Showing posts with label Kaki Kaki Motor. Show all posts

Bisa PUTUS, Ini Akibat Rantai Motor Terlalu Kencang

Bagi anda yang memiliki sepeda motor, pasti tak asing dengan yang namanya penyetelan ketegangan rantai. Penyetelan ini bertujuan menjaga atau merawat kondisi rantai sepeda motor agar tidak terlalu kendor atau terlalu kencang.

Hal itu dikarenakan rantai yang terlalu kendor dan terlalu kencang akan menimbulkan akibat yang merugikan kita sendiri.


Kalau rantai terlalu kendor, rantai bisa-bisa lepas dari girnya apalagi kalau anda sering melintasi jalan yang tidak rata.

Selain itu rantai yang terlalu kendor juga akan menimbulkan suara berisik yang membuat kita tidak nyaman.

Saat rantai sudah kendor, pemilik motor biasanya akan menyetel ketegangan rantainya. Namun, penyetelan ketegangan rantai tidak bisa sembarangan karena kalau anda menyetel rantai terlalu tegang justru juga membawa akibat buruk.

Saat ketegangan rantai distel terlalu keras, rantai akan tertarik lebih kuat. Hal ini akan membuat rantai mudah molor, dan yang paling parah rantai bisa putus.

Secara teori rantai yang berbagan logam memang harusnya susah dipatahkan. Tapi karena rantai terlalu tegang, ditambah putaran gear rantau juga tinggi membuat rantai jauh lebih kuat tertarik. Dan ini sudah mampu memutuskan rantai.

Lalu apa solusinya kalau rantai sudah putus ?

Mau tidak mau anda harus menuntun motor ke bengkel. Saat sudah sampai ke bengkel, rantai harus diganti. kalau disambung mungkin bisa saja dengan mengganti mata rantai yang putus dengan yang baru.

Tapi rantai yang disambung-sambung memiliki resiko putus yang juga besar.

Sehingga cara amannya adalah dengan mengganti rantai motor dengan yang baru.

Untuk menghindari kejadian putus rantai ditengah jalan, anda sebagai pemilik motor harus mengecek dan menjaga kondisi rantai. Perawatan rantai motor bukan Cuma menyetel ketegangan rantai tapi juga menjaga rantai tetap bersih dari debu dan memastikan rantai tidak kering.

Rantai kering akan mengundang karat, dan karat ini bisa membuat rantai keropos sehingga mudah putus.

Tapi kalau bisa jangan lumasi rantai dengan oli apalagi oli bekas, karena oli memang bagus untuk melumasi tapi oli akan mengundang debu untuk menempel. Sehingga nantinya rantai motor anda akan dipenuhi debu.

Gunakan chain lube merk apapun untuk melumasi rantai, karena selain bisa melumasi rantai, chain lube ini juga bagus untuk menghalau debu, air untuk menempel.

Mudahnya Ganti Oli Gardan Honda Beat, Anda Pun Bisa

Pada setiap motor matic ada dua jenis oli yakni oli mesin dan oli gardan. Oli gardan atau disebut juga gear oil berfungsi sebagai pelumas gear belakang motor. Letaknya ada didekat as roda belakang.

Namun, sama seperti oli mesin oli gardan ini juga harus diganti secara rutin. Namun, bagi anda yang ingin mengganti oli gardan ini ternyata caranya cukup mudah. Bahkan dibandingkan saat mengganti oli mesin, ini lebih mudah.

Lalu bagaimana caranya ? simak panduan dibawah ini.

Cara Mengganti Oli Gardan Honda Beat

Sebelumnya anda siapkan alat dan bahan seperti ;

  • Kunci 12 mm, bisa kunci ring, shock, atau kunci T. Usahakan tidak menggunakan kunci inggris karena terlalu besar.
  • Bak penampung oli bekas, anda bisa gunakan gelas air bekas, bejana kecil atau botol oli bekas.
  • Oli gardan baru, anda bisa dapatkan di bengkel motor manapun dengan harga sekitar 15 ribu untuk yang ukuran 120 ml. untuk merknya, bebas tapi usahakan disesuaikan dengan motor.


Setelah semua alat dan bahan sudah disiapkan, kita lanjut untuk menggantinya

1. Parkirkan motor di tempat yang datar menggunakan standar tengah

Tempat yang rata akan sangat membantu proses pengisian karena untuk mengganti oli ini posisi motor harus rata. Sehingga selain standar tengah, motor juga diparkir di tempat yang rata.

2. Lepas baut pengisi dan penguras

img by : youtube/Piston Fly

Ada 2 baut pada gardan Honda beat, yang masing-masing ada di bagian samping cover gardan (lihat gambar). Pertama anda lepas dulu baut pengisi yang posisinya diatas, kemudian setelah selesai kendorkan baut penguras tapi jangan sampai lepas.

img by : youtube/Piston Fly

Sebelum baut penguras terlepas letakan bak penampung tepat dibawah lubang penguras oli. Setelah bak penampung sudah diposisikan dengan tepat, lepas baut penguras maka oli gardan akan mengalir keluar.

Mengapa harus melepas baut pengisi ?

Ini digunakan sebagai ventilasi, sehingga oli bisa dikuras dengan mudah.

Untuk memaksimalkan oli yang keluar, anda bisa memiringkan motor ke arah bak penampung.

3. Tutup dan kencangkan baut penguras

Setelah oli berhasil terkuras, langsung pasang kembali baut penguras sambil dikencangkan juga. Pasalnya kalau langsung tidak dikencangkan, dikhawatirkan lupa dan nantinya malah lepas. Sehingga anda sendiri yang repot nantinya.

Saat mengencangkan baut ini, jangan terlalu keras. Baut ini hanya berfungsi menutup lubang bukan untuk melekatkan komponen. Jadi tidak perlu kencang-kencang asal rapat dan baut tidak bisa diputar menggunakan tangan.

Kalau baut kekencangan, justru akan menyulitkan proses penggantian nantinya. Alasannya, panas pada gardan akan semakin merekatkan baut sehingga nantinya akan lebih keras lagi saat akan dilepas. Akibat yang terparah, baut bisa patah.

4. Isi oli gardan baru melalui lubang pengisi

img by : youtube/Piston Fly

Botol kemasan oli gardan sudah dibuat bermoncong (seperti pada gambar). Untuk membukanya tidak di putar seperti oli mesin melainkan digunting ujungnya.

Setelah ujung moncong digunting, masukan moncong oli tersebut ke lubang pengisi dan tekan botol oli hingga oli dari botol masuk semuanya ke gardan.

img by : youtube/Piston Fly

Namun, kalau oli didalam botol masih ada tapi oli sudah meluber jangan paksakan.

Terakhir, pasang kembali baut pengisi dengan ketentuan yang sama seperti pemasangan baut penguras. Jangan lupa membersihkan sisa ceceran oli baik pada lantai atau pada gardan, hal ini karena oli bisa menarik debu untuk menempel sehingga bisa membuat gardan kotor.

Cara ini secara umum bisa diaplikasikan pada semua jenis motor matic, tinggal menyesuaikan ukuran baut penguras dan pengisinya.

Ini Yang Menyebabkan Rantai Motor Bunyi Kletek Kletek

Saat sedang mengendarai sepeda motor kita sering mendengar suara berisik pada rantai motor. Suara itu kurang lebih terdengar seperti ini “kletek-kletek”. Tentu suara itu membuat motor kita terasa tidak nyaman.

Kira kira apa yang menyebabkan rantai motor mengeluarkan bunyi seperti itu dan bagaimana cara memperbaikinya ?

Masalah ini akan kita bahas secara mendalam.

Penyebab Rantai Bunyi Kletek Kletek


Ada beberapa hal yang menyebabkan rantai motor kita berbunyi, antara lain ;

1. Rantai kendor dan tidak distel


Ini yang paling sering menjadi penyebabnya, rantai motor yang terbuat dari logam akan mengalami pengendoran secara berangsur-angsur. Apalagi, dalam kinerjanya rantai akan terus tertarik sehingga lama kelamaan panjang rantai bisa bertambah.

Tapi yang membuat rantai berbunyi itu bukan karena pemuaiannya melainkan kita selaku pemilik motor tidak melakukan penyetelan gerak bebas rantai.

Rantai yang memuai atau bahasa lainnya “molor” itu merupakan hal yang wajar pada motor-motor tipe manual transmission. Oleh sebab itu, roda belakang motor dibuat dengan ada adjuster atau penyetel yang dapat memajukan atau memundurkan posisi roda belakang.

Adjuster itu berfungsi sebagai penyetel jarak bebas rantai.

Bagaimana cara menyetelnya, anda cukup kendorkan mur roda (jangan sampai lepas cukup kendorkan) lalu putar mur adjuster searah jarum jam, maka roda belakang motor akan semakin ke belakang. dan itu akan membuat rantai semakin kencang.

Intinya, dalam penyetelan rantai motor jumlah putaran mur adjuster kiri dan kanan harus sama. Lebih detailnya bisa anda simak pada artikel berikut panduan menyetel rantai sepeda motor.

2. Ada kotoran disekitar rantai

Kotoran entah itu debu, tanah, yang menempel pada rantai motor bisa membuat rantai berisik. Karena kotoran ini akan mengganjal gerakan rantai dengan gear.

Tapi mengapa kotoran itu bisa menempel pada rantai ?

Itu bisa karena motor menerjang genangan air, sehingga lumpurnya terbawa ke rantai. Atau bisa juga karena penggunaan oli sebagai pelumas, oli mesin disamping bagus untuk melumasi tapi juga mengundang debu untuk menempel.

Sehingga kalau rantai motor dilumasi menggunakan oli, maka debu jadi lebih mudah menempel pada rantai. Hasilnya rantai justru berbunyi.

Untuk mengatasi ini anda cukup membersihkan rantai motor.

Tapi kalau bisa gunakan cairan pembersih rantai yang bisa anda dapatkan di toko spare part. Cairan ini cukup mudah dan ampuh membersihkan segala kotoran pada rantai, tapi kalau tidak ada anda bisa gunakan solar atau bensin, kalau tidak ada juga anda bisa gunakan air sabun.

3. Rantai motor karatan


Rantai motor yang berkarat tidak Cuma menimbulkan bunyi tapi juga rentan putus. Oleh sebab itu ketika anda menemui bagian rantai motor yang karatan lebih baik ganti rantai dengan yang baru.

Cara mudah untuk mencegah rantai supaya tidak karatan adalah dengan menyemprotkan chain lube saat kondisi rantai kering. Jadi jangan semprotkan terus tapi hanya saat kondisi rantai kering.

Cairan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelumas tapi juga berfungsi sebagai anti karat, dan licin terhadap debu sehingga tidak mengundang debu untuk menempel.

4. Gear rantai sudah lancip (aus)

Ketika rantai sudah distel, rantai sudah kinclong, sudah diberi chain lube pula namun bunyinya masih tetap muncul, besar kemungkinan gear rantai aus.

Kondisi ini akan membuat koneksi rantai dengan gear menjadi kurang klop sehingga ada getaran-getaran yang menimbulkan bunyi.

Untuk mengeceknya, anda bisa lihat ujung mata gigi pada gear rantai. Kalau sudah tidak rata satu sama lain, maka gear sudah aus dan harus diganti.

Cara Mudah Mengatasi Rem Cakram Motor Yang Seret

Rem cakram menggunakan prinsip jepitan untuk melakukan pengereman, tak jarang saat kampas rem menjepit piringan rem justru kampas rem tersebut macet sehingga membuat roda motor seret meski rem tidak ditekan.

Lalu apa penyebab rem cakram bisa seret dan bagaimana solusinya ?

Timbunan Kotoran Pada Kaliper Menjadi Penyebab Rem Seret


Penyebab utama yang menyebabkan rem motor seret adalah karena ada timbunan kotoran didalam kaliper rem.

Kalau anda memperhatikan kaliper rem, itu ada komponen tabung yang apabila tuas rem ditekan tabung tersebut akan menonjol dan menekan kampas rem agar menjepit piringan rem.

Tabung tersebut diberi nama piston.

Dalam kondisi normal, piston akan bergerak menonjol saat tuas rem ditekan dan saat tuas rem release, piston secara otomatis masuk kembali karena ada pegas didalamnya.

Apabila pada permukaan piston ini kotor, entah karena ada timbunan debu atau karat bisa menghambat pergerakan piston. Sehingga meski piston masih bisa menonjol, tapi piston akan tertahan dan tidak kembali ke posisi semula.

Lalu Bagaimana Solusinya ?

Untuk mengatasinya, kita perlu membersihkan bagian sisi piston. Caranya, anda bisa memanfaatkan air sabun untuk membersihkan semua kotoran yang menempel pada permukaan piston. Namun kalau ada karat, anda bisa gunakan amplas halus untuk meluruhkan karat.

Tapi, karena posisi piston ini ada didalam kaliper maka anda perlu melepas kaliper dari dudukannya.

Cara melepas kaliper ini sama seperti tata cara penggantian kampas rem, dimana dua baut breaket kaliper yang terhubung ke suspensi depan dilepas dahulu.

Langkah-langkahnya antara lain ;


  1. Lepas dua baut breaket kaliper (baut ini memiliki ukuran agak besar, dengan kepala baut L-hexagonal atau bintang meski ada juga beberapa yang menggunakan kepala baut segi enam).
  2. Lepas kaliper dari dudukannya
  3. Pisahkan braket kaliper dari unit kaliper dan kampas rem secara otomatis juga terlepas, ada beberapa kaliper yang menggunakan pengunci jadi sebelum melepas perhatikan apakah ada penguncinya atau tidak
  4. Disini anda bisa melihat tabung yang dimaksud, agar pembersihan bisa lebih maksimal kita perlu membuat sebagian piston ini menonjol. Caranya dengan menekan tuas rem dua atau tiga kali
  5. Setelah piston menonjol, anda bersihkan kotoran/karat yang ada dipermukaan piston
  6. Setelah selesai jangan lupa keringkan dan olesi permukaan piston menggunakan grease atau pelumas gel. Tujuannya agar pergerakan caliper bisa lebih lancar
  7. Sebelum memasang, cek dulu karet pistonnya. Kalau ada yang rusak maka karet ini perlu diganti karena kalau dibiarkan, akan memicu masalah serupa dikemudian hari
  8. Untuk memasangnya, pertama anda perlu memasukan lagi piston yang menonjol. Caranya dengan mengungkit piston menggunakan kunci ring berukuran besar (17 atau diatasnya)
  9. Setelah piston berhasil masuk, pasang kampas rem dan breaket rem. Lalu pasangkan unit kaliper ke roda.
Baca juga ; Cara mengganti kampas rem depan motor

Setelah kaliper sudah berhasil dipasang, kocok rem supaya piston bisa menyesuaikan jarak ideal. Proses ini penting karena kalau motor langsung dipakai, maka rem akan blong. Jadi untuk menghindarinya, kocok rem hingga terasa padat baru motor siap digunakan.

Shock Belakang Motor Jedak Jeduk, Apa Penyebabnya ?

Shock breaker adalah komponen yang sejatinya dipakai untuk membuat motor lebih empuk ketika melintas dijalan raya. Komponen shockbreaker ini akan menyerap getaran pada saat motor melintas, sehingga kita yang menungganginya akan lebih nyaman.

Tapi ada satu masalah yang nampaknya sering juga dialami pemilik motor. Masalah itu adalah shock breaker khususnya yang belakang bunyi jedak jeduk seperti saling bertabrakan.

Kira kira apa penyebabnya dan apa solusinya ? mari kita bahas secara rinci

Penyebab Shockbreaker Bunyi Jedak Jeduk


Bunyi yang dihasilkan pada shockbreaker umumnya disebabkan pada komponen shock absorber. Jadi pada shockbreaker belakang, anda akan melihat dua komponen utama yakni ;
Per, logam yang melilit-lilit yang fungsinya sebagai pegas
Shock absorber, tabung didalam per yang berfungsi menahan gerakan kejut per

Masalah yang menyebabkan bunyi jedak-jeduk, itu karena oli didalam shock absorber bocor. Padahal oli tersebut berfungsi menahan piston didalam tabung shock supaya tidak menabrak dinding tabung shock.

Supaya lebih jelas, anda bisa perhatikan ilustrasi berikut.

Shock absorber bekerja menggunakan tabung dan piston dimana pada piston terdapat saluran kecil namanya orifice. Ada dua ruangan yakni ruang diatas piston dan dibawah piston. Kedua ruang tersebut harusnya terisi oleh oli shock.

Ketika shockbreaker tertekan, maka piston akan bergerak keatas. Itu akan mengecilkan volume ruang diatas piston juga membesarkan volume ruang bawah piston. Karena ruangan mengecil, otomatis oli shock yang ada diruang atas piston berpindah ke ruang bawah melalui orifice.

Tapi orifice ini kecil sekali sehingga pergerakan naik turun piston bisa lebih terbatas.

Tapi kalai olinya bocor, maka piston didalam shock absorber tidak mendapatkan tahanan apapun. Hasilnya, ketika anda melintasi gundukan dengan kecepatan sedang akan terdengar bunyi jeduk.

Bunyi tersebut muncul karena piston menabrak bagian pembatas bawah silinder.

Umumnya bunyi jedak jeduk ini hilang ketika anda berboncengan atau ketika beban motor berat. Hal itu benar saja, karena ketika beban motor bertambah shockbreaker akan mendapatkan tekanan lebih, sehingga posisi piston menjadi lebih keatas. Itulah mengapa piston tidak menabrak bagian bawah silinder ketika melintasi gundukan.

Untuk mengecek kebocoran, bisa anda cek saja pada area tabung shockbreaker. Kalau ada bekas rembesan maka itu menjadi tanda kalau oli shock bocor. Biasanya juga disertai debu basah.

Lalu Apa Solusinya ?

Untuk mengatasinya, cukup isi kembali oli shock. Tapi pengisian oli shock beda dengan pengisian oli mesin yang tinggal tuang, pengisian oli shock perlu keahlian karena memang tidak ada tempat untuk memasukan oli.

Jadi lebih baik anda bawa saja ke tukang shockbreaker sebelum shockbreaker motor anda macet.

Karena kalau dibiarkan, lama kelamaan piston didalam shock absorber akan mengalami sket atau terkunci. Kuncian ini disebabkan karena piston terjebak didalam silinder tanpa oli. Hasilnya, shockbreaker akan terasa sangat keras atau orang menyebutnya shockbreaker mati.

Kalau sudah mati, maka susah diperbaiki sehingga harus diganti dengan yang baru. Tentu kalau dibandingkan dengan yang pertama biayanya pasti lebih mahal yang ini. Sehingga disarankan membawa motor ke bengkel shock kalau memang ada indikasi oli shock bocor.

Shock Belakang Motor Terlalu Empuk ? Ini Penyebabnya

Shockbreaker sejatinya dibuat untuk meredam getaran saat motor berjalan khususnya saat motor melintasi jalanan yang tidak rata. Sehingga kita yang menungganginya pun terasa lebih nyaman.

Tapi seperti apa shockbreaker yang nyaman itu ? apa yang empuk ?

Beberapa orang memang menyukai shockberaker yang empuk alasannya lebih mantul saat melintasi jalanan yang tidak rata. Tapi ternyata, shockbreaker yang terlalu empuk itu malah membuat berkendara menjadi tidak nyaman.

Tidak nyamanya seperti apa ?

Orang yang duduk dibelakang alias yang membonceng akan sangat terasa karena kalau shockbreaker terlalu empuk dia akan terpental-pental. Mungkin anda sendiri pernah membonceng sepeda motor yang shock belakangnya terlalu empuk.

Lalu bagaimana ketika motor itu melewati gundukan/jalan tidak rata ? tubuh kita cenderung terlempar keatas dan itu malah membuat kita menjadi tidak nyaman.

Lalu mengapa bisa demikian ?

Ternyata itu disebabkan karena ada kerusakan pada komponen shock breaker. Apa penyebabnya mari kita bahas dengan detail.

Penyebab Shock Breaker Terlalu Empuk


Ada dua bagian utama pada shockbreaker belakang motor yakni,

  • Per
  • Shock absorber


Seperti yang umum diketahui, per itu logam yang berputar-putar/melilit pada komponen shockbreaker. Per ini yang berfungsi sebagai menyerap getaran. Sementara shock absorber adalah tabung hidrolik yang terletak didalam per.

Apa fungsi tabung hidrolik ini ?

Fungsinya untuk menahan kejutan pergerakan per, jadi meski per mengalami tekanan pergerakan per tidak terlalu mengejutkan. Sehingga tidak sampai mementalkan penumpang motor.

Anda bisa baca bagaimana shock absorber bekerja pada artikel berikut ; Penjelasan lengkap cara kerja shock absorber

Kalau shock absorbernya rusak, alias tidak lagi dapat berfungsi otomatis per bergerak tanpa ada yang menahan. Sehingga pergerakan per lebih spontan.

Kerusakan yang umumnya terjadi pada shock absorber adalah kebocoran cairan hidrolik. Orang-orang menyebutnya kebocoran oli shock. Oli atau cairan hidrolik tersebut digunakan sebagai penahan pergerakan per,

Jadi kalau olinya bocor, otomatis shock absorber tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

Untuk solusinya, anda bisa saja menyuntikan oli shock ke shockbreaker motor anda tapi anda juga harus mengganti seal tabung ini. Alasannya, kalau sealnya masih bocor maka nanti olinya bakal bocor juga.

Kebocoran oli shock, bisa anda amati dengan melihat area tabung shockabsorber. Biasanya agak lembab dan tidak jarang ditemui debu basah yang menempel.

4 Penyebab Shock Depan Tidak Balik (Amblas)

Shock breaker depan pada sepeda motor dibuat dengan model tabung. Artinya, didalam shock breaker masih terdapat pegas yang berfungsi menyerap getaran jalan.

Selain itu, shock breaker depan pada motor juga berfungsi sebagai kaki atau fork yang terhubung ke roda depan. Sehingga model shock depan ini harus kokoh juga empuk.

Namun ada satu masalah yang sering dialami, yakni ketika shock breaker depan amblas alias tidak balik lagi setelah tertekan. Kira-kira apa penyebabnya ?

Penyebab Shockbreaker depan Amblas


1. Shock bengkok

Yang paling sering dialami adalah shockbreaker depan bengkok. Kebengkokan pada shockbreaker ini membuat as shock breaker terkunci saat masuk/tertekan. Akibatnya, shockbreaker amblas atau tidak balik lagi.

Kejadian bengkok pada shockbreaker ini sering dialami ketika terjadi benturan/tabrakan roda depan dengan obyek lain atau bisa juga karena motor yang melewati lubangan dengan kecepatan tinggi.

Tapi masalah ini sebenarnya bisa diatasi hanya dengan melakukan press terhadap shockbreaker. Biaya press shock ini kurang lebih 150 ribu rupiah. Namun, kalau saat shock amblas itu sampai mematahkan per maka perlu ganti satu set shocknya.

2. As shock breaker penuh karat/kerak

As shockbreaker ini adalah bagian tabung shock mengkilap yang masuk kedalam tabung besar. Biasanya kalau motor jarang sekali dipakai, bagian ini akan berkarat.

Karat inilah yang menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga akan timbul masalah seperti shockbreaker yang bunyi sampai yang paling parah adalah shock amblas.

Selain karena karat, pemasangan aksesoris seperti stiker dibagian ini biasanya akan meninggalkan lem. Lem tersebut kalau tidak dibersihkan dengan baik juga bisa menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga shockbreaker bisa macet.

Untuk mengatasinya, anda tinggal menekan-nekan bagian depan motor hingga shock berangsur balik lagi. Setelah shockbreaker kembali ke posisi semula, jangan lupa membersihkan bagian as ini sampai mengkilap.

3. Oli shockbreaker kering


Oli shockbreaker, bukan hanya berfungsi sebagai fluida hidrolik tapi juga sebagai pelumas. Ketika oli shock bocor dan sampai habis, maka pergerakan shockbreaker akan semakin terhambat. Sehingga beberapa masalah seperti shock keras, atau bahkan shockbreaker macet bisa dialami.

Kebocoran oli shock, bisa anda lihat pada bagian as shock yang terasa lebih lembab dari biasanya, yang normal as shock itu memang seperti ada olinya tapi tidak terlalu lembab. Tapi kalau ada bocor oli, as ini menjadi lebih lembab dan bagian seal shock breaker juga akan basah.

Sebenarnya oli shock bisa disuntikan lagi untuk menambah volumenya. Tapi pastikan dulu apa penyebab kebocorannya, kalau oli bocor karena seal yang rusak maka jangan lupa mengganti sealnya juga.

4. Per depan patah

Ini yang paling parah ketika shockdepan tidak balik. Per ini menjadi komponen utama yang menahan shockbreaker tetap naik. Kalau pernya patah, otomatis shock akan amblas dan tidak bisa dinaikan lagi.

Masalah ini juga terjadi secara tiba-tiba, contohnya ketika anda sedang melintasi polisi tidur tapi tidak menurunkan kecepatan. Maka per akan terkejut sehingga per patah dan shock depan langsung amblas begitu saja.

Biasanya ketika per patah, juga disertai bunyi besi patah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti satu unit shock breaker tentu dengan harga yang lumayan mahal.

Ban Motor Anda Sering Kempes, Cek 6 Penyebab Berikut

Ban motor yang mendadak kempes menandakan bahwa ada kebocoran pada area ban, namun kalau ban itu benar-benar bocor kadang ketika kempes maka angin akan habis dengan cepat terutama pada ban yang bukan berjenis tubeless.

Tapi, kalau bannya itu kempes secara perlahan dan ketika dipompa dalam beberapa hari ban akan kempes lagi. Maka itu perlu diperiksa dibagian lain seperti pentil dan velg.

Lalu yang paling menyebalkan, ban tetap sering kempes meski ban baru diganti. kira-kira apa penyebabnya ?


Penyebab Ban Motor Sering Kempes


1. Seal didalam pentil/niple mulai getas

Niple ban atau orang menyebutnya pentil digunakan sebagai tempat mengisi angin kedalam ban. Niple ini didesain agar udara dapat masuk kedalam ban namun memblok udara yang sudah ada didalam ban.

Untuk menunjang fungsi ini, niple ban menggunakan seal berbaghan karet.

Ada beberapa alasan yang bisa membuat seal tersebut getas seperti faktor pemakaian, atau faktor cuaca. Intinya ketika seal mulai getas maka daya sumbatnya akan berkurang sehingga udara yang harusnya ada didalam ban malah keluar secara perlahan.

Terkadang, juga sampai terdengar bunyi desiran angin tatkala anda memompa ban dengan tekanan yang tinggi. namun, ketika tekanan angin roda mulai melemah suara desiran tersebut hilang.

2. Ada materi yang mengganjal antara velg dan frame ban

Materi ini bisa berupa pasir atau kerikil kecil yang masuk ke sela-sela antara ban dan velg. Ini sering terjadi ketika anda melintasi jalan berlumpur, otomatis ban motor anda sering sekali terlumuri lumpur sampai ke velg-velgnya.

Materi pasir dan kerikil kecil yang ada didalam lumpur tersebut bisa masuk ke sela-sela antara frame ban dan velg. Akibatnya, ini akan mengganjal bagian frame ban yang harusnya rapat menempel ke velg. Sehingga angin ban akan keluar secara berangsur-angsur.

Selain partikel dari luar, serpihan-serpihan kerak velg dari bagian dalam juga bisa mengganjal sela-sela ini sehingga kebocoran dari area sambungan ban dan velg sering sekali terjadi.

Ini memang lebih sering terjadi pada ban tubeless tapi meski demikian, cara penangannya akan sulit karena tidak bisa ditambal menggunakan teknik tambal tubeless biasa karena posisinya ada di samping ban.

Untuk mengeceknya coba anda siapkan air sabun lalu lumuri bagian sambungan velg dan ban menggunakan air sabun tersebut, kalau ada bocor biasanya akan ada gelembung udara yang keluar.

3. Kondisi ban sudah tipis

Ban yang tipis rentan sekali bocor ketika melintasi batu. Selain itu, saat ban sudah tipis maka akan terbentuk retakan pada permukaan ban yang bisa membuat angin ban keluar.

Jadi ketika ban sudah tipis, lebih baik segera menggantinya tanpa menunggu bocor karena kalau dibawa pergi akan lebih merepotkan. Bagaimana nanti kalau bocor atau bahkan meledak di tengah jalan ? itu pasti akan merepotkan.

4. Ban yang kempes tapi tidak segera dipompa

Kalau penyebab yang ini muncul karena kebiasan pemilik motor yang tidak memompa ban meski sudah tahu ban kempes. Atau yang lebih parah, sering membawa beban berat tanpa memperhatikan kalau ban sudah kempes.

Memang saat digunakan tidak menunjukan gejala apapun. Tapi ada efek jangka panjangnya, ketika ban terbiasa dibawa dalam kondisi kempes akan muncul lekukan ban akibat ban yang menahan beban. Lekukan tersebut  bisa memicu retakan pada ban yang ujungnya menyebabkan ban kempes.

Jadi, penting untuk mengecek tekanan angin ban sebelum berpergian jauh.

5. Bocor halus

Ban yang bocor halus memang sulit dideteksi, pasalnya dari luar kondisi ban masih terlihat baru tapi ban sering sekali kempes.

Umumnya bocor halus ini terjadi karena ada lubang mikro dipermukaan ban. Kalau anda menggunakan ban tubeless, meski bocor halus ban masih tahan hingga beberapa hari tapi untuk ban biasa, biasanya hanya bertahan satu hari.

Untuk mengeceknya juga sama yakni dengan melumuri permukaan ban menggunakan air sabun untuk menemukan mana yang bocor. Namun untuk ban biasa, maka perlu dikeluarkan dulu ban dalamnya.

6. Velg yang mulai keropos

Velg terbuat dari logam, sementara logam bisa keropos. Hal itulah yang kadang menyebabkan muncul celah pada sambungan ban velg. Kalau penyebab nomor dua itu disebabkan faktor dari luar, sementara ini disebabkan karena kondisi velgnya sendiri yang sudah kurang bagus.

Jadi meski anda baru saja mengganti ban, nanti dalam waktu dekat ban juga akan kempes/bocor lagi.