Showing posts with label Oli dan Fuel. Show all posts

4 Akibat Pemakaian Oli Mesin Yang Terlalu Encer

Oli mesin menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam hal perawatan mesin kendaraan, saat kita mengganti oli mesin kendaraan umumnya kita mengikuti rekomendasi pabrikan.

Tetapi, diluar sana terdapat banyak sekali merk-merk oli aftermarket yang menawarkan performa lebih tinggi. hal itulah yang memicu kita menggunakan oli mesin diluar rekomendasi pabrikan.

Namun, apa jadinya kalau oli yang kita pilih untuk mesin kendaraan ternyata lebih encer ? apa pengaruhnya terhadap mesin ?

Kita akan membahasnya pada artikel ini.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Mesin


Kekentalan atau viskositas meski terkesan sepele tapi memberi dampak pada pergerakan tiap komponen mesin, contohnya ketika kita mengaduk sendok didalam dua bejana yang berisi air dan minyak goreng.

Mana yang lebih enteng ? jelas air karena air lebih encer dibandingkan minyak.

Oli mesin pun demikian, oli yang lebih kental akan lebih menghambat pergerakan komponen mesin dibandingkan oli yang lebih encer.

Berarti oli encer itu lebih bagus ?

Tidak seperti itu juga, karena baik oli yang encer atau kental sama-sama memiliki peruntukannya. Sehingga kita perlu melihat jenis mesinnya terlebih dahulu.

Untuk mesin berkapasitas besar umumnya memiliki celah-celah komponen yang lebar, sehingga cocok menggunakan oli yang lebih kental. Sementara untuk mesin jaman sekarang yang memiliki celah sangat sempit memerlukan oli yang encer agar bisa menjangkau celah terkecil mesin.

Jadi kalau mobil atau motor anda masih tergolong generasi baru, anda bisa menggunakan oli dengan kekentalan 10W. Namun kalau mobil atau motor anda termasuk mobil lama (atau mobil dengan umur lebih dari 5 tahun) anda lebih baik gunakan oli yang lebih kental.

Lalu Apa Akibatnya Jika Menggunakan Oli Terlalu Encer ?

img by deltalube.com

Penggunaan oli yang terlalu encer dari standar akan memberi dampak ;

1. Suara mesin lebih kasar

Ketika anda menggunakan oli mesin yang lebih encer, maka suara mesin akan terdengar lebih kasar. Hal ini karena meski oli encer bagus untuk melumasi celah-celah sangat sempit namun saat melumasi celah yang lebih besar menjadi kurang maksimal.

Sehingga daya redam terhadap gesekannya pun menjadi berkurang.

Inilah yang memicu mesin mengeluarkan suara yang lebih berisik atau kurang halus dari biasanya.

2. Oli mudah menguap

Oli mesin yang juga pada dasarnya zat cair juga dapat menguap, penguapan oli mesin dipicu karena panas mesin itu sendiri. Kalau oli mesin kental, penguapannya bisa lebih tertahan karena molekulnya lebih terikat.

Namun untuk oli yang lebih encer, memiliki batas temperatur yang lebih rendah sehingga mudah sekali menguap kalau sistem pendinginannya tidak didesain untuk oli encer.

Sehingga anda akan sering menjumpai kejadian dimana volume oli sering kurang padahal tidak ada gejala bocor oli.

3. Durabilitas mesin berkurang

Durabilitas atau ketahanan mesin juga akan mengalami penurunan kalau oli yang digunakan terlalu encer. Hal ini karena oli encer kurang maksimal dalam hal pelumasan pada area-area dengan persinggungan besar.

Sehingga keausan komponen mesin justru lebih cepat.

4. Emisi bertambah buruk

Untuk mesin-mesin yang sudah berumur, umumnya celah pada ring piston sudah agak membesar. Ketika anda gunakan oli encer, oli ini akan mudah sekali masuk ke ruang bakar. Sehingga oli akan ikut terbakar didalam ruang bakar dan meninggalkan emisi yang lebih buruk.

Meski demikian, oli encer juga memberi satu dampak positif yang cukup bagus yakni dapat meringankan tarikan mesin. Hal ini seperti kasus air dan minyak diatas, dimana benda akan lebih ringan bergerak pada cairan dengan kekentalan rendah.

Jadi lebih baik pilih oli encer atau oli kental ?

Encer kentalnya oli sebenarnya mengikuti kondisi mesin kendaraan, jadi jangan lihat olinya namun lihatlah mesin kendaraan anda. kalau memang kendaraan anda tergolong produksi baru (sekitar 2010 keatas), umumnya sudah memiliki presisi tingkat tinggi yang olinya pun perlu oli encer (sekitar 10W-40).

Namun untuk mesin-mesin yang diproduksi dibawah tahun 2010, lebih baik anda gunakan oli dengan kekentalan lebih minimal 20W-50.

Ganti Oli Persneling Manual, Berapa Biayanya ?

Pelumas pada sebuah mobil itu bukan Cuma oli mesin, ada juga oli perseneling dan oli gardan. Namun sebagian pemilik mobil tidak terlalu mengurusi pelumas selain oli mesin khususnya oli perseneling dan oli gardan.

Padahal, kedua bagian itu juga masih mempengaruhi performa mesin.

Lalu, untuk penggantian olli persneling manual, kira-kira dilakukan saat jarak tempuh berapa dan berapa biayanya ? mari kita bahas

Kapan Harus Ganti Oli Transmisi Manual ?


Secara umum, oli transmisi itu bisa bertahan dengan baik hingga pemakaian 40 ribu KM atau kalau dirata-rata sampai 2 tahunan.

Kalau anda melihat manual book mobil anda, juga ada berapa standar penggantian oli transmisi manual. Biasanya memang diangka 40 ribu KM meski ada juga yang kurang.

Tetapi, anda juga patut memperhatikan beberapa hal. Karena ada beberapa hal yang mengharuskan oli transmisi harus diganti meski belum menempuh jarak 40 ribu KM.

Beberapa hal tersebut antara lain ;

1. Bunyi dengung dari bagian persneling

Bunyi dengung ini bisa berasal dari persinggungan antar gear didalam transmisi. Kalau kualitas olinya masih bagus, bunyi ini bisa diredam dengan sempurna tapi kalau kualitas oli sudah turun maka bunyi dengung akan terdengar.

2. Gigi susah dipindahkan

Tuas persneling yang susah dipindahkan bisa menunjukan beberapa gejala seperti kampas kopling tipis juga bisa karena oli transmisi yang perlu diganti. Kalau tidak disertai dengan gejala loss power, maka kopling masih aman sehingga masalah ini bisa disebabkan karena oli transmisi perlu diganti.

3. Ada bunyi/getaran dari transmisi

Bunyi-bunyian ini umum sekali muncul terutama kalau oli yang dipakai sudah turun kualitasnya. Ada beberapa hal yang mempercepat penurunan kualitas oli, seperti pemilihan SAE yang salah juga bisa karena faktor luar seperti mobil yang menerjang banjir.

Jadi ketika anda mendengar bunyi-bunyi tidak nyaman dari bagian persneling coba ganti olinya terlebih dahulu.

Berapa biaya mengganti oli transmisi manual ?

Bicara soal biaya itu relatif, karena biaya penggantian ini dipengaruhi oleh harga oli yang anda pilih dan besaran ongkos jasa ganti oli itu sendiri.


Umumnya, harga oli transmisi manual itu berkisar 40 ribu – 100 ribu rupiah per liter. Kapasitas oli transmisi manual, itu kurang dari 2 liter sehingga kita asumsikan beli olinya 2 liter. Ongkosnya, juga bervariasi tapi umumnya tidak lebih dari 50 ribu (kalau hanya ganti oli saja).

Jadi estimasi total biaya yang diperlukan itu sekitar (kita anggap harga olinya 60 ribu) 170 ribu rupiah.

Biaya segitu bisa bertahan hingga 40 ribu KM atau sekitar 2 tahun, jadi menurut kami masih cukup terjangkau. Kecuali kalau ada masalah pada transmisi, maka biaya perbaikannya akan menjadi lebih mahal karena perlu menguras oli.

Jadi kami sarankan, meski tidak ada gejala pada mobil anda gantilah oli transmisi dengan interval maksimal 40 ribu KM sekali.

Hal itu dikarenakan, sebagus apapun kualitas oli yang anda beli tetap akan turun juga seiring bertambahnya pemakaian.

Untuk pemilihan SAE atau kekentalan oli, umumnya menggunakan SAE 80-90. Tapi itu disesuaikan juga dengan spesifikasi/rekomendasi pabrikan. Yang penting jangan gunakan oli mesin untuk oli transmisi, karena oli mesin itu sangat encer. Kalau diisi didalam transmisi, justru akan membuat transmisi berisik.

4 Bahaya Jika Oli Mesin Mobil Bocor

Oli mesin sejatinya berfungsi sebagai pelumas untuk komponen-komponen mesin yang saling bergesekan. Namun apa jadinya kalau oli yang harusnya stay didalam mesin itu bocor keluar, apa berpengaruh besar terhadap kinerja mesin ? atau hal tersebut justru merusak komponen mesin ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi oli pada mesin itu cukup vital


Yang perlu kita garis bawahi pertama adalah fungsi dari oli ini. Oli ternyata memiliki fungsi yang sangat vital pada mesin, jika diibaratkan tubuh manusia maka oli ini berperan layaknya darah.

Kita tahu didalam mesin itu terdapat banyak sekali komponen-komponen yang bergesekan. Material semua komponen tersebut juga terbuat dari logam, yang kita ketahui kalau logam bergesekan dengan logam pasti akan menghasilkan friksi atau secara simple komponen tersebut akan terkikis.

Disinilah oli berperan, oli akan menjadi penengah atau sekat antara dua logam yang bergesekan. Jadi misal gesekan antara silinder dan ring piston. Kalau dilihat dengan mata telanjang, memang ring piston ini bergesekan dengan silinder namun kalau dilihat lebih dekat maka akan ada oil film atau lapisan oli ditengah-tengah komponen yang bergesekan tersebut.

Sehingga tidak terjadi gesekan antar logam secara langsung.

Oli juga bersifat licin sehingga mampu memperlicin gerakan komponen yang bergesekan.

Kembali ke pertanyaan awal, apa bahaya kalau oli mesin bocor ?

Jawabannya tergantung seberapa banyak oli yang bocor, kalau hanya sedikit oli yang bocor tentu itu bukan masalah (kondisi mesin masih O.K) tapi kalau oli didalam mesin sudah habis karena bocor, maka perlu waspada karena pasti ada komponen mesin yang kena.

Jadi bisa dikatakan bocor oli itu adalah masalah utamanya sementara kalau masalah utama tersebut dibiarkan maka oli didalam mesin bisa habis yang mengakibatkan bahaya pada mesin muncul.

Apa saja bahayanya ?

1. Komponen mesin aus dan perlu turun mesin untuk memperbaikinya

Seperti yang dikatakan diawal pembahasan, oli ini akan menyekat dua komponen yang bergesekan sehingga dua komponen tersebut tidak secara langsung berinteraksi. Tapi kalau olinya tidak ada karena bocor, maka tidak ada lagi sekat sehingga komponen-komponen mesin bisa bergesekan secara langsung.

Hasilnya, komponen tersebut akan mengalami keausan dan dalam waktu singkat anda akan menemui beberapa gejala seperti  ;

  • Tenaga mesin ngempos
  • Mesin sudah dihidupkan dipagi hari
  • Mesin overheating


Untuk mengatasinya anda perlu mengganti komponen yang dirasa aus tersebut. Untuk menggantinya, anda perlu membawa mobil ke bengkel dan dibengkel biasanya akan dilakukan tindakan turun mesin karena untuk melepas komponen internal mesin, mesin harus diturunkan dulu dari mobil.

Mengenai biaya, tentu ini masuk ke perbaikan berat sehingga biayanya bisa cukup mahal.

2. Suara mesin menjadi lebih kasar karena tidak ada pelumas dan berpotensi terkunci

Selanjutnya, kalau ini terjadi dijalan maka anda akan merasakan suara mesin yang cenderung lebih kasar. Selain itu, suhu mesin juga menjadi lebih panas. Biasanya indikator oli mesin akan menyala.

Maka anda harus segera menghentikan kendaraan dan mengecek kondisi oli mesin mobil. Pasalnya kalau tetap dipaksakan maka mesin bisa terkunci. kondisi ini muncul karena suhu mesin terlalu panas yang membuat piston memuai sehingga terkunci didalam silinder. Ditambah tidak adanya pelumas sehingga gerakan piston juga menjadi lebih berat.

Yang lebih parah, kalau piston sudah terkunci maka mobil tidak bisa dihidupkan lagi dan perlu penanganan bengkel.

3. Jika oli bocor ke kopling maka akan menyebabkan selip

Kalau olinya bocor dari seal crankshaft belakang maka oli bisa mengarah ke kampas kopling. Sementara itu kampas kopling mobil itu bersifat kering, jadi  kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip.

Sehingga mobil akan terasa lebih sulit digunakan.

4.  Kalau oli bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain

Oli bersifat licin, kalau oli yang licin ini bocor dijalan maka itu berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Contohnya untuk kendaraan sekelas bus atau truk yang memiliki muatan berat. Kalau melintas di jalan yang ada ceceran olinya, maka roda truk tersebut bisa selip saat melakukan pengereman.

Dan kalau kendaraan ini selip, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainya lagi. Jadi jangan sepelekan bocor oli ini. Apabila anda merasa ada yang aneh pada suara mesin, ditambah ada indikator yang menyala didashboard maka jangan ragu untuk menepi dan mengecek kondisi mesin.

Cara Mengetahui Kualitas Oli Mesin Mobil

Oli mesin merupakan salah satu komponen yang harus terus dijaga kualitasnya, pasalnya oli mesin yang buruk akan berdampak pada pelumasan yang buruk pula.

Hasilnya, mesin mobil akan lebih cepat rusak.

Kita para pemilik mobil, umumnya mempercayakan perawatan mobil pada bengkel saat service. Tapi, kondisi mobil itu tidak selalu sama.

Misal untuk mobil yang sering dipakai padan jalanan macet, maka KM mobil tetap kecil tapi running hours mesin sebenarnya cukup lama. Sehingga, kualitas oli mesin akan berkurang lebih cepat.

Kalau kita ikuti jadwal service, mungkin sebelum tanggal service kualitas oli mobil sudah berkurang jauh. Solusinya, kita juga perlu melakukan perawatan minimal mengecek kualitas dan kuantitas oli mesin.

Lalu bagaimana caranya ? simak artikel dibawah.

Cara Cek Kualitas Oli Mobil


Untuk mengetahui apakah oli mesin masih bagus atau perlu diganti, kita perlu melihat sampel oli dari mesin. Untuk mengambil sampel oli mesin, kita bisa lakukan dari deep stik oli. Caranya sebagai berikut ;

1. Pastikan kendaraan terparkir di tempat yang landai

Ini akan mempengaruhi akurasi pembacaan kuantitas oli mesin. Kalau posisi mobil miring, maka tinggi permukaan oli juga akan miring. Akibatnya pembacaan yang tertera pada stik oli bisa lebih banyak atau lebhih sedikit dari aslinya.

2. Tunggu beberapa menit hingga mesin dingin

Sebelum anda mencabut deep stik oli, rasakan dulu suhu mesin mobil anda. Kalau mesin masih panas/baru digunakan maka tunggu beberapa menit hingga suhu mesin hangat.

Mengapa harus menunggu suhu mesin agar turun ?

Ini juga berpengaruh pada akurasi pembacaan volume oli. Saat mesin masih panas/baru saja digunakan, oli mesin masih menempel pada semua komponen mesin yang dilewati jalur pelumas hingga menyisakan sebagian oli didalam oil pan.

Kalau kita cabut stik oli saat suhunya masih panas, maka oli akan kurang. Padahal, oli sebenarnya belum kembali ke oil pan.

3. Buka kap mesin dan cabut deep stik oli

Setelah suhu mesin turun, cabut deep stik oli dari mesin. Untuk mencabutnya kami rasa cukup mudah, karena tinggal ditarik saja. Yang terpenting tarik dengan arah lurus dari lubang stik oli.

Karena kalau arah tarikan tidak lurus, stik oli bisa patah.

4. Bersihkan deep stik oli lalu masukan kembali ke mesin

Setelah deep stik oli terlepas, bersihkan ujung deep stik oli menggunakan kain lap. Setelah itu, masukan kembali deep stik oli kedalam mesin seperti semula.

Ini dilakukan karena saat pertama anda mencabut deep stik, pembacaan volume oli pasti akan penuh karena sebelumnya deep stik sudah terlumuri oli ketika mesin hidup. Jadi, kita lap dulu olinya baru pembacaan kedua bisa lebih akurat.

5. Cabut kembali deep stik oli dan baca hasilnya

img : milesgarage.co.uk

Cabut kembali stik oli dan lihat ujung deep stik. Pada ujung deep stik, pastikan ketinggian oli mesin masih diantara upper level dan lower level. Kalau ketinggian oli mendekati lower level, anda bisa tambahkan oli dengan volume 100-400 ml.

Namun, apabila ketinggian oli berada ditengah antara upper dan lower level tidak ditambah bukan masalah. Selanjutnya, periksa sedikit oli yang menempel pada deep stik untuk mengetahui kualitasnya.

Ciri -ciri oli mesin harus diganti

  • Untuk mesin bensin, warna oli akan lebih coklat/gelap dari warna asalnya. Sementara mesin diesel, meski baru ganti warnanya cenderung hitam.
  • Ada serpihan logam (gram) pada oli, ini bisa dirasakan dengan menyentuh oli.
  • Oli sangat encer, apabila deep stik oli cepat kering setelah dicabut dari mesin bisa menjadi patokan bahwa kekentalan oli sudah turun drastis. Sehingga sifat pelumas oli sudah berkurang


Apabila ketiga gejala diatas anda temui, jangan ragu untuk mengganti oli mesin walau jadwal service belum tiba saatnya. Khususnya seperti kondisi yang dijelaskan diatas (jalanan macet) dimana mesin bekerja lebih lama dari normalnya maka wajar kalau jadwal ganti oli dimajukan.

Itulah tips singkat tentang cara cek oli mobil, semoga menambah wawasan kita semua.

Cara Mudah Cek Oli Motor Apa Perlu Ganti, Atau Hanya Ditambah ?

Pada kendaraan bermotor, fungsi oli cukup penting. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli mesin juga berperan sebagai perangkat pendinginan mesin.

Kedua fungsi ini akan terganggu apabila kondisi oli mesin buruk atau bahkan kurang. oleh sebab itu penting bagi kita para pemilik motor untuk bisa minimal mengecek apakah kondisi oli mesin masih layak dipakai atau perlu diganti.

Mengapa oli perlu dicek secara rutin ?

Alasan yang paling masuk akal adalah ketika mesin bekerja, pasti ada deposit atau kerak sisa pembakaran yang bocor kebagian bawah piston. Dan disini, deposit itu akan terbawa oleh sirkulasi oli. Sehingga warna oli tersebut semakin lama akan semakin menghitam.

Alasan lain, oli kalau terkena panas secara terus menerus akan semakin encer. Dan semakin encer oli maka sifat pelumasannya akan semakin berkurang. Oleh sebab itu disini akan kita ulas detail cara mengecek kondisi oli mesin apakah masih bagus, kurang, atau perlu diganti.

1. Pastikan memarkirkan motor pada area yang memiliki permukaan rata

Ini bertujuan agar kerataan oli didalam mesin motor bisa sesuai, sehingga pengecekan oli pun berlangsung secara akurat.

2. Gunakan standar tengah

Ini juga penting, kalau anda langsung membuka tutup oli saat motor masih distandar samping hasilnya akan kurang. itu karena posisi motor saat distandar samping, akan miring. Sehingga permukaan oli akan lebih tinggi pada salah satu sisi dan lebih rendah dari sisi lain, oleh karena itu kalau kita pakai standar tengah posisi motor akan rata sehingga permukaan oli juga rata.

3. Tunggu hingga suhu mesin dingin

Apabila kita mengecek oli disaat suhu mesin masih panas, maka pengecekan tersebut kurang akurat. Sebabnya, mesin yang masih panas artinya mesin tersebut baru saja dimatikan. Sehingga oli mesin belum sepenuhnya kembali ke oil pan (masih ada oli yang menempel pada komponen mesin lain) sehingga saat kita cek, volumenya berkurang.

Pengecekan saat suhu dingin, akan memastikan bahwa oli didalam mesin sudah sepenuhnya turun ke oil pan. Sehingga pengecekan bisa lebih akurat.

4. Buka penutup oli mesin


Untuk motor bebek dan sport (mesin didepan) umumnya menggunakan jenis tutup menonjol. Sehingga untuk membuka tutup oli ini, anda memerlukan bantuan tang. Sementara itu ada beberapa motor khususnya matic menggunakan model tutup berlubang, sehingga untuk membukanya diperlukan obeng – besar.

Untuk membuka tutup oli, caranya cukup putar tutup oli tersebut berkebalikan dengan jarum jam. Setelah itu, tarik tutup oli maka tutup oli beserta deep stik bisa terlepas dari mesin.

5. Bersihkan ujung penutup oli dari oli lalu masukan kembali pentutup oli ke mesin

Setelah tutup oli terlepas, jangan langsung membaca deep sticknya, tapi bersihkan dulu stik/level oli yang menempel dibawah tutup oli menggunakan kain lap. Setelah bersih, anda masukan lagi tutup oli kedalam mesin dan kencangkan hingga seperti semula.

img : blackxperience.com

Ini berfungsi agar pembacaan bisa lebih akurat, kalau kita langsung membaca stik oli saat itu juga pasti hasilnya akan penuh karena saat mesin bekerja semua permukaan stik oli akan terlumuri oli. Namun apabila kita bersihkan oli yang menempel pada stik, maka pembacaan level berikutnya bisa lebih akurat.

6. Lepas kembali tutup oli dan lihat ketinggian olinya

img : tribunnews.com

Lepas kembali tutup oli seperti cara diatas, lalu anda perhatikan ketinggian oli pada level oli. Oli mesin dikatakan memiliki volume yang cukup apabila volumenya ada diantara lower dan upper level (berada ditengah stik). Namun kalau tidak tampak oli pada stik/stik oli kering maka bisa dipastikan oli berkurang.

Solusinya, anda bisa tambahkan oli ke mesin hingga volumenya cukup atau dengan mengganti oli motor apabila sudah lama motor anda tidak ganti oli.

Cara termudah mengetahui apakah oli masih bagus atau tidak, yakni dengan melihat warna oli tersebut


  • Apabila warna oli kekuningan, itu tandanya oli masih bagus
  • Apabila warna oli kuning kecoklatan, kemungkinan ini muncul setelah motor digeber dalam waktu lama
  • Apabila warna oli hitam, tandanya oli sudah perlu diganti


Jadi kesimpulannya

Pertama anda lihat warna olinya, kalau masih kuning atau coklat maka oli masih bisa dipakai, anda hanya tinggal menyesuaikan volumenya apakah kurang atau pas. Namun kalau warna oli hitam, langsung ganti saja dengan yang baru.

Demikian artikel singkat tentang cara mengecek oli mesin motor, semoga bisa menambah wawasan kita.

Ganti Oli Mobil, Berapa KM ? Ini Aturan Mainnya

Setiap mobil didesain dengan spesifikasi yang berbeda, karena hal itu perawatan dan penanganan setiap mobil pun berbeda-beda. Salah satunya perawatan mengenai penggantian oli, ganti oli merupakan aktifitas penggantian fluida yang terletak pada mesin, transmisi, gardan dengan tujuan menjaga pelumasan tetap bekerja.

Oli harus tetap diganti untuk menjaga kondisi pelumasan tetap normal. Pasalnya, kualitas oli akan turun seiring seringnya oli bekerja. Dengan kata lain, semakin lama oli digunakan maka oli tersebut akan semakin turun daya lumasnya.

Sementara itu, pelumasan dalam mobil itu cukup penting, pada mesin misalnya. Didalam mesin ada banyak sekali komponen yang bergesekan. Sehingga kalau kondisi pelumas buruk, maka akan menimbulkan efek negatif.

img : fuelinjectorcleanerhq.com

Akibat telat ganti oli pada mobil ;

  1. Bunyi kasar pada mesin, pertama mesin anda akan terdengar cukup kasar khususnya saat awal menghidupkan mobil/dipagi hari. Ini adalah imbas dari oli yang kurang baik dalam melumasi tiap komponen.
  2. Mesin yang mudah panas, selain sebagai pelumas oli juga menjadi fluida untuk mendinginkan mesin. Kalau kualitas oli sudah turun, maka fungsi pendinginan ini juga akan ikut menurun.
  3. Mempersingkat umur pakai komponen, dalam kondisi normal oli akan melapisi dua komponen yang bergesekan. Sehingga dua komponen tersebut tidak bergesekan secara langsung, tapi kalau oli sudah expired maka daya lumasnya akan turun dan komponen akan bergesekan secara langsung. Ini tentu akan mempercepat keausan komponen.
  4. Performa mesin terganggu, imbas dari semua efek diatas ada pada performa mesin secara keseluruhan yang terasa turun.


Berapa Interval Ganti Oli Mobil Yang Tepat ?


Waktu ganti oli yang tepat, bisa anda lihat pada buku service setiap kendaraan. Hal ini karena setiap pabrikan memiliki ketentuan yang berbeda. Umumnya, oli mesin diganti dalam interval maksimal 10 ribu KM atau dalam waktu 6 bulan.

Lalu mana yang digunakan, KM atau Bulan ?

Dua-duanya menjadi patokan, artinya mana yang tercapai lebih dulu maka itu yang dijadikan patokan.

Misal terakhir ganti oli mesin, adalah 6 bulan yang lalu. Tapi KM mobil masih di angka 4.000 KM. Maka anda harus pergi ke bengkel untuk tetap mengganti oli mesin karena sudah mencapai batas 6 bulan. Sebaliknya, untuk mobil yang sering dinas biasanya baru 3 bulan saja Kilo Meternya sudah melebihi 10 ribu KM. Maka jangan tunggu hingga 6 bulan untuk mengganti olinya.

Ada Pengecualian Pada Kondisi Tertentu

Tetapi ada satu pengecualian pada kondisi dimana mobil sering melintas di jalanan macet. Kalau kita melintasi jalan yang macet, mobil tetap diam namun mesin mobil tetap nyala. Misal untuk menempuh jarak 5 KM tanpa macet bisa ditempuh dalam waktu 15 menit, kalau macet bisa sampai 30 menit.

img : jakpost.net

Akibatnya, KM mobil rendah namun tanpa disadari running hours mesin menjadi lebih lama. Dalam kondisi seperti ini, anda harus mempersingkat intrerval ganti oli mobil misal dalam waktu maksimal 4 bulan atau dalam interval maksimal 7.000 KM.

Atau Anda Bisa Mengganti Oli Apabila Ada Indikasi Bahwa Oli Perlu Diganti

Ciri-ciri oli perlu diganti, antara lain ;

  • Suara mesin sudah agak kasar
  • Cek stik oli, kalau warnanya sudah kehitaman maka gantilah
  • Lampu indikator oli pada dashboard menyala


Selain oli mesin, masih ada beberapa oli pada mobil yang sama-sama diganti sesuai intervalnya. Antara lain ;

  • Oli transmisi manual dengan interval 30.000 – 60.000 KM
  • Oli transmisi matic dengan interval 20.000 – 30.000 KM (tergantung kondisi lalu lintas)
  • Oli gardan dengan interval 40.000 – 60.000 KM atau 2 tahun sekali


Tips Memilih Oli Mesin Terbaik Untuk Mobil


Untuk memilih oli terbaik, anda tidak perlu pusing karena setiap pabrikan mobil pasti memiliki rekomendasi/olinya sendiri. Tetapi kalau anda ingin cari hal baru dengan mengganti oli merk baru, bisa ikuti tips dibawah.

1. Pilih oli multi grade

Multi grade oil merupakan oli dengan kekentalan bervariasi, misal SAE 10W-40 atau SAE 5W-20. Oli ini bisa menyesuaikan kekentalannya sesuai kondisi iklim atau kondisi mesin tersebut.

2. Untuk mobil baru, bisa pakai oli dengan SAE lebih rendah

Oli dengan SAE rendah, itu lebih encer sehingga memiliki resistansi tenaga yang kecil (misal SAE 5W-10) Dengan kata lain, mesin bisa bekerja lebih hebat kalau olinya lebih encer, tapi gunakan oli ini pada mobil yang masih baru (kurang dari 3 tahun). Karena oli encer memiliki kelemahan pada daya lumas yang kurang baik, sehingga cocok untuk mesin yang masih baru.

3. Sementara mobil berumur, lebih baik pakai oli dengan SAE lebih kental

Untuk mobil yang berumur 3 tahun ke atas, lebih baik gunakan oli dengan SAE 10W keatas, karena kondisi komponen mesin sudah banyak yang berubah sehingga pemilihan oli kental akan membantu memperpanjang masa pakai komponen mesin. Sehingga mesin tidak gampang rusak.

4. Pilih full synthetic oil agar lebih awet

Yang terakhir, pilih oli full synthetic atau oli yang berbahan synthetic sepenuhnya. Karena apabila oli mineral (alami) oli full synthetic memiliki kandungan zat additive yang lebih bervariasi. Sehingga mampu menunjang performa mesin serta memiliki ketahanan lebih lama.

Apa kita boleh mengganti oli mobil sendiri ?


Tentu saja boleh, asal anda bisa melakukannya. Mengganti oli mobil, memang terlihat mudah karena kita cukup buang oli lama dan isi oli baru.

Namun pada kenyataannya, mobil-mobil baru yang menggunakan mesin injeksi biasanya memiliki sistem peringatan ganti oli. Sistem ini akan memberi tanda berupa indikator oli yang menyala apabila jadwal ganti oli sudah tercapai.

Masalahnya, sistem peringatan ini harus direset setiap kali mengganti oli. Jadi kalau tidak direset indikator oli akan tetap menyala meski anda sudah mengganti oli mesin. Jadi, agar aman dan lebih efektif bisa menghubungi bengkel resmi terdekat.

Sementara untuk oli transmisi manual dan oli gardan, itu bisa anda ganti sendiri (kalau mampu) karena umumnya mobil tidak memiliki sistem peringatan pada kedua fluida ini.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Ganti Oli Gardan Motor Matic, Begini Aturannya

Motor matic, memiliki dua macam oli yakni oli mesin dan oli gardan. Oli mesin, bertugas melumasi bagian dalam mesin sementara oli gardan berfungsi untuk melumasi final gear didekat poros roda belakang motor.

Sama halnya dengan oli mesin, oli gardan juga harus dicek secara rutin untuk mengetahui volume dan kondisinya.

Karena kalau sampai oli gardan habis, maka gear belakang motor bisa hancur. Ini karena gear belakang motor itu berfungsi untuk meneruskan tenaga dari CVT ke poros roda belakang. Dan setiap perkaitan roda gigi, harus dilumasi dengan oli kalau tidak maka gear akan cepat panas dan cepat aus.

Lalu, apa yang dilakukan untuk merawat oli gardan motor matic ? dan kapan waktu yang tepat untuk ganti oli gardan motor matic ?

Kami sudah merangkum semua informasi dari berbagai sumber terpercaya untuk menjawab permasalahan tentang oli gardan ini.

Jadwal penggantian oli gardan


Untuk jadwal penggantian, setiap motor berbeda. Yamaha mungkin berbeda dengan Honda untuk interval penggantian, kita tidak usah menghiraukan hal tersebut. Untuk mengetahui jadwalnya, anda bisa cek ke buku servis.

Tapi kalau jadwal penggantian oli gardan ini tidak tertera di buku ? atau kalau buku servis hilang ?

ini sering dialami oleh mereka yang memiliki motor diusia lanjut, dimana buku servis hilang entah kemana dan mereka tidak tahu jadwal penggantian oli. Menurut Honda (hondacengkareng.com) oli gardan bisa diganti apabila KM motor sudah menyentuh 8.000 KM atau pada interval 8 bulan (mana yang lebih dulu tercapai).

Ini berlaku untuk motor matic Honda seperti Vario, Beat, atau Scoopy.

Sementara menurut Isadat Salam (technical and training service enginer Motul Indonesia) yang dimuat dalam otomotif.kompas.com, penggantian oli gardan motor matic bisa dilakukan setiap dua kali ganti oli mesin. Jadi intervalnya dua kali interval ganti oli mesin (2:1).

Akibat telat ganti oli gardan


Meski jadwal ganti oli gardan sudah ditertera di buku servis, kadang kita sebagai pemilik lupa melakukan service ke bengkel. Sehingga oli gardan pun kadang tidak terawat. Ternyata, ada resiko yang disebabkan karena telat ganti oli gardan. Antara lain ;

  1. Oli jadi lebih encer, oli yang dipakai terus menerus akan berkurang viskositasnya. Sehingga akan menurunkan daya lumas yang berpengaruh pada umur komponen yang menjadi lebih singkat.
  2. Suara kasar pada gear belakang motor, ini terjadi akibat pelumasan yang tidak maksimal
  3. Tenaga motor akan sedikit tertahan, pelumas memiliki sifat yang licin untuk melancarkan putaran gear. Kalau oli sudah tidak layak, maka sifat licin oli tersebut akan berkurang.


Apakah oli mesin bisa dipakai untuk oli gardan

Lalu muncul pertanyaan, apakah oli mesin bisa dipakai untuk oli gearbox ? ternyata ada jawaban mengejutkan dari seorang ahli dan peneliti pelumas dari lembaga terpercaya, M. Haniffudin.

Dilansir dari motorplus.gridoto.com beliau mengatakan ,” Sebenarnya oli gardan yang dijual di pasaran itu isinya sama saja dengan oli mesin. Cuma kemasannya aja yang dibuat berbeda”. Lalu, apakah benar demikian ?

Kalau dilihat peruntukannya, kedua oli ini sama-sama melumasi komponen logam tapi oli mesin didesain untuk melumasi komponen yang saling bergesekan, sementara pada gardan motor matic yang ada persentuhan antar gear dan hanya ada sedikit gesekan.

Karena hal ini, oli gardan dibuat lebih kental daripada oli mesin. Tetapi, menurut pendapat ahli tersebut anda tetap bisa menggunakan oli mesin untuk gardan motor matic dengan catatan oli mesin yang digunakan tidak terlalu encer. Untuk mengetahui kekentalan oli mesin, bisa anda lihat pada label SAE. SAE 10W-20 itu tergolong oli encer, kalau SAE20 keatas mungkin masih O.K untuk oli gardan.

Perbandingan Harga Oli Gardan Motor Matic


Berapa harga oli khusus untuk gardan motor ? anda bisa cek harga di toko online sebagai bahan pertimbangan. Untuk lebih mudah, kami sediakan sedikit perbandingan harga oli gardan motor dari beberapa merk.

  • Oli gardan AHM/120 Ml Rp. 26.000,-
  • Oli gardan Repsol/120 Ml Rp. 25.000
  • Oli gardan Shell Advance/120 Ml Rp. 21.000,-
  • Federal gear oil/120 Ml Rp. 20.000,-
  • Motul gear oil 80W-90/120 Rp. 35.000,-


Cara ganti oli gardan sendiri tanpa ke bengkel


Ternyata, untuk menganti oli gardan ini cukup mudah. Karena lokasinya ada dibelakang dan kita tidak perlu bongkar ini itu, secara simpel penggantian ini dibagi menjadi tiga tahap.

1. Pengurasan oli gardan

Pertama, anda buka baut penguras oli gardan yang lokasinya ada dibawah case gearbox roda belakang. untuk membukanya, anda bisa menggunakan kunci 12 (bisa T, ring, atau pas seadanya). Namun, jangan lupa untuk menyiapkan wadah yang mampu menampung cairan sekitar 150 Ml, karena begitu baut penguras ini dilepas oli langsung tumpah.

2. Pengisian oli baru

Setelah oli bekas sudah keluar semuanya, pasang kembali baut penguras dan kencangkan secara wajar. Lalu buka tutup oli gardan yang lokasinya diatas case gearbox roda belakang. lalu anda bisa langsung menuangkan 120 Ml oli gardan kedalam gearbox.

Untuk lebih mudah, anda harus membeli oli gardan dengan model penutup lancip. Sehingga saat mengisi oli, anda tidak perlu bantuan corong. Cukup buka ujung oli lalu masukan oli tersebut ke lubang pengisi gearbox hingga oli masuk kedalam gearbox.

3. Pengecekan

Setelah oli diisi, pasang tutup oli dan kencangkan. Namun, sebelum anda gunakan motor, lebih baik cek dulu baut penguras oli dan penutup gearbox. Pastikan tidak ada oli yang merembes dari dua komponen ini, selain itu bersihkan juga ceceran oli (kalau ada) pada case gearbox karena bisa menggangu sistem pengereman yang terletak disampingnya.

Itu saja artikel singkat tentang penggantian oli gardan motor matic, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Kapan Ganti Oli Gardan Mobil ? Begini Aturan Mainnya

Oli gardan atau oli differensial merupakan fluida yang digunakan sebagai pelumas gear didalam gardan sebuah kendaraan. Fungsi pelumas ini yakni untuk mencegah terjadinya gesekan pada gear didalam gardan.

Tapi karena lokasi gardan ini tersembunyi di tengah axle belakang ini, pemilik mobil sering mengabaikan komponen ini. Pemilik mobil umumnya lebih fokus ke penggantian oli mesin dan transmisi, padahal oli gardan juga perlu dilakukan penggantian.

Lantas, berapa KM ganti oli gardan mobil ? kapan jadwal penggantiannya ? dan oli seperti apa yang cocok untuk gardan ? simak selengkapnya dibawah.

Interval Penggantian Oli Gardan

ganti oli gardan motor matic

Memang, setiap pabrikan mobil itu dirancang secara independen oleh insinyur masing-masing pabrikan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini artinya, kalau ditanya berapa interval penggatian oli gardan ? maka setiap mobil tidak sama.

Lalu untuk mencari jawabannya, bagaimana caranya ?

Anda harus melihat buku owner manual yang diberikan oleh dealer saat anda membeli mobil. Di buku tersebut sudah ditulis jadwal service kendaraan hingga penggantian setiap komponen-komponen yang perlu diganti lengkap dengan intervalnya.

Atau anda bisa menanyakan langsung ke bagian after sales/bengkel resmi terkait interval penggantian oli gardan mobil anda.

Tapi bagaimana kalau owner manual hilang ?

Dilansir dari cartreatments.com umumnya, oli gardan belakang diganti dengan interval 30.000 sampai 50.000 KM. sementara transaxle (gardan didepan yang ada pada mobil berpenggerak depan dan AWD) diganti dengan interval 25.000 sampai 30.000 KM.

Atau anda juga bisa memperhatikan beberapa tanda dibawah. Saat oli gardan memerlukan penggantian, biasanya akan timbul beberapa gejala seperti ;

1. Kendaraan bergetar saat jalan

Getaran pada kendaraan memang bisa disebabkan banyak komponen. Tapi untuk kasus gardan, getaran hanya terasa ketika mobil berjalan melewati turunan. Ini karena beban mobil akan ditopang oleh gardan. Sehingga perkaitan roda gigi akan semakin kencang dan tanpa pelumas yang baik maka akan muncul getaran.

2. Suara limbung saat mobil berjalan

Selain getaran, bagian bawah mobil juga akan terdengar suara limbung. Suara ini akan hadir dan semakin besar seiring bertambahnya kecepatan mobil. Limbung ini muncul akibat perkaitan pada final gear tidak dilumasi dengan baik oleh oli gardan yang sudah tidak layak.

3. Ada suara saat mobil berbelok

Gardan akan efektif bekerja saat mobil berbelok, saat mobil belok maka perkaitan roda gigi didalam gardan akan semakin kompleks. Sehingga tanpa pelumasan, bisa memicu tumbulnya suara antara roda gigi yang berkaitan.

4. Oli gardan sudah encer dan terkontaminasi

Oli gardan yang baru itu memiliki kekentalan hingga SAE 70, seriring penambahan masa pakai oli gardan akan semakin encer dan terkontaminasi oleh friksi dari roda gigi dan panas yang tercipta saat gardan beroperasi. Kalau oli sudah encer, maka daya lumasnya terhadap gardan bisa turun dan memicu terjadinya gejala-gejala diatas.

Oli yang tepat untuk gardan mobil anda

harga oli gardan mobil

Seperti yang dikatakan diatas, oli gardan memiliki kekentalan yang cukup besar. Untuk mobil-mobil penumpang seperti MPV biasanya oli gardan memiliki kekentalan SAE 75-90. Sementara untuk mobil yang lebih besar (truk dan bus) oli gardan memiliki kekentalan lebih dari SAE 90.

Alasan truk dan bus memiliki oli gardan yang lebih kental adalah karena beban yang diterima berbeda. Oli yang encer memang baik untuk melumasi celah-celah sempit, namun lapisan oil film oli yang encer itu tipis sehingga untuk roda gigi dengan beban yang besar kurang direkomendasikan.

Sebaliknya, oli yang lebih encer memiliki lapisan oil film yang lebih kuat dan tebal sehingga pelumasan oli akan lebih maksimal. Tetapi oli ini tidak mampu menembus celah-celah super kecil, sehingga untuk bus dan truk yang juga memiliki gardan besar olinya disesuaikan lebih kental.

Cara Mengganti Oli Gardan Sendiri

Untuk mengganti oli gardan, lebih efisiennya anda pergi ke bengkel. Tapi kalau anda berniat melakukannya sendiri itu tidak masalah selama anda memiliki kuncinya/tools.

Caranya mudah saja, anda tinggal membuka baut penguras pada gardan, tunggu hingga oli lama keluar semuanya, tutup baut penguras dan isi oli yang baru melalui baut pengisi hingga oli meluber.

Tapi ada beberapa kendala,

  • Kolong mobil terlalu rendah, ini kalau mobil anda MPV atau dibawahnya. Solusinya anda harus mendongkrak tapi satu sisi pada belakang mobil (agar roda kiri/kanan terangkat).
  • Tidak ada baut penguras, beberapa gardan juga tidak dilengkapi dengan baut penguras karena hanya ada satu baut untuk mengisi oli. Untuk mengurasnya, anda harus membuka cover gardan (yang memiliki banyak baut) untuk menguras oli (seperti gambar pertama).


Mungkin itu saja artikel singkat tentang jadwal penggantian oli gardan pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

6 Ciri Mobil Harus Ganti Oli, Awas Kelewat Resikonya Turun Mesin

Oli berfungsi sebagai pelumas yang akan membuat kinerja komponen-komponen mobil menjadi lebih licin sehingga akselerasi akan terasa lebih ringan. Namun, oli pada mobil juga memiliki masa berlaku.

Artinya, anda tidak bisa menggunakan satu jenis oli dalam waktu yang cukup lama. Melainkan oli harus diganti sesuai jadwal. Tapi masalahnya, banyak orang yang sibuk dan melupakan jadwal penggantian oli mesin. Sehingga mobil pun beresiko muncul masalah.

Beberapa efek buruk yang muncul karena telat ganti oli ;

  • Mempercepat keausan komponen mesin, oli akan lebih encer setiap kali digunakan. Semakin encer oli, daya lumasnya juga semakin tidak baik. Sehingga keausan komponen mesin akan terjadi lebih cepat.
  • Muncul suara kasar dari mesin, selain sebagai pelumas oli juga berperan sebagai peredam suara gesekan antar komponen mesin. Kalau kualitas oli sudah menurun, maka daya redamya juga akan turun.
  • Oil feed yang tersumbat, ini disebabkan karena oli yang telah lama digunakan akan terkandung kerak dan karbon sisa pembakaran mesin. Kalau kotoran ini masuk ke jalur oli, dan menyumbatnya maka akan banyak resiko pada mesin.
  • Bunyi logam saat awal start, ini biasanya terjadi karena daya lumas oli menurun. Sehingga oli yang harusnya melumasi bagian mekanisme katup di kepala silinder, malah turun ke oil pan. Ini akan memunculkan bunyi ketukan logam pada mesin bagian atas yang berlangsung singkat ketika awal start.


Tapi masalah pada mobil akibat oli yang tidak pernah ganti bisa dihindari apabila anda menyadari tanda atau ciri-ciri oli mesin yang sudah out of use atau dengan kata lain sudah tidak layak pakai dan harus diganti.

Lalu apa saja tanda-tandanya ?

Ciri Ciri Oli Mesin Mobil Harus Ganti


Dilansir dari machinerylubrication.com ada 6 tanda yang umumnya dijadikan patokan oli mesin perlu diganti. Yakni ;

1. Lampu indikator oli menyala

Pada dashboard mobil anda, anda akan melihat banyak sekali lampu indikator, dan semua lampu indikator tersebut akan menyala beberapa saat saat kunci kontak ON. Salah satunya lampu indikator oli mesin, indikator ini berbentuk corong oli (dengan tetesan oli) berwarna kuning.

Apabila lampu indikator ini tiba-tiba menyala, maka itu tandanya ada masalah pada sistem pelumas mesin. Bisa oli habis, tekanan oli turun, atau karena anda sudah melewatkan jadwal penggantian oli mesin. Sehingga, apabila anda menjumpai indikator oli menyala segera cek bagian mesin dan cek juga buku service untuk mengetahui jadwal service kendaraan anda.

Baca pula ; (Lengkap) Penyebab Teknis Indikator Oli Berkedip/Menyala

2. Ada suara kasar saat awal start

Oli itu terbuat dari bahan sintesis yang mampu melapisi dua komponen mesin yang saling bergesekan. Sehingga komponen tersebut tidak secara langsung bergesekan, melainkan ada lapisan oli sebagai layer yang memisahkan dua komponen tersebut. Itulah sebabnya, oli juga bisa meredam suara gesekan antar komponen mesin.

Namun seiring oli bekerja, kualitas oli akan menurun karena kandungan dalam oli akan semakin terkontaminasi oleh panas dan deposit dari ruang bakar. Sehingga kemampuan oli akan menurun. Salah satunya kemampuan melekat pada komponen.

Sehingga ketika mesin mati dalam waktu lama kemudian dihidupkan, biasanya akan ada bunyi berisik beberapa saat. Bunyi tersebut hadir karena oli turun ke carter sementara bagian didalam head cylinder tidak mendapatkan pelumasan diawal start.

3. Oli berwarna hitam pekat

Imbas lain dari oli yang sering digunakan adalah kondisi fisiknya. Oli yang sudah terkontaminasi panas dan deposit akan berubah warnanya menjadi lebih gelap dan hitam dari warna awal oli coklat kekuningan.

Ini juga menjadi salah satu tanda bahwa oli mobil anda harus segera diganti.

4. Asap mobil yang sedikit berwarna

Asap mobil yang normal itu tidak berwarna alias transparan. Kalau asap kendaraan sedikit berwarna bisa jadi itu berasal dari oli yang menguap dan ikut terbakar didalam ruang bakar. Mesin-mesin sekarang sudah dilengkapi PCV yang akan menyalurkan gas didalam ruang engkol kedalam intake manifold untuk dibakar didalam ruang bakar.

Oli yang sudah buruk, biasanya akan ikut menguap didalam PCV system sehingga asap kendaraan sedikit berwarna keputihan. Ini menjadi sinyal bahwa oli mesin perlu ganti.

Baca pula ; 5 Penyebab + solusi mobil keluar asap putih

5. Ada penurunan akselerasi

Tugas oli itu melumasi atau sebagai lapisan antar komponen didalam mesin, sifat oli yang licin juga membuat semua komponen didalam mesin menjadi sangat ringan untuk bergerak. Sehingga tenaga yang dihasilkan oleh pembakaran mesin bisa sepenuhnya dikonversi untuk menggerakan roda.

Namun oli yang buruk, memiliki daya lumas yang buruk juga. Sehingga hubungan antar komponen mesin akan lebih berat. Ini akan berimbas pada semakin rendahnya akselerasi mesin karena tenaga mesin banyak yang terbuang untuk menggerakan komponen mesin itu sendiri.

6. Seusai menempuh perjalanan jauh

Umumnya oli mesin diganti dalam interval 6 bulan sekali atau kilometer mobil mencapai 5.000 – 10.000. Namun kalau anda baru saja menempuh perjalanan jarak jauh misal seperti mudik. Jangan lupa anda untuk mengganti oli mesin pada service berikutnya, ini karena oli yang digunakan secara terus menerus juga akan berubah kualitasnya. Sehingga kurang baik dipakai untuk kedepan.

Idealnya, oli mobil harus diganti dalam interval maksimal 10 ribu KM atau 6 bulan

Setiap pabrikan memiliki regulasi terkait jadwal penggantian oli mesin yang berbeda, namun umumnya oli mesin mobil harus segera diganti dalam interval maksimal 10 ribu KM bahkan ada yang 5 ribu KM atau dalam jangka waktu 6 bulan (mana yang lebih dulu tercapai).

Kalau telat satu atau dua minggu, mungkin itu tidak masalah. Tapi kalau telat sampai 3 bulan bisa dikatakan anda sudah melewatkan jadwal ganti oli meski belum ada ciri-ciri diatas. Oleh sebab itu, agar mobil anda awet usahakan untuk tidak telat dalam penggantian oli mesin serta oli yang lainnya.

Untuk memilih oli apa yang terbaik untuk mobil anda, anda bisa mengikuti rekomendasi pabrikan. Atau kalau anda ingin mengganti oli sendiri, anda bebas pilih oli mana yang anda sukai.

Tips memilih oli untuk mobil

  • Sesuaikan dengan jenis mesin mobil (oli diesel dan oli mobil bensin berbeda, ada label dikemasan oli)
  • Gunakan multi grade oil, contohnya oli dengan SAE 10W-40, atau yang lebih encer 5W-20.
  • Kalau ingin yang terbaik pilih oli dengan kualitas terbaik pula, bisa dilihat pada label API. Ada API-SG, SL, SN. (Huruf kedua menunjukan tingkat kualitas, semakin mendekati Z semakin baik)
  • Kalau bisa, gunakan full-synthetic oil karena oli ini mengandung banyak bahan additive yang baik untuk mesin.


Mungkin itu saja tips singkat tentang ciri oli mobil harus diganti. Semoga bisa menambah wawasan kita.

Oli Motor Habis, Cek 5 Ciri + Penyebabnya Berikut Ini

Sering kali saya melihat keluhan pemilik motor yang menyatakan oli mesin motornya cepat habis padahal saat pengisian sebelumnya sudah menunjukan level yang penuh.

Masalah ini juga bertambah pelik mana kala tidak ditemukan tanda-tanda kebocoran oli mesin disekitar mesin.

Namun yang jadi masalah sebenarnya adalah ketika pemilik motor tidak mengetahui kalau oli mesin pada motornya sudah sangat kurang.

Apa akibatnya ?

1. Suara mesin kasar

Pertama mesin terasa kasar, ini karena oli mesin berfungsi sebagai pelumas yang melapisi komponen mesin yang saling bergesekan.

Artinya, misal antara ring piston dan silinder itu tidak bergesekan secara langsung karena ada oli yang melapisi gesekan antara dua komponen tersebut. Sehingga kalau olinya kurang otomatis tidak ada oli yang melapisi komponen ini dan gesekan antara ring piston dan silinder terjadi secara langsung.

2. Mesin kepanasan

Overheat adalah kondisi dimana suhu mesin terlampau tinggi dari suhu kerjanya (diatas 90 derajat celcius).

Salah satu penyebabnya karena tidak ada oli yang melumasi bagian komponen mesin yang bergesekan. Mengapa ? karena gesekan akan menimbulkan panas, harusnya oli sebagai pelumas akan meredam gesekan ini.

Namun karena volume olinya saja kurang, bagaimana bisa oli melumasi semua komponen mesin ?

3. Piston terkunci

Akibat terburuk yaitu piston yang terkunci atau macet. Saat piston terkunci, maka mesin tidak bisa dihidupkan lagi. Jangankan menghidupkan mesin, memutar engkol mesin saja sudah terasa macet.

Ini masih ada hubungannya dengan akibat yang kedua, kita tahu kalau komponen mesin terbuat dari logam. Dan sifat logam akan memuai saat terkena panas.

Saat piston terlalu panas akibat kurangnya oli mesin maka ini akan membuat piston memuai, dengan kata lain ukuran piston lebih besar dari standarnya.

Sementara itu, ukuran diameter silinder tetap sama. Akibatnya piston akan terkunci/terjepit didalam silinder, dan tidak bisa digerakan.


Satu-satunya cara memperbaiki piston terkunci ini adalah dengan melakukan overhoule atau istilahnya turun mesin.

Pastinya anda tidak mau kan, kalau motor harus turun mesin gara-gara hal sepele semacam ini, oleh sebab itu diartikel ini akan saya bahas ciri-ciri oli motor yang habis serta penyebabnya.

Ciri Ciri Oli Mesin Motor Habis


1. Bunyi "tek tek tek" yang terdengar di RPM rendah

Tidak semua bunyi kasar pada mesin menunjukan bahwa oli mesin habis. Namun ada bunyi yang dihasilkan apabila volume oli kurang dari standarnya.

Bunyi yang saya maksud adalah bunyi ketukan dua logam, teppatnya bunyi antara rocker arm dengan katup. Bunyi ini akan terdengar seperti "tek tek tek" selama RPM mesin rendah.

Ini disebabkan karena oli mesin tidak naik ke kepala silinder, sehingga bagian mekanisme katup yang juga terletak didalam kepala silinder tidak mendapatkan pelumasan. Dan hasilnya berupa bunyi.

2. Tarikan motor terasa berat/tertahan

Oli bersifat melumasi, sehingga apa yang dilumasi oleh oli pastilah menjadi licin. Komponen mesin yang mendapatkan pelumasan oli gerakannya akan lebih ringan karena licin.

Namun kalau olinya kurang, bisa dibayangkan. Komponen mesin tidak mendapatkan pelumasan yang maksimal dan gerakannya menjadi lebih berat.

Sehingga efeknya pastilah RPM mesin akan terasa tertahan.

3. Mesin motor panas terlalu cepat

Mesin motor apabila terus dihidupkan suhunya semakin meningkat. Itu normal. Tapi, peningkatan suhu mesin ini harusnya terjadi dalam waktu yang relatif lebih lama.

Apabila baru 30 detik suhu mesin motor sudah memanas (bisa dirasakan dari hawa didekat mesin) maka bisa jadi ada masalah terkait volume oli mesin.

Apabila anda menjumpai kondisi ini, matikan dulu mesin motor anda lalu cek volume olinya.

4. Ada asap putih pada knalpot

Asap putih yang keluar dari knalpot ketika mesin hidup memang tidak menjadi pertanda bahwa oli mesin habis. Namun, oli mesin yang sering berkurang salah satunya disebabkan karena asap putih ini.

Apa hubungannya ?

Saat anda melihat asap putih mengepul dari knalpot motor, itu disebabkan karena oli mesin masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Sehingga seperti motor 2 tak, akan ada asap putih pada knalpot.

Karena oli mesin terus terbakar, otomatis volume oli mesin akan semakin berkurang. Dan apabila tidak diketahui, oli mesin bisa habis dan menimbulkan akibat seperti yang dijelaskan diatas.

5. Mesin motor tiba-tiba mati dan tidak bisa distart

Kalau anda sedang ada dijalan, kemudian mesin tiba-tiba mati namun saat di hidupkan mesin tak kunjung hidup. Itu bisa saja ada masalah pada volume oli motor anda.

Saat ini teknologi mesin motor sudah semakin maju, salah satu contohnya adalah oil level switch. Komponen ini terhubung ke sistem pengapian mesin (busi).

Fungsinya untuk menonaktifkan sistem pengapian saat terdeteksi volume oli dibawah normal.

Sehingga, ketika kita tekan starter mesin tidak mau hidup karena businya tidak menyala. Apabila anda mengalami hal ini, coba cek stik oli untuk mengetahui berapa volume oli motor anda.

Lalu Apa Penyebab Oli Motor Bocor dan Habis ?


Segala bentuk kebocoran oli, dapat menyebabkan oli motor habis. Ada beberapa area yang patut diwaspadai yang sering menjadi jalan bocor oli. Yakni :

  1. Drain plug, kadang baut penguras oli mengalami slek yang mengakibatkan kerusakan drat. Tentu ini akan membuat oli merembes keluar mesin.
  2. Overheating, panas yang berlebih akan membuat oli menguap. Tanpa sadar, oli habis meski tidak meninggalkan jejak yang terlalu berarti.
  3. Seal oli yang bocor, ada banyak seal oli didalam mesin. Kalau salah satu seal bocor (terutama seal pada gearbox) maka oli bisa rembes dan volumenya habis secara berangsur.
  4. Ring piston yang aus


Untuk mengatasi bocor oli, anda harus menyesuaikan penyebabnya. Kalau penyebabnya karena baut penguras oli slek, anda harus mengganti baut oli tersebut dengan yang baru.

Tapi, kadang baut oli normal malah lubang penguras oli yang mengalami slek. Ini memang agak menyulitkan karena lubang oli ini terletak pada blok mesin. Untuk mengakalinya, anda bisa membalut baut penguras oli dengan seal tape.

Sementara untuk penyebab terakhir, harus dibuktikan melalui pengetesan kompresi. Kalau test komporesi terbukti rendah, mesin akan dibongkar untuk mengganti ring piston.

Demikian artikel mengenai ciri ciri oli motor habis. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Jenis Oli Pada Mobil dan Waktu Gantinya

Jenis-jenis oli - Oli atau fluida pada dasarnya adalah benda cair yang memiliki viscositas dan bisa digunakan sebagai pelumas. Namun, pada perkembangannya oli tak hanya dipakai sebagai pelumas. Oli juga digunakan sebagai penyalur tenaga.

Seperti pada mobil, selain oli mesin ada banyak oli lain yang terdapat pada mobil dan sama seperti oli mesin. Macam macam oli tersebut juga harus diganti sesuai interval yang sudah diatur.

Lantas, apa saja maca-macam oli pada mobil ?

1. Oli mesin


Oli mesin menjadi fluida yang paling menyita perhatian pemilik mobil. Karena oli ini fokus untuk melumasi bagian mesin mobil. Fungsi utama dari oli mesin, adalah mencegah komponen mesin mengalami gesekan secara langsung.

Kita tahu sendiri kalau didalam mesin, itu terdiri dari banyak komponen logam yang saling bergesekan. Oli ini akan masuk diantara dua komponen yang bergesekan, sehingga komponen tersebut memiliki lapisan saat bergesekan atau dengan kata lain komponen didalam mesin tidak bergesekan secara langsung.

Oli mesin, juga memiliki beberapa jenis. Ada oli mineral, oli semi-sintetis dan oli full sintetis.

  • Oli mineral, terbuat dari bahan alami berupa mineral yang ditambang dari perut bumi. Oli ini memiliki harga yang paling murah, sehingga banyak dipakai pada mesin-mesin kinerja berat seperti mesin diesel.
  • Oli semi-sintetis pada dasarnya terbuat dari mineral alami namun sudah ditambahkan bahan aditive dan viscosity index. Sehingga cocok digunakan untuk mesin berkinerja sedang seperti mobil penumpang.
  • Oli full sintetis terbuat 100 % dari bahan buatan (sintetis). Berbrda dengan oli mineral, karakter dan kualitas oli full sintetis bisa diatur sesuai keinginan, sehingga cocok dipakai pada mobil modern, mobil sport hingga racing. Namun, oli inilah yang memiliki harga termahal.


Interval penggantian oli mesin

Pada mobil, oli mesin biasanya diganti lebhih sering. Maksimal 10.000 KM oli mesin harus diganti dengan yang baru. Bahkan beberapa mobil menyarankan penggantian oli dengan interval 5.000 KM.

Namun, kalau anda memakai oli full sintetis biasanya lebih awet. Sehingga bisa bertahan hingga 10.000 KM pemakaian.

Sementara pada sepeda motor, oli mesin memiliki interval lebih singkat. Yakni sekitar 3.000 hingga 6.000 KM.

2. Oli transmisi


Oli transmisi adalah pelumas yang akan melumasi bagian gear box atau box perseneling mobil. Ada dua jenis perseneling mobil, yakni manual dan otomatis.

Oli yang dipakai, juga berbeda antara oli transmisi manual dan transmisi otomatis.

Oli transmisi manual, biasanya terbuat dari bahan mineral (alami) dengan kekentalan diatas SAE 40. Secara umum, oli ini memiliki karakter yang sama dengan oli mesin, hanya saja karena yang dilumasi adalah gear (dengan celah lebih besar) maka oli akan lebih kental.

Penggantian oli transmisi manual, juga tergolong awet. Karena didalam transmisi manual itu terdiri dari rangkaian roda gigi yang memiliki tingkat gesekan tidak terlalu ekstrem.

Biasanya oli transmisi manual diganti 30.000 hingga 40.000 KM dengan volume satu kali penggantian sekitar 1 hingga 1.2 L,

Untuk transmisi otomatis, menggunakan oli jenis automatic transmission fliud (ATF). Oli ini, sering digunakan pada alat-alat yang menggunakan komponen hidrolik.

Karakter ATF tidak hanya melumasi, namun juga harus bisa menyalurkan tenaga. Ini karena salah satu komponen transmisi matic adalah torque converter yang menggunakan ATF sebagai pemindah dayanya.

Penggantian ATF biasanya lebih singkat dari oli manual, maksimal oli matic harus diganti sekitar 30.000 KM pemakaian.

3. Oli power steering

Pada kendaraan yang masih menggunakan sistem hidrolik power steering pasti akan menemukan reservoir tank oli power steering didalam ruang mesin.

Hidrolik power steering adalah sistem untuk membuat kemudi mobil lebih ringan, sistem ini bekerja dengan menggunakan putaran mesin yang dikonversi menjadi gerakan aksial ster ke kiri dan kanan.

Yang mengkonversi tenaga mesin adalah pompa power steering, dan yang menyalurkan tenaga dari pompa power steering adalah oli power steering.

Tidak ada yang khusus pada oli power steering, oli yang dipakai biasanya oli yang memiliki daya hantar tenaga yang baik. Sehingga ATF juga sering digunakan sebagai oli power steering.

Sementara penggantian oli power steering, juga bisa bertahan lama. Oli ini bisa diganti sekitar 40.000 hingga 50.000 KM pemakaian. Namun, oli harus diganti kalau kondisinya kotor (berwarna hitam) dan encer meski belum sampai 40.000 Km.

4. Oli gardan


Sesuai namanya, oli gardan digunakan untuk melumasi gardan mobil. Gardan adalah gear yang terletak di as roda atau drive axle. Untuk mobil penggerak roda belakang (RWD) anda bisa melihat gardan di as roda belakang.

Namun pada mobil penggerak roda depan, anda tidak akan menemui gardan. Karena komponen ini diletakan didalam transmisi. Sehingga olinya juga memakai oli transmisi.

Secara umum, oli gardan tidak jauh berbeda dengan oli transmisi namun untuk urusan penggantian bisa jauh lebih lama dari oli transmisi.

Oli gardan bisa diganti 50.000 hingga 80.000 KM pemakaian. Mengapa bisa cukup lama ? ini karena didalam gardan itu hanya terdiri dari dua rangkaian roda gigi tanpa gesekan.

Artinya tidak ada pergeseran komponen didalam gardan, hanya ada roda gigi yang saling bertautan. Sehingga oli akan jauh lebih ringan melumasinya, sehingga bisa bertahan cukup lama.

5. Oli rem/minyak rem

img by samoacars.com

Munyak rem adalah cairan encer yang digunakan untuk menyalurkan energi tekan dari pedal rem menuju kaliper rem. Fluida ini berbeda dengan keempat jenis fluida diatas namun tetap kami bahas karena fluida ini juga tak luput dari interval penggantian.

Minyak rem, tidak melumasi hanya menyalurkan tenaga. Jadi, minyak ini tidak disebut sebagai oli karena tidak melumasi komponen.

Minyak rem, biasaya terbuat dari bahan sintetis yang memiliki viscositas rendah (encer) agar bisa masuk ke celah saluran hidrolik rem dengan cepat dan ringan.

Kapan minyak rem diganti ?

Minyak rem diganti saat kondisinya sudah tidak layak pakai (warna berubah lebih gelap), biasanya ini terjadi ketika mobil dipakai mencapai 30.000 Km.

Minyak rem, juga memiliki klasifikasi tersendiri. Ada DOT 2, DOT 3, dan DOT 4. Semakin tinggi angkanya maka titik didih dan kualitasnya akan semakin tinggi. Namun harganya juga semakin mahal.

Demikian artikel lengkap mengenai Jenis jenis oli pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Daftar Harga Oli Shell Advance Untuk Motor (Update)

Harga oli shell motor – Penggantian oli mesin seolah sudah menjadi rutinitas bagi kita selaku pemilik kendaraan. Namun masalah yang kerap melanda, adalah rasa bingung mau pake oli apa. Ingin mencoba membeli oli A nanti takut kemahalan, mau pake oli B takut tidak pas buat motor kita.

Oleh sebab itu diartikel ini kita akan bahas jenis-jenis oli shell advance untuk motor beserta harganya.

Pentingnya penggantian oli mesin buat motor

Dalam mesin motor, oli sudah seperti darah yang bersirkulasi ke semua komponen mesin. Yang namanya darah, kalau pada manusia pasti sangat krusial. Kekuarangan darah, bisa berakibat fatal. Darah kotor juga fatal.

Pada mesin, oli kurang bisa berakibat fatal. Oli kotor juga  bisa berakibat fatal, memang didalam mesin itu ada mekanisme filtrasi yang menyaring kotoran dalam aliran oli. Namun oli mesin umumnya berdegradasi seiring dipakainya mesin. Sehingg penggantian sangat diperlukan sekitar 3.000 KM sekali.

Salah satu merk oli paling berkualitas bukan hanya di Indonesia tapi juga didunia adalah shell. Oli shell sendiri sudah menjadi oli rekomendasi bagi beberapa produsen mobil terkemuka seperti BMW, Honda, dan General Motors.

Bagaimana dengan motor ?

Untungnya, oli shell juga memiliki tipe tersendiri yang dikhususkan untuk motor dua tak dan motor 4 tak. Contohnya adalah oli Shell Advance.

Shell advance adalah oli khusus untuk motor yang sudah dibekali dengan beberapa teknologi unggulan dari shell. Seperti ;

  • Pureplus Technology, yang meminimalisir terjadinya gesekan antar komponen mesin.
  • Active cleanser, yang menjaga komponen mesin tetap bersih karena ada zat additive yang bersifat dispersant.
  • Long-term use, oli shell sangat lambat dalam hal degradasi. Sehingga umumrnya bisa lebih panjang. Menurut situs resminya, oli shell mampu bertahan hingga interval 6.000 KM
  • RCE , Realibility Control dan Enjoyment adalah sebuah skema yang diusung oleh shell yang menggambarkan kualitas olinya.

Lantas berapa harganya ?



Sebelum kita ulas harga oli shell, terlebih dahulu kita akan membahas tipe-tipe oli shell advance. Ini karena motor bebek, matic dan injeksi semuanya memiliki tipe yang berbeda. Sehingga olinya juga perlu disiapkan.

1. Shell Advance AX3

Shell advance AX3 adalah jenis oli shell advance yang paling rendah dan paling murah tentunya. tapi meskipun menjadi tipe terendah dan termurah, kualitasnya jauh dari kata murahan.

Dilengkapi dengan Active cleanser, oli ini cocok untuk motor dengan mesin sedang dan kecil. Terutama motor-motor yang berada pada suhu panas yang memerlukan perlindungan oli secara terus menerus.

Oli ini sudah mendapatkan sertifikat API SG, sehingga bisa digunakan untuk jenis motor karburator dengan kapasitas 125 cc kebawah.

Shell Advance AX3 20W-40 0.8L Rp 28.000,-

2. Shell Advance AX5

Tipe kedua, sebenarnya masih sama dengan tipe diatas. Namun shell advance AX5 sudah memiliki campuran bahan additive lebih banyak lagi. Sehingga selain bisa melindungi mesin motor secara terus menerus, oli ini juga mampu meredam kebisingan mesin dan getaran didalam mesin.

Oli ini cocok digunakan untuk motor-motor bebek dan manual dengan mesin karburator. Dengan API SL, bisa anda jadikan sebagai pilihan apabila rasanya shell advance AX3 terlalu murah untuk motor anda.

Shell Advance AX5 15W-40 0.8L Rp 30.000,-

3. Shell Advance AX7

Shell advance AX7 adalah oli semi-sintetis yang sudah dilengkapi dengan berbagai bahan additive untuk meningkatkan performa mesin. Selain Active cleanser, oli ini juga dilengkapi dengan long term use sehingga mampu melindungi mesin dalam waktu lama dan mampu meningkatkan daya mesin (mesin lebih enteng).

Oli ini cocok untuk semua jenis motor manual dan bebek, termasuk motor dengan mesin 150 cc keatas baik injeksi atau karburator, karena sudah bersertifikat API SM.

Shell Advance AX7 10W-40 0.8L Rp 40.000,-

4. Shell Advance Ultra

Untuk jenis keempat, bisa anda pilih apabila anda memang membutuhkan performa mesin yang maksimal. shell advance ultra masuk kedalam full synthetic oil atau 100 % terbuat dari bahan sintetis. Sehingga kemampuannya pun lebih banyak.

Selain teknologi active cleanser, oli shell advance ultra juga sudah dilengkapi pureplus technology dan RCE. Sehingga selain semua kemampuan diatas, oli ini juga mampu meningkatkan daya dobrak mesin, menjaga suhu mesin tetap stabil meski di putaran tinggi.

Dengan API SM dan JASO MA2 oli ini cocok untuk semua jenis motor manual dan bebek termasuk injeksi dan sport.

Shell Advance Ultra 10W-40 1L Rp 110.000,-

5. Shell Advance AX5 Scooter

Oli shell advance AX5 ini sebenarnya sama seperti Shell advance AX5 diatas. Namun pada tipe scooter ini, oli dikhususkan untuk motor matic yang pelumasannya tidak termasuk dengan pelumasan gearbox.

Olu jenis semi sintetis ini memiliki sertifikat API SL, secara umum oli ini cocok untuk motor matic kapasitas rendah dan tipe karbu.

6. Shell Advance AX7 Scooter

Shell Advance AX7 juga masih pada semi sintetis oil. Bedanya hanya pada zat additive yang ditambahkan. Secara umum, oli dengan API SL ini cocok digunakan pada semua jenis motor matic baik karbu atau injeksi.

Shell Advance AX5 Scooter 15W-40 0.8L Rp 33.000,-
Shell Advance AX7 Scooter 10W-40 0.8L Rp 38.000,-
Shell Advance Ultra Scooter 5W-40 0.8L Rp 90.000,-


Selain ke-enam jenis diatas, sebenarnya masih ada satu lagi jenis oli shell Advance. Yakni shell advance Racing M. Oli jenis ini dikhusukan untuk kepentingan racing sehingga kurang cocok dijadikan oli untuk motor sehari-hari.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai daftar harga oli shell advance untuk motor. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Daftar Harga Oli Federal Semua Tipe Untuk Motor Anda

Harga oli federal - Federal oil adalah salah satu perusahaan oli terkemuka yang ada di Indonesia. Federal Oil memiliki 13 tipe atau varian berbeda yang dibuat khusus untuk sepeda motor, baik sepeda motor biasa, motor sport, dan juga sepeda motor matic.

Ke 13 tipe atau varian dari Federal oil memiliki keunggulan dan spesifikasi masing masing. Sebelum kita membahas Daftar Harga dari Oli Federal & Federal Matic Terbaru ada baiknya kita ketahui dulu beberapa spesifikasi dari Oli yang disediakan oleh Federal, berikut ini beberapa spesifikasi dari pelumas atau oli Federal yang patut Anda ketahui:

Macam macam varian oli Federal dan Kelebihannya

harga oli federal supreme honda

1. FEDERAL SUPER RACING

Untuk jenis yang pertama, adalah Federal Super Racing. Sesuai namanya oli ini dikhususkan bagi motor-motor berteknologi racing atau motor jenis sport-bike berkapasitas besar. Federal super racing memiliki SAE 5W – 30 dan API SM JASO MA yang artinya oli ini sudah diset untuk motor-motor non-matic (Kopling) yang memiliki DNA Sport.

Contoh motor yang cocok menggunakan oli ini antara lain Honda CB series, CBR 650 F, CB 650 F, CB 500 F, CB 500 X, CBR 600 RR, CBR 1000 RR SP, NB 4 Fultus, Piaggio Matic, 946, Beverly, Liberty, MP3, LX150, PX150, Sprint dan Primavera.

Kelebihan Federal Super Racing
  • 100 % Ester Synthetic base oil yang memberikan stabilitas mesin meski dipacu pada RPM tinggi.
  • Highly Shear Stable Viscosity Modifier, ini adalah kemampuan untuk menyesuaikan SAE terhadap suhu sekitar secara stabil. Sehingga mampu mencegah gesekan komponen mesin di segala kondisi


Spesifikasi oli Federal Super Racing
  • SAE : 5W – 30 (Multi-Grade Oil)
  • API / JASO : API SM JASO MAPhysical-Chemical Properties-Unit-Result-Method
  • Viscosity Kinematic @ 40 Derjat C-cSt-11,1-ASTM D 445
  • Viscosity Kinematic @ 100 Derjat C-cSt-63,3-ASTM D 445
  • Index Viscosity-170-ASTM D 7042-04
  • HTHS-cP-3,9-ASTM D 4683
  • CCS @-25 Derjat C-cP-5500-ASTM D 5293
  • Flash Point-Derjat C-232-ASTM D 92
  • Total Base Number (TBN)-mg KOH/gr-8,8-ASTM D 2896

2. FEDERAL SUPREME XX 50

Untuk jenis selanjutnya, masih berbahan synthetic base oil namun secara kualitas lebih rendah dari tipe yang pertama. Federal Supreme XX 50 memilik API SJ yang merupakan standar lebih rendah dari pada API SM. Meski demikian bukan berarti oli ini jelek, oli ini diset untuk motor-motor umum (bebek).

Dilihat dari SAE yang berada pada kisaran 20W – 50 menunjukan bahwa oli ini memiliki struktur lebih kental. Ini artinya, oli Federal Supreme xx 50 cocok untuk motor bertransmisi manual baik bebek atau koplingan. Sementara untuk motor matic, kita bahas pada jenis berikutnnya.

Federal Supreme xx 50 cocok untuk segala jenis motor harian seperti Honda Supra X 100 cc, 125 cc, Kharisma, Tiger, Astrea, GL-Pro dan versi Honda lawas yang masih menggunakan Karbu. Sementara untuk Yamaha juga cocok untuk F1ZR, RX-King, Scorpio Series, Vixion Gen 1 dan Vega Series.

Keunggulan Federal Supreme XX 50
  • Wear Protection Technology, bahan additive ini ditambahkan pada oli untuk memberi lapisan lebih kuat pada oil film sehingga mampu melapisi komponen mesin dengan lebih kuat meski sedang berakselerasi tinggi.
  • Double Act Cleaner, oli juga berfungsi sebagai pembersih komponen mesin. Dengan adanya zat cleaner ini maka kerak membandel didalam mesin akan dibilas secara maksimal.

Spesifikasi Oli Federal Supreme XX 50
  • SAE : 20W-50 (multi-grade)
  • API / JASO : API SJ JASO MA
  • Physical-Chemical Properties-Unit-Result-Method
  • Viscosity Kinematic @ 40 Derjat C-cSt-154,89-ASTM D 7042-04
  • Viscosity Kinematic @ 100 Derjat C-cSt-19,30-ASTM D 7042-04
  • Index Viscosity-142-ASTM D 7042-04
  • HTHS-cP-4,83-ASTM D 4683
  • CCS @-25 Derjat C-cP-5494-ASTM D 5293
  • Flash Point-Derjat C-238-ASTM D 92
  • Total Base Number (TBN)-mg KOH/gr-6,68-ASTM D 2896

3. FEDERAL SUPREME XX 30

Tipe selanjutnya, secara umum memiliki kelebihan dan spesifikasi yang hampir sama dengan Supreme xx 50. Hanya saja pada Federal Supreme xx 30 ini memiliki viskositas atau SAE yang lebih rendah yakni 10W-30.

Namun, dari kualitas nampak lebih baik. Karena memiliki API SL dan JASO MA2 sehingga bisa dikatakan oli ini sangat cocok untuk motor-motor sport 150 kekinian yang menerapkan teknologi injeksi seperti : Honda CB150R, Honda Supra GTR 150, Honda Sonic 150, Honda CBR150, Yamaha R15, Yamaha R25, New Vixion 155, dan lainya.

Kelebihan Federal Supreme XX 30:
  • Wear Protection Technology, bahan additive ini ditambahkan pada oli untuk memberi lapisan lebih kuat pada oil film sehingga mampu melapisi komponen mesin dengan lebih kuat meski sedang berakselerasi tinggi.
  • Double Act Cleaner, oli juga berfungsi sebagai pembersih komponen mesin. Dengan adanya zat cleaner ini maka kerak membandel didalam mesin akan dibilas secara maksimal.
  • Viscoelastic Molecules, molekul tambahan yang meningkatkan ketahanan viscositas terhadap perubahan suhu. Sehingga mampu melumasi mesin dengan rentangan SAE 10W-30 dengan maksimal.

Spesifikasi Federal Supreme XX 30
  • SAE 10W-30
  • API SL JASO MA2
  • Physical-Chemical Properties-Unit-Result-Method
  • Viscosity Kinematic @ 40 Derjat C-cSt-70,12-ASTM D 7042-04
  • Viscosity Kinematic @ 100 Derjat C-cSt-11,31-ASTM D 7042-04
  • Index Viscosity-154-ASTM D 7042-04
  • HTHS-cP-3,41-ASTM D 4683
  • CCS @-25 Derjat C-cP-3762-ASTM D 5293
  • Flash Point-Derjat C-230-ASTM D 92
  • Total Base Number (TBN)-mg KOH/gr-6,78-ASTM D 2896

4. FEDERAL RACING

harga oli federal untuk motor matic


Untuk jenis oli berikutnya, memiliki label Racing. Artinya sudah bisa dipastikan bahwa oli ini diciptakan untuk mendukung performa mesin dengan RPM yang tinggi. Memiliki SAE 10W-40 dan API SL membuatnya cukup tangguh dalam hal pelumasan mesin dalam segala suhu.

Oli ini direkomendasikan untuk jenis motor sport 150 cc dan 250 cc keatas. Seperti Yamaha R25, Yamaha R15, Yamaha R6, Nmax, Vmax, Honda CBR-series, Kawasaki Ninja 250 Fi, Kawasaki ZX 250 Fi, Kawasaki Ninja 650, KTM-Duke, RC 200, RC 390, Harley Davidson-Sporster, Street 500, Ducati-Multistrada, Diavel, Hypermotard 939, Monster 821, TVS Pulsar Series.

Kelebihan Federal Racing :
  • Iso Polymerized Synthetic Base Oil, merupakan gabungan dari berbagai bahan sintetik untuk menemukan komposisi oli mesin dengan performa responsif dan akselerasi ringan.
  • Double Act Cleaner, oli juga berfungsi sebagai pembersih komponen mesin. Dengan adanya zat cleaner ini maka kerak membandel didalam mesin akan dibilas secara maksimal.

Spesifikasi Federal Racing 10W-40 ;
  • SAE 10W-40
  • API / JASO API SL JASO MA2
  • Physical-Chemical Properties-Unit-Result-Method
  • Viscosity Kinematic @ 40 Derjat C-cSt-100,28-ASTM D 7042-04
  • Viscosity Kinematic @ 100 Derjat C-cSt-15,76-ASTM D 7042-04
  • Index Viscosity-168-ASTM D 7042-04
  • HTHS-cP-4,20-ASTM D 4683
  • CCS @-25 Derjat C-cP-4718-ASTM D 5293
  • Flash Point-Derjat C-235-ASTM D 92
  • Total Base Number (TBN)-mg KOH/gr-6,70-ASTM D 2896

Keempat jenis oli diatas, merupakan jenis oli Federal yang paling banyak diburu oleh pemilik motor, sebenarnya masih ada jenis oli lain seperti Federal Oil Matic dengan label JASO MB. Dari spesifikasi secara umum sama saja, hanya ada perbedaan sedikit bahan aditive yang diberikan.

Daftar Harga Oli Federal Semua Tipe



Berikut kami berikan daftar harga oli federal untuk motor bebel, sport maupun untuk motor matic.
  • FEDERAL SUPER RACING 1 L Rp.260.000
  • FEDERAL SUPREME XX 50 1L Rp.102.000
  • FEDERAL SUPREME XX 30 1L Rp.39.000
  • FEDERAL RACING 1L Rp.47.500
  • FEDERAL ULTRATEC 1L Rp.31.000
  • FEDERAL MATIC 30 0,8 L Rp.33.000
  • FEDERAL MATIC 40 0,8L Rp.32.500
  • FEDERAL Y-MATIC 0,8L Rp.32.000
  • FEDERAL ULTRATEC MATIC 0,8L Rp.33.000
  • FEDERAL GEAR OIL MATIC 120 ml Rp.14.000

Harga yang tertera diatas, diambil dari berbagai sumber dan ecommerce ternama. Sehingga harganya bisa dipastikan valid. Namun bukan berarti harga diatas berlaku disemua wilayah, mungkin beberapa toko menerapkan harga yang berbeda.anda bisa jadikan harga diatas sebagai patokan saat akan memilih oli yang tepat.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai daftar harga oli federal untuk motor, semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua.

Kapasitas Oli Grand New Avanza Bertambah 0,5 Liter

Oli Avanza Berapa Liter – Seperti yang kita ketahui, Toyota Avanza menngeluarkan varian terbaru dengan tajuk Grand New Avanza. Selain dari desain body yang mengalami perubahan, sektor mesin juga mengalami perubahan total. Meski kapasitasnya tetap sama tapi seluruh komponennya sudah mengalami perombakan. Lantas bagaimana dengan kapasitas oli mesinnya ? apakah sama ?

Sebelumnya pada seri Avanza sebelum ini, menggunakan dua tipe mesin yakni K3 dan 3SZ-VE yang memiliki kapasitas 1.3 dan 1.5 L. Oli yang dibutuhkan total sekitar 3 liter. Jadi apabila anda memiliki Avanza dengan tipe ini maka oli yang diperlukan yakni sekitar 3 liter beserta oil filter. Sementara tanpa mengganti oil filter hanya sekitar 2,7 Liter.

berapa liter ganti oli avanza

Sementara pada Grand New Avanza dan Grand New Veloz sudah menggunakan mesin dengan tipe 1NR-VE dan 2NR-VE yang juga berkapasitas 1.3 dan 1.5 L. Mesin ini memiliki kapasitas oli yang bertambah besar. Dilansir dari laman tribunnews.com, Technical service Toyota Astra Motor Abdurrahman menyatakan bahwa kapasitas oli mesin Avanza baru bertambah 0,5 liter.

Salah satu penyebab mengapa kapasitas oli ini bertambah karena ada teknologi Dual VVTi pada mesin Avanza baru ini. Teknologi VVTi menggunakan oli mesin untuk menekan VVTi actuator agar bisa bergeser, sehingga pada dual VVTI ada dua buah actuator yang memerlukan oli mesin lebih banyak.

Sehingga yang awalnya 3,5 liter untuk mengganti olinya, sekarang dibutuhkan 4 liter full untuk memenuhi kapasitas oli New Avanza. Tetapi, anda jangan khawatir karena meski bertambah setengah liter tidak berarti anda harus menambah untuk membeli satu liter lagi.

Ini karena pada mesin Avanza sebelumnya yang memiliki kapasitas oli 3,5 liter juga anda diwajibkan untuk membeli 4 liter oli saat melakukan penggantian. Sementara sisa 0,5 liter yang tidak terisi akan diserahkan kepada anda. Jadi jangan heran kalau pada mesin Avanza baru ini tidak ada sisa oli yang diberikan ke anda.

Untuk spesifikasi olinya juga mengalami perbedaan. Oli mesin Avanza baru lebih encer dibandingkan dengan oli mesin versi sebelumnya. SAE dari oli mesin Avanza baru ini 0W-20.
kapasitas oli mesin grand max

Seseuai rekomendasi dari TAM anda bisa menggunakan oli dengan jenis

  • Toyota motor oil (TMO) SAE 0w-20
  • TMO Full synthetic 0W-20 Eco Power yang memiliki API SN dan ILSAC GF-5
  • TMO 10W-40
  • Fastron Gold 0W-20 yang memiliki harga lebih rendah, tapi bahan aditive pada oli ini berbeda dengan oli rekomendasi dari TMO.


Pemilihan oli disesuaikan dengan kondisi mesin anda, secara sederhana semakin rendah SAE maka semakin encer olinya. Oli encer bisa meningkatkan performa mesin sehingga cocok untuk mobil-mobil terbaru tapi untuk mobil yang sudah berumur diatas 5 tahun lebih baik menggunakan oli yang lebih kental (10w-40).

Ini karena oli encer kurang baik dalam hal pelumasan dibandingkan oli kental, untuk mesin yang berumur komponennya sudah banyak yang aus sehingga kalau menggunakan oli encer akan menimbulkan suara berisik pada mesin.

Berapa Biaya Ganti Oli Mesin New Avanza


Kita anggap, kita pakai oli rekomendasi yakni TMO 0W-20 yang memiliki harga sekitar 165 ribu rupiah per liternya. Dikalikan 4 liter maka untuk olinya saja anda perlu biaya 660 ribu hanya untuk oli mesinnya. Untuk filter oli kita anggap harganya 40 ribu jadi biaya Oli + Filter berkisar Rp. 700.000.

Masih ada tambahan biaya lagi jika anda mengganti oli tersebut di bengkel. Ada jasa yang perlu anda bayarkan, misal jasa ganti oli itu 50 ribu maka setidaknya untuk satu kali pengantian oli mesin bisa memakan total biaya 750 ribu rupiah.

Untuk intervalnya juga sama yakni sekitar 5.000 sampai 7.000 KM untuk mengganti oli mesin. Ganti juga filter oli setiap anda mengganti oli karena filter oli yang kotor akan mengotori oli baru yang dituangkan didalam mesin.

Mengapa harga oli baru ini lebih mahal ?


Dibandingkan oli sebelumnya yang memiliki SAE 10W-40 harganya jauh, oli sebelumnya dihargai sekitar 80 sampai 100 ribu perliter. Sementara oli baru ini bisa tembus 165 ribu (bahkan di toko online bisa lebih dari 200 ribu perliternya). Salah satu hal yang membuatnya lebih mahal karena oli ini lebih encer dan termasuk Full Synthetic oil.

Untuk membuat pelumas dengan SAE mencapai 0w perlu zat aditive tertentu dan tidak bisa dilakukan dengan oli mineral (harus dengan Full sythetic oil). Sehingga harga yang dikeluarkan juga lebih mahal, tapi kualitasnya jangan khawatir karena oli dengan multi grade rendah memiliki kualitas yang cukup baik.

Sementara perawatan lainnya secara umum masih sama seperti Avanza sebelumnya, beberapa service dan penggantian komponen yang dilakukan pada Grand New Avanza ini antara lain ;
  • Penggantian filter udara setiap 20.000 KM
  • Penggantian filter kabin/filter AC setiap 30.000 KM
  • Penggantian filter bahan bakar setiap 20.000 KM
  • Penggantian oli transmisi matic (ATF) setiap 80.000 KM
  • Penggantian oli transmisi manual setiap 80.000 KM
  • Penggantian engine coolant (air pendingin) setiap 160.000 KM

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai jadwal service dan penggantian oli mesin Avanza Veloz. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.