Showing posts with label Acessoris. Show all posts

Pasang Peredam Suara Mobil, Cek Kelebihan dan Kekurangannya Berikut

Kesenyapan kabin menjadi salah satu hal yang mendukung kenyamanan berkendara seseorang, tapi tak semua mobil memiliki kabin yang senyap. Contohnya seperti LCGC, label mobil murah kadang membuat kesenyapan kabin kurang daripada tipe mobil lain.

Tapi ada salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk menambah kabin supaya lebih senyap, yakni dengan memasang peredam suara mobil.

Peredam suara ini, mirip seperti peredam suara pada bioskop dimana ada lempengan peredam yang melapisi dinding-dining dasar interior mobil.

Tapi, apa pemasangan peredam suara mobil ini benar-benar dapat membuat kabin lebih tenang ? dan apakah ada kelemahannya ?

Kelebihan pasang peredam suara mobil


Yang pertama jelas, kabin akan lebih tenang dengan catatan pemasangan peredam ini benar. Lempengan peredam ini terbuat dari bahan khusus yang dapat mencegah suara dari luar masuk ke kabin sehingga yang anda rasakan didalam kabin cukup senyap, bahkan suara mesin pun tidak terdengar.

Kelebihan lain, suara audio juga akan lebih maksimal. Hal ini dikarenakan suara yang dihasilkan audio tidak bocor keluar, sehingga suaranya 100% akan anda rasakan didalam kabin.

Cuma, ada efek samping dari pemasangan peredam suara ini.

Efeknya ada pada penambahan berat mobil, jadi salah satu jenis peredam yang banyak digunakan adalah peredam berbahan dasar aspal. Jenis peredam ini memiliki kelebihan pada daya redam suara yang sangat baik, tapi bobotnya berat.

Untuk satu pintu dengan satu lempeng peredam tebal 2 mm, bisa menambah berat sekitar 2 Kg. jadi kalau keempat pintu dipasangi peredam, sekitar 8 Kg bobot mobil bertambah dan itu belum termasuk lempengan peredam di bagian lainnya.

Akibat dari penambahan berat mobil ini, memang tidak terasa karena efeknya ada pada pemakaian bahan bakar yang sedikit lebih banyak.

Beberapa jenis peredam yang sering digunakan antara lain ;

1. Peredam berbahan dasar aspal

Peredam aspal ini memiliki daya redam suara yang cukup baik, meski demikian harganya juga relatif murah. Oleh sebab itu banyak yang merekomendasikan jenis peredam ini tapi kelemahannya ada pada struktur lempengan yang kurang fleksibel dan terkesan kaku. Sehingga perlu sedikit usaha untuk pemasangan khususnya saat mengikuti lekuk body mobil.

2. Peredam berbahan dasar busa

Peredam yang menggunakan busa memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan jenis aspal dan harganya juga murah. Tapi struktur busa yang kurang rapat menyebabkan daya redamnya kurang maksimal.

Ada juga yang menyarankan menggunakan peredam busa impor dari Rusia karena memiliki kualitas redam yang lebih baik.

3. Peredam berbahan butyl rubber

Jenis peredam yang ketiga bisa dibilang memiliki kualitas paling baik dengan bobot yang tidak seberat peredam aspal. Pemasangan peredam ini juga mudah karena bahannya lebih fleksibel dan mudah dipotong, sehingga mudah untuk disesuaikan. Namun dari kedua jenis diatas, ini yang paling mahal.

Lalu mana jenis peredam yang cocok dipasang untuk mobil ?

Anda bisa gunakan yang mana saja, tapi disarankan untuk menggunakan jenis aspal dan busa khusus. Jadi untuk bagian lantai, gunakan yang model aspal karena tidak terlalu banyak lekukan dan mudah dipasang.

Sementara bagian pintu serta atap mobil, gunakan yang berjenis busa khusus. Bahan ini lebih ringan dan pemasangannya juga mudah sehingga cocok saat ditempelkan pada bagian mobil yang menggantung atau vertikal.

Bagaimana cara memasangnya ?


Untuk memasang peredam ini, sebenarnya mudah saja anda hanya perlu memotong lempengan peredam sesuai permukaan yang akan diredam. Setelah bentuknya sudah jadi, tinggal tempelkan pada body mobil paling dasar seperti anda melekatkan stiker.

Yang sulit itu pembongkaran bagian interior, karena lapisan ini dilekatkan pada body bagian dasar jadi kalau mau pasang pada lantai kabin, anda perlu membongkar jok, karpet hingga besi body mobil bagian bawah terlihat. Baru anda bisa melekatkan lempengan peredam ini pada body mobil yang paling dasar tersebut.

Tapi tenang, kalau anda merasa kesulitan anda bisa membawanya ke bengkel variasi mobil. Umumnya mereka menerima pekerjaan pemasangan peredam.

Ini lebih praktis karena anda tidak perlu memikirkan dimana beli peredamnya, karena semua sudah diurus oleh bengkel, jadi istilahnya anda terima jadi.

Paling, anda perlu merogoh budget yang lebih dalam lagi. Karena biaya total pemasangan peredam ini, bisa tembus 3 juta rupiah untuk mobil dengan ukuran kecil, sementara untuk SUV dengan dimensi lebih besar biayanya bisa mencapai 5 juta rupiah.

Untuk harga peredamnya sendiri berkisar antara 500 ribu hingga 2 juta rupiah tergantung kuantitas dan kualitas yang diberikan.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

12 Komponen Sistem AC Mobil dan Fungsinya

Seperti yang kita ketahui, di Indonesia suhu siang hari begitu panas. Apalagi kalau kita sudah didalam mobil. Tanpa pendingin ruangan, pasti kita akan kepanasan. Namun apakah cara kerja AC mobil itu sama dengan AC ruangan ? apakah komponen AC mobil itu sama ?

Untuk menjawab pertanyaan itu, anda bisa membaca Cara kerja sistem AC mobil. Untuk artikel kali ini kita akan fokus membahas nama-nama komponen yang berpengaruh dalam sistem AC mobil beserta masing-masing fungsinya.

Nama Komponen AC mobil beserta fungsinya



1. Kompresor AC

Fungsi kompresor AC adalah untuk memompa aliran freon agar freon mampu bersirkulasi ke semua komponen AC mobil. Namun kompresor ini tidak hanya membuat freon bersirkulasi, kompresor akan menekan freon agar molekul freon lebih rapat.

Hasilnya, freon akan berubah wujud menjadi cair dan tekanan freon pun jauh lebih besar dibandingkan pada selang input kompresor. Hal ini ditujukan agar proses ekspansi dapat berjalan dengan mulus.

Cara kerja kompresor adalah dengan menggunakan gerakan rotari yang diperoleh dari pulley mesin. Poros kompresor terhubung dengan plat yang memiliki beberapa nok. Saat nok tersebut menyentuh piston, maka piston akan bergerak kedepan. Sehingga dapat menekan freon dan memaksanya keluar dengan tekanan tinggi.

Ketika nok lepas dari piston, maka piston kembali bergerak kebelakang karena ada pegas pengembali. Hal ini membuat freon dari selang low pressure masuk kedalam ruang piston. Dan begitu seterusnya kinerja kompresor AC.

2. Magnetic clutch



Fungsi magnetic clutch adalah untuk mengatur kapan waktu kompresor bekerja meski dan berhenti meskipun pulley mesin tetap berputar. Saat kompresor bekerja, maka tekanan freon yang keluar dari kompresor terus meningkat. Apalagi ketika mesin digas, maka penambahan tekanan freon menjadi lebih cepat.

Tentu ada resiko kalau kompressor terus bekerja, oleh karena itu saat tekanan freon mencapai titik maksimum, magnetic clutch akan memutuskan hubungan antara pulley kompressor dengan poros kompresor.

Magnetic clutch bekerja dengan menggunakan daya tarik magnet, seuah coil digunakan untuk menimbulkan daya tarik magnet melalui proses induksi elektromagnetik. Ketika induksi tersebut terjadi maka kopling magnet akan bergerak ke arah coil dan menempel dengan pulley kompresor sehingga poros mampu berputar.

3. Kondensor

Fungsi kondensor adalah untuk memindahkan panas dari dalam freon/refrigerant ke udara bebas. Prinsip kerja kondensor seperti radiator, dimana untuk memindahkan panas semaksimal mungkin, maka freon terlebih dahulu dilewatkan dalam beberapa core.

Diantara core-core tersebut terdapat sirip-sirip yang bersifat konduktor. Sehingga ketika ada aliran udara melewati sirip ini, suhu sirip akan lebih dingin. Karena bersifat konduktor, otomatis suhu lebih tinggi pada freon akan berpindah ke sirip ini.

4. Dryer

Dryer merupakan komponen tambahan pada sistem AC yang fungsinya mirip filter. Sesuai namanya, fungsi utama dryer adalah mengeringkan freon dari air. Meski siklus AC mobil itu tertutup, tapi tidak menutup kemungkinan ada sedikit uap air masuk ke dalam saluran AC.

Uap air ini bisa masuk ketika proses refill freon atau ketika anda melakukan penggantian salah satu komponen AC mobil. Ketika saluran AC terbuka, maka udara bisa masuk kesistem. Dan karena udara di Indonesia bersifat lembab maka ada sedikit uap air yang masuk juga ke sistem.

Didalam dryer terdapat material pasir silika yang mampu mengikat air didalam aliran freon.

5. Expansion valve

Fungsi expansion valve adalah untuk mengubah wujud freon cair agar condong ke bentuk gas melalui proses spraying. Kita ibaratkan parfum spray, meski suhu tabung parfum normal (tidak dingin) namun ketika kita semprotkan parfum tersebut akan terasa sejuk.

Ini karena zat cair yang awalnya berada didalam selang bertekanan tinggi keluar ke ruang bertekanan rendah dengan kecepatan yang tinggi, sehingga suhunya terasa lebih dingin. Pada freon, proses spraying ini dipakai agar suhu freon semakin dingin sebelum freon dimasukan ke evaporator.


Expansion valve, bekerja dengan memberikan dua ruang yang memiliki volume berbeda dan disekat menggunakan saluran kecil. Sehingga akan terdapat perbedaan tekanan pada ruang tersebut. Ketika freon cair keluar dari saluran kecil tersebut ke ruang dengan volume lebih besar maka molekul freon akan lebih renggang. Sehingga tekanan lebih rendah dan wujudnya seperti gas.

6. Evaporator

Fungsi evaporator adalah untuk mendinginkan udara yang akan diventilasikan kedalam kabin. Prinsip kerja evaporator juga sama seperti kondensor, dimana freon bersuhu dingin akan disalurkan kedalam core yang juga terdapat sirip-sirip konduktor.

Suhu dingin tersebut akan mengalir rata ke semua permukaan sirip karena bersifat konduktor, sehingga ketika ada udara dihembuskan melewati sirip evaporator, suhu udara tersebut akan berkurang.

Disini terjadi proses perpindahan panas dari udara bebas ke dalam freon. Sehingga udara yang telah  berhembus melewati sirip evaporator memiliki suhu dingin, namun suhu freon setelah keluar dari evaporator lebih meningkat daripada sebelumnya.

7. High pressure hose

Fungsi high pressure hose adalah sebagai saluran yang mengalirkan freon cair bertekanan tinggi. Umumnya selang tekanan tinggi ini memiliki diameter yang lebih kecil dibandingkan selang low pressure.

Hal tersebut ditujukan agar terjadi perbedaan tekanan antara sisi high pressure dan low pressure, sehingga didalam expansion valve mampu terjadi spraying.

8. Low pressure hose

Fungsi low pressure hose adalah untuk menyalurkan freon berwujug gas tekanan rendah dari evaporator kembali ke kompresor. Berbeda dengan high pressure hose, selang ini memiliki diameter lebih besar dan cenderung tahan bocor. Karena hanya menampung freon bertekanan rendah.

9. Cooling fan

Fungsi cooling fan ternyata bukan hanya sebagai pendingin radiatior, tetapi cooling fan juga berfungsi mendinginkan kondensor yang terletak didepan radiator mobil. Sehingga ketika kita menyalakan AC pasti kipas pendingin akan berputar meski suhu mesin masih dingin.

Cooling fan bekerja dengan membuat hembusan udara melewati kondensor sehingga suhu freon didalam kondensor bisa berkurang.

10. Blower

img by ebay.com


Kalau cooling fan itu menghembuskan udara pada kondensor, maka blower berfungsi untuk menghembuskan udara melewati evaporator. Blower ini yang menjadi ventilator dari sistem ventilasi mobil.

Ketika kita nyalakan blower, maka motor blower akan berputar dan udara akan berhembus dari bagian luar melewati evaporator dan keluar melalui kisi-kisi AC.

11. Freon

img by indianmart.com


Komponen berikutnya adalah freon selaku refrigerant. Freon merupakan gas khusus yang memiliki suhu normal dingin. Dibandingkan gas yang lain, suhu freon sebelum didinginkan saja bisa hampir 0 derajat Celsius.

Selain itu freon juga memiliki ketahanan terhadap radiasi panas yang cukup baik, hal ini dikarenakan proses sirkulasi AC mobil akan melewati bagian mesin. Sementara mesin, kita tahu sebagai sumber panas pada mobil.

Ada banyak jenis freon yang digunakan pada sistem AC, antara lain R12, R22, dan yang paling marak digunakan sekarang adalah R134a, freon jenis ini memiliki sifat yang lebih ramah lingkungan. Karena tidak dapat merusak ozon meski bisa menimbulkan pemanasan global.

12. Sistem pengaturan suhu

Sistem kelistikan AC mobil memiliki pengaruh dalan hal pengaturan suhu dan deras tidaknya hembusan udara dari kisi-kisi AC. Secara umum, ada tiga kelompok sistem kelistrikan AC mobil yakni ;
  • Input (contohnya blower speed control, AC switch, refrigerant pressure sensor, thermister/blower temperature sensor, Ambient air temperature sensor).
  • Control (Amplifier AC, atau pada mobil-mobil modern HVAC control module)
  • Output (blower motor control, fan motor control, magnetic clutch control)


Bagaimana mekanisme pengaturan suhu AC ?

Pengaturan suhu ini dilakukan dengan menetapkan tekanan maksimal freon yang bervariasi. Kalau kita set suhu hangat (misal 25-30 derajat C) maka tekanan maksimal yang ditetapkan itu rendah. Sehingga ekpansi/spraying didalam expansion valve juga berlangsung lebih rendah.

Namun ketika kita set temperatur AC dingin, maka tekanan maksimal yang ditetapkan menjadi lebih tinggi. Sehingga tekanan AC menjadi lebih besar dan ekspansi didalam expansion valve berlangsung lebih kuat. Hal ini akan membuat suhu evaporator jauh lebih dingin.

Baca pula ; Cara kerja sistem AC mobil lengkap + ilustrasinya

Siapa yang menetapkan tekanan masksimal AC ?

Ini adalah tugas dari komponen control, dalam hal ini Amplifier AC akan bertugas dalam penetapan tekanan maksimal freon.


Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai nama komponen sistem AC mobil dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Sistem AC Pada Mobil Lengkap + Ilustrasinya

Suhu panas dan udara pengap di dalam kabin mobil tentunya bisa mempengaruhi kenyamanan pengguna mobil yang juga bisa berimbas pada keselamatan pengguna mobil. Kalau udara didalam kabin mobil itu bersih dans sejuk, otomatis pengemudi akan lebih fokus untuk memperhatikan laju kendaraan.

Oleh karena itu, dalam kendaraan ruang tertutup seperti mobil penting adanya sistem sirkulasi. Sirkulasi udara yang paling banyak diterapkan yakni sistem AC. Bagaimana cara kerja sistem AC mobil ? apa sama dengan AC ruangan ? untuk lebih jelasnya, silahkan simak pembahasan dibawah.

Sistem AC adalah sebuah rangkaian komponen yang dibuat dengan tujuan mengatur suhu dan kelembaban didalam kabin mobil. Sebenarnya sistem AC masuk ke HVAC System, yang apabila diartikan menjadi Heating, Ventilating, and Air Conditioning.

Artinya, dalam rangkaian AC mobil sebenarnya tidak hanya terfokus pada pendinginan kabin. Sistem ini juga bisa memanaskan suhu kabin (khusus saat musim dingin). Namun karena di Indonesia tidak pernah merasakan musim dingin, alias suhu udaranya hangat maka sistem HVAC hanya digunakan untuk mendinginkan ruang kabin.

Prinsip Kerja AC Pada Mobil


Mungkin anda bertanya-tanya, apakah cara kerja AC mobil sama dengan AC ruangan ? secara prinsip sistem AC mobil sama dengan sistem AC ruangan. Dimana sistem ini bekerja dengan pemindahan panas.

Udara yang akan diventilasikan kedalam kabin, terlebih dahulu melewati sebuah komponen. Tujuannya agar kelembaban dan suhu udara tersebut berpindah ke material lain. Dalam hal ini, refrigerant digunakan sebagai material pemindah panas.

Namun, pemindahan panas ini tidak hanya terjadi pada udara ventilasi ke kabin. Panas yang dipindahkan ke refrigerant juga perlu dipindahkan lagi ke udara bebas agar refrigerant bisa kembali menjemput panas dari kabin.

Rangkaian pemindahan panas ini apabila dihubungkan akan menjadi sebuah siklus AC mobil.

Komponen Sistem AC mobil


Fungsi setiap komponen AC mobil itu bermacam, macam ada yang memindahkan panas seperti yang disebutkan diatas dan ada pula yang mendorong refrigerant bergerak. Apabila disebutkan secara garis besar maka komponen AC mobil adalah sebagai berikut ;

  1. Kompressor, fungsi kompresor adalah untuk menekan rerigerant. Sehingga refrigerant bisa bergerak mengikuti siklus dengan tekanan tertentu.
  2. Kopling kompresor, kopling kompresor bekerja menggunakan gaya magnet. Ketika kopling ini bekerja maka kompresor akan terhubung ke pulley mesin sehingga kompresor bisa bekerja.
  3. Kondensor, kondensor merupakan komponen layaknya radiator yang memindahkan panas refrigerant ke udara bebas.
  4. Extra Fan, kipas tambahan ini akan mengalirkan udara melewati kondenser sehingga pemindahan panas bisa terjadi.
  5. Dryer, fungsi dryer adalah untuk menyaring air didalam refrigerant dan menyaring kotoran-kotoran halus yang ikut terbawa.
  6. Expansion Valve, katup ekspansi berfungsi sebagai sprayer agar suhu refrigerant bisa lebih dingin saat mencapai evaporator.
  7. Evaporator, fungsi evaporator adalah untuk mendinginkan udara yang akan masuk ke kabin.
  8. Blower, fungsi blower adalah untuk mengalirkan udara dari luar menuju dalam kabin (ventilator udara).
  9. High pressure hose, merupakan selang khusus yang elastis berfungsi untuk mengalirkan refrigerant bertekanan tinggi.
  10. Low pressre hose, sama seperti high pressure hose namun ukuran low pressure hose lebih besar dan fungsinya untuk mengalirkan refrigerant bertekanan rendah dari evaporator kembali ke kompresor.
  11. Freon, freon digunakan sebagai refrigerant untuk menyerap dan mengikat panas dari evaporator. Freon yang digunakan pada mobil ada macam-macam, contohnya R-12, R-22 dan yang paling umum adalah freon R-134a.

Cara kerja sistem AC pada Mobil


Siklus AC mobil yang akan dibahas terbagi menjadi dua tahap, yang terdiri dari ketika kopling terhubung dan ketika kopling terlepas.

1. Ketika kopling kompresor terhubung

Ketika AC dinyalakan, akan terdengar bunyi cetekan dari ruang mesin yang diikuti penaikan RPM mesin. Itu tandanya kopling kompresor AC terhubung. Kopling ini bekerja menggunakan daya tarik magnet.

Ketika posisi OFF, kopling akan terbebas (renggang) dari pulley kompresor sehingga meski pulley kompresor berputar poros kompresor tidak akan berputar. Ketika AC di hidupkan maka akan terjadi induksi elektromagnet pada magnetic clutch sehingga kopling magnet akan tertarik kedalam.

Hal ini menyebabkan kopling magnet dan pulley kompresor terhubung. Sehingga poros kompresor juga akan berputar sesuai RPM mesin. Putaran poros kompresor akan menekan freon, akibatnya freon bergerak ke arah kondensor dengan tekanan tinggi.

Pada kondensor, akan terjadi mekanisme yang mirip mekanisme radiator. Dimana kipas pendingin akan berputar yang menyebabkan ada aliran udara dari luar melewati kondensor. Hal ini membuat suhu pada freon berpindah ke udara yang melewatinya sehingga keluar dari kondensor, freon sudah dalam keadaan dingin namun masih bertekanan tinggi.

Setelah keluar dari kondensor, freon bergerak kearah dryer. Didalam komponen dryer, freon akan disaring menggunakan element pasir silika yang mampu menyerap uap air apabila freon mengandung uap air.

Setelah melewati dryer, freon akan masuk ke expansion valve. Pada komponen ini, akan terjadi efek spray, yaitu efek keluarnya freon bertekanan tinggi ke ruang dengan tekanan lebih rendah melalui lubang sempit. Efek spray ini akan membuat freon berubah dari wujud zat cair (sebelum expansion valve) menjadi wujud gas (setelah expansion valve)


Ini seperti sprayer pada parfum atau pada cat spray. Dimana ketika kita menyemprotkan parfum, maka akan terasa sejuk padahal suhu tabung parfum tidak sedingin yang dirasakan. Ini karena efek spray tadi.

Ketika freon tersemprot melalui expansion valve maka suhu freon akan sangat dingin dan keluar dari expansion valve, tekanan freon sudah lebih rendah. Freon bertekanan rendah tersebut kemudian langsung di alirkan ke evaporator.

Di sini freon dalam kondisi paling dingin, sehingga ketika blower menyala, terdapat aliran udara ke kabin yang melewati evaporator. Hasilnya,seperti hukum yang berlaku, suhu tinggi akan mengalir ke suhu yang lebih renda, panas dari udara yang melewati evaporator akan berpindah ke freon.

Sehingga udara yang keluar dari dalam kisi-kisi AC memiliki suhu dingin atau sejuk.

2. Ketika AC On namun kopling kompresor terputus

Kopling kompresor tidak selamanya terhubung, meski kita masih menyalakan saklar AC namun kadang terdengar bunyi yang menunjukan kopling kompresor lepas yang juga diikuti penurunan RPM mesin ke RPM awal.

Pelepasan kopling kompreror ini diatur secara otomatis oleh sistem kelistrikan AC mobil. Tujuannya, untuk menghindari overpressure yang berakibat pada bocornya saluran AC mobil.

Semua diawali dari sensor tekanan ac yang ada pada high pressure hose. Apabila sensor ini mendeteksi freon sudah mencapai tekanan maksimal maka induksi pada kopling magnet akan terhenti. Sehingga kopling magnet terputus.

Ketika kopling magnet terputus (kembali renggang) maka poros kompresor akan berhenti berputar sehingga aliran freon dari kompresor terhenti, namun bukan berarti siklus AC mobil ikut terhenti.

Ketika kompresor terputus, tekanan pada high pressure hose masih tinggi dan berangsur-angsur reda. Karena masih memiliki tekanan maka didalam expansion valve masih terjadi efek spray, sehingga proses perpindahan suhu udara dari blower masih terjadi dengan normal.

Sebelum tekanan ac drop, kopling magnet kembali terhubung sehingga tekanan freon kembali naik dan siklus AC mobil tidak terhenti. Begitulah seterusnya sistem AC bekerja.


Sistem AC double blower


Cara kerja AC doubel blower juga sama dengan AC single blower. Namun, dalam AC double blower terdapat dua buah blower fan, dua buah evaporator dan dua buah expansion valve.

Jadi freon dari dryer, terlebih dahulu melewati sebuah saluran by pass yang membuat cabang. Satu ke blower depan, dan satunya ke blower belakang.

Berapa batas maksimal tekanan freon ?

Batas maksimal tekanan freon yang diukur oleh sensor, itu tergantung kita memilih range suhu pada selektor suhu didalam kabin. Apabila kita menyeting suhu paling dingin, maka batas maksimal tekanan freon yang ditetapkan itu tinggi sehingga waktu kompresor terhubung lebih lama.

Namun saat kita menyeting selektor suhu normal (25-30 derajat C) maka batas maksimal yang ditetapkan menjadi lebih rendah. Sehingga waktu kompresor terhubung itu singkat dan sering terdengar cetak-cetek bunyi kompresor.

Sistem Kelistrikan AC mobil


Selain mekanisme pemindahan suhu, sistem AC juga tidak bisa dilepaskan dari rangkaian kelistikannya. Karena sistem ini yang akan mengatur kinerja kompresor dan pengaturan suhu AC.

Yang termasuk sistem kelistrikan AC mobil adalah ;

  1. Sensor tekanan freon
  2. Ambient air temperature sensor
  3. Magnetic clutch pada kompresor
  4. Motor fan
  5. Motor blower
  6. Blower temperature sensor
  7. Input (temp range & Blower speed selector)
  8. HVAC control modul

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara kerja sistem AC pada mobil. Semoga  bisa menambah wawasan kita semua.

Pasang Pelindung Kabel Mobil Agar Terhindar Dari Korsleting

Pelindung kabel mesin – korsleting merupakan salah satu masalah yang sulit sekali dideteksi karena masalah ini terjadi pada sistem kelistrikan, dimana listrik itu material yang bisa dirasakan namun tidak bisa dilihat.

Penyebab korsleting listrik pun beragam, ada yang karena kabel terkelupas atau karena memasang aksesoris kelistrikan mobil yang cukup ekstrem. Selain itu, korsleting listrik juga bisa disebabkan karena faktor dari luar misal karena bagian depan mobil tertabrak atau karena kabel digigit tikus.

Kalau sudah korslet, solusinya anda perlu mengganti satu set wiring pada mobil (itu pun kalau belum terbakar). Secara umum korsleting yang tidak terdeteksi bisa membahayakan bagi anda dan semua penumpang mobil karena bisa menyebabkan mobil terbakar habis.

Namun sebenarnya semua masalah diatas bisa anda cegah dengan melakan langkah preventif. Salah satunya dengan memasang cable protector atau pelindung kabel mobil.

Apa itu pelindung kabel mobil ?


Pelindung kabel adalah bahan sintetis yang berbentuk selongsong yang dipakai untuk membungkus beberapa kabel sekaligus agar terlihat semakin rapi. Pelindung ini akan membungkus kabel-kabel yang menjalar ke semua kelistrikan mobil.

Apakah pelindung ini penting ?

Tergantung dari mobil anda, ini karena mobil sudah memiliki pelindung kabel yang akan membungkus semua kabel baik kabel sensor mesin maupun kabel-kabel lampu. Biasanya kabel ini akan berujung pada fuse blok yang berperan sebagai pengaman rangkaian.

Tapi terkadang ada pemilik mobil yang melakukan modifikasi mesin dan modifikasi lampu mobil. Sehingga pastinya ada penambahan kabel.

Kalau seperti ini, berarti pelindung kabel tambahan menjadi bagian penting untuk membungkus kabel-kabel tambahan pada body mobil.

Manfaat pemasangan selang pelindung kabel

Melindungi kabel dari benda panas, kita tahu kabel yang lokasinya di ruang mesin itu sangat akrab dengan panas. Sehingga perlu pelindung agarn kabel tidak meleleh

  • Melindungi kabel dari gesekan didalam mesin, terkadang putaran kipas juga memaksa kabel untuk bergerak-gerak. Kalau gerakan kabel menggesek bagian panas mesin maka kabel bisa terkelupas. Sehingga selang pelindungh ini cukup berguna.
  • Melindungi kabel dari tetesan zat cair, kebocoran oli mesin atau kebocoran bensin bisa berpotensi menyebabkan kebakaran. Namun kalau kabel tidak terkena bensin maka kabel setidaknya lebih aman karena kabel tidak secara langsung terkena bensin.
  • Membantu penataan kabel lebih rapi, akan lebih rapi apabila semua kabel dikumpulkan menjadi satu dab diletakan pada jalur yang aman. Sehingga tidak mengganggu pemandangan.
  • Mempercantik tampilan ruang mesin, sekarang banyak dijual selang pelindung kabel mobil yang berwarna-warni sehingga selain sebagai pelindung juga berperan untuk menambah nilai estetika mobil.

Berapa harga selongsong pelindung kabel ini ?

Harga pelindung kabel ini bervariasi, karena hal ini juga tergantung bahan serta model dari pelindung tersebut.

Untuk pelindung kabel standar yang berwarna hitam berbentuk spiral seperti pelindung kabel original pada mesin mobil memiliki harga sekitar 6 hingga 10 ribu rupiah per meternya. Diameter selongsong ini sekitar 7 hingga 10 mm. Sehingga cukup untuk menempatkan dua sampai tiga kabel berukuran sedang.

Untuk pelindung kabel bermotif, sepertinya memiliki harga lebih mahal. Pelindung ini dijual secara set dengan harga satu setnya mencapai 100 ribu rupiah. Namun dalam satu set kabel terdapat pelindung dengan berbagai ukuran sehingga satu set mampu melindungi seluruh kabel satu mobil.

Bagaimana cara pasang pelindung kabel ini ?

Untuk memasangnya, ternyata cukup mudah dan kita tidak perlu melepas kabel kelistrikan. Kita hanya memerlukan sebuah gunting.


img by waytekwire.com
  1. Caranya pertama ukur dulu selang pelindung agar pas dengan kabel yang akan diberi pelindung.
  2. Lalu gunting kabel pelindung sampai ukurannya pas.
  3. Setelah pelindung sudah disiapkan, langsung anda pasangkan ke kabel dengan cara membelah pelindung lalu masukan kabel ke pelindung.
  4. Agar pelindung rapat, anda bisa memasangkan kabel ties pada ujung pelindung atau bisa juga menggunakan selotip.

Demikian artikel lengkap dan singkat mengenai selang pelindung kabel mobil dan motor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Relay Set Lampu Mobil, Apa Bisa Bikin Lampu Lebih Terang ?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat lampu mobil lebih terang. Salah satunya dengan menambahkan relay set lampu mobil. Namun, apa sebenarnya tujuan dari pemasanag relay tambahan ini ? mengapa harus ditambahkan relay tambahan ? apa benar-benar bisa membuat nyala lampu lebih terang ?

Untuk mengetahui semuanya, kita akan mengulasnya dengan total hanya di artikel ini.

Apa itu relay ?


Relay adalah bisa dikatakan sebagai komponen pengaman karena mengamankan area saklar dari arus besar.

Maksudnya, relay ini seperti jembatan. Misalkan ada dua tempat yang terletak pada dua bukit. Lalu ada bus dari tempat satu berlaih ke tempat kedua. Meskipun lokasinya berdekatan, namun karena jalurnya naik turun maka bus mau tidak mau harus turun bukit dan naik lagi ke bukit.

Memang tidak masalah asal sopirnya jago, kalau masih amatiran maka itu sangat membahayakan. Akan lebih aman apabila pada dua bukit tersebut dibangun sebuah jembatan, sehingga bus bisa langsung melintas lurus saja untuk menyebrang.

Selain lebih aman, jembatan ini juga lebih efisien karena bisa memakan waktu tempuh.

Pada sistem kelistrikan juga berlaku demikian.

Coba anda lihat skema kelistrikan mobil anda, baterai terletak dikap mesin lalau saklar terletak didalam kabin dan lampu ada yang didekat bumper ada juga dibelakang. Tentu kalau tidak ada relay, arus listrik bisa habis karena berputar-putar mengikuti wiring.

Namun untungnya, mobil sudah dilengkapi dengan relay secara default, coba saja buka fuse box yang ada pada ruang mesin. Disitu selain terdapat sekering, ada pula komponen berbentuk kotak berwarna hitam yang kita sebut dengan relay.

Lantas, kalau sudah ada relay pada mobil mengapa harus menggunakan relay tambahan ?


Kembali lagi ke masalah jembatan tadi, meski sistem kelistrikan mobil sudah dilengkapi dengan relay namun arus yang keluar dari relay juga harus berkeliling dari beban satu ke beban lainnya. Sehingga jaraknya masih terlalu jauh.

Dengan menambahkan relay baru, maka kita membuat satu jembatan khusus untuk lampu. Sehingga selain lebih dekat, juga lebih efisien. Hasilnya tegangan aki bisa disalurkan seluruhnya ke lampu.

Tapi kalau anda berniat memasang relay tambahan ini, sebaiknya juga ganti bolam lampu anda dengan versi yang lebih terang. Contoh lampu standar mobil yang paling terang adalah model H4 90/100Watt.

Alasannya, kalau anda menggunakan lampu dengan spek standar lalu arus listrik yang masuk itu lebih besar bisa membuat filamen lampu cepat gosong. Akibatnya umur lampu paling tiga samai tujuh hari. Namun kalau anda mengganti bolam lampu dengan tingkat lebih tinggi maka arus besar pun aman.

Bagaimana Cara Pasang Relay Tambahan Pada Lampu ?

img by pakeotac.com

Untuk memasang relay tambahan ini, ternyata cukup mudah. Kita tidak perlu sampai bongkar-bongkar kelistrikan mobil dan tidak perlu juga alat yang neko-neko. Karena, sekarang sudah relay set yang dijual.

Relay set ini terdiri dari tiga buah relay, tiga buah soket yakni soket ke lampu (kanan dan kiri) lalu soket ke kabel original lampu, dua buah kabel untuk kabel positif dan kabel masa, dan dua atau tiga buah sekering sebagai pengaman lampu.

Mungkin yang kita perlukan hanyalah kunci ring 10 untuk menempelkan kabel positif baterai dan masa, serta obeng untuk membantu melepas soket lampu. Bagaimana langkah-langkahnya ?


  • Lepas soket lampu original dari mobil anda. Umumnya bolam H4 memiliki tiga terminal pipih.
  • Lalu lepas lampu mobil (apabila anda juga akan ganti lampu), untuk melepasnya mudah saja. Pertama lepas karet penutup bolam, lalu buka pengunci bolam dan ambil bolam dari dudukannya.
  • Untuk pemasangan relay set, pertama anda lihat dulu kabel-kabel pada relay set yang sudah anda siapkan. Hal ini dikarenakan, tidak semua produk relay set sama. Ada yang memiliki empat kabel, ada juga yang hanya memiliki tiga kabel.
  • Pastikan relay set memiliki tiga buah soket. Dua soket dimasukan ke lampu (kanan dan kiri) lalu soket satunya hubungkan dengan soket lampu bawaan mobil. Karena kita menghubungkan soket bawaan mobil, maka ini akan aman. Dan masih menggunakan saklar yang sama seperti sebelumnya.
  • Ada kabel berwarna merah (ujung kabel berbentuk ring) ini artinya kabel positif baterai. Anda harus menghubungkan kabel berwarna merah ini ke terminal positif baterai. Kalau ada dua, dua-duanya hubungkan dengan terminal positif baterai.
  • Ada kabel berwarna hitam (ujung kabel berbentuk ring), kabel hitam artinya masa. Anda harus menghubungkannya dengan frame mobil atau terminal negatif baterai (mana yang lebih dekat), kalau ada dua juga hubungkan keduanya ke masa mobil.

Kalau sudah, anda tinggal menyalakan lampu mobil seperti biasa. Kalau lampu belum hidup, coba cek kabel yang kemasa. Karena ada beberapa bagian mobil yang tidak terhubung dengan masa.

Berapa Harga Relay Set Lampu Mobil ?


Untuk harga itu bervariasi, umumnya kalau anda membeli relay set plus bolam H4 bisa tembus 150 ribu hingga 250 ribu per unit. Namun kalau anda hanya membeli relay set wiring, mungkin hanya memakan biaya sekitar 120 ribu per unit.

Kecuali kalau anda membeli yang model HID, lampu-lampu HID biasanya dilengkapi dengan ballast sebagai pembangkit arus listrik. Harganya bisa tembus 500 ribu per setnya.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara pasang relay set lampu mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Perbedaan Knalpot Slip On dan Full System, Mana Lebih Baik ?

Perbedaan slip on full system - Saat kita membeli knalpot racing atau knalpot aftersales, biasnya kita dihadapkan pada dua pilihan knalpot. Yakni knalpot slip on dan knalpot full system. Apa bedanya ? Simak pembahasannya dibawah.

Suara motor, menjadi salah satu hal yang sering dimodifikasi oleh pemilik motor. Mungkin anda masih keningungan, mengapa suara motor bisa berbeda ?

Itu karena setiap motor memiliki muffler atau silencer yang berbeda-beda. Fungsi silencer ini, adalah meredam suara mesin sehingga menghasilkan efek suara lebih halus.

Pemilik motor, menggati knalpot standar dengan knalpot racing biasanya karena ingin mengubah efek suara motornya. Itu karena knalpit-knalpot aftersales ada yang memiliki efek ngebass, ada pula yang mengeluarkan suara seperti motor sport,

Namun, saat kita akan mengganti knalpot motor kita harus memahami perbedaan dari knalpot slip on dan full system.

1. Apa itu knalpot slip on ?


Knalpot slip on, itu sistem exhaust yang terdiri dari mufler atau silencer saja. Jadi, apabila anda membeli knalpot model slip on, maka anda akan mendapatkan sebuah knalpot berbentuk tabung. Sementara head knalpot dan leher knalpot masih menggunakan bawaan motor.

Karena hanya terdiri dari silencer, maka knalpot ini bisa dibilang cukup mudah dipasang dan murah. Tapi, nanti dulu. Karena knalpot berjenis slip on ini hanya bisa dipasang pada motor yang memang mendukung fungsi untuk custom silencer.

Apa artinya ?

Ini berarti tidak semua motor bisa menggunakan knalpot berjenis slip on. Hanya beberapa motor yang memiliki desain silencer yang dapat dibongkar pasang yang bisa menggunakan jenis knalpot ini.

Contohnya, Ninja 250, CB150R, CBR250

Sementara motor lain yang tidak memiliki desain knalpot bongkar pasang, anda masih bisa menggunakan knalpot slip on hanya saja anda perlu melakukan costuminasi terlebih dahulu pada head dan leher knalpot.

Caranya yakni dengan mengganti leher knalpot yang sesuai dengan sistem exhaust motor anda dan memiliki fungsi bongkar pasang. Atau dengan kata lain, anda perlu menggantinya dengan knalpot model full system terlebih dahulu.

Kelebihan Knalpot Slip On

  • Lebih murah karena hanya terdiri dari silencer
  • Mudah dipasang, karena untuk melepas silencer dari head knalpot kita hanya perlu dua tangan.
  • Suara tidak berisik, umumnya knalpot slip on memiliki suara yang cenderung ngebass dan tidak berisik seperti motor-motor racing.


Kekurangan knalpot slip on

  • Suara kurang maksimal, apabila ujung knalpot tidak pas dengan head knalpot akibatnya suara knalpot jadi kurang maksimal.
  • Hanya bisa dipakai pada motor tertentu.


2. Knalpot Full System Artinya ?


Sementara knalpot berjenis full system, memiliki desain yang seperti namanya yakni full system dari mulai lubang exhaust manifold pada mesin hingga ujung silencer dibelakang seluruhnya akan diganti.

Anda yang akan mengganti model knalpot full system, biasanya harus merogoh kocek lebih dalam. Karena model ini, berbentuk satu unit exhaust system yang terdiri dari leher knalpot hingga silencer.

Selain dari bentuk dan harganya, performa yang ditawarkan oleh knalpot model full system ini juga berbeda.

Knalpot full system banyak digunakan untuk mendongkrak performa mesin. Karena leher knalpot cenderung memiliki diameter lebih besar dibandingkan versi aslinya.

Sementara didalam silencer, dibuat sesimple mungkin agar gas buang tidak terhambat pada exhaust system sehingga gas buang dari mesin langsung "ngeplong" menuju bagian belakang knalpot sehingga RPM mesin bisa lebih tinggi.

Kelebihan knalpot full system

  • Bisa digunakan pada motor apapun termasuk model motor bebek
  • Memiliki bentuk dan performa yang beragam
  • Performa mesin bisa terdongkrak
  • Suara lebih mantap
  • Mufler bisa diganti, karena silencer biasanya bisa dibongkar


Kekurangan knalpot full system

  • Perlu alat tambahan untuk bongkar pasang knalpot
  • Harga lebih mahal
  • Terkadang suara knalpot ini mengganggu tetangga


Jadi Kesimpulannya

Dari penjelasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa knalpot slip on dan full system memiliki 5 perbedaan yakni ;

  1. Bentuk
  2. Harga
  3. Cara pemasangan
  4. Performa
  5. Suara yang dihasilkan


Sehingga bisa dikatakan, untuk anda yang hanya akan mengejar kesan sporty pada motor anda bisa menggunaka knalpot model slip on. Karena selain suara tidak terlalu berisik, knalpot ini juga cocok untuk motor harian.

Namun, kalau anda akan mendongkrak performa mesin. Anda perlu knalpot full racing atau full system yang memiliki exhaust system lebih longgar agar gas buang lancar. Namun, resikonya bensin menjadi lebih boros sehingga kalau dipakai untuk motor harian bisa membuat dompet anda semakin tipis.

Demikian artikel singkat mengenai perbedaan knalpot slip on dan full system. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Mengenal Jenis Jenis Ban Motor Secara Mendalam

Jenis ban motor – ban adalah lapisan karet pada roda kendaraan yang berfungsi untuk meningkatkan traksi roda terhadap jalan dan sebagai peredam getaran kecil dari jalan. Dilihat dari jenisnya, ternyata ada berbagai tipe ban untuk motor dan mobil. Setiap tipe tentu didesain dengan tujuan dan karakter yang berbeda. Selengkapnya, kita akan membahas macam macam ban yang sering dipakai pada motor.

Meski bentuknya seperti karet melingkar, fungsi ban itu tidak hanya dipakai untuk melapisi velg. Fungsi ban pada roda kendaraan adalah sebagai berikut
  • Meningkatkan traksi roda terhadap jalan
  • Menyerap getaran kecil dari jalan
  • Memungkinkan pengendalian yang halus dan nyaman

Bayangkan saja jika ban motor itu terbuat dari kayu atau besi. Maka saat jalan kita akan merasakan getaran-getaran yang cukup serius. Meski jalan yang kita lalui tergolong jalan halus, namun getaran akibat pergerakan roda tentu ada. Hanya saja pada ban yang terbuat dari karet berisi udara ini sama sekali tidak nampak getaran itu. Hal ini disebabkan karakter karet dan udara seperti pegas, sehingga mampu menyerap getaran jalan.

Dilansir dari michelin.co.id sebuah ban itu disusun dari 9 lapisan. Apa saja ?

  • Lapisan bagian dalam, lapisan ini terletak pada bagian paling dalam ban. Lapisan yang terbuat dari karet sintetis ini memiliki karakter yang kedap udara. Sehingga udara didalam ban akan tertahan untuk tidak keluar.
  • Lapisan Karkas, lapisan ini bisa juga disebut frame dari sebuah ban. Lapisan yang tersusun dari kawat kabel ini disusun sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai lingkaran ban. Lapisan karkas akan menentukan seberapa kuat ban tersebut, biasanya dalam satu ban terdapat hingga 1400 lapisan karkas.
  • Lapisan Area Bead Bawah, letak lapisan ini tepat dibawah bead (tempat untuk mencengkram velg) tenaga mesin dan daya pengereman akan dipindahkan dari velg ban kearea ini sebelum menyentuh permukaan jalan.
  • Lapisan Bead, lapisan ini terletak pada ujung ban tepat untuk mencengkram velg roda. Bead terbuat dari kombinasi kawat dan karet sintetis untuk menjaga agat ban tetap menempel pada velg meski dalam putaran tinggi
  • Dinding samping, bagian ini terletak disamping ban. Terbuat dari karet tebal yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan samping. Selain itu, pada dinding samping ini juga ditulis kode spesifikasi ban.
  • Lapisan wadah, bagian ini terletak diatas frame ban yang juga menentukan tingkat kekuatan ban terhadap gesekan dan tumbukan. Bahan yang tersusun dari serat kawat ini juga bersifat fleksibel untuk bisa menyerap getaran seperti tonjolan pada jalan.
  • Lapisan Tudung, lapisan ini akan menjaga keutuhan ban agar tetap pada bentuknya saat berada pada putaran tinggi. Lapisan ini terletak dibagian kedua sebelum menyentuh thread.
  • Lapisan Crown, lapisan ini berfungsi sebagai dasar tapak ban.
  • Lapisan thread, tapak atau thread ini terletak dibagian terluar dari sebuah ban. Fungsinya akan menentukan kemampuan grip ban terhadap jalan.


Jenis Jenis Ban Yang Umum Di Gunakan


Menurut susunan benang. Ban dibedakan menjadi dua. Yakni ban bias dan ban radial. Ban bias merupakan ban dengan susunan benang zigzag yang membentuk sudut 40 hingga 60 derajat dari lingkaran ban. Ban bias masih umum dipakai pada ban-ban motor berperforma menengah-sedang. Hal ini karena dari segi penyerapan getaran serta kekuatan karet ban cukup baik.

Sementara ban radial merupakan tipe ban dengan susunan carcass yang membentuk sumbu radial dari keliling ban yang membentuk sudut 90 derajat. Kelebihan ban tipe radial adalah hanya mengalami sedikit deformasi meski ban berputar pada RPM tinggi. Itulah sebabnya tipe ini banyak digunakan untuk jenis motor 150 cc keatas.

Sementara itu, dilihat dari karakter ban maka akan dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain ;

1. Ban sport touring
img by tokopedia.com

Jenis ban ini, lebih dikenal dengan ban jarak jauh. Hal itu dikarenakan ban dengan tipe sport atau touring ini memiliki karakter yang keras dan tahan lama. Namun dari segi daya cengkram atau grip, masih kalah dengan ban-ban racing, memang semakin awet ban maka daya cengkramnya semakin kurang.

Hal itu disebabkan karena material yang dipakai, pada ban tipe touring ini menggunakan lapisan thread yang keras sehingga jika digunakan dalam jangka waktu lama, ban ini masih mendukung. Ban tipe sport touring ini masih banyak dipakai untuk kendaraan tipe menengah seperti 150 cc keatas. Selain lebih awet, pada trek lurus ban ini akan sangat bagus.

2. Ban dry racing
img by aaracing.co.uk

Tipe ban selanjutnya adalah ban dry racing, jika dilihat dari bentuk ban maka ban ini cenderung memiliki tapak yang lebar dengan alur thread yang minim. Hal itu sesuai namanya sebagai ban racing atau balap maka harus dituntut agar memiliki daya cengkram yang baik.

Pada tipe dry ini, bahkan ban harus mampu menjaga traksi ketika menempuh jalanan basah dan bersuhu dingin. Sehingga dari karakter karet yang dipakai jelas lebih soft. Bahkan bisa dibilang tipe ini merupakan tipe ban yang paling lunak, oleh sebab itu daya tahannya sangatlah rendah. Mungkin bisa digunakan puluhan KM saja.

3. Ban wet racing

img by aaracing.co.uk

Ban tipe selanjutnya juga masih berkutat pada ban balap, namun kali ini berjenis wet racing atau ban balap kering. Berbeda dengan tipe dry yang sangat soft, ban tipe wet memiliki struktur yang lebih keras meski masih lebih lembut dibandingkan ban tipe yang pertama.

Selain itu, tapak ban juga dibuat lebih halus. Hal ini bertujuan agar area ban yang menyentuh permukaan jalan itu lebih lebar sehingga traksi ban terhadap jalan akan terjaga meski sedang berada pada tikungan dengan kecepatan tinggi.

Ban wet racing banyak dipakai pada ajang perlombaan motor atau mobil, karena tipenya yang lebih soft dari ban pada umumnya maka dalam satu kali race ban akan terlihat bergelombang. Baik tipe wet atau dry tidak cocok dipakai untuk ban sehari-hari.

4. Ban Offroad

img by autoevolution.com

Ban selanjutnya memiliki karakter yang berkebalikan dengan tipe racing, memang dari penggunaannya saja kedua ban ini cukup berlawanan. Ban tipe offroad didesain untuk dipakai pada jalanan offroad seperti sungai, lumpur atau bebatuan.

Oleh karena itu, pada ban offroad ini akan dimuat dengan karakter yang memiliki ketahanan cukup bagus dan bersifat hard atau keras. Dampaknya, ban memiliki daya cengkram kecil terhadap jalan, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena pada jalanan offroad memiliki permukaan jalan yang lebih kasar. Sehingga meski menggunakan ban hard akan tetap mendapatkan grip.

Dari thread, akan didesain cukup dalam. Hal itu ditujukan agar ban mampu bergerak saat berada pada genangan lumpur. Thread ini bersifat seperti cakar yang akan mencengkram permukaan jalan ketika ban bergulir. Sehingga traksinya tidak bisa dianggap remeh.

5. Ban skuter

Tipe ban terakhir adalah ban matic atau ban skuter, mengapa ban ini berbeda ? hal itu dikarenakan bukan hanya ukurannya yang beda. Namun karakter motor matic yang menggunakan pegas tunggal disamping ini berbeda dengan motor jenis lain.

Dari karakter karet ban memang dibuat dengan spesifikasi ban touring, namun akan ada sedikit penambahan khusunya pada bagian tapak samping yang menerima beban berlebih. Sementara itu, karakter ban matic cenderung lebih keras dengan thread yang standar. Sehingga ketahanan akan lebih baik.

Selain kelima tipe diatas, kita mungkin mengenal tipe ban lain yakni ban tubeless dan ban biasa. Apa bedanya ?

Ban biasa atau disebut tubetype merupakan ban yang dilengkapi lapisan ban kedap udara yang terpisah dengan ban inti, lapisan ini disebut dengan lapisan ban dalam. Yang dimasukan kedalam ruang ban luar untuk kemudian diisi oleh udara.

Sementara ban tubeless adalah ban dengan lapisan karet kedap udara yang menyatu dengan ban inti. Artinya ban tubeless juga memiiliki lapisan ban dalam hanya saja lapisan ini sudah tertempel rapat dengan ban luar. Sehingga seolah-olah ban tubeless tanpa ban dalam.

Demikian artikel singkat mengenai jenis jenis ban motor, semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.

Perlukah Pasang Peredam Panas Kap Mesin Pada Mobil ?

Fungsi Peredam Panas - Disaat anda membuka kap mesin, anda akan menemui bahan seperti dumper di atap kap mesin. Komponen ini biasa disebut dengan peredam panas.

Menurut kebanyakan orang fungsi peredam ini, yakni sesuai namanya untuk meredam panas mesin. Tapi, ternyata fungsinya bukan cuma itu karena peredam panas masih memiliki fungsi lain. Apa saja ? simak informasinya dibawah.


Peredam kap mobil avanza
img by tokopedia.com

Secara fisik, bentuk peredam melapisi permukaan bawah kap mesin, sehingga bisa dikatakan bahwa fungsi awal aksesoris ini yakni sebagai penghalang agar panas mesin tidak mereduksi kondisi kap mesin. Hal ini memang tidak terlalu berpengaruh pada kap mesin karena bahan kap itu terbuat dari plat besi, namun pada cat tentu panas ini bisa menimbulkan belang.


Fungsi Peredam Panas Kap Mesin


1. Sebagai media untuk menjaga suhu mesin agar tidak hilang

Hal pertama, yakni untuk meredam panas. Panas mesin perlu diredam sebenarnya karena panas pada mesin itu sangat diperlukan apalagi saat kondisi mesin belum mencapai suhu kerja.

Peredam ini akan memungkinkan panas yang timbul di ruang mesin tidak tersalurkan keluar melalui kap mesin, sehingga mesin lebih cepat mencapai suhu kerja dan konsumsi bahan bakar dapat lebih irit.

Selain itu saat AC menyala maka sistem pendinginan mesin akan bekerja meski suhu mesin dibawah suhu kerja. Hal ini tentu akan merugikan terutama pada sektor penggunaan bahan bakar, namun dengan adanya peredam ini setidaknya panas didalam mesin akan menjaga mesin tetap dalam suhu kerja meski kondisi AC sedang menyala.

2. Sebagai media untuk meredam bunyi mesin dari ruang mesin

Mobil mobil saat ini tergolong memiliki suara yang cukup tenang, hal itu bukan anpa alasan. Selain pengaruh mufler yang diset dengan peredam, dibagian mesin juga terdapat peredam bunyi.

Peredam ini, selain meredam panas juga akan melapisi permukaan mesin sehingga bunyi mesin tidak merambat dan beresonansi di kap mesin yang terbuat dari bahan plat besi.

3. Menjaga kondisi kap mesin dari radiasi panas mesin

Panas yang timbul dari mesin bisa meninggalkan bekas berupa belang pada cat mesin, meski letak belang ini ada di permukaan bawah kap mesin namun bagi sebagian orang menjadi masalah.

Belang pada cat tersebut dihasilkan dari radiasi panas yang tidak menentu, selain itu uap aki juga bisa menimbulkan bercak pada kap mesin, untuk itu biasanya juga terdapat peredam diatas aki.

Sementara untuk permukaan kap mesin bagian atas, tidak terpengaruh akibat panas mesin ini, memang saat mesin bekerja suhu kap mesin ikut naik karena bahan kap mesin umumnya terbuat dari konduktor.

Tapi jika permukaan atas kap mesin terdapat belamg mungkin itu berasal dari hal lain. Cat pada body mobil itu dibuat untuk bisa bertahan dibawah panas khususnya panas terik matahari.

Bahan penyusun dari peredam ini, setidaknya ada dua yakni aluminium foil dan glass wool.

1. Aluminium Foil

Bahan ini memiliki lapisan aluminium yang dapat menjaga panas mesin agar tidak merambat ke kap mesin. Mobil yang menggunakan peredam aluminium ini, biasanya beroperasi pada suhu dingin. Dimana panas mesin sangat diperlukan untuk kinerja mesin itu sendiri.

Sementara untuk daerah tropis, peredam berbahan seperti ini tidak terlalu diperlukan. Karena dari suhu udara juga sudah hangat sehingga kinerja mesin bisa berlangsung maksimal.

2. Glass Wool

Peredam berbahan glass wool merupakan sebuah bahan yang terbuat dari serat kain tebal. Kelebihan peredam ini yakni dapat meredam suara mesin dengan baik, namun untuk peredaman panas rasanya kurang maksimal.


Peredam mesin innova
img by tokopedia.com

Peredam ini lebih cocok digunakan pada mesin mesin diesel yang memghasilkan suara yang cukup berisik. Meski kurang baik dalam peredaman panas, bahan ini juga direkomendasikan untuk mobil mobil didaerah tropis.

3. Kombinasi (Aluminium Foil + Glass Wool)

Bahan ketiga ini terbuat dari dua lapisan. Lapisan pertama tersusun dari bahan glass wool sementara lapisan berikutnya tersusun dari aluminium foil. Jenis ini bisa dikatakan sebagai peredam kap mesin terbaik karena bisa meredam dua hal sekaligus.

kelebihan jenis peredam ini yakni bisa meredam panas dan suara mesin sekaligus secara maksimal. Bahan seperti ini, juga banyak digunakan pada mesin mesin bus yang memiliki suara berisik dan agar panas mesinnya tidak merambat ke bagian ruang penumpang.

Sementara pada mobil, bahan seperti ini juga cocok digunakan untuk daerah-daerah tropis atau dingin.


Apakah sebuah mobil harus dilengkapi dengan Peredam panas ?


Ketika anda membeli mobil baru, maka tidak semua jenis mobil tidak dilengkapi dengan fitur peredaman panas, bahkan kebanyakan mobil di Indonesia tidak dilengkapi peredam secara default.

Hal ini karena kinerja mesin di iklim tropis seperti di Indonesia bisa maksimal tanpa perlu peredam panas, namun jika mesin anda tergolong berisik anda bisa menggunakan dumper berbahan glass wool atau kombinasi.

Harga peredam panas ini, berfariasi antara 50 hingga 100 ribuan. Sementara untuk pemasangan peredam ini, cukup mudah karena dalam satu unit peredam biasanya sudah dilengkapi dengan pengunci yang bisa kita pasang sendiri pada permukaan kap mesin.

Hanya saja saat anda membeli peredam ini pastikan sesuai dengan mobil yang digunakan, hal ini dikarenakan beda mobil beda pula kapnya dan luas serta lokasi pengunci juga berbeda-beda.

Terus, bagaimana cara pasang peredam panas kap mesin ?

Untuk memasangnya, biasanya kap mesin mobil sudah didesain dengan beberapa lubang. Jadi pada permukaan bawah kap mesin ada lubang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2-4 cm yang dipakai untuk meletakan lock.

Untuk memasangnya, anda cukup menekan lock yang sudah disediakan pada saat anda membeli peredam panas. Untuk lokasi penekanan lock, anda tidak perlu repot karena jika anda membeli peredam panas yang sesuai dengan tipe mobil maka lubang tersebut pastilah sudah pas.

Tapi jika tidak sesuai, atau permukaan kap mesin berbentuk rata ? anda bisa memakai bantuan double-tip 3M, yang memiliki ketebalan yang lumayan. Cukup pasang double tip ini pada permukaan kap mesin dan tempelkan peredam panas sambil menekannya.

Sekian artikel singkat mengenai fungsi dan harga peredam panas terbaik pada mesin mobil, semoga bermanfaat.