval ganti oli mobil misal dalam waktu maksimal 4 bulan atau dalam interval maksimal 7.000 KM.

Atau Anda Bisa Mengganti Oli Apabila Ada Indikasi Bahwa Oli Perlu Diganti

Ciri-ciri oli perlu diganti, antara lain ;

  • Suara mesin sudah agak kasar
  • Cek stik oli, kalau warnanya sudah kehitaman maka gantilah
  • Lampu indikator oli pada dashboard menyala


Selain oli mesin, masih ada beberapa oli pada mobil yang sama-sama diganti sesuai intervalnya. Antara lain ;

  • Oli transmisi manual dengan interval 30.000 – 60.000 KM
  • Oli transmisi matic dengan interval 20.000 – 30.000 KM (tergantung kondisi lalu lintas)
  • Oli gardan dengan interval 40.000 – 60.000 KM atau 2 tahun sekali


Tips Memilih Oli Mesin Terbaik Untuk Mobil


Untuk memilih oli terbaik, anda tidak perlu pusing karena setiap pabrikan mobil pasti memiliki rekomendasi/olinya sendiri. Tetapi kalau anda ingin cari hal baru dengan mengganti oli merk baru, bisa ikuti tips dibawah.

1. Pilih oli multi grade

Multi grade oil merupakan oli dengan kekentalan bervariasi, misal SAE 10W-40 atau SAE 5W-20. Oli ini bisa menyesuaikan kekentalannya sesuai kondisi iklim atau kondisi mesin tersebut.

2. Untuk mobil baru, bisa pakai oli dengan SAE lebih rendah

Oli dengan SAE rendah, itu lebih encer sehingga memiliki resistansi tenaga yang kecil (misal SAE 5W-10) Dengan kata lain, mesin bisa bekerja lebih hebat kalau olinya lebih encer, tapi gunakan oli ini pada mobil yang masih baru (kurang dari 3 tahun). Karena oli encer memiliki kelemahan pada daya lumas yang kurang baik, sehingga cocok untuk mesin yang masih baru.

3. Sementara mobil berumur, lebih baik pakai oli dengan SAE lebih kental

Untuk mobil yang berumur 3 tahun ke atas, lebih baik gunakan oli dengan SAE 10W keatas, karena kondisi komponen mesin sudah banyak yang berubah sehingga pemilihan oli kental akan membantu memperpanjang masa pakai komponen mesin. Sehingga mesin tidak gampang rusak.

4. Pilih full synthetic oil agar lebih awet

Yang terakhir, pilih oli full synthetic atau oli yang berbahan synthetic sepenuhnya. Karena apabila oli mineral (alami) oli full synthetic memiliki kandungan zat additive yang lebih bervariasi. Sehingga mampu menunjang performa mesin serta memiliki ketahanan lebih lama.

Apa kita boleh mengganti oli mobil sendiri ?


Tentu saja boleh, asal anda bisa melakukannya. Mengganti oli mobil, memang terlihat mudah karena kita cukup buang oli lama dan isi oli baru.

Namun pada kenyataannya, mobil-mobil baru yang menggunakan mesin injeksi biasanya memiliki sistem peringatan ganti oli. Sistem ini akan memberi tanda berupa indikator oli yang menyala apabila jadwal ganti oli sudah tercapai.

Masalahnya, sistem peringatan ini harus direset setiap kali mengganti oli. Jadi kalau tidak direset indikator oli akan tetap menyala meski anda sudah mengganti oli mesin. Jadi, agar aman dan lebih efektif bisa menghubungi bengkel resmi terdekat.

Sementara untuk oli transmisi manual dan oli gardan, itu bisa anda ganti sendiri (kalau mampu) karena umumnya mobil tidak memiliki sistem peringatan pada kedua fluida ini.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Ganti Oli Gardan Motor Matic, Begini Aturannya

Motor matic, memiliki dua macam oli yakni oli mesin dan oli gardan. Oli mesin, bertugas melumasi bagian dalam mesin sementara oli gardan berfungsi untuk melumasi final gear didekat poros roda belakang motor.

Sama halnya dengan oli mesin, oli gardan juga harus dicek secara rutin untuk mengetahui volume dan kondisinya.

Karena kalau sampai oli gardan habis, maka gear belakang motor bisa hancur. Ini karena gear belakang motor itu berfungsi untuk meneruskan tenaga dari CVT ke poros roda belakang. Dan setiap perkaitan roda gigi, harus dilumasi dengan oli kalau tidak maka gear akan cepat panas dan cepat aus.

Lalu, apa yang dilakukan untuk merawat oli gardan motor matic ? dan kapan waktu yang tepat untuk ganti oli gardan motor matic ?

Kami sudah merangkum semua informasi dari berbagai sumber terpercaya untuk menjawab permasalahan tentang oli gardan ini.

Jadwal penggantian oli gardan


Untuk jadwal penggantian, setiap motor berbeda. Yamaha mungkin berbeda dengan Honda untuk interval penggantian, kita tidak usah menghiraukan hal tersebut. Untuk mengetahui jadwalnya, anda bisa cek ke buku servis.

Tapi kalau jadwal penggantian oli gardan ini tidak tertera di buku ? atau kalau buku servis hilang ?

ini sering dialami oleh mereka yang memiliki motor diusia lanjut, dimana buku servis hilang entah kemana dan mereka tidak tahu jadwal penggantian oli. Menurut Honda (hondacengkareng.com) oli gardan bisa diganti apabila KM motor sudah menyentuh 8.000 KM atau pada interval 8 bulan (mana yang lebih dulu tercapai).

Ini berlaku untuk motor matic Honda seperti Vario, Beat, atau Scoopy.

Sementara menurut Isadat Salam (technical and training service enginer Motul Indonesia) yang dimuat dalam otomotif.kompas.com, penggantian oli gardan motor matic bisa dilakukan setiap dua kali ganti oli mesin. Jadi intervalnya dua kali interval ganti oli mesin (2:1).

Akibat telat ganti oli gardan


Meski jadwal ganti oli gardan sudah ditertera di buku servis, kadang kita sebagai pemilik lupa melakukan service ke bengkel. Sehingga oli gardan pun kadang tidak terawat. Ternyata, ada resiko yang disebabkan karena telat ganti oli gardan. Antara lain ;

  1. Oli jadi lebih encer, oli yang dipakai terus menerus akan berkurang viskositasnya. Sehingga akan menurunkan daya lumas yang berpengaruh pada umur komponen yang menjadi lebih singkat.
  2. Suara kasar pada gear belakang motor, ini terjadi akibat pelumasan yang tidak maksimal
  3. Tenaga motor akan sedikit tertahan, pelumas memiliki sifat yang licin untuk melancarkan putaran gear. Kalau oli sudah tidak layak, maka sifat licin oli tersebut akan berkurang.


Apakah oli mesin bisa dipakai untuk oli gardan

Lalu muncul pertanyaan, apakah oli mesin bisa dipakai untuk oli gearbox ? ternyata ada jawaban mengejutkan dari seorang ahli dan peneliti pelumas dari lembaga terpercaya, M. Haniffudin.

Dilansir dari motorplus.gridoto.com beliau mengatakan ,” Sebenarnya oli gardan yang dijual di pasaran itu isinya sama saja dengan oli mesin. Cuma kemasannya aja yang dibuat berbeda”. Lalu, apakah benar demikian ?

Kalau dilihat peruntukannya, kedua oli ini sama-sama melumasi komponen logam tapi oli mesin didesain untuk melumasi komponen yang saling bergesekan, sementara pada gardan motor matic yang ada persentuhan antar gear dan hanya ada sedikit gesekan.

Karena hal ini, oli gardan dibuat lebih kental daripada oli mesin. Tetapi, menurut pendapat ahli tersebut anda tetap bisa menggunakan oli mesin untuk gardan motor matic dengan catatan oli mesin yang digunakan tidak terlalu encer. Untuk mengetahui kekentalan oli mesin, bisa anda lihat pada label SAE. SAE 10W-20 itu tergolong oli encer, kalau SAE20 keatas mungkin masih O.K untuk oli gardan.

Perbandingan Harga Oli Gardan Motor Matic


Berapa harga oli khusus untuk gardan motor ? anda bisa cek harga di toko online sebagai bahan pertimbangan. Untuk lebih mudah, kami sediakan sedikit perbandingan harga oli gardan motor dari beberapa merk.

  • Oli gardan AHM/120 Ml Rp. 26.000,-
  • Oli gardan Repsol/120 Ml Rp. 25.000
  • Oli gardan Shell Advance/120 Ml Rp. 21.000,-
  • Federal gear oil/120 Ml Rp. 20.000,-
  • Motul gear oil 80W-90/120 Rp. 35.000,-


Cara ganti oli gardan sendiri tanpa ke bengkel


Ternyata, untuk menganti oli gardan ini cukup mudah. Karena lokasinya ada dibelakang dan kita tidak perlu bongkar ini itu, secara simpel penggantian ini dibagi menjadi tiga tahap.

1. Pengurasan oli gardan

Pertama, anda buka baut penguras oli gardan yang lokasinya ada dibawah case gearbox roda belakang. untuk membukanya, anda bisa menggunakan kunci 12 (bisa T, ring, atau pas seadanya). Namun, jangan lupa untuk menyiapkan wadah yang mampu menampung cairan sekitar 150 Ml, karena begitu baut penguras ini dilepas oli langsung tumpah.

2. Pengisian oli baru

Setelah oli bekas sudah keluar semuanya, pasang kembali baut penguras dan kencangkan secara wajar. Lalu buka tutup oli gardan yang lokasinya diatas case gearbox roda belakang. lalu anda bisa langsung menuangkan 120 Ml oli gardan kedalam gearbox.

Untuk lebih mudah, anda harus membeli oli gardan dengan model penutup lancip. Sehingga saat mengisi oli, anda tidak perlu bantuan corong. Cukup buka ujung oli lalu masukan oli tersebut ke lubang pengisi gearbox hingga oli masuk kedalam gearbox.

3. Pengecekan

Setelah oli diisi, pasang tutup oli dan kencangkan. Namun, sebelum anda gunakan motor, lebih baik cek dulu baut penguras oli dan penutup gearbox. Pastikan tidak ada oli yang merembes dari dua komponen ini, selain itu bersihkan juga ceceran oli (kalau ada) pada case gearbox karena bisa menggangu sistem pengereman yang terletak disampingnya.

Itu saja artikel singkat tentang penggantian oli gardan motor matic, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Kapan Ganti Oli Gardan Mobil ? Begini Aturan Mainnya

Oli gardan atau oli differensial merupakan fluida yang digunakan sebagai pelumas gear didalam gardan sebuah kendaraan. Fungsi pelumas ini yakni untuk mencegah terjadinya gesekan pada gear didalam gardan.

Tapi karena lokasi gardan ini tersembunyi di tengah axle belakang ini, pemilik mobil sering mengabaikan komponen ini. Pemilik mobil umumnya lebih fokus ke penggantian oli mesin dan transmisi, padahal oli gardan juga perlu dilakukan penggantian.

Lantas, berapa KM ganti oli gardan mobil ? kapan jadwal penggantiannya ? dan oli seperti apa yang cocok untuk gardan ? simak selengkapnya dibawah.

Interval Penggantian Oli Gardan

ganti oli gardan motor matic

Memang, setiap pabrikan mobil itu dirancang secara independen oleh insinyur masing-masing pabrikan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini artinya, kalau ditanya berapa interval penggatian oli gardan ? maka setiap mobil tidak sama.

Lalu untuk mencari jawabannya, bagaimana caranya ?

Anda harus melihat buku owner manual yang diberikan oleh dealer saat anda membeli mobil. Di buku tersebut sudah ditulis jadwal service kendaraan hingga penggantian setiap komponen-komponen yang perlu diganti lengkap dengan intervalnya.

Atau anda bisa menanyakan langsung ke bagian after sales/bengkel resmi terkait interval penggantian oli gardan mobil anda.

Tapi bagaimana kalau owner manual hilang ?

Dilansir dari cartreatments.com umumnya, oli gardan belakang diganti dengan interval 30.000 sampai 50.000 KM. sementara transaxle (gardan didepan yang ada pada mobil berpenggerak depan dan AWD) diganti dengan interval 25.000 sampai 30.000 KM.

Atau anda juga bisa memperhatikan beberapa tanda dibawah. Saat oli gardan memerlukan penggantian, biasanya akan timbul beberapa gejala seperti ;

1. Kendaraan bergetar saat jalan

Getaran pada kendaraan memang bisa disebabkan banyak komponen. Tapi untuk kasus gardan, getaran hanya terasa ketika mobil berjalan melewati turunan. Ini karena beban mobil akan ditopang oleh gardan. Sehingga perkaitan roda gigi akan semakin kencang dan tanpa pelumas yang baik maka akan muncul getaran.

2. Suara limbung saat mobil berjalan

Selain getaran, bagian bawah mobil juga akan terdengar suara limbung. Suara ini akan hadir dan semakin besar seiring bertambahnya kecepatan mobil. Limbung ini muncul akibat perkaitan pada final gear tidak dilumasi dengan baik oleh oli gardan yang sudah tidak layak.

3. Ada suara saat mobil berbelok

Gardan akan efektif bekerja saat mobil berbelok, saat mobil belok maka perkaitan roda gigi didalam gardan akan semakin kompleks. Sehingga tanpa pelumasan, bisa memicu tumbulnya suara antara roda gigi yang berkaitan.

4. Oli gardan sudah encer dan terkontaminasi

Oli gardan yang baru itu memiliki kekentalan hingga SAE 70, seriring penambahan masa pakai oli gardan akan semakin encer dan terkontaminasi oleh friksi dari roda gigi dan panas yang tercipta saat gardan beroperasi. Kalau oli sudah encer, maka daya lumasnya terhadap gardan bisa turun dan memicu terjadinya gejala-gejala diatas.

Oli yang tepat untuk gardan mobil anda

harga oli gardan mobil

Seperti yang dikatakan diatas, oli gardan memiliki kekentalan yang cukup besar. Untuk mobil-mobil penumpang seperti MPV biasanya oli gardan memiliki kekentalan SAE 75-90. Sementara untuk mobil yang lebih besar (truk dan bus) oli gardan memiliki kekentalan lebih dari SAE 90.

Alasan truk dan bus memiliki oli gardan yang lebih kental adalah karena beban yang diterima berbeda. Oli yang encer memang baik untuk melumasi celah-celah sempit, namun lapisan oil film oli yang encer itu tipis sehingga untuk roda gigi dengan beban yang besar kurang direkomendasikan.

Sebaliknya, oli yang lebih encer memiliki lapisan oil film yang lebih kuat dan tebal sehingga pelumasan oli akan lebih maksimal. Tetapi oli ini tidak mampu menembus celah-celah super kecil, sehingga untuk bus dan truk yang juga memiliki gardan besar olinya disesuaikan lebih kental.

Cara Mengganti Oli Gardan Sendiri

Untuk mengganti oli gardan, lebih efisiennya anda pergi ke bengkel. Tapi kalau anda berniat melakukannya sendiri itu tidak masalah selama anda memiliki kuncinya/tools.

Caranya mudah saja, anda tinggal membuka baut penguras pada gardan, tunggu hingga oli lama keluar semuanya, tutup baut penguras dan isi oli yang baru melalui baut pengisi hingga oli meluber.

Tapi ada beberapa kendala,

  • Kolong mobil terlalu rendah, ini kalau mobil anda MPV atau dibawahnya. Solusinya anda harus mendongkrak tapi satu sisi pada belakang mobil (agar roda kiri/kanan terangkat).
  • Tidak ada baut penguras, beberapa gardan juga tidak dilengkapi dengan baut penguras karena hanya ada satu baut untuk mengisi oli. Untuk mengurasnya, anda harus membuka cover gardan (yang memiliki banyak baut) untuk menguras oli (seperti gambar pertama).


Mungkin itu saja artikel singkat tentang jadwal penggantian oli gardan pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.