Showing posts with label Kaki Kaki Mobil. Show all posts

Ternyata 3 Hal Ini Menyebabkan Oli Bocor Pada Mobil Matic

Apa anda pernah melihat tetesan fluida atau oli dikolong mobil anda ? lalu apa yang menyebabkan oli tersebut menetes dan apa akibatnya ? kita akan membahasnya secara detail dibawah.

Perlu diketahui apapun yang menetes dikolong mobil patut dicurigai karena bisa jadi itu bocor oli, tapi tidak semua tetesan dikolong mobil itu bocor oli, ada juga tetesan karena air AC.

Jadi kalau anda menemukan kondisi seperti ini, cek dulu apa yang menetes apakah air atau oli. Saya rasa anda sudah paham betul apa bedanya air dengan oli.

Ditopik kali ini kita akan membahas bocor oli pada mobil matic, sebenarnya baik mobil manual ataupun matic kalau olinya bocor kemungkinan penyebabnya itu sama. Tapi mengapa mobil matic ini kita bahas khusus ?

Itu disebabkan ternyata ada banyak kasus kebocoran oli transmisi matic dan kalau dibandingkan lebih rumit mana transmisi matic atau manual ? jelas transmisi matic sehingga yang menyebabkan kebocoran juga bisa saja beda.

Lalu apa saja yang menyebabkan oli bocor pada mobil matic ?

img by confused.com

1. Olinya kotor

Kita tahu oli itu berfungsi sebagai pelumas, tapi kalau pada komponen yang dilumasi penuh dengan kotoran maka oli itu akan kotor. Itulah sebabnya ada filter oli, kalau oli mesin mungkin oli kotor masih bisa ditoleransi tapi untuk transmisi matic tidak.

Didalam transmisi matic terdapat banyak sekali plat yang saling bertautan dan bergesekan, gesekan antar plat itu sering menghasilkan friksi yang nantinya terbawa oleh oli.

Kalau oli itu bersirkulasi, friksi yang tajam itu bisa meggores bagian seperti seal atau bahkan plat-platnya.

Sehingga itu bisa menyebabkan oli bocor, bahkan dalam kondisi parah transmisinya yang rusak.

Sementara itu, jarang sekali kita mengganti filter transmisi matic yang ada hanya mengganti olinya. Oleh sebab itu hal ini bisa diantisipasi dengan mengganti oli transmisi matic secara rutin dan jangan samakan interval penggantian oli transmisi manual dengan matic.

Transmisi manual masih bisa kalau olinya tidak diganti sampai 40 ribu KM, tapi transmisi matic 20 ribu KM saja sudah harus diganti.

2. Seal/gasket yang sudah rusak

Kalau anda lihat baik pada mesin atau transmisi, pasti dilengkapi banyak sekali terdapat seal baik yang terbuat dari karet atau plat aluminium.

Kebocoran juga bisa muncul dari bagian ini, misal pada oli mesin sering bocor dibagian seal sambungan antara blok mesin dengan oil pan. Sementara pada transmisi matic juga sering terjadi kebocoran pada sambungan box transmisi.

Untuk masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda tinggal mengganti seal yang bocor tersebut.

3. Akibat kecelakaan

Saat mobil mengalami kecelakaan baik yang ringan sekalipun kadang kita tidak meneliti sampai ke dalam. Contohnya ketika ban depan mobil pernah tertabrak kendaraan lain, bisa jadi oli transmisi bisa bocor karena untuk kendaraan berpenggerak roda depan as roda depan langsung terhubung ke transmisi.

Sehingga saat roda depan terbentur, ada dorongan as roda kearah transmisi dan itu bisa memicu kebocoran.

Hal lainnya saat bagian bawah mobil terbentur bahu jalan atau terkena batu, juga bisa menimbulkan kebocoran.

3 Cara Gampang Mencegah Ban Mobil Meledak Saat Jalan

Meski jarang dicek, banyak kecelakaan kendaraan yang diawali dari kondisi ban yang tidak prima. Dari mobil yang tergelincir karena ban botak, sampai mobil oleng karena ban yang meledak.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi anda khususnya apabila anda ingin menempuh perjalanan luar kota.

Oleh sebab itu, anda harus melakukan pengecekan ban secara rutin.

Lalu apa saja yang bisa memicu ban mobil meledak di jalan ?

Hari ini Autoexpose akan membahas secara detail penyebab ban mobil meledak beserta cara antisipasinya.

Setidaknya ada 3 cara yang bisa anda lakukan.

1. Tekanan Angin Ban


Angin didalam ban merupakan isi atau material utama dalam ban, sifat udara yang elastis membuat udara ini cocok untuk ban agar bisa menyerap getaran jalan.

Namun, tekanan angin yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan kinerja ban mobil menjadi kurang optimal.

Kondisi angin ban yang kempes, akan menyebabkan pergerakan mobil semakin lambat sementara kondisi angin ban yang terlalu keras ban mudah sekali meledak apabila menelindas benda yang agak tajam.

Tapi yang menjadi perhatian, adalah perubahan tekanan angin ban terhadap suhunya.

Hal ini penting karena udara lebih mengembang pada suhu lebih panas sehingga suhu yang meningkat juga meningkatkan tekanan angin ban. Sehingga meski kita yakin tekanan ban sudah pas, jangan heran saat dijalan pas siang hari tekanan angin ban bisa naik 3 – 4 psi.

Jadi untuk mengantisipasinya, sesuaikan tekanan angin ban dengan kondisi ban dan waktu perjalanan. Apabila mobil hanya digunakan untuk pulang pergi kantor, maka menggunakan tekanan ban standar masih bisa.

Tapi kalau anda akan ke luar kota apalagi disiang hari, lebih baik turunkan tekanan angin ban sekitar 3 PSI dibawah standar.

Baca juga ; Akibat tekanan angin ban mobil terlalu kencang dan terlalu rendah

2. Perikasa TWI (Tread Wear Indicator)

Apa itu TWI ?

TWI itu ukuran kedalaman alur ban, anda pasti sudah paham kalau kedalaman alur ban sangat mempengaruhi daya cengkram ban terjadap jalan. Ban yang masih baru punya TWI yang dalam sehingga daya cengkramnya masih baik.

Tapi untuk ban yang sudah botak, TWI sangat dangkal bahkan hampir rata. Itu sangat berbahaya karena ban mobil sudah pasti tidak memilki daya cengkram seperti sediakala juga ban mudah bocor.

Hal itu dikarenakan ketika TWI ban sudah mulai dangkal, permukaan ban menjadi semakin tipis sehingga terkena benda seperti batu pun ban sangat mudah sobek dan meledak.

Baca juga ; Ban mobil habis sebelah, apa penyebabnya ?

Oleh sebab itu jangan remehkan kedalaman alur ban ini, lebih baik anda mengeluarkan biaya lebih untuk mengganti ban daripada harus menanggung resiko yang bisa menghilangkan nyawa.

Baca juga ; 7 Ciri ban mobil harus segera diganti

3. Kondisi Fisik Ban

Yang sering dilupakan banyak orang, ketika ban sudah ganti alias baru mereka cenderung tidak lagi mengecek kondisi bannya. Toh ban baru ganti masa sudah rusak lagi ?

Tapi yang namanya fisik ban tetap bisa mengalami kerusakan meski kondisi ban cenderung masih baru.

Apa penyebabnya ?

Ban yang tertusuk paku, meski ban anda masih baru ban yang tertusuk paku tetap harus ditambal dulu. Untuk ban tubeless yang baru, mungkin tidak akan terasa kempesnya kalau tertusuk paku sehingga anda perlu memperhatikan apakah ada paku yang menempel.

Selain ban yang tertusuk paku, hal lainnya adalah kondisi ban yang bergelombang karena spooring ban yang sudah tidak stabil.
Jadi tetap saja, cek kondisi fisik ban minimal  satu bulan sekali dan lakukan perbaikan apabila ada kerusakan untuk mengantisipasi kecelakaan di kemudian hari.
Setir Mobil Bunyi Pas Dibelokan, 6 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Setir Mobil Bunyi Pas Dibelokan, 6 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Ada banyak pertanyaan yang masuk salah satunya mengapa setir mobil saya bunyi pas dibelokan ? sebenarnya bunyi-bunyian pada setir itu hal yang normal, karena sistem setir sendiri terdiri dari gear yang saling bertauan.

Sehingga wajar kalau ada bunyi pada setir.

Namun bunyi setir yang normal itu kecil dan akan tersamar saat mobil berjalan sehingga tidak terdengar oleh kita. Lalu mengapa tiba-tiba bunyi pada setir ini menjadi lebih keras ?

Itu tandanya ada suatu masalah pada sistem steering mobil anda, masalah ini tidak berarti komponen setir harus diganti tapi bisa juga masalahnya Cuma kurang pelumas.

Jadi bagaimana solusinya ?

Pertama anda perlu mendeteksi dimana letak kerusakannya, dibawah akan kami berikan beberapa komponen setir yang sering bermasalah ketika ada gejala setir bunyi.

1. Bearing oblak

Bearing atau laher menjadi komponen yang sangat wajib pada sebuah mekanisme, karena bantalan ini berfungsi sebagai layer antara komponen yang bergerak dengan komponen yang diam sehingga tidak terjadi gesekan yang berlebihan sehingga bunyinya bisa diredam.

Pada mekanisme setir ada banyak bantalan, dari mulai bearing pada steering column, hingga pada rack steer.

Apabila satu saja bantalan ini aus/rusak maka setir akan bunyi pas dibelokan. Tipikal bunyinya itu seperti gesekan plat, tinggal didengarkan saja sumbernya ada dimana ? kalau ada disekitar steering column (area dashboard) maka yang rusak adalah bearing steering column.

Solusinya pertama dilumasi dengan pelumas seperti yang model spray (chain lube atau wd-40) juga bisa menggunakan grease. Kalau memang tidak memberi dampak yang signifikan, maka perlu diganti bearingnya.

2. CV joint aus/kurang pelumas

CV joint atau constant velocity joint adalah komponen untuk membelokan poros putaran setir, jadi seperti gambar diatas poros setir tidak terletak pada garis yang lurus. Alasannya supaya ketinggian setir bisa disesuaikan dengan kenyamanan pengemudi.

Jadi meski ketinggian setir dinaikan/diturunkan, putaran setir masih tetap bisa disalurkan ke roda dengan baik berkat adanya CV joint ini.

Kadang yang jadi masalah, CV joint ini oblak sehingga menghasilkan getaran dan suara gemuruh dari bagian bawah setir saat setir dibelokan.

Untuk mendeteksinya, anda bisa menggoyangkan CV joint ini (ada poros setir dekat lantai kabin dibawah dashboard). Kalau oblaknya cukup terasa, maka CV joint ini perlu diganti tapi kalau oblaknya wajar cukup beri pelumas.

3. Steering gear yang oblak

Bunyi ini juga bisa muncul dari perkaitan gigi didalam steering rack. Terutama apabila gear sudah pada oblak, maka setir pun akan bunyi.

4. Boot tie rod sobek

Boot tie rod berfungsi untuk melindungi ball joint pada lengan setir dari debu atau kotoran, selain itu dengan adanya boot/karet tie rod ini maka pelumas grease pada ball joint juga tidak akan bocor.

Tapi apabila boot ini sobek, otomatis pelumas akan bocor dan kotoran juga akan masuk, Hal ini memicu terjadinya gesekan pada ball joint sehingga setir akan bunyi saat dibelokan.

5. Tie rod rusak

Tie rod rusak sudah pasti akan menimbulkan bunyi-bunyian pada setir, bahkan masalah tie rod ini merupakan masalah yang paling sering muncul pada sistem steering, jadi biasanya kalau ada keluhan setir bunyi maka yang dicek pertama adalah tie rodnya.

Tie rod sendiri ada dua macam, yakni long tie rod dan tie rod end. Long tie rod adalah lengan setir yang menghubungkan bagian steering rack dengan bagian roda sementara tie rod end merupakan engsel diujung long tie rod yang terhubung ke bagian roda.

Tanda tie rod rusak, adalah ball joint pada tie rod ringan/tanpa beban. Untuk mengeceknya goyangkan lengan tie rod, kalau sangat ringan maka itu tandanya tie rod rusak.

6. Kerusakan pompa power steering

Terakhir, bunyi pada setir juga bisa disebabkan karena pompa power steering rusak. Untuk mendeteksi kerusakan pada pompa, akan lebih mudah dilakukan oleh dua orang. Satu mengoperasikan setir dan satunya memperhatikan kinerja pompa di kap mesin.

Waspadai 6 Hal Ini Menyebabkan Rem Mobil Kurang Pakem


Selamat datang kembali ke blog Autoexpose, media indipenden yang membahas segala permasalahan kendaraan secara eksplisit lengkap beserta solusinya.

Hari ini kita akan membicarakan hal yang cukup krusial, saya sebut krusial karena dari judulnya saja anda pasti bisa menduga. Seperti kejadian kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi awal september tahun ini di Tol Cipularang, dimana biang keroknya adalah truk yang mengalami rem blong.

Padahal hal yang menyebabkan rem blong ini kadang juga cukup sepele, tapi lihat saja begitu mengerikannya hal sepele ini sampai bisa mengorbankan nyawa bukan nyawa kita saja tapi pengguna jalan yang lain yang sudah sesuai aturan lalu lintas.



Lalu apa saja hal- hal yang bisa jadi penyebab rem tidak pakem ? Autoexpose akan membahasnya secara rinci tapi mudah dipahami.

1. Sistem Rem Masuk Angin

Ini adalah hal yang benar-benar bisa terjadi, bukan Cuma manusia yang bisa mengalami masuk angin tapi rem mobil juga bisa mengalami masuk angin. Tapi masuk angin pada rem mobil itu tidak seperti manusia yang memuntahkan isi perutnya lalu dikerok saja sembuh.

Masuk angin rem mobil hanyalah istilah yang menggambarkan adanya udara atau angin yang masuk kedalam saluran minyak rem.

Mengapa udara ini bisa menyebabkan kegagalan sistem rem ?

Saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem hidrolik, kita tahu sistem hidrolik hanyalah media untuk memindahkan tekanan dari input (dalam hal ini pedal rem) ke output (dalam hal ini rem mobil). Media yang digunakan pada sistem hidrolik ini pada umumnya berbentuk cair seperti minyak rem karena memiliki volume yang tetap (tidak mengembang dan mengempis apabila ditekan) sehingga bisa memindahkan tenaga secara efisien.

Tapi udara, volumenya bisa mengembang dan mengempis. Apalagi saat ditekan, sehingga ketika masuk ke sistem hidrolik udara ini akan menyerap tekanan yang diberikan input dan menyebabkan rem tidak bekerja.

Itulah sebabnya saat masuk angin, pedal rem akan terasa sangat ringan.

Lalu apa yang menyebabkan masuk angin pada rem mobil ?

Ini disebabkan karena volume minyak rem pada reservoir kurang, sehingga udara bisa dengan mudah masuk melalui inlet. Oleh sebab itu jangan pernah lewatkan pengecekan minyak rem, bila perlu bawa minyak rem cadangan untuk jaga-jaga apabila sewaktu-waktu volume minyak rem berkurang.

Baca juga : Cara atasi rem mobil yang masuk angin

2. Boster Rem Rusak



Berikutnya, ada komponen yang bernama boster rem. Fungsinya untuk meringankan pedal rem saat beroperasi sehingga berkat adanya boster rem ini rem bisa sangat pakem walaupun kita hanya sedikit menginjak pedal rem ini.

Ketika boster rem rusak, maka rem akan terasa lebih berat sehingga dengan penekanan yang biasa rem terasa kurang pakem.

Meski demikian, masalah ini tidak terlalu berbahaya anda hanya perlu menekan pedal rem lebih keras lagi untuk membuat rem kembali pakem.

Tanda boster rem yang rusak, bisa anda deteksi saat menghidupkan mesin. Coba bedakan penekanan pedal rem saat mesin mati dan hidup, apabila rem lebih ringan saat mesin hidup maka boster rem normal. Tapi kalau sama saja berarti boster rem rusak.

3. Selang minyak rem mampet

Bisa saja selang hidrolik rem tertekuk atau mampet karena kotoran, itu menyebabkan aliran minyak rem terganggu. Sehingga tekanan minyak rem dari pedal rem, tidak bisa disalurkan secara sempurna ke kaliper rem.

Masalah-masalah ini memang sulit dideteksi, karena siapa yang mau mengecek jalur selang rem dari ujung pedal sampai ke kaliper rem yang letaknya ada di kolong mobil. Selain itu masalah ini juga sering terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak seperti kasus masuk angin, masalah ini cenderung sulit diantisipasi.

Tapi kalau kita melihat lebih jauh, apa yang menyebabkan selang tertekuk itu biasanya karena jalur selang rem berubah dari sebelumnya. Sementara selang rem yang mampet, itu disebabkan karena minyak rem tidak pernah diganti.

Oleh sebab itu, langkah preventif yang bisa anda ambil adalah dengan mengganti minyak rem secara rutin di bengkel – bengkel profesional.

4. Brake proportioning valve macet

Apa itu brake proportioning valve ? mungkin anda bertanya-tanya, jadi rem mobil itu beda dengan motor. Kalau di motor, ada rem depan dan ada rem belakang. sementara pada mobil, ada rem utama dan rem parkir.

Rem utama itu saat pedal rem ditekan, maka keempat roda akan mengerem dengan bersamaan. Sementar rem parkir hanya mengerem roda belakang.

Jadi bisa dikatakan pada rem utama, hanya memiliki satu input untuk empat output. Oleh sebab itulah harus ada komponen yang membagikan tekanan dari pedal rem menuju empat ouput dengan porsi yang sama.

Sederhananya, braka proportioning valve adalah komponen yang membagikan penekanan rem dengan porsi yang sama besar. Lalu, kalau salah satu salurannya mampet maka porsi pengereman bisa berbeda antara satu roda dengan yang lainnya.

Itulah yang kadang menyebabkan mobil kurang pakem dan cenderung oleng saat kita injak rem.

Lalu bagaimana solusinya ?

BPV ini macet dikarenakan tersumbat kotoran dari minyak rem, jadi sama dengan point ketiga ini memang sulit diantisipasi tapi bisa dicegah apabila anda rutin mengganti minyak rem.

5. Kampas Rem Habis

Kampas rem, komponen satu ini saya yakin sudah sangat familiar dengan anda. Sudah berapa kali anda mengganti kampas rem mobil anda ? mengapa kampas rem mobil selalu diganti ? 80 % alasannya sudah anda ketahui.

Jadi disini saya hanya menjelaskan mengapa kampas rem yang habis bisa menyebabkan rem tidak pakem.

Alasannya, karena bagian kampas yang bisa menghambat putaran roda mobil itu bagian permukaan kampasnya. Jadi kalau kampas habis, otomatis tidak ada lagi yang bisa menahan putaran roda mobil.

Sehingga pas pedal rem ditekan, suara berdecit akan muncul cukup kencang namun mobil sulit berhenti.

6. Piston Pada Kaliper Rem Macet

Bagi yang belum paham, kaliper rem itu komponen yang menjepit piringan cakram, beberapa orang juga menyebutnya kepala babi.

Secara ringkasnya, didalam kaliper ada piston yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan mekanis yang menjepit piringan cakram.

Ketika piston ini macet, otomatis sekeras apapun anda menekan pedal rem piston pada kaliper ini hanya bergerak sedikit. Hasilnya, rem juga jadi tidak pakem. Hal yang menyebabkan piston ini macet antara lain karena karat, kerak, kotoran yang masuk ke sela-sela piston.

Hal itu tidak mengherankan mengingat kaliper ini terletak pada roda mobil sehingga yang namanya cipratan air, debu, sudah menjadi hal yang biasa. Untuk mengatasinya, kita hanya perlu melepas kaliper lalu membersihkannya. Kalau kotoran yang mengalangi sudah dibersihkan maka piston akan kembali bekerja dengan normal.

Roda Depan Mobil Bunyi Gluduk-Gluduk, Apa Penyebabnya ?

Ketika roda depan mobil bunyi gluduk-gluduk, itu mengindikasikan adanya kerusakan pada salah satu komponen kaki mobil. Tapi ada banyak komponen yang terdapat pada kaki-kaki mobil.

Lalu bagaimana caranya mengetahui mana komponen yang rusak agar tidak salah ganti ?

Kami akan memberikan ulasan mengenai komponen apa saja yang bisa menyebabkan roda mobil bunyi gluduk-gluduk beserta karakteristik kerusakan dan cara mengatasinya.

Penyebab Roda Depan Bunyi Gluduk


1. Shock absorber mati

Shock absorber adalah komponen yang berbentuk tabung yang pada roda depan, letaknya ada didalam per. Fungsinya untuk menahan efek suspensi supaya tidak berguncang berlebihan.

Shock absorber ini bekerja dengan memanfaatkan aliran fluida, jadi secara sederhananya ada dua ruangan yang terisi oleh fluida dimana dua ruang tersebut dihubungkan dengan celah sempit. Sehingga ketika ada gaya suspensi, piston akan menekan fluida menyebabkan fluida dari ruang pertama mengalir keruang kedua melalui celah sempit tersebut.

Ini akan memperlambat gerakan suspensi, sehingga guncangan yang dihasilkan tidak berlebihan.

Namun, saat fluida ini bocor maka tidak ada lagi tahanan yang menahan efek suspensi dan piston justru akan membentur dasar tabung shock absorber.

Benturan itu akan menimbulkan efek suara gluduk-gluduk dan mobil juga terasa lebih berguncang meski melewati gundukan kecil.

Ciri lain saat shock absorber mati, biasanya akan ada bekas rembesan oli pada tabung shock. Ini merupakan tanda yag memastikan bahwa shock absorber memang bocor.

Solusinya, ganti shock absorber. Meski pada beberapa kasus, kita bisa hanya mengganti seal shock absorber saja namun itu tidak menjamin akan bertahan lama. Jadi agar tidak bolak-balik ke bengkel lebih baik anda pilih untuk mengganti unit shock absorbernya.

2. Karet support shockbreaker rusak



Karet support shockbreaker adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan atas shockbreaker yang terhubung ke body mobil.

Karet ini terletak diujung atas shockbreaker atau tepatnya dibawah kaca depan mobil, pada beberapa mobil karet ini bisa anda lihat saat membuka kap mesin. Tapi pada mobil-mobil seperti MPV, dan hatchback kita perlu membuka windshield cover untuk mengecek karet ini.

Sebelum kita membuka winshield, kita bisa mengeceknya dengan cara melihat ciri-cirinya. Ketika karet support shock rusak, maka bunyi tersebut akan terdengar ketika suspensi tertekan. Jadi ketika melewati polisi tidur atau jalan tidak rata akan terdengar bunyi gluduk-gluduk.

Solusinya juga sama, kita perlu mengganti karet support ini.

3. Bushing stabilizer bar mati



Bushing stabilizer bar adalah karet yang berfungsi sebagai bantalan stabilizer bar yang menyentuh chasis. Sehingga ketika suspensi tertekan, tidak menimbulkan bunyi-bunyian.

Namun ketika karet ini sobek atau rusak, maka stabilizer bar akan oblak sehingga akan terdengar jelas sekali bunyi gluduk-gluduk ini.

Untuk mengeceknya, bisa dilakukan secara langsung dengan melihat bagian karet bushing ini yang terletak dikolong mobil. Gunakan bantuan senter untuk melihat karet ini, ketika ada sobekan maka karet harus segera diganti.

4. Bushing lower arm rusak



Bushing lower arm juga merupakan karet yang berfungsi sebagai bantalan, namun kali ini bantalan antara lower arm dengan chasis mobil. Sehingga kasusnya sama, ketika karet rusak/sobek lower arm oblak dan itu akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk.

Untuk mengeceknya juga sama dengan pengecekan bushing stabilizer bar, kalau ada sobekan segera ganti bushing dengan yang baru.

5. Ball joint oblak 



Ball joint adalah engsel yang dapat bergerak 360 derajat. Fungsi ball joint adalah sebagai engsel untuk membelokan roda depan mobil, ketika ball joint mulai oblak maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti ;

  • Bunyi gluduk-gluduk
  • Suara mendecit saat dibelokan
  • Setir agak susah dikendalikan


Untuk mengecek apakah ball joint oblak atau tidak, bisa anda lakukan dengan mudah tanpa melakukan pembongkaran.

Caranya dengan mendongkrak bagian depan mobil sampai roda depan terangkat, lalu goyangkan ban mobil secara vertikal (dari sisi atas dan bawah roda) kalau anda rasa ada oblak meski kecil, itu sudah cukup mengindikasikan ball joint rusak.

3 Ciri Pompa Power Steering Mobil Anda Rusak + Solusinya

Ada banyak masalah yang berkaitan dengan sistem power steering mobil salah satunya pada sektor pompa.

Namun gejala yang ditimbulkan biasanya samar-samar, artinya apa pompanya memang rusak atau rack steernya yang rusak gejalanya bisa sama saja.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan ada yang beda pada sistem power steering mobil anda, anda perlu mencari referensi sebanyak mungkin tentang power steering terutama kerusakan dibagian pompa power steering. Sehingga nantinya tidak ada salah estimas.

Dibawah akan kami berikan sedikit referensi tentang ciri yang mungkin dialami saat ada kerusakan pada unit pompa power steering beserta cara mengatasinya.

Ciri Ciri Pompa Power Steering Rusak


Secara umum, hanya ada tiga tanda apabila pompa power steering mobil rusak yakni ;

  • Setir berat
  • Bunyi dengung
  • Suara kasar/ngorok saat setir dioperasikan


Meskipun ada tiga, anda tak perlu menunggu ketiga tanda tersebut untuk muncul bersama-sama. Artinya segera lakukan perbaikan apabila muncul salah satu tanda.

Lalu bagian apa yang mengalami kerusakan ?

1. Seal pompa



Pompa power steering itu memompa fluida yang notabene fluida itu zat cair. Sehingga seal ini sangat amat diperlukan dalam pengoperasian pompa power steering. Fungsinya untuk menjaga supaya fluida atau minyak power steering tidak bocor saat mengalir dari satu bagian ke bagian lain.

Didalam pompa power steering sendiri tidak hanya ada satu seal tapi ada beberapa seal yang apabila salah satunya rusak maka minyak power steering bisa bocor sehingga menimbulkan bunyi ngorok hingga setir berat.

Jadi ketika anda merasakan power steering bunyi atau berat, coba cek reservoir oli power steeringnya apa kurang atau tidak. Kalau kurang, cek bagian pompanya terutama bagian sambungan pompa dengan selang, bagian sambungan pompa, dan bagian rotor pompa.

Biasanya kebocoran oli power steering akan meninggalkan bekas rembesa. Kalau ternyata tidak ada rembesan, cari kebocoran tersebut dikomponen lainnya entah diselang atau rack gear. Kalau ternyata rembesannya ada dikomponen selain pompa maka pompa aman.

2. Rotor pompa aus



Rotor pompa ini berfungsi seperti baling-baling yang mendorong minyak power steering supaya bisa mengalir ke steering rack untuk meringankan setir. Ketika rotor ini bermasalah atau baling-baling pada rotor sudah aus maka tekanan pompa menjadi kurang maksimal.

Sehingga setir akan terasa lebih berat.

Jadi, ketika anda merasa setir lebih berat dari biasanya cek reservoir pompanya pastikan minyak rem tidak kurang. Lalu putar setir dibarengi dengan mengegas mesin. Apabila ada perbedaan tingkat keringan setir maka itu tanda kalau rotor pompa sudah aus.

Lalu apa harus diganti satu unit pompanya atau hanya bagian tertentunya saja ?

Sebenarnya kita bisa mengganti hanya part yang rusaknya saja seperti sealnya dan rotornya saja. Tapi hanya ada sedikit bengkel yang berani melakukan hal ini, biasanya bengkel-bengkel spesialis power steering yang memang sudah berpengalaman.

Itu disebabkan pompa power steering cukup sensitif, jadi mengganti part didalam pompa power steering yang rusak tidak menjamin masalah hilang.

Jadi untuk lebih amannya, ganti unit pompa. Kalau urusan harga, memang mahal kecuali anda beli yang copotan mobil lain atau yang KW.

5 Tips Membuat Power Steering Mobil Anda Awet

Sebelum mengakhiri pembahasan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk merawat power steering mobil anda supaya lebih awet dan tidak gampang rusak.


  • Ganti oli power steering secara rutin, ini yang kadang dilewatkan. Pemilik mobil lebih sering memperhatikan oli mesin daripada oli lainnya, padahal oli power steering ini juga harus diganti sesuai pemakaiannya. Lagi pula interval penggatian oli ini 200 ribu KM atau dua tahun, jadi jangan sampai dilewatkan.
  • Jangan biasakan parkir dengan posisi belok, ini akan menyebabkan posisi katup pada sistem power steering terbuka. Sehingga bisa mempercepat usia power steering/
  • Jangan menggunakan velg ukuran lebih besar, ini tentu saja akan memperberat beban pengemudian sehingga power steering membutuhkan kinerja lebih esktra.
  • Jangan terlalu sering membelokan setir sampai mentok
  • Usahakan untuk tidak ugal-ugalan saat bermanuver, kecuali power steering mode racing. Namun untuk yang standar, kalau dipakai manuver secara ugal-ugalan bisa cepat rusak.

Kaki Kaki Mobil Bunyi Kletek-Kletek, Cek 6 Komponen Berikut

Kaki kaki mobil adalah sektor yang paling banyak mengalami kerusakan. Hal itu pantas saja mengingat kaki mobil merupakan sekumpulan komponen yang menyangga body mobil secara keseluruhan agar bisa berjalan dengan nyaman disegala medan.

Kerusakan pada kaki kaki mobil pun beragam, tapi satu hal yang pasti ketika ada masalah pada kaki-kaki mobil biasanya akan timbul bunyi. baik bunyi itu seperti “dug-dug”, atau bunyi “kletek-kletek”.

Sekarang pertanyaannya, apa yang harus dicek ketika terdeteksi bunyi dari bagian kaki kaki mobil ?

Hari ini Autoexpose akan membahas secara detail komponen apa saja yang harus dicek ketika kaki kaki mobil bunyi kletek-kletek.

1.Stabilizer Bar


Stabilizer bar adalah komponen yang menjaga ketinggian antara roda kanan dan kiri saat menerima gaya suspensi pada sistem suspensi machperson.

Pada mobil, stablilizer bar terletak dibagian roda depan baik kanan dan kiri. bentuk stabilizer bar ini seperti batang dengan dua buah ball joint di kedua ujung batangnya.

Ketika ball joint tersebut oblak, itu yang menyebabkan stablizer bar bunyi. Akibatnya akan muncul bunyi saat mobil dibelokan. Mengapa saat dibelokan ? karena ball joint ini akan bekerja saat roda mobil belok.

2. Ball joint


Ball joint yang dimaksud disini adalah ball joint utama roda depan yang terletak pada lower arm. Fungsi ball joint ini sebagai engsel bagi roda agar bisa berbelok kekanan maupun kekiri.

Gejala kerusakannya juga sama, ketika ball joint mulai oblak otomatis akan muncul bunyi. Tapi bunyi pada ball joint ini tidak terbatas saat roda dibelokan. Kadang ketika mobil berjalan lurus apalagi ketika melintasi jalanan tidak rata, bunyi dari kaki-kaki juga akan muncul.

3. Tie rod end

Tie rod end adalah ujung dari sistem steering, tie rod end ini menghubungkan lengan power steering dengan steering knucle pada roda. Pada tie rod end ini juga terdapat ball joint sebagai engsel agar koneksi antara bagian power steering dengan roda bisa fleksibel.

Sekali lagi, ketika ball joint ini oblak atau lemah, maka bunyi kletek kletek akan muncul saat setir dibelokan.

Untuk mendeteksi kerusakan ball joint baik ball joint yang terdapat pada strut bar, lower arm atau tie rod end anda bisa melepas komponen tersebut lalu menggoyangkan pin ball jointnya. Yang normal, itu akan terasa sedikit keras karena ball didalam ball joint terjepit oleh frame ball joint.

Sementara kalau sudah rusak, maka pin ball joint akan ringan sekali saat digoyangkan.

4. Shock absorber


Shock absorber berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai peredam guncangan berlebih pada kendaraan. Pada roda depan, shock absorber terletak didalam pegas spiral. Sementara pada roda belakang, shock absorber biasanya terletak terpisah dengan pegas.

Masalah yang umum terjadi adalah shock absorber bocor, sehingga shock absorber kehilangan daya tahannya. Ini menyebabkan, gerakan suspensi ngeloss atau berlebihan. Sehingga ada potensi piston didalam shock absorber membentur bagian top dari frame shock absorber.

Ini akan menyebabkan bunyi dug-dug saat melintasi jalan tidak rata. Selain itu, mobil juga terasa lebih terguncang dari biasanya.

5. Wheel bearing


Bearing roda atau biasa disebut laher, adalah bantalan yang menyekat koneksi antara poros roda yang berputar dengan knuckle arm yang diam. Laher roda ini terbuat dari beberapa tabung yang mengitari frame bantalan.

Tabung-tabung ini berfungsi layaknya roda sehingga tidak terjadi gesekan secara langsung saat roda berputar. Tapi masalah yang terjadi biasanya tabung-tabung ini bengkok, pecah bahkan hancur. Itu bisa disebabkan karena gaya vertikal yang sangat keras mengenai bearing.

Contohnya mobil yang melaju kencang padahal sedang melintasi jalanan tidak rata. Itu akan membuat tabung didalam laher bengkok. Akibatnya, ada bunyi serak dari bagian roda setiap kali roda berputar. Dan bunyinya juga berbanding lurus dengan kecepatan mobil, dengan kata lain bunyi itu akan bertambah keras setiap kali mobil ditambah kecepatannya.

6. Boot axle


Pada mobil-mobil dengan penggerak roda depan (FWD) anda akan menemui banyak boot axle. Lalu apa itu boot axle ?

Boot axle adalah tutup yang terbuat dari karet, fungsinya untuk menutup joint pada axle shaft. Dimana didalam boot axle shaft ini juga terdapat pelumas grease, sehingga boot axle juga berfungsi untuk menjaga supaya grease tidak bocor.

Tapi karena terbuat dari karet, boot axle ini sering sekali sobek. Sehingga grease akan bocor dan mengakibatkan axle joint kering.

Akibatnya, akan muncul bunyi kletek-kletek akibat axle joint yang kering.

2 Hal Ini Yang Menyebabkan Gemuruh Pada Roda Mobil

Ban mobil yang berputar dalam kecepatan tinggi bisa menimbulkan bunyi-bunyian salah satunya suara sepert gemuruh. Suara gemuruh ini bisa kita dengar saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi maupun saat kecepatan rendah.

Lalu apa yang menyebabkan bunyi gemuruh tersebut ?

Hari ini Autoexpose akan menjabarkan secara rinci 2 hal yang menyebabkan ban mobil anda bergemuruh.

1. Suara gemuruh disebabkan karena bearing roda rusak

img by eldorado-seville.com

Bearing roda adalah bantalan yang menyangga roda saat berputar. Orang-orang sering menyebutnya hub roda atau laher.

Cara kerjanya sama seperti laher pada sepeda, namun hub roda mobil punya bentuk lebih lebar. Kerusakan yang sering terjadi, pelor atau mata bearingnya sudah mengalami perubahan bentuk. Bisa bengkok, patah ataupun hancur.

Kalau sudah begini, maka putaran hub roda akan menimbulkan bunyi. hasilnya ketika mobil dikemudikan, anda akan mendengarkan suara gemuruh yang cukup keras. Keras tidaknya bunyi yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecepatan mobil dan tingkat kerusakan.

Kalau pelor hanya bengkok sedikit, kemungkinan bunyi akan terdengar saat mobil melaju diatas 40 Km/jam. Tapi kalau sudah parah, mobil jalan pelan saja sudah bisa terdengar bunyinya.

2. Suara gemuruh juga bisa disebabkan ban yang bergelombang


Faktor selanjutnya yaitu karena kondisi ban yang bergelombang. Ban yang baik adalah ban yang punya permukaan treat yang rata atau tidak memiliki tonjolan atau gubangan.

Karena ban yang bergelombang, akan menyebabkan ban mobil bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran akibat ban ini bisa menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju dengan kecepatan 40 kM/jam keatas.

Baca juga 5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti

Lalu bagaimana cara membedakan ini bunyi disebabkan karena bearing atau karena ban bergelombang ?

Ada beberapa cara,

1. Anda bisa melihat kondisi fisik ban mobil anda.

Contohnya kalau bunyi gemuruh lebih condong terdengar dari arah depan, coba cek fisik ban. Apakah ada yang bergelombang atau tidak, kalau perlu rotasi ban (pasang ban depan ke ban belakang) setelah itu jalankan mobil.

Kalau bunyinya pindah berarti sudah pasti itu masalah ban yang bergelombang.

2. Anda juga bisa menggunakan ban serep, dengan catatan ban serep masih dalam kondisi baik.

Untuk mengecek kondisi ban apakah bergelombang atau tidak memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar. Untuk mempermudah, gunakan saja ban serep mobil anda.

Pasang ban serep pada bagian roda yang terdeteksi bunyi. kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu masalah roda tapi kalau belum hilang, maka itu masalah bearing.

3. Cek bearing roda dengan menggoyangkan roda

Pertama dongkrak mobil hingga roda yang terdeteksi bunyi, bisa terangkat. Lalu goyangkan ban mobil kekiri dan kekanan juga keatas bawah. Apabila bearing roda normal, maka roda terasa keras saat digoyangkan. Tapi kalau bearing bermasalah, maka roda akan sedikit oblak saat digoyangkan.

Untuk mengatasi bearing roda yang rusak, anda perlu mengganti bearing roda tersebut. Untuk penggantiannya memang sedikit sulit karena posisinya ada didalam knuckle roda. Sehingga lebih baik serahkan pada bengkel yang anda percayai.

Jadi kesimpulannya, ban mobil yang bergemuruh bisa disebabkan karena bearing roda aus juga karena ban yang bergelombang. Saat bunyinya terdengar ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, cek rodanya terlebih dahulu. Terakhir untuk memastikan apakah bearing aman, anda bisa goyangkan ban mobil seperti yang dijelaskan diatas.