Showing posts with label Kaki Kaki Mobil. Show all posts

Roda Depan Mobil Bunyi Gluduk-Gluduk, Apa Penyebabnya ?

Ketika roda depan mobil bunyi gluduk-gluduk, itu mengindikasikan adanya kerusakan pada salah satu komponen kaki mobil. Tapi ada banyak komponen yang terdapat pada kaki-kaki mobil.

Lalu bagaimana caranya mengetahui mana komponen yang rusak agar tidak salah ganti ?

Kami akan memberikan ulasan mengenai komponen apa saja yang bisa menyebabkan roda mobil bunyi gluduk-gluduk beserta karakteristik kerusakan dan cara mengatasinya.

Penyebab Roda Depan Bunyi Gluduk


1. Shock absorber mati

Shock absorber adalah komponen yang berbentuk tabung yang pada roda depan, letaknya ada didalam per. Fungsinya untuk menahan efek suspensi supaya tidak berguncang berlebihan.

Shock absorber ini bekerja dengan memanfaatkan aliran fluida, jadi secara sederhananya ada dua ruangan yang terisi oleh fluida dimana dua ruang tersebut dihubungkan dengan celah sempit. Sehingga ketika ada gaya suspensi, piston akan menekan fluida menyebabkan fluida dari ruang pertama mengalir keruang kedua melalui celah sempit tersebut.

Ini akan memperlambat gerakan suspensi, sehingga guncangan yang dihasilkan tidak berlebihan.

Namun, saat fluida ini bocor maka tidak ada lagi tahanan yang menahan efek suspensi dan piston justru akan membentur dasar tabung shock absorber.

Benturan itu akan menimbulkan efek suara gluduk-gluduk dan mobil juga terasa lebih berguncang meski melewati gundukan kecil.

Ciri lain saat shock absorber mati, biasanya akan ada bekas rembesan oli pada tabung shock. Ini merupakan tanda yag memastikan bahwa shock absorber memang bocor.

Solusinya, ganti shock absorber. Meski pada beberapa kasus, kita bisa hanya mengganti seal shock absorber saja namun itu tidak menjamin akan bertahan lama. Jadi agar tidak bolak-balik ke bengkel lebih baik anda pilih untuk mengganti unit shock absorbernya.

2. Karet support shockbreaker rusak



Karet support shockbreaker adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan atas shockbreaker yang terhubung ke body mobil.

Karet ini terletak diujung atas shockbreaker atau tepatnya dibawah kaca depan mobil, pada beberapa mobil karet ini bisa anda lihat saat membuka kap mesin. Tapi pada mobil-mobil seperti MPV, dan hatchback kita perlu membuka windshield cover untuk mengecek karet ini.

Sebelum kita membuka winshield, kita bisa mengeceknya dengan cara melihat ciri-cirinya. Ketika karet support shock rusak, maka bunyi tersebut akan terdengar ketika suspensi tertekan. Jadi ketika melewati polisi tidur atau jalan tidak rata akan terdengar bunyi gluduk-gluduk.

Solusinya juga sama, kita perlu mengganti karet support ini.

3. Bushing stabilizer bar mati



Bushing stabilizer bar adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan stabilizer bar yang menyentuh chasis. Sehingga ketika suspensi tertekan, tidak menimbulkan bunyi-bunyian.

Namun ketika karet ini sobek atau rusak, maka stabilizer bar akan oblak sehingga akan terdengar jelas sekali bunyi gluduk-gluduk ini.

Untuk mengeceknya, bisa dilakukan secara langsung dengan melihat bagian karet bushing ini yang terletak dikolong mobil. Gunakan bantuan senter untuk melihat karet ini, ketika ada sobekan maka karet harus segera diganti.

4. Bushing lower arm rusak



Bushing lower arm juga merupakan karet yang berfungsi sebagai bantalan, namun kali ini bantalan antara lower arm dengan chasis mobil. Sehingga kasusnya sama, ketika karet rusak/sobek lower arm oblak dan itu akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk.

Untuk mengeceknya juga sama dengan pengecekan bushing stabilizer bar, kalau ada sobekan segera ganti bushing dengan yang baru.

5. Ball joint oblak 



Ball joint adalah engsel yang dapat bergerak 360 derajat. Fungsi ball joint adalah sebagai engsel untuk membelokan roda depan mobil, ketika ball joint mulai oblak maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti ;

  • Bunyi gluduk-gluduk
  • Suara mendecit saat dibelokan
  • Setir agak susah dikendalikan


Untuk mengecek apakah ball joint oblak atau tidak, bisa anda lakukan dengan mudah tanpa melakukan pembongkaran.

Caranya dengan mendongkrak bagian depan mobil sampai roda depan terangkat, lalu goyangkan ban mobil secara vertikal (dari sisi atas dan bawah roda) kalau anda rasa ada oblak meski kecil, itu sudah cukup mengindikasikan ball joint rusak.

3 Ciri Pompa Power Steering Mobil Anda Rusak + Solusinya

Ada banyak masalah yang berkaitan dengan sistem power steering mobil salah satunya pada sektor pompa.

Namun gejala yang ditimbulkan biasanya samar-samar, artinya apa pompanya memang rusak atau rack steernya yang rusak gejalanya bisa sama saja.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan ada yang beda pada sistem power steering mobil anda, anda perlu mencari referensi sebanyak mungkin tentang power steering terutama kerusakan dibagian pompa power steering. Sehingga nantinya tidak ada salah estimas.

Dibawah akan kami berikan sedikit referensi tentang ciri yang mungkin dialami saat ada kerusakan pada unit pompa power steering beserta cara mengatasinya.

Ciri Ciri Pompa Power Steering Rusak


Secara umum, hanya ada tiga tanda apabila pompa power steering mobil rusak yakni ;

  • Setir berat
  • Bunyi dengung
  • Suara kasar/ngorok saat setir dioperasikan


Meskipun ada tiga, anda tak perlu menunggu ketiga tanda tersebut untuk muncul bersama-sama. Artinya segera lakukan perbaikan apabila muncul salah satu tanda.

Lalu bagian apa yang mengalami kerusakan ?

1. Seal pompa



Pompa power steering itu memompa fluida yang notabene fluida itu zat cair. Sehingga seal ini sangat amat diperlukan dalam pengoperasian pompa power steering. Fungsinya untuk menjaga supaya fluida atau minyak power steering tidak bocor saat mengalir dari satu bagian ke bagian lain.

Didalam pompa power steering sendiri tidak hanya ada satu seal tapi ada beberapa seal yang apabila salah satunya rusak maka minyak power steering bisa bocor sehingga menimbulkan bunyi ngorok hingga setir berat.

Jadi ketika anda merasakan power steering bunyi atau berat, coba cek reservoir oli power steeringnya apa kurang atau tidak. Kalau kurang, cek bagian pompanya terutama bagian sambungan pompa dengan selang, bagian sambungan pompa, dan bagian rotor pompa.

Biasanya kebocoran oli power steering akan meninggalkan bekas rembesa. Kalau ternyata tidak ada rembesan, cari kebocoran tersebut dikomponen lainnya entah diselang atau rack gear. Kalau ternyata rembesannya ada dikomponen selain pompa maka pompa aman.

2. Rotor pompa aus



Rotor pompa ini berfungsi seperti baling-baling yang mendorong minyak power steering supaya bisa mengalir ke steering rack untuk meringankan setir. Ketika rotor ini bermasalah atau baling-baling pada rotor sudah aus maka tekanan pompa menjadi kurang maksimal.

Sehingga setir akan terasa lebih berat.

Jadi, ketika anda merasa setir lebih berat dari biasanya cek reservoir pompanya pastikan minyak rem tidak kurang. Lalu putar setir dibarengi dengan mengegas mesin. Apabila ada perbedaan tingkat keringan setir maka itu tanda kalau rotor pompa sudah aus.

Lalu apa harus diganti satu unit pompanya atau hanya bagian tertentunya saja ?

Sebenarnya kita bisa mengganti hanya part yang rusaknya saja seperti sealnya dan rotornya saja. Tapi hanya ada sedikit bengkel yang berani melakukan hal ini, biasanya bengkel-bengkel spesialis power steering yang memang sudah berpengalaman.

Itu disebabkan pompa power steering cukup sensitif, jadi mengganti part didalam pompa power steering yang rusak tidak menjamin masalah hilang.

Jadi untuk lebih amannya, ganti unit pompa. Kalau urusan harga, memang mahal kecuali anda beli yang copotan mobil lain atau yang KW.

5 Tips Membuat Power Steering Mobil Anda Awet

Sebelum mengakhiri pembahasan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk merawat power steering mobil anda supaya lebih awet dan tidak gampang rusak.


  • Ganti oli power steering secara rutin, ini yang kadang dilewatkan. Pemilik mobil lebih sering memperhatikan oli mesin daripada oli lainnya, padahal oli power steering ini juga harus diganti sesuai pemakaiannya. Lagi pula interval penggatian oli ini 200 ribu KM atau dua tahun, jadi jangan sampai dilewatkan.
  • Jangan biasakan parkir dengan posisi belok, ini akan menyebabkan posisi katup pada sistem power steering terbuka. Sehingga bisa mempercepat usia power steering/
  • Jangan menggunakan velg ukuran lebih besar, ini tentu saja akan memperberat beban pengemudian sehingga power steering membutuhkan kinerja lebih esktra.
  • Jangan terlalu sering membelokan setir sampai mentok
  • Usahakan untuk tidak ugal-ugalan saat bermanuver, kecuali power steering mode racing. Namun untuk yang standar, kalau dipakai manuver secara ugal-ugalan bisa cepat rusak.

Kaki Kaki Mobil Bunyi Kletek-Kletek, Cek 6 Komponen Berikut

Kaki kaki mobil adalah sektor yang paling banyak mengalami kerusakan. Hal itu pantas saja mengingat kaki mobil merupakan sekumpulan komponen yang menyangga body mobil secara keseluruhan agar bisa berjalan dengan nyaman disegala medan.

Kerusakan pada kaki kaki mobil pun beragam, tapi satu hal yang pasti ketika ada masalah pada kaki-kaki mobil biasanya akan timbul bunyi. baik bunyi itu seperti “dug-dug”, atau bunyi “kletek-kletek”.

Sekarang pertanyaannya, apa yang harus dicek ketika terdeteksi bunyi dari bagian kaki kaki mobil ?

Hari ini Autoexpose akan membahas secara detail komponen apa saja yang harus dicek ketika kaki kaki mobil bunyi kletek-kletek.

1.Stabilizer Bar


Stabilizer bar adalah komponen yang menjaga ketinggian antara roda kanan dan kiri saat menerima gaya suspensi pada sistem suspensi machperson.

Pada mobil, stablilizer bar terletak dibagian roda depan baik kanan dan kiri. bentuk stabilizer bar ini seperti batang dengan dua buah ball joint di kedua ujung batangnya.

Ketika ball joint tersebut oblak, itu yang menyebabkan stablizer bar bunyi. Akibatnya akan muncul bunyi saat mobil dibelokan. Mengapa saat dibelokan ? karena ball joint ini akan bekerja saat roda mobil belok.

2. Ball joint


Ball joint yang dimaksud disini adalah ball joint utama roda depan yang terletak pada lower arm. Fungsi ball joint ini sebagai engsel bagi roda agar bisa berbelok kekanan maupun kekiri.

Gejala kerusakannya juga sama, ketika ball joint mulai oblak otomatis akan muncul bunyi. Tapi bunyi pada ball joint ini tidak terbatas saat roda dibelokan. Kadang ketika mobil berjalan lurus apalagi ketika melintasi jalanan tidak rata, bunyi dari kaki-kaki juga akan muncul.

3. Tie rod end

Tie rod end adalah ujung dari sistem steering, tie rod end ini menghubungkan lengan power steering dengan steering knucle pada roda. Pada tie rod end ini juga terdapat ball joint sebagai engsel agar koneksi antara bagian power steering dengan roda bisa fleksibel.

Sekali lagi, ketika ball joint ini oblak atau lemah, maka bunyi kletek kletek akan muncul saat setir dibelokan.

Untuk mendeteksi kerusakan ball joint baik ball joint yang terdapat pada strut bar, lower arm atau tie rod end anda bisa melepas komponen tersebut lalu menggoyangkan pin ball jointnya. Yang normal, itu akan terasa sedikit keras karena ball didalam ball joint terjepit oleh frame ball joint.

Sementara kalau sudah rusak, maka pin ball joint akan ringan sekali saat digoyangkan.

4. Shock absorber


Shock absorber berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai peredam guncangan berlebih pada kendaraan. Pada roda depan, shock absorber terletak didalam pegas spiral. Sementara pada roda belakang, shock absorber biasanya terletak terpisah dengan pegas.

Masalah yang umum terjadi adalah shock absorber bocor, sehingga shock absorber kehilangan daya tahannya. Ini menyebabkan, gerakan suspensi ngeloss atau berlebihan. Sehingga ada potensi piston didalam shock absorber membentur bagian top dari frame shock absorber.

Ini akan menyebabkan bunyi dug-dug saat melintasi jalan tidak rata. Selain itu, mobil juga terasa lebih terguncang dari biasanya.

5. Wheel bearing


Bearing roda atau biasa disebut laher, adalah bantalan yang menyekat koneksi antara poros roda yang berputar dengan knuckle arm yang diam. Laher roda ini terbuat dari beberapa tabung yang mengitari frame bantalan.

Tabung-tabung ini berfungsi layaknya roda sehingga tidak terjadi gesekan secara langsung saat roda berputar. Tapi masalah yang terjadi biasanya tabung-tabung ini bengkok, pecah bahkan hancur. Itu bisa disebabkan karena gaya vertikal yang sangat keras mengenai bearing.

Contohnya mobil yang melaju kencang padahal sedang melintasi jalanan tidak rata. Itu akan membuat tabung didalam laher bengkok. Akibatnya, ada bunyi serak dari bagian roda setiap kali roda berputar. Dan bunyinya juga berbanding lurus dengan kecepatan mobil, dengan kata lain bunyi itu akan bertambah keras setiap kali mobil ditambah kecepatannya.

6. Boot axle


Pada mobil-mobil dengan penggerak roda depan (FWD) anda akan menemui banyak boot axle. Lalu apa itu boot axle ?

Boot axle adalah tutup yang terbuat dari karet, fungsinya untuk menutup joint pada axle shaft. Dimana didalam boot axle shaft ini juga terdapat pelumas grease, sehingga boot axle juga berfungsi untuk menjaga supaya grease tidak bocor.

Tapi karena terbuat dari karet, boot axle ini sering sekali sobek. Sehingga grease akan bocor dan mengakibatkan axle joint kering.

Akibatnya, akan muncul bunyi kletek-kletek akibat axle joint yang kering.

2 Hal Ini Yang Menyebabkan Gemuruh Pada Roda Mobil

Ban mobil yang berputar dalam kecepatan tinggi bisa menimbulkan bunyi-bunyian salah satunya suara sepert gemuruh. Suara gemuruh ini bisa kita dengar saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi maupun saat kecepatan rendah.

Lalu apa yang menyebabkan bunyi gemuruh tersebut ?

Hari ini Autoexpose akan menjabarkan secara rinci 2 hal yang menyebabkan ban mobil anda bergemuruh.

1. Suara gemuruh disebabkan karena bearing roda rusak

img by eldorado-seville.com

Bearing roda adalah bantalan yang menyangga roda saat berputar. Orang-orang sering menyebutnya hub roda atau laher.

Cara kerjanya sama seperti laher pada sepeda, namun hub roda mobil punya bentuk lebih lebar. Kerusakan yang sering terjadi, pelor atau mata bearingnya sudah mengalami perubahan bentuk. Bisa bengkok, patah ataupun hancur.

Kalau sudah begini, maka putaran hub roda akan menimbulkan bunyi. hasilnya ketika mobil dikemudikan, anda akan mendengarkan suara gemuruh yang cukup keras. Keras tidaknya bunyi yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecepatan mobil dan tingkat kerusakan.

Kalau pelor hanya bengkok sedikit, kemungkinan bunyi akan terdengar saat mobil melaju diatas 40 Km/jam. Tapi kalau sudah parah, mobil jalan pelan saja sudah bisa terdengar bunyinya.

2. Suara gemuruh juga bisa disebabkan ban yang bergelombang


Faktor selanjutnya yaitu karena kondisi ban yang bergelombang. Ban yang baik adalah ban yang punya permukaan treat yang rata atau tidak memiliki tonjolan atau gubangan.

Karena ban yang bergelombang, akan menyebabkan ban mobil bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran akibat ban ini bisa menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju dengan kecepatan 40 kM/jam keatas.

Baca juga 5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti

Lalu bagaimana cara membedakan ini bunyi disebabkan karena bearing atau karena ban bergelombang ?

Ada beberapa cara,

1. Anda bisa melihat kondisi fisik ban mobil anda.

Contohnya kalau bunyi gemuruh lebih condong terdengar dari arah depan, coba cek fisik ban. Apakah ada yang bergelombang atau tidak, kalau perlu rotasi ban (pasang ban depan ke ban belakang) setelah itu jalankan mobil.

Kalau bunyinya pindah berarti sudah pasti itu masalah ban yang bergelombang.

2. Anda juga bisa menggunakan ban serep, dengan catatan ban serep masih dalam kondisi baik.

Untuk mengecek kondisi ban apakah bergelombang atau tidak memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar. Untuk mempermudah, gunakan saja ban serep mobil anda.

Pasang ban serep pada bagian roda yang terdeteksi bunyi. kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu masalah roda tapi kalau belum hilang, maka itu masalah bearing.

3. Cek bearing roda dengan menggoyangkan roda

Pertama dongkrak mobil hingga roda yang terdeteksi bunyi, bisa terangkat. Lalu goyangkan ban mobil kekiri dan kekanan juga keatas bawah. Apabila bearing roda normal, maka roda terasa keras saat digoyangkan. Tapi kalau bearing bermasalah, maka roda akan sedikit oblak saat digoyangkan.

Untuk mengatasi bearing roda yang rusak, anda perlu mengganti bearing roda tersebut. Untuk penggantiannya memang sedikit sulit karena posisinya ada didalam knuckle roda. Sehingga lebih baik serahkan pada bengkel yang anda percayai.

Jadi kesimpulannya, ban mobil yang bergemuruh bisa disebabkan karena bearing roda aus juga karena ban yang bergelombang. Saat bunyinya terdengar ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, cek rodanya terlebih dahulu. Terakhir untuk memastikan apakah bearing aman, anda bisa goyangkan ban mobil seperti yang dijelaskan diatas.

Rem Mobil Bunyi Nguk, Cek 2 Penyebab Berikut

Anda perlu waspada, pasalnya bunyi-bunyian yang terdengar saat anda mengerem bisa mengindikasikan masalah pada sistem rem mobil anda.

Misal bunyi berdecit, itu bisa disebabkan karena kampas rem habis. Lalu bagaimana dengan bunyi Nguk ketika rem diinjak ? apa masalah yang hadir saat terdengar bunyi seperti itu ?

Mari kita bahas secara mendalam.

Penyebab Rem Mobil Bunyi Nguk


1. Permukaan kampas rem kotor

Penyebab yang pertama adalah karena ada tumpukan debu pada permukaan kampas rem. Ini bisa terjadi pada rem cakram dan rem tromol namun lebih sering terjadi pada rem cakram karena sifatnya yang lebih terbuka.

Jadi debu itu bisa berasal dari debu jalan, debu ketika anda melintasi tanah kering, lumpur yang mengering, atau debu kampas rem itu sendiri yang melekat pada area caliper rem.

Kalau debu itu mengenai piringan rem, mungkin bunyinya berlangsung singkat karena ketika roda berputar debunya juga hilang sendiri. Namun yang jadi masalah adalah ketika kotoran tersebut menempel dibagian caliper rem.

Jadi ketika anda mendengar suara nguk dibagian rem depan, solusinya adalah dengan membersihkan kampas komponen rem.

Caranya seperti ini ;

  • Lepas roda mobil
  • Keluarkan dua buah kampas rem (caranya dengan melepas satu baut caliper, lalu angkat caliper rem maka kampas rem bisa langsung dilepaskan)
  • Kemudian bersihkan caliper rem yang masih menempel ditempatnya. Untuk membersihkan, ada cairan khusus namanya brake cleaner. Anda cukup menyemprotkan brake cleaner ke arah komponen yang berdebu maka debu tersebut akan langsung luntur.
  • Kalau tidak ada brake cleaner, anda juga bisa menggunakan air yang penting jangan menggunakan bensin/solar karena bisa membuat seal caliper getas sehingga minyak rem rentan bocor.
  • Jangan lupa juga menghaluskan permukaan kampas rem, caranya dengan mengamplas permukaan kampas rem dan sisi-sisinya agar lebih halus.
  • Terakhir pasang kembali kampas rem dan pasang roda maka bunyi akan hilang.


2. Posisi sepatu rem yang tidak pas

Pada rem tromol, itu memang jarang kotor karena sifat rem tromol tertutup sehingga debu dari luar itu sulit masuk. Rem tromol bisa kotor hanya berasal dari debu kampas rem itu sendiri, jadi kalau rem tromol tidak pernah dibersihkan dalam waktu lama maka bunyi nguk itu juga bisa muncul.

Selain itu, posisi dari sepatu rem yang kurang pas mungkin miring atau kurang masuk juga bisa menyebabkan bunyi seperti ini.

Jadi, untuk mengeceknya anda perlu melepas tromol rem untuk mengamati posisi sepatu rem.


  • Caranya, lepas roda dan lihat apakah ada sekrup pengikat tromol rem atau tidak. Kalau ada lepas dulu sekrupnya dan tarik tromol rem untuk melepaskan.
  • Setelah tromol terlepas anda bisa melihat dengan jelas sistem rem tromol mobil anda, sampai disini anda bersihkan dulu bagian tromol dan permukaan sepatu rem.
  • Caranya pertama gosok menggunakan amplas halus lalu semprotkan brake cleaner atau air.
  • Goyangkan sepatu rem ke kanan kekiri supaya posisinya benar-benar masuk
  • Jangan lupa juga beri grease pada permukaan backing plate yang bergesekan dengan sepatu rem.
  • Terakhir pasang kembali tromol rem dan pasang rodanya

Bunyi Pada Rem Mobil Matic, Apa Itu Normal ?

Setiap bunyi-bunyian yang muncul pada rem mobil bisa menunjukan bahwa ada masalah pada sistem rem. Contohnya bunyi berdecit yang mengindikasikan kampas rem habis.

Selain bunyi berdecit, bunyi lain yang sering muncul adalah bunyi gesekan (grinding) dan bunyi nguk.

Apalagi pada mobil bertransmisi matic, ada beberapa orang yang mengeluhkan bahwa ada bunyi pada mobil matic saat direm dan bunyi tersebut sering sekali muncul padahal kampas rem masih baru, sementara pada mobil manual bunyi tersebut hanya muncul ketika kampas rem tipis atau ketika ada masalah lain.

Lalu apakah bunyi rem pada mobil matic itu normal atau ada masalah ?

Penyebab rem mobil bunyi


Secara umum, rem yang bunyi saat pedal rem diinjak mengindikasikan adanya gesekan yang kurang halus antara kampas rem dan piringan rem. Jadi itu bisa mengindikasikan sebuah masalah, namun kalau bunyinya tidak terlalu keras bisa jadi karena faktor deselarasi didalam transmisi matic.

Hal yang menyebabkan bunyi pada rem mobil matic antara lain ;

1. Kampas rem non ori bisa menyebabkan bunyi

Pertama dari faktor kampas rem, kalau kampas rem habis tentu saja bunyi akan muncul. Tapi bukan Cuma habis, kampas rem yang kotor, atau kampas rem yang tidak ori pun bisa menyebabkan bunyi pada rem.

Jadi yang tahu Cuma anda sendiri apakah bunyi tersebut muncul sehabis anda mengganti kampas rem yang bukan ori atau bunyi tersebut muncul begitu saja.

Alasan rem bunyi, karena bahan pada tiap kampas rem itu beda. Sekilas memang sama, namun detail bahannya tentu saja beda. Sehingga kalau anda paksakan kampas rem bukan ori, maka sama saja anda memasang kampas rem dengan bahan yang tidak pas untuk mobil anda sehingga akan berbunyi.

Selain kampas rem yang bukan ori, cek juga pinggiran kampas rem. Kalau kotor dan lancip, coba haluskan menggunakan amplas.

2. Piringan rem yang tidak rata

Piringan rem yang tidak rata akan membuat rem bergetar ketika diaktifkan serta dapat menimbulkan bunyi. Penyebab piringan sehingga tidak rata, itu bisa berasal dari faktor pemakaian kampas rem yang tidak ori.

Masalah ini sepele karena hanya mengganti kampas rem tapi bukan yang ori, padahal seperti yang dikatakan diatas, setiap kampas rem punya komposisi bahan yang beda sehingga bisa saja kampas rem yang anda pakai tidak cocok dengan piringan rem sehingga piringan rem yang kalah.

Selain faktor kampas rem yang tidak ori, kampas rem yang habis juga bisa menyebabkan piringan rem tergerus. Ini disebabkan karena frame dari kampas rem juga terbuat dari logam. Jadi kalau kampasnya habis, otomatis yang bergesekan itu sama-sama logam.

Untuk mengeceknya, bisa anda raba menggunakan tangan tapi ini bisa dilakukan kalau keausan piringan benar-benar parah. Sementara keausan piringan yang kecil saja sudah cukup untuk menimbulkan bunyi. jadi untuk mengeceknya agar akurat, adalah dengan bantuan dial gauge indicator.

Solusinya, tidak perlu ganti. Anda bisa membawa piringan rem ke tukang bubut untuk diratakan.

3. Bunyi tersebut juga bisa berasal dari transmisi

Ini dia yang kami sebut sebagai bunyi khasnya mobil matic, mengapa disebut khas ? karena banyak mobil matic yang mengeluarkan bunyi ketika direm pada posisi mobil akan berhenti. Ternyata, bunyi ini disebabkan bukan dari faktor rem melainkan dari faktor transmisi.

Jadi selama bunyinya tidak terlalu keras anda tidak perlu khawatir dengan kondisi rem mobil anda. yang terpenting, selalu jaga minyak rem dalam posisi full dan pastikan kampas rem dalam kondisi tebal.

Mungkin yang belum diketahui, kampas rem mobil matic itu lebih cepat habis dibandingkan mobil manual. Alasannya, mobil matic tidak memiliki engine brake yang baik. Sehingga untuk menurunkan laju kendaraan, rem menjadi alat utamanya. Ini membuat kinerja rem menjadi lebih keras.

5 Bahaya Bearing Roda Mobil Rusak Kalau Tidak Segera Diganti

Salah satu ciri bearing roda yang mulai rusak adalah terdengarnya suara gemuruh ketika mobil berjalan. Itu disebabkan karena posisi as roda dengan bearing atau lahernya tidak klop sehingga masih ada sedikit celah.

Dari celah itulah suara gemuruh tersebut berasal. Yang normal, posisi as roda dengan bearing roda itu harus benar-benar klop tidak ad celah sedikitpun. Sehingga meski mobil melintasi jalan tidak ratapun roda mobil tidak masalah.

Tapi kita tidak membahas mengapa bearing roda bisa rusak, yang kita bahas adalah bahayanya kalau bearing roda mobil yang rusak tidak segera diganti.


Ini penting karena berhubungan dengan roda, sementara kita tahu sendiri roda itu bagaikan kaki yang membuat mobil dapat bergerak. Lalu apa saja bahanyanya ?

1. Setir jadi kurang stabil

Pengemudian kendaraan dapat berlangsung dengan nyaman dan aman ketika kondisi sistem steering (steering rack, tie rod, stabilizer bar) dan roda dalam kondisi baik.

Bearing roda masuk ke kelompok roda, karena ketika bearing roda rusak maka roda akan sedikit oblak. Ini membuat pengemudian menjadi kurang stabil sehingga ketika kita kemudikan mobil, akan terasa getaran getaran pada roda kemudi sampai setir yang oleng.

Apalagi ketika mobil melintasi jalan tidak rata, roda kemudi akan lebih sulit dikendalikan.

2. Roda mobil terkunci

Akibat bearing roda yang oblak salah satunya meningkatkan suhu pada area bearing dan ujung as roda. Peningkatan suhu ini bisa memicu pemuaian pada tiap laher, dan as roda. Sehingga dalam satu titik, roda mobil bisa terkunci karena pemuaian ini.

Ketika roda mobil sudah terkunci, maka mobil macet tapi bukan macet mesinnya melainkan macet rodanya seperti ditahan oleh rem.

3. Rem mobil macet

Hampir sama kasusnya seperti diatas, ketika area bearing panas maka piringan rem juga mengalami peningkatan suhu begitu pula dibagian kalipernya. Memang dalam kondisi normal, rem cakram juga dalam kondisi panas namun karena ditambah panas bearing maka suhunya semakin panas.

Maka ada dua kemungkinan, rem mobil blong atau rem mobil macet (rem tidak balik).

4. As roda berpotensi patah

Yang paling parah adalah as roda bisa patah, hal ini karena as roda selalu bergejolak didalam bearing. Jadi seperti dipukul-pukul, saat awal-awal memang as roda mampu bertahan namun kalau dibiarkan as roda akan kalah juga sehingga as roda bisa patah dan kalau itu terjadi saat mobil sedang jalan bisa anda bayangkan sendiri akhirnya seperti apa.

5. Kerusakan bisa merembet ke komponen lain

Selain itu kerusakan bearing roda yang dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan pada komponen kaki-kaki lainnya. As roda sudah jelas kalau tidak patah setidanya bengkok.

Selain as roda, velg dan ball joint juga berpotensi mengalami kerusakan.

Jadi, disarankan ketika anda merasakan gejala kerusakan pada bearing roda segera bawa mobil ke bengkel untuk melakukan perbaikan. Tak jarang, kerusakan bearing roda ini disebabkan hanya karena kondisi bearing kering.

Ketika bearing roda kering, maka anda akan merasakan getaran pada area roda ketika melaju diatas 40 KM/H. ketika anda rasakan itu, coba cek dengan mendongkrak mobil agar roda ternagkat lalu goyangkan roda secara vertikal.

Kalau belum oblak, maka bearing masih aman hanya perlu pelumas (grease) tapi kalau sudah oblak, maka ada bearing yang penyok atau pecah sehingga perlu diganti.

Bunyi Cit Cit Pada Roda Mobil, Apa Penyebabnya ?

Bunyi-bunyian yang muncul pada roda bisa mengindikasikan kerusakan pada sistem suspensi atau sistem powertrain. Atau hal lain yang menyebabkan bunyi-bunyian adalah karena ada yang kendor pada kaki-kaki mobil kita.

Untuk mendeteksi bunyi-bunyian tersebut, sebenarnya mudah karena tiap bunyi yang muncul itu bisa mengindikasikan jenis penyebabnya.

Salah satunya bunyi berdecit yang terdengar pada bagian roda ketika mobil jalan.

Lalu apa saja komponen yang mungkin bermasalah sehingga roda mobil bunyi cit cit ?


1. Kampas rem kotor

Yang paling sering adalah dari faktor kampas rem. Rem depan mobil, umumnya menggunakan jenis rem cakram dimana desain sistem rem ini terbuka sehingga segala jenis kotoran dari luar mudah sekali mengotori kampas rem.

Kampas rem yang permukaannya dipenuhi debu atau kerak, bisa menumbulkan bunyi ketika rem diinjak bahkan ketika rem tidak diinjak. Hal itu disebabkan karena gesekan antara kotoran yang menempel pada kampas rem dengan piringan rem yang berputar.

Meski bunyinya tidak terlalu besar, bunyinya tetap tedengar sampai kabin.

Selain faktor kampas rem yang kotor, cipratan oli atau grease pada permukaan piringan rem pun bisa menyebabkan bunyi berdecit. Kalau ini justru bunyinya akan cukup terdengar saat rem diinjak.

Solusinya, anda tinggal melakukan pembersihan kampas rem. Bagaimana caranya ?

Lepas roda mobil, tiap mobil pasti sudah disiapkan kunci rodanya. Jadi semua orang pasti bisa melepas roda mobil.
Lepas baut kaliper bawah (biasanya menggunakan kunci 12 atau 14 mm)
Angkat kaliper keatas, lalu ambil kampas rem baik sebelah kanan dan kiri
Amplas sisi-sisi kampas rem dan semprot kampas rem menggunakan cairan brake cleaner.
Semprotkan juga cairan brake cleaner ini ke piringan rem, karena cairan ini bisa membersihkan lapisan oli pada permukaan piringan rem.

Bersihkan kampas rem pada rem depan kanan dan kiri untuk memastikan kalau bunyinya benar-benar hilang.
Lebih detail panduan membersihkan kampas rem mobil

Tapi bagaimana kalau bunyi decitan ini cukup keras dan didengar hanya ketika rem diinjak, maka itu tandanya kampas rem habis. kalau kampas rem habis, maka saat anda melepas kampas rem pasti akan ketahuan, kalau ketebalan material keramik ini sudah sangat tipis.

Baca pula 5 tanda kampas rem mobil habis

2. Sudut roda yang tidak balance

Sudut roda itu seperti caster, chamber dan toe-in/toe-out. Sudut-sudut ini memang sudah diset dengan pas ketika mobil masih di pabrik. Namun karena faktor penggunaan, sudut roda depan mobil akan mengalami pergeseran dan ini akan mengubah sudut belok mobil.

Hal-hal yang mempengaruhi sudut FWA antara lain :

  • shockbreaker yang lebih tinggi/lebih rendah
  • setelan tie rod yang tidak pas


Ketika sudut-sudut roda sudah tidak pas, maka ketika mobil dibelokan akan terdengar bunyi berdecit karena gesekan ban dengan aspal lebih besar daripada biasanya. Selain itu ada juga gejala seperti setir yang membanting ke salah satu arah.

Untuk mobil-mobil sekarang yang banyak menerapkan suspensi macpherson, FWA atau sudut-sudut roda sudah diset secara fixed. Artinta tidak bisa kita stel ulang, sehingga lebih baik anda konsultasikan ke bengkel spooring balancing.

Baca juga belajar memahami FWA (front wheel alignment)

3. Per daun yang kering

Khusus untuk truk, mobil niaga dan mobil keluaran dibawah 1990, masih banyak yang menggunakan per daun. Per daun adalah jenis pegas yang berbentuk lempengan panjang seperti daun pandan, oleh sebab itu disebut per daun.

Dalam aplikasinya, satu sisi roda tidak hanya menggunakan satu lempeng per tapi bisa terdiri dari 5 atau lebih lempengan per daun. Biasanya semakin besar bobot kendaraan maka lapisan per ini juga semakin banyak.

Per ini memang terbukti lebih kuat dibandingkan per ulir yang banyak digunakan pada mobil sekarang, oleh karena itu per daun masih dipakai pada kendaraan-kendaraan berbobot besar.

Kelemahannya, kalau kondisi per kering maka akan menimbulkan suara yang sangat berisik. Ketika mobil berjalan melewati jalan berlubang, maka bunyi decitan akan terdengar sangat ramai seperti saat kita menaiki bus-bus tua.

Untuk menghilangkan bunyi ini, per harus diberi pelumas berupa grease secara rutin. Kalau telat, maka akan bunyi lagi.

Selain tiga penyebab diatas, bunyi cit cit pada mobil juga bisa disebabkan dari mesin. Biasanya dari drive belt yang terkena pelumas, maka mesin akan berdecit ketika dinyalakan dan bunyinya semakin cepat ketika mesin digas.